Wednesday, March 29, 2006

Zhejiang

Ditengah krisis anggaran dewasa ini maka kita menyadari bahwa APBN tidak berdaya secara utuh untuk menopang program kesehatan, pendidikan, perumahan , penyediaan infrastructure. Ekonomi kita bergerak lambat sementara tuntutan pembangunan terus bergerak cepat. Sejak reformasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah nampaknya tidak memberikan perubahan bahkan cenderung situasi semakin menurun. Bagi kebanyakan kita yang frustasi dengan situasi ini , cenderung menyalahkan Orde Baru dan lebih banyak wacana daripada kerja.

Krisis anggaran ini sudah masuk dalam perangkap mematikan dan hampir tidak mungkin diselesaikan tanpa ada revolusi. Sementara revolusi adalah hal yang menakutkan dan tidak boleh terjadi. Apa yang harus dilakukan. ? Benarlah apa kata orang bijak, "Belajarlah sampai ke Negeri China." Maka, kita di Indonesia yang terus menerus dilanda kebingungan, tak ada salahnya mempelajari resep kemajuan China. Pun tidak perlu malu untuk menjadikan China sebagai acuan agar kita mau mengakselerasi pembangunan nasional. Dalam hal ini ada baiknya pemerintah mengakui saja bahwa gagal memenuhi janjinya karena krisis anggaran yang berakibat semakin banyaknya orang miskin, lemahnya daya beli , tidak terbangunnya infrastructure social maupun ekonomi. Akui saja bahwa pemerintah gagal melaksanakan keadilan dan korupsi semakin merajalela dan sulit dihapuskan. Keadaan ini tidak jauh berbeda ketika China dimasa rezim komunis Mao dengan kelompak empatnya bahkan keadaan rakyat china lebih buruk dbandingkan kita.. Para petani dipaksa berproduksi untuk memuaskan partai dan semua kehidupan dikontrol ketat oleh pemerintah dengan banyak aturan yang menyulitkan rakyat untuk bergerak bebas. Nah , disinilah yang patut kita contoh dari rakyat china , khusunya rakyat yang ada di provinsi Zhejiang.

Sebelum liberalisasi ekonomi Zhejiang adalah contoh kemampuan pemerintah local melawan system komunis. Namun perlawanan ini tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah pusat karena letak daerah ini yang jauh. Provinsi Zhejiang yang berbatasan dengan Taiwan. Kota ini awalnya tidak dirancang sebagai pusat industri tapi pusat pertahanan militer karena berbatasan dengan Taiwan. Hanya selat yang membatasi . Daerah ini sangat sedikit sekali mendapatkan anggaran dari Pusat dan hampir tidak mungkin untuk menciptakan pertumbuhan namun rakyat yang ada di Zhejiang bangkit dengan kemampuan kemandirian. Pembangunan dilakukan oleh masyarakat dengan dukungan pendanaan dari budaya arisan. Kebiasaan masyarakat china yang suka berkelompok berdasarkan pertemanan serta hobi hidup hemat dan gemar menabung telah menjadikan system arisan ini mampu sebagai amunisi menuju kemakmuran.

Ketika system arisan ini menunjukan keberhasilan maka disinilah yang patut kita contoh dimana mereka mampu berbuat jenius tanpa dukungan penasehat keuangan Wall street dan pengacara di London. Larangan mendapatkan dana dari system perbankan telah mendorong terbentuknya system perusahaan keluarga kolektive ( koperasi ). Kemudian dengan melobi perusahaan Negara untuk menjadikan mereka sebagai anak angkat. Melalui perjanjian dengan manajemen perusahaan Negara tersebut , koperasi itu akan membungkus dirinya dengan nama, dokumen dokumen dan nomor rekening di bank dimana perusahaan Negara itu sebagai nasabah utama, Tentu terjadinya kolaborasi tersamar ini karena didukung adanya jaminan dari system arisan yang mampu memperkuan likuiditas bank. Langkah ini tidak hanya membuat usaha mereka halal menerima kredit bank, tetapi juga membebaskannya dari keharusan membayar pajak. Sementara para petanipun melalui system pertanian kolektive yang ditetapkan pemerintah berhasil mengelabui pemerintah dengan cara yang sama.

