Saturday, August 15, 2009

Nikmat dan Nafsu

Pada suata hari didalam kelas , seorang guru memberikan pertanyaan kepada muridnya. Tahukah kalian tentang 7 keajaiban dunia ? saya minta kalian menulis daftar keajaiban dunia dan segera kumpulkan kemeja saya.” Para murid dengan cepat menulis keajaiban dunia itu dalam daftar. Mereka menulis daftar tersebut yaitu , 1. Egypt's Great Pyramids 2. Taj Mahal 3. Grand Canyon, 4. Panama Canal , 5. Borobudur, 6. St. Peter's Basilica, 7. China's Great Wall. Tapi ada satu murid yang belum juga menyerahkan daftar jawaban tersebut. Kemudian Guru bertanya kepada murid ini « Apakah kamu ada kesulitan menjawab pertanyaan itu. Sang Murid menjawab " Sebentar bu, keliatannya jawaban saya berbeda dengan yang lainnya." " Ok sebutkan apa jawaban mu « Kata sang guru ..

« Menurut saya keajaiban dunia itu adalah 1 Melihat, 2. Mendengar. 3. Menyentuh. 4. Selera. 5. Merasakan. 6. Tertawa dan 7. Mencintai. Dapatkan dibayangkan kehidupan tanpa tujuh itu. ? « Jawab sang murid. Ruangan kelas sunyi senyap. « Karena hal yang sangat bernilai dalam hidup ini dan ajaib , tidak bisa dibangun dengan tangan atau dibeli oleh manusia. Dia abadi menyatu dalam jiwa manusia. Ini keajaiban yang tak boleh satu detikpun kita lupakan sebagai ujud rasa syukur kepada sang pencipta kita.

Memang banyak orang begitu bangga dengan segala yang mampu dibuat dan dibelinya didunia ini namun itu semua tidak ada yang abadi. Apakah arti keindahan dunia , wanita cantik, gedung megah dan tahta berjenjang bila kita tidak bisa melihat ? Apakah arti hidup ini bila kita tidak bisa mendengar indahnya burung berkicau dipagi hari. Tak bisa mendenar suara penyanyi mendayu diringi oleh alat musik. Tak bisa merasakan gejolak kehangatan persahabatan melalui sentuhan jabatan tangan dan pelukan. Tak bisa menikmati rasa manis , asam, pahit, asin hingga tak ada lagi hidangan lezat. Tak bisa merasakan ceria dan empati kepada orang lain. Tak mampu tertawa menyalurkan letupan bahagia dan kelucuan. Dan tak bisa mencintai, hingga kesepian didunia ini. Bayangkanlah ! apabila ketujuh keajaiban dalam hidup kita itu diambil oleh Allah.

Tapi keadilan Allah berlaku bagi semua. Baik kaya maupun miskin, bodoh maupun pintar, Dibarat mapun ditimur, semua manusia mendapatkan ketujuh nikmat itu sebagai anugerah terindah dari Allah. Acapkali kita bersua dengan orang yang cacat, tak bisa melihat karena buta, tak bisa mendengar karena tuli. Atau melihat orang sakit yang tak bisa merasakan apapun. Melihat orang lain yang kesepian karena kehilangan cinta. Setiap hari kita menyaksikan kekurangan orang lain dan dengan itulah Allah berdialogh dengan kita. Tidak ada yang diharapkan Allah dari kita kecuali rasa syukur dalam bentuk perbuatan yang sesuai apa yang Allah mau.

Yang mebuat manusia lupa bersyukur kepada Allah tidak lebih karena nafsunya menunggangi nikmat pemberian Allah itu. Dengan ketujuh pemberiaan Allah itu, kita merasa akan hidup selama lamanya dan lupa akan esensi tujuan hidup didunia sebagai jembatan menuju kehidupan yang abadi setelah kematian. Ketika tujuan sudah terkaburkan maka hubungan kita kepada Allah hanya satu bentuk cara kita berniaga kepada Allah. Syirik sosial. Solat karena hasrat masuk sorga. Berdoa karena hasrat meminta. Bersedekah karena hasrat dapat berkah harta. Cinta kepada Allah pun bersyarat, layaknya kapitalisme. Nothng to free, Padahal andai kita dihidupan tujuh kali didunia ini, tak akan mampu membayar ketujuh nikmat yang telah Allah berikan.

Menaklukan nafsu bukanlah menghindari nafsu tapi mengelolanya dengan baik sesuai tuntunan hadith dan al Quran. Puncak dari rasa sukur itu tak lain adalah Ikhlas untuk berbuat karena Allah. Maka kemakmuran , kedamaian akan terjadi kini dan disini…

Tuesday, August 11, 2009

Ingatlah !

Seminggu lagi 17 Agustus. Kita akan menyaksikan bendera dikibarkan dengan diiringi lagu kebangsaan. Kitapun akan mengingat jasa para pahlawan. Setelah itu selesai. Lantas dimanakah makna sebuah tanah air ? enam puluh empat tahun yang lalu para pemimpin kala itu mencantumkan dengan hati bergetar kalimat ” Bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa...” Karena kalimat itulah mereka berkyakinan hati untuk mempertahankan hak. Rakyat dibelakang mereka bahu membahu dan terkapar mati menjemput sahid. Apa yang diperjuangkan adalah hal yang universal. Tapi kini kita hanya mendengar kalimat itu dalam upacara dan ditanggapi dengan malas.

Kini, kita melihat Pancasila bukan lagi produk yang laku dijual diranah politik. Philosphy ”main” untuk menjadi pemenang menjadi trend baru. Pemain politik tak punya rasa percaya diri untuk mempertaruhkan pancasila sebagai landasan media image. Blackbery lebih laku dijual daripada Pancasila. Makanya jangan kaget bila kampanye politik perlunya consultant media yang tahu menipu publik demi image. ”Kita harus melihat ke barat dan belajar dari Barat untuk menjadi demokrat sejati. Anda tidak perlu paham soal angka kemiskinan dan ketertinggalan Indonesia dibanding negara lain. Yang harus anda pahami adalah kita berbangga diri sebagai bangsa yang demokratis dibanding Iran.”

Kini kitapun merasakan bahwa masa lalu yang bau amis darah demi berkibarnya sangsaka merah putih tak lagi sakral ketika rupiah kita sebagai lambang legitimasi negara tak laku di luar negeri untuk bayar hotel dan ticket pesawat. Pemahaman yang tercerahkan lewat media demokrasi telah mengaburkan hakikat merdeka. Bahwa orang peduli pada negerinya adalah amatir atau kolot. Orang yang memandang setiap negeri adalah negerinya, dia orang yang kuat dan professional. Dan orang yang menganggap asing negeri lain adalah fundamentalis alias ektrimis yang harus diperangi sebagai teroris. Ini era globalisasi. Batas nasionalisme tak perlu lagi diperjuangkan. Lewat satelit GPS , Satelit Springe dan MCI , dunia berada dalam satu kuridor menuju satu arah kiblat ke barat. Ini realita. Menentang ini adalah konyol.

Lantas dimanakah tanah air kita. Dimanakah kita harus berpijak ? apakah kita harus terus berpura pura tidak tahu dan membiarkan waktu menelan kita. Seperti sebagian orang berkata ” Apa salahnya AS dan Barat? Tanpa Cevron kita tidak bisa menutupi APBN untuk pendidikan dan kesehatan. Atau ” Tanpa underwrting JP mogant , global Bond kita tidak laku dijual. Tanpa asing kita sulit mengangkat pertumbuhan ekonomi dan menampung angkatan kerja.’ Singkatnya yang menolak asing dan bangga dengan potensi Indonesia untuk kemakmuran adalah ”mimpi. Yang realitas adalah potensi alam untuk globalisasi, bukan hanya untuk anak negeri yang bodoh dan tolol.

Dari itu semua, saya ingin mengutip kalimat Petrick Henry di abad ke 18 sebagai patriot AS mengusir kolonial inggeris ” Give me liberty or give me death ” . Kalimat ini juga ditulis di tembok jalanan Jakarta tahun 1945. Bahwa bagi AS dan juga kita , kemerdekaan adalah hak yang harus diperjuangkan dengan nyawa. Titik. Penjajahan dalam bentuk apapun harus dilawan.Untuk itulah perlu ada batasan kamu disana, kami disini. Nasionalisme menjadi kekuatan dahsyat untuk mempersatukan semua , menjadi benteng mempertahankan nilai nilai kemerdekaan dari waktu kewaktu. AS tak hentinya melakukan invasi kemana mana demi kepentingan nasional mereka. Sekecil apapun nasionalisme terganggu maka semua resource dikerahkan untuk melawan.

Mari kita ingatkan sejarah kemerdekaan kita, diatas tumpukan batu nisan dan lembaran cerita diperpustakaan. Jangan dianggap usang. Biarkan anak anak kita mengetahui semua dan jangan ditutupi dengan alasan apapun. Karena para pahlawan yang gugur dimedan laga tak berharap banyak kecuali ”ingat ingatlah kami , agar apa yang kami korbankan tidak sia sia ” Dari ingatan inilah , spiritual kita bangkit untuk menjadi komunitas yang pandai ”berterimakasih” dengan semangat bela negara dan cinta tanah air untuk tegaknya keadilan, kebenaran dan kebaikan dibumi pertiwi. Semoga...

Wednesday, August 05, 2009

Iran

Hari senin kemarin, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi merestui masa jabatan presiden Mahmoud Ahmadinejad untuk kedua kalinya. Dengan telah diperolehnya restu pemimpin tertinggi Iran itu, Ahmadinejad akan segera diambil sumpahnya oleh Parlemen pada hari rabu. Perseteruan antara kubu A Ahmadinejad dengan kubu oposisi Rafsanjani , Mohammad Khatami, Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karoubi berakhir sudah. Walau keempat kubu oposisi itu menentang keputusan itu dengan tidak menghadiri acara perestuan itu, namun the game is over. AS dan sekutunya tetap tidak mendukung keterpilihan Ahmadinejad sebagai president. Walau system demokrasi Iran telah melewati proses yang rumit dan memenangkan capres yang anti AS.

Saya memperhatikan soal Iran ini secara cermat melalui media massa. Juga melalui jaringan sosial internet. Semua media massa pro barat/AS tak henti hentinya melakukan kampanye mengecam Iran dan mendukung kelompok oposisi.,. Tewasnya seorang wanita dalam demontrasi besar besaran di Teheran paska Pileg Iran, dimuat luas oleh media international. Tak ketinggalan berita bertebaran lewat situs internet yang dimotori oleh Twitter, yang kemudian diikuti oleh You Tube, Facebook dan lainnya. Pejabat tinggi National Security Agency semasa George Bush, Mark Pfeifle memuji para media massa tersebut dan mengatakan dalam wawancara dengan FoxNews bahwa pendiri Twitter berhak mendapatkan Nobel Perdamaian.Dan Obama pun berkata bahwa ” Justice is needed for Iranians.

Mungkin sebagian kita menganggap bahwa demokrasi di Iran telah gagal karena kecurangan dan kekerasan terhadap demontrans. Benarkah ? Peristriwa paska Pileg memang dimanfaatkan secara systematis oleh AS dan Barat untuk menyudutkan Ahmadinejad yang anti AS. Tentu oposisi yang menentang Ahmadinejad lebih dipilih atau didukung oleh AS karena oposisi berjanji akan membekukan program nuklir Iran dan sekaligus akan bersikap lunak terhadap AS/Barat. Cara cara memanfaatkan massa jalanan memang efektif dalam system demokrasi bila cara procedural tidak seperti apa yang diamuin oleh AS. Namun ini dibaca dengan jelas oleh para mullah yang merupakan majelis tertinggi di Iran.

Teman saya di Dubai, yang aktif mendukung project funding di Iran mengatakan bahwa ” keributan yang terjadi paska Pileg adalah cara smart para mullah ,seperti menebar u mpan dicelah celah bebatun ditengah gurun untuk menangkap ular yang bersembunyi. Iran memang butuh ekstra hati hati terhadap siapapun yang ingin merubah Iran menjadi boneka AS. Terbukti, setelah Pileg keributan terjadi dan Iran berhasil menggilas hidden enemy yang berlindung dibalik demokrasi. Mereka semua ditangkap dan diadili tanpa publikasi. ”. AS tidak pernah belajar dari masalalu. Dulu ketika ”Irangate”, Oliver O North anggota NSA menjadi pesakitan didepan Senat AS karena mendukung persenjataan bagi kelompok penentang mullah untuk melakukan kudeta terhadap Ayatullah Khomeini, yang terbukti itu hanya rekayasa Mullah untuk mendapatkan senjata dari AS melawan Irak ( yang didukung AS )

Banyak pihak tak begitu paham tentang system demokrasi di Iran. Bahwa di Iran penguasa tertinggi adalah para Mullah, yang sekarang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei. Mullah inilah yang bertanggung jawab menentukan kebijakan strategis Iran dan sekaligus mengomandoi Angkatan bersenjata dan badan intelligent Iran dan berwewenang menyatakan negara dalam keadaan perang. Panglima Angkat Bersenjata , Kepala Polisi, Stasiun radio/televisi serta enam dan dari dua belas anggota Mejelis Wali Iran juga dilantik oleh Pemimpin Tertinggi ( Mjullah). Jadi president dan parlemen dalam system kekuasaan Iran tak lebih hanyalah alat dari para mullah ( penguasa tertinggi ) untuk tegaknya Islam dalam menegakan keadilan. Inilah system demokrasi ala Islam yang diyakini oleh Iran sangat efektif membendung kekuatan dari luar.

Saturday, August 01, 2009

Miracle

Dalam kehidupan sekarang ini, kita tentu sering menghadapi masalah. Kadang membuat gundah dan kawatir dengan segala masa depan kita. Kehilangan pekerjaan, diburu hutang, tak mampu bayar uang sekolah anak. Istri sakit tak ada uang berobat, di aniaya orang lain ,di fitnah dan banyak lagi yang menyesakan dada kita. Kita seperti berada diruang sempit ,dimana kekuatan akal dan tenaga tak lagi mampu mengatasinya. Maka jangan lupa…jangan lupa untuk berdialogh dengan Allah..

Dalam hadith yang dirawikan oleh HR. Bukhori Muslim., bercerita tentang tiga orang pemuda yang tersesat didalam sebuah goa. Karena sesuatu hal , hingga goa itu tertutup rapat. Dengan segala daya mereka berusaha untuk keluar dengan menggeser batu itu. Tapi tak berhasil. Upaya mencari jalan alternative untuk keluar dari goa itupun tak berhasil ditemukan. Akal dan kekuatan mereka tak berdaya menghadapi kenyataan ini. Mereka lelah. Lantas diantara mereka berkata.” Hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita keluar dari goa ini. Karena apapun upaya kita telah dicoba dan hasilnya nihil. Nah marilah kita berdoa …” Mereka membutuhkan miracle.

Ketiga pemuda ini sadar bahwa mereka bukanlah seorang Ahli Ibadah yang hafal alquran atau pernah berjijhad membela agama dimedan perang. Tentu ada terbersit didalam pikiran mereka rasa malu untuk meminta mirracle dari Allah. Dalam batas rasional , kadang ketika manusia didorong oleh hasrat yang besar namun akal dan tenaga tak mampu menggapainya maka miracle selalu didamba. Dalam hal pemuda ini , apakah pantas mendapatkan itu dan kalau pantas bagaimana mendapatkannya ? Maka mereka sepakat untuk berdialogh dengan Allah lewat amalan yang pernah diperbuatnya., Dengarlah cara mereka berdialohg :

Pemuda pertama : ’Wahai Allah dahulu saya mempunyai ayah dan ibu dan saya biasa tidak memberi minuman susu pada seorang pun sebelum keduanya (ayah-ibu), baik pada keluarga atau hamba sahaya. Pada suatu hari saya menggembalakan ternak ditempat yang agak jauh sehingga tidaklah saya pulang kecuali sesudah larut malam sementara ayah ibuku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya pun segan untuk membangunkan keduanya dan saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapa pun sebelum ayah ibu. Lalu saya menunggu keduanya hingga terbit fajar, maka bangunlah keduanya dan minum dari susu yang saya perah itu. Padahal semalam anak-anakku menangis didekat kakiku meminta susu itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua benar-benar karena mengharapkan keridhoan-Mu maka lapangkanlah keadaan kami ini

Allah Menjawab : Pintu goa tersibak sedikit tapi belum cukup lebar untuk bisa keluar. … Mirracle pertama terjadi

Pemuda Kedua : ’Wahai Allah saya pernah terikat cinta kasih pada anak gadis pamanku, karena sangat cintanya saya selalu merayu dan ingin berzina dengannya akan tetapi ia selalu menolak hingga terjadi pada suatu saat ia menderita kelaparan dan datang minta bantuan kepadaku maka saya memberikan kepadanya seratus duapuluh dinar akan tetapi dengan perjanjian bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata,’Takutlah kepada Allah dan jangan kau pecahkan ‘tutup’ kecuali dengan cara yang halal. Saya pun segera bangun daripadanya padahal saya masih tetap menginginkannya dan saya tinggalkan dinar mas yang telah saya berikan kepadanya itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semata-mata karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini.

Allah menjawab : Pintu goa bergeser semakin lebar namun masih belum cukup untuk bisa keluar. Miracle kedua terjadi

Pemdua ketiga : ’Wahai Allah dahulu saya seorang majikan yang mempunyai banyak buruh pegawai dan pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu dan ia segera pergi meninggalkan upah, terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya pergunakan upah itu sehingga bertambah dan berbuah menjadi kekayaan. Setelah beberapa waktu lamanya buruh itu pun datang dan berkata,’Wahai Abdullah berilah kepadaku upahku dahulu itu?’ Saya menjawab,’Semua kekayaan yang didepanmu itu adalah dari upahmu yang berupa onta, lembu dan kambing serta budak penggembalanya itu.’ Orang itu berkata,’Wahai Abdullah kau jangan mengejekku.’ Saya menjawab,’Saya tidak mengejekmu.’ Lalu diambilnya semua yang disebut itu dan tidak meninggalkan satu pun daripadanya. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarilah kami dari kesempitan ini

Allah menjawab “ Pintu goa terbuka lebar. Hingga mereka semua bisa keluar dari ruang sempit digoa itu. Miracle ketiga terjadi dan tuntas menyelesaikan masalah..

Kisah diatas sebagai suatu analogi bahwa impossible is nothing. Ada tiga amalan sholeh tertinggi dan ini sejajar dengan berjihad dimedan perang membela agama, yaitu Berbakti kepada ibu bapak. Kedua, menolak berzina dan yang Ketiga berlaku adil kepada yang lemah…Inilah yang akan memberikan miracle kepada anda semua bila akal dan tenaga tak lagi mampu mengatasi. Dikala ada kesempatan dan lapang maka perbanyaklah amal sholeh itu. Karena itu adalah trigger untuk mendapatkan miracle yang bersumber dari Allah.

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...