Posts

Showing posts from October, 2008

Hak Politik

Menjelang pemilu partai sibuk loby sana loby sini. Tujuannya adalah menggalang kekuatan dalam bentuk koalisi. Melihat kondisi ini kita bertanya tanya , mengapa harus ada koalisi? Bukankah platform politik kita adalah presidential dan bukan parlementer. Artinya, kekuatan diparlement bukanlah lawan pemerintah yang berkuasa.Parlemen harus lepas dari kepentingan partai dan hanya bekerja untuk amanah yanga didapat dari rakyat sebagai pemilihnya. Tapi , ya sebuah reformasi telah membuat system politik menjadi abu abu. Anggota parlemen benar dipilih oleh rakyat namun tetap harus menghamba kepada Partai karena hak partai untuk merecall masih dipertahankan. Itulah sebabnya, berbagai program pemerintah dari president terplih langsung oleh rakyat menjadi sulit diterapkan bila tak mendapat dukungan dari Parlemen. Padahal tujuan parlemen bukanlah melawan kekuatan pemerintah tapi sebagai mitra pemerintah. Kita tidak mengenal oposisi. Konsep politik kita berdasarkan UUD 45 adalah gotong royong dan

"Rating"

Image
Rating adalah peringkat untuk menentukan kelas. Dalam dunia keuangan , kelas ditentukan oleh lembaga rating. Lembaga ini punya Standard Operating Procedure untuk menentukan rating suatu surat berharga pasar uang maupun pasar modal dan saham. Semakin tinggi reputasi suatu lembaga Rating semakin dipercaya rating yang dipublikasikan. Seperti dijepang ada , Rating & Investment (R&I), Japan Credit Rating Agency (JCRA ),di AS ada A.M. Best , Dun & Bradstreet, Fitch Ratings, Moody's, Standard & Poors , di Autralia ada Baycorp Advantage . Di Kanada ada Dominion Bond Ratin Service dan di Indonesia ada lembaga Pemeringkat Efek . Kemudian istilah Rating ini juga dipakai dalam berbagai kehidupan social. Berbagai Lembaga Rating dibentuk yang berkaitan dengan Pendidikan, LSM, Acara Telivisi dan sampai kapada Homepage didunia internet. Dibidang pendidikan, lembaga rating menjadi acuan mahasiswa atau pelajar untuk memilih universitas atau sekolah yang mereka inginkan. Begitu juga

Kebodohan ?

Image
Kebodohan itu sumber penyakit hati dan sumber segala kejahatan. Puncaknya adalah penderitaan ,keresahan ,kehinaan didunia dan akhirat. Allah mengingatkan dalam firmannya tentang orang yang hina dan bodoh karena lari dari kebenaran agama, dalam Alquran Surat Al- Furqon 44 “Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar dan memahami ?. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya. “ Dan perumpamaan tentang binatang merupakan hilangnya interlektualitas dan moral , yang tentu lebih hina dari binatang. “Sesungguhnya (makhluk) yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang bisu dan tuli yang tidak mau mengerti apapun (tidak mau mendengar dan memahami kebenaran).” ( QS- Al-Anfal : 22). *** Apakah kebodohan itu hanya dimiliki oleh orang yang tak pernah masuk perguruan tinggi ? Ini kalau diajukan pertanyaan secara ilmiah maka yang berlaku ada aksioma bahwa orang bodoh karena tidak ada pendidikan. Jawaban ini sekarang menjadi tidak lagi relevan

Idiologi negara ?

Image
Didunia kini ada tiga idiologi negara yaitu kapitalisme , Sosialisme dan Islam . Dari ketiga idiologi yang mempunyai formula yang jelas dan disepakati oleh komunitasnya adalah Kapitalisme dan Sosialisme. Sementara Islam sebagai idiologi negara masih menjadi silang sengketa diantara komunitasnya. Memang Islam membutuhkan kekuasaan yang bernama negara tapi bukan berarti menjadi negara islam ? Imam Al Ghazali dalam kitabnya Al Iqtishad fil I'tiqad berkata : ?Karena itu, dikatakanlah bahwa agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap.? Konsep negara dan system pemerintahan Islam sendiri memang tidak pernah ada secara kelembagaan. Ketika Nabi wafat, para sahabat sibuk untuk menentukan siapa pengganti Nabi sebagai pemimpin. Karena memang Rasul tidak pernah menentukan system

Moral dan spiritual

Image
“ We are now facing more than just a financial mess; almost every other major institution is under threat. The political system is adrift; public schools are failing; the borders are porous; the intelligence agencies are dysfunctional; the inner cities are infested with drugs and gangs; the family is broken; and millions are fleeing their churches. In most of our institutions there is poor leadership. A survey by Harvard's Center for Public Leadership revealed 77 percent of Americans believe the country faces a leadership crisis; this is prevalent across 12 different institutions and leadership groupings. In the survey, Congress, the executive branch, the business community and the media ranked in the lower echelons. Democratic capitalism is based on widespread social trust - especially, trust in leaders. Without this confidence, the whole system threatens to unravel. The solution is not more government regulation; it is moral and spiritual renewal. “ ini adalah komentar dari Jeffr

Perang tiada akhir

Image
Baik dan buruk selalu bersanding dalam kehidupan ini. Inilah fitrah manusia. Melawan keburukan adalah perang tidak akhir. Nafsu yang bersemayam dalam diri kita menjadi pelengkap dari kehadiran nurani ( Basirah ). Setan menjadi pelengkap dari kehadiran malaikat yang suci. Dalam keseharian kita berjalan diatas titian yang teramat tipis. Kabaikan dan keburukan terlalu tipis jaraknya. Bagaikan rambut dibelah tujuh. Sehingga begitu banyak orang beriman dan berilmu tergelincir kepada syrik dan jatuh kelembah maksiat. Itulah sebabnya Rasul berkata agar perangilah musuh sesungguhnya. Dan itu ada pada diri kita sendiri. Setan dan Nafsu tercipta sebagai takdir yang melengkapi perjalanan hidup kita. Nafsu, yang senantiasa mengajak kepada keburukan ( QS Yusuf (12): 53), sementara setan , piawai meyesatkan manusia ( QS Al A’raf (7) : 16-17) sehingga menjadi musuh abadi anak manusia sepanjang masa. ( QS Yusuf (12):5). Hebatnya diantara keduanya mempunyai cara berbeda untuk menjerumuskan manusia. Na