Tentu cara ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan tidak langsung dari penguasa partai local dan intelektuak kaum muda yang tersadarkan oleh ambisi rakyat untuk mandiri. Namun melawan secara langsung kekuatan pusat adalah tidak mungkin. Maka tidak aneh bila banyak pemimpin usaha kolektiv tersebut ( koperasi ) itu dimotori oleh pejabat partai local yang gigih memberikan pendidikan untuk menimbulkan semangat kemandirian. Disamping itu para pemuda lulusan universitas Zhejiang secara diam diam melalui program kebudayaan pergi kepenjuru china untuk memasarkan produk dan juga melobi pedagang Hong Kong untuk menjadi perantara mereka masuk kepasar international.

Keberhasilan Zhejiang telah menyadarkan Pemerintah Pusat . Deng menjadikan ini sebagai momentum yang tepat melakukan reformasi ekonomi. Zhejiang pun dijadikan model pembangunan bagi seluruh provinsi. Partai Komunis mulai bersedia memperbaiki kesalahan idiologi radikal pada masa lalu, termasuk kesalahan Mao dan kelompok Empat Maois, perubahan ini menandakan era kepemimpian yang lebih praktis. Dibawah komando Deng , reformasi ekonomi dipantau dari dekat oleh Partai Komunis dan pemberatasan korupsipun dilakukan dengan cara praktis dan sistematis sebagai bagian tak terpisahkan dalam system pengawasan era reformasi. Hasilnya, hampir 40 ribu industri milik Negara yang tidak efisien telah ditutup. Sejak tahun 1996 sampai dengan 2001 sebanyak 53 juta orang yang bekerja di sector pemerintahan diberhentikan. Jumlah ini sama saja dengan seperempat penduduk Indonesia.

Kini provinsi Zhejiang telah menjelma menjadi kekuatan ekonomi dengan melahap sebagian besar lahan pertanian menjadi pusat industri dari segala jenis produk. Di provinsi Zhejiang , 90 persen usaha dan penyediaan infrastructure ( tenaga listrik, jalan toll dll) adalah dikelola oleh masyarakat/swasta. Suatu persentase yang tertinggi dibanding provinsi lainnya. Perjalanan dari bandara kepusat kota , terlihat jelas iklan berbagai produk seperti kamera digital, telephone genggam dan berbagai alat permesinan. Semua itu adalah produk local yang dibanjiri oleh pedagang besar dari eropa dan amerika untuk berbelanja. Yang pasti masyarakat Zhejiang dan begitupula dihampir semua provinsi di china telah menjadi momok yang menakutkan bagi pencinta paham kapitalis tentang teori penguasaan modal ,yang ternyata telah dijungkir balikan oleh kekuatan system komunitas yang bergerak bagaikan roket dan hampir tidak bisa ditemukan dalam teori ekonomi kepitalis (yang menempatkan kekuatan konglomerasi sebagai pendorong pertumbuhan)

Salah satu pejabat china berkata pada saya bahwa “ pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat dan pencapaian kemakmuran disemua kota dan desa adalah sangat mengejutkan kami. Tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ini bukanlah hasil kerja dari pemerintah pusat, Semuanya datang dari antusias masyarakat yang sadar untuk memperjuangkan kehormatan keluarga dan negaranya, berdasarkan cara cara yang kami yakini dan bukan meniru cara Amerika , eropa atau Negara lainnya.”

Dari teman saya yang pernah bekerja di Credit Suisse dan sekarang memimpin satu perusahaan securitas mengatakan bahwa “ Munculnya perlawanan system di provinsi Zhejiang sebetulnya karena tekanan kemiskinan dan rendahnya dukungan anggaran dari Pemerintah. Apa yang mereka lakukan adalah revolusi system tanpa melalui revolusi phisik dengan cara menggerakan semangat kebersamaan untuk melawan ketidak adilan dbibidang ekonomi dan politik.

Bagiamana dengan Indonesia ?
Apakah kita masih terus berharap dari pemerintah tentang kemakmuran ?? Dan terus menantikan suatu keajaiban dari datangnya nya sang ratu adil.. Sementara itu kita terus larut dalam budaya konsumerisme, individualisme, yang diimport dari Barat. Seharusnya kita kembali kepada akar budaya kita yang gemar bergotong royong sebagai ujud kebersamaan senasif sepenanggungan, hidup hemat, ramah tamah, gemar bekerja. Hanya dengan kembali kepada akar budaya yang turun temurun itulah yang dapat membuat kita keluar dari mimpi kosong dari janji janji para politisi. Kita membayangkan ada salah satu provinsi di Indonesia yang dapat meniru Zhejiang…agar dapat menyadarkan pemerintah untuk kembali kepada jatidiri bangsa sebagaimana yang dicita citakan oleh Muhammad Hatta dan… inilah reformasi yang sesungguhnya.

