Posts

Showing posts from June, 2022

Tahu diri..

Image
  Tahun 1983, saya kalau pulang kerja kadang mampir ke Sarinah. Putri dari bibi saya kerja di Sarinah sebagai Pramuniaga. Saya hanya lewat aja lewat konter dia dan dia senyum melihat saya. Kemudian setelab bosan keliling konter. Saya dekati dia. “ Aku disuruh Mak Tuo jemput eli. “ Kata saya. Maktuo itu panggilan untuk kakak perempuan ayah. Karena memang Mak Tuo saya pesan “ kalau kau mampir ke Sarinah, antar pulang sekalian adik kau.“ Satu watku saat saya datang mau jemput lagi. Di konternya ada ponakan ayahnya. Baju parlente. Insinyur. Kerja di BUMN dan saat pulang pakai mobil. Ya udah saya pulang naik bajay. Sejak itu saya tahu diri. Kalau datang jemput, saya lihat dari jauh. Kalau tidak ada yang jemput ya saya tawarkan diri. Kalau engga mau, ya udah saya pulang aja. Tahun 1983. Saya punya teman wanita, Florence. Kami satu kantor. Dia minta diantar ke rumah tantenya. Tetapi sampai di rumah tantenya, dia pulang diantar sama teman sekolahnya yang lebih tua dari dia. Menggunakan kendara

Kesempatan dan Cinta.

Image
  Namanya Dhonu. Dia pria Nepal. Dia lulus test international yang dilakukan oleh SIDC holding. Dia sarjana finance di Cambridge. Tadinya tahun 2014, dia ditempatkan di London. Tahun 2018, dia di tempatkan di Hong Kong. Apa yang menarik tentang dia? Sebelum meeting. Saya dekati dia. Saya rapikan dasinya. Dan benarkan posisi pin melekat di kerah jass nya. Saya tersenyum kepadanya. Usianya 28 tahun. Wajahnya tirus. Entah mengapa airmatanya berlinang. Saya senyum aja. Dan melangkah ke kursi saya. Saya perhatikan saat meeting dengan BDG, dia menyimak dengan baik. Memang dia tidak ikut bicara. Hanya mendengar di belakang kursi meeting. Itu kebiasaan saya. Agar staff dilibatkan dalam meeting direksi BDG. Tidak perlu semua. Salah satu aja. Dipilih secara random. Sehingga mereka bisa belajar dan menambah wawasan. Usai meeting. Saya panggil dia ke kamar kerja saya. Dia datang dan membungkuk dengan wajah ragu. “ Ya pak.” Saya tatap dia sejurus. “ Dhonu, kamu baca file ini” Kata saya menyerahkan

Jatuh cinta dan mencintai.

Image
  Kadang banyak orang yang engga bisa bedakan jatuh cinta dengan mencintai. " Dia jatuh cinta dengan saya, tetapi seenaknya saja dia pergi setelah sekian lama berhubungan."  Mewek dah. Daripada tambah bingung. Sebaiknya saya coba jelaskan secara sederhana. Ini pendapat pedagang sempak. Jadi biasa aja ya. Orang Barat menyebut jatuh cinta “ fall in love “. Tapi kalau berlanjut ke tempat tidur, mereka menyebut “ make love “ atau bercinta atau berbagi cinta. Makanya wanita tidak perlu malu mengungkapkan Fall in love kepada pria. Soal pria menerima atau tidak. Dia juga tidak penting. Mengapa? Fall in love itu lebih kepada diri sendiri. Penilaiannya sangat subjectif. Misal, karena pria itu tajir, atau ganteng, atau bibirnya merah, atau apalah. Pria juga jatuh cinta karena alasannya sama. Misal karena kecantikan wanita, body sexy atau apalah. Budaya mereka, Fall in love belum tentu langsung berlanjut ke make love ( have sex ). Akan ada proses panjang. Kalau fall in love itu be

Pilihan sikap

Image
  Tahun 1983, saya pernah jadi salesman underground alias Sales jalanan tanpa indentitas. Saya beli tekstil di kawasan kota lama jakarta. Karena saya create skema, dari cara menjual sampai cara pembayaran ya jelas saya untung besar. Mudah sekali saya dapet uang. Waktu itu orang kerja di Bank masih kelas ratusan ribu, saya sudah punya income jutaan. Ya saya sudah jutawan. Tetapi itu saya akhiri begitu saja. Mengapa ? Uang memang bertambah. Tetapi caranya salah. Saya hanya dapat uang karena pembeli engga punya uang dan mau beli berapapun harga asalkan utang. Saya dapat uang kontan karena ada rentenir yang mau pinjamin uang untuk pembeli itu.  Saat itu usia saya 20 tahun. Ayah saya menasehati saya “ kamu boleh hancur tapi jangan karena kamu orang lain hancur. “ Saya katakan kepada diri saya sendiri. Saya masih muda. Saya tidak mau diracuni dengan cara hidup seperti itu.  Masa depan saya masih panjang. Waktu saya untuk belajar, bukan hanya sekedar cari uang. Nasehat ayah itu terpatri denga

Hope

Image
  Ada teman yang sedang terpuruk ekonominya. Dia datang kepada mentornya. “ Sabar aja. Nanti kalau rezim berganti, semua akan berubah jadi lebih baik. “ kata mentornya “ itu penyebabnya karena ketidak adilan dalam sistem. “ mentornya menambahkan.   Kemudian dia datang ke mentor yang lain. “ Mengapa susah sekali tercapainya keadilan sosial” tanyanya. “ Karena elite politik tersandera dengan politik indentitas. Jadi sulit sekali melakukan perubahan. “ jawab mentornya.  Teman itu bingung. Dia datang ke saya dalam keadaan bingung itu. “ Mengapa? Ini semua terjadi kepada saya. Memang hidup tidak ada utopia. Tidak mungkin semua orang kaya. Tentu ada orang miskin. Tidak semua orang jadi elite, tentu ada yang jadi rakyat jelantah. Masalahnya, mengapa saya kebagian yang miskin dan jelantah?  Saya tersenyum. Jawabnya sederhana. Kerena kamu hidup dan berpikir sebagaimana persepsi orang lain. Kamu tidak memiliki kemerdekaan diri untuk memilih apa yang menurut kamu nyaman.   Kaum oposisi berharap k