Saturday, March 25, 2006

Kepribadian Islam

Apa sih indicator menjadi pribadi yang “jempol “ itu? Demikian teman saya berkata. Baginya , diera sekarang , pribadi yang jempol bila anda jadi selebritis, anggota DPR. Lihatlah mereka selalu dipuja dan dihormati oleh orang banyak. Bukankah itu sudah cukup disebut sebagai pribadi yang jempol. Bagi saya dari sudut pandang sempit apa yang dikatakan teman itu ada benarnya. Namun apakah pribadi jempol yang kita lihat itu juga akan mempengaruhi jiwa orang itu menjadi jempol juga ? itu soal lain , kata teman saya. Bagi saya ,ini soal prinsip. Untuk apa kita dipuja orang ramai namun dalam kesendirian kita menderita, kadang merasa resah tak nyaman dengan semua yang ada pada kita. Kan itu orang tidak perlu tahu, katanya lagi. Ya benar. Tapi apakah arti pribadi jempol dihadapan orang lain tapi didalam sendiri kita jauh dari jempol. Akan lebih baik bila kita jempol luar dalam.Ya kan. Lantas apakah indikatornya pribadi jempo itu ?

Dalam Al Quran , Allah berfirman dalam Surat Al –Mukminum (23) : 1-11. Ada lima indikator untuk menjadi pribadi jempol dan dinyatakan sebagai orang yang selamat dunia akhirat. Apa itu? Pertama, orang yang menegakkan sholat. Sholat baginya merupakan kebutuhan hidupnya , sebagai caranya dekat kepada Allah dan merindukan Allah untuk mengharapkan pertolongan dari Allah atas segala persoalan. Seusai sholat dia ucapkan salam sambil menoleh kekiri dan kekanan sebagai ujud kecintaannya kepada umat manusia yang beriman agar mendapatkan sebaik baiknya rahmat disisi Allah. Kedua. Dia menjaga lidahnya dari ucapan yang menyinggung perasaan orang lain. Berlemah lembut walau itu menyampaikan kebenaran dari Allah. Dia pekerja keras dan jujur bersikap serta bertindak hingga disukai orang lain. Apapun profesinya , dia akan dinantikan orang untuk bersatu dalam segala urusan. Ketiga, dia gemar memberi dengan apa yang terbaik dia punya. Tak ragu untuk itu. Karena kecintaannya kepada Allah adalah kecintaannya kepada manusia yang diamanahkan Allah untuk dia beri dan beri.

Bila dia menjaga sholat dengan baik maka tentu pula dia akan bersifat lemah lembut kepada siapapun dengan tetap kokoh berjihad dijalan Alla untuk mencari rezeki Allah. Dari itu diapun akan senang berbagi kepada siapapun.Maka yang ke empat adalah dia piawai menjaga akhlak dan kehormatannya. Dia kenal segala tabiat buruk iblis yang menggodanya lewat nafsunya. Dia paham betul bisikan malaikat yang menganjurkan kepada kebaikan., Dia paham betul firman Allah lewat Al Quran yang menjadi bacaan wajibnya. Dia menjadi pribadi yang disukai, menjadi obor ditengah masyarakat. Berharta atau tidak , penguasa atau rakyat jelata, berilmu tinggi atau tidak , dia tetaplah dinantikan orang banyak untuk disafa dan didoakan. Pada tahap ini senyum begitu murah baginya. Rasa marah mudah terhalau dengan cepat seiring dengan sifatnya yang mudah memaafkan. Waktu yang singkat menjadi begitu berharga baginya untuk beribadah kepada Allah.

Dan yang kelima, setelah keempat sifat itu, maka jadilah dia pribadi yang amanah. Tentang ini saya ingat ketika sorang manager SDM menetapkan qualifikasi calon pelamar dari pemahamanya tentang sholat. Pelamar diminta untuk mengartikan setiap bacaan sholat. Kemudian menjelaskan makna setiap bacaan itu. Yang bisa menjawab dengan baik maka masuk qualifikasi untuk dipertimbangkan dan diterima. Mengapa ? Dia jawab, bahwa ilmu dunia dapat dipelajari dan semua orang bisa. Tapi pribadi jempol harus diawali dengan sholat dan paham akan sholat. Tanpa itu, sulit kita dapat pribadi yang amanah Dan pribadi amanah adalah asset yang tak terbilang bagi perusahaan dan negara Begitupla dihadapan Allah, pribadi yang amanah adalah sebaik baiknya tempat disisi Allah..

Bila sudah memiliki pribadi yang amanah maka apapun yang datang padanya hanyalah kebaikan , kebenaran dan keadilan yang akan dilakukannya. Harta berlebih akan membuat dia berbagi,. Kekuasaan ditangan akan membuat orang dibawah merasa aman dan nyaman.Pekerjaan yang menjadi tugasnya akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ilmu berlebih akan membuat dia gemar sharing knowledge.. Kemiskinan akan membuatnya sabar tanpa tergoda melakukan perbuatan tercela. Anak dan istri dicintainya dengan menebarkan keteladanan tentang ketulusan untuk beribadah kepada Allah. Puncak dari keagungan akhlak adalah amanah. Bukankah dunia berserta isinya adalah amanah dari Allah kepada kita yang ditunjuk sebagai khalifah dimuka bumi. Proses untuk menjadi pribadi yang amanah tidak datang dengan mempelajari ilmu ESQ atau ilmu kepribadian tapi proses yang sesuai ajaran Allah, yaitu di awali dengan SHOLAT.

Monday, March 20, 2006

Agent of Development

Dalam banyak hal kita hanya bisa melihat segala sesuatu dari apa yang dapat kita lihat. Padahal tidak selalu yang nampak dimata adalah mencerminkan sesuatu yang sebenarnya. Dulu sebelum Columbus menemukan benua Amerika ,orang melihat bahwa bumi itu datar dan ada batas. Namun akhirnya semua mengetahui bahwa bumi itu bulat. Ada batas indra melihat namun menjadi ruang tanpa batas bagi “hati” manusia memandang apapun yang nampak.

Saya menyadari sepenuhnya makna teropong hati ini. Karenanya saya tidak pernah melihat seseorang dari apa yang dapat saya lihat dengan mata saya. Kesan yang terdalam adalah ketika anda menatap mata silawan bicara. Mata adalah gerbang mendalami rahasia hati dibalik banyak ungkapan yang keluar dari mulut seseorang. Kemudian bila mata itu tenang dan diikuti oleh wajah yang bersih berhias senyum maka taulah kita bahwa lawan bicara kita orang yang bijak dan patut dihormati.

Hal tersebutlah yang nampak dari pertemuan saya dengan Chritine. Ketika awal saya bertemu dengan dia di Holiday Inn , Kowloon. Bila target saya hendak bertemu dengan Pejabat teras bank maka dia bukanlah sosok yang pantas. Dia terlalu sederhana bagi seorang Banker. Dan lebih takjub lagi , dia menyempatkan diri untuk menemui sendiri clientnya. Namun setelah sepuluh menit berbicara, maka taulah saya wanita berusia 36 tahun ini tergolong super smart di balik kecantikan wajah tanpa banyak mike up. She is humble and wonderful lady.

Wawasannya tentang LBO , Financial Engineering , layering dan banyak hal yang terlalu sulit dipahami oleh banker di Indonesia, bagi dia begitu mudah dijelaskan dan lebih hebat lagi dia mampu memberikan solusi total. Saya merasa bersyukur mendapatkan mitra seperti ini. Terlalu bernilai bagi kemitraan group perusahaan saya dimasa mendatang. Dalam dialogh tersebut dia berusaha lebih banyak mendengar dan berusaha menyelami masalah yang sedang saya hadapi. Ketika dia berbicara maka yang keluar adalah kebijakan seorang banker dengan kehati hatian mengemukakan “janji” namun tetap mencerminkan kepercayaan bahwa kita berbicara pada orang yang tepat untuk menyelesaikan masalah kita.

Di Indonesia , para banker telah menjadi layaknya se orang raja. Hidup bergelimang dengan banyak status dan facilitas. Bila dia berada di suatu pesta maka selalu dikelilingi oleh banyak petualang. Hanya senang memberikan solusi bila ada kolusi. Dia tidak peduli bila kolusi ini berakhir pada konspirasi jahat merugikan bank yang dikelolanya. Yang menjadi landasan berpikir banker adalah bagaimana mengelola politik kekuasaan dengan pemegang saham. Untuk itu dia tau betul bahwa suap ( dalam bentuk apapun ) adalah cara terampuh untuk membuat para pemegang saham tunduk tanpa memperdulikan kinerjanya. Hal ini utamanya terjadi pada Bank bank milik pemerintah.

Patut dihayati apa yang diungkapkan oleh Christine “ Banker dizaman modern dewasa ini telah menjadi Pahlawan untuk tumbuhnya ekonomi bangsa. Banker telah menjadi agent bagi Negara untuk mendukung program pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan, produktifitas, dan peningkatan standard hidup manusia. Lebih daripada itu banker telah menjadi Public Relation yang ampuh menciptakan pengertian dan kepercayaan masyarakat investor kepada pemerintah. Karenanya , teramat Naif bila banker ikut dalam konspirasi jahat dengan nasabahnya hingga berakibat runtuhnya kepercayaan masyarakat kepada bank. “

Indikator kepercayaan international kepada pemerintah Indonesia adalah sejauh mana kepercayaan financial community international kepada bank bank yang ada di Indonesia. Sampai hari ini , surat hutang sampai dengan bank instrument dari bank yang ada di Indonesia menempati rating sangat rendah. Juga sangat sulit mendapatkan investor. Para banker menyalahkan pemerintah yang tidak mendukung langkah langkah kebijakan bank yang sehat .Padahal kesalahan terbesar ada pada para banker. Selagi banker Indonesia tidak menempatkan azas moral diatas segala galanya dan kecintaan professi tidak menjadi landasan berkarya maka jangan diharap ada “kepercayaan “ terhadap bank pada khususnya dan Negara pada umumnya.

Ketika saya berpisah dengan Cristine dan berjanji akan bertemu lagi dilain waktu untuk dinner, saya terpukau dengan kesederhanaan, kecerdasannya. Pantas china dapat tumbuh begitu cepat dengan beban lebih dari satu miliar penduduk. Bangsa ini memiliki banker pekerja keras dan tanggung jawab moral sebagai “agent of Development “bagi bangsanya. Mereka bangga dengan profesi itu walau tidak harus hidup bergelimang fasilitas kemewahan layaknya banker di Indonesia.


Friday, March 03, 2006

Meninggalkan Sholat ?

Tak pernah hilang dari ingatan saya ketika dulu waktu saya pergi merantau ke Jakarta, ibu saya berpesan “ jangan tinggalkan sholat dalam situasi apapun. Ingat, kita orang miskin dan kamu pergi tanpa bekal apapun kecuali ongkos untuk pergi. Selagi kamu sholat, selama itupula kamu dalam lindungan Allah dan Allah akan menjaga kamu.”. Mengapa ibu saya berkata seperti itu ? karena keyakinannya tentang hubungan manusia dengan Allah adalah melalui sholat. Dengan itu ibu saya tidak perlu lagi kawatir tentang saya. Lewat sholat , lanjut ibu saya, kamu terjaga dari segala fitnah dunia. Andai derita dan lapar yang kamu temui maka itu disertai oleh pertolongan Allah. Andai senang yang kamu dapat, itupun disertai oleh pertolongan Allah. Susah maupun senang adalah baik untuk kamu karena Allah selalu bersama mu. Setelah saya sampai dirantau, setiap bulan ibu saya selalu mengirim surat dan selalu diakhir suratnya berpesan ” Nak , jangan tinggal sholat.”

Iman manusia kadang tergelincir dalam kubangan dosa, namun selagi sholat terjaga dengan tertip maka selama itupula kita pasti akan kembali kepada jalan yang lurus. Dosa adalah bagian dari manusia dan kecintaan Allah juga adalah bagi dari penciptaan manusia. Karenanya hubungan antara manusia dengan Allah , melalui sholat untuk memastikan Cinta Allah sampai kepada manusia. Ibarat hubungan listrik, maka sholat adalah penghantar arus untuk menghubungkan energi listrik dengan lampu. Bila tidak ada penghantar arus listrik maka energi listrik tidak akan sampai kelampu. Pangkal semua urusan agama adalah Islam, dan tiangnya adalah solat, dan puncak tertingginya adalah jihad. (Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi no: 2541). Ya, sholat adalah tiang agama. Bila sholat tidak ada maka runtuhlah agama itu pada diri manusia. Tentu terputuslah hubungan manusia dengan Allah. Tentu pula rahmat Allah akan menjauh.

Begitu pentingnya ibadah solat di sisi Islam. Yang pertama kali ditanya ketika di akhirat pada waktu di hisap nanti adalah perkara Sholat. Sebaik apapun amalah kebaikan hubungan antar manusia akan sia sia. Amalan itu terbakar hangus atau tidak dipandang sebagai sebuah kebaikan oleh Allah. Bahkan menurut hadith Nabi bahwa orang yang dengan sengaja meninggalkan sholat tanpa merasa bersalah, maka dia digolongkan kafir dan keluar dari Islam. Jadi dapat dibayangkan berapa banyak orang yang mengaku islam namun sebetulnya secara hukum Islam , mereka sudah tidak lagi Islam karena dengan seenak nya meninggalkan sholat. Padahal setiap kali kita mengerjakan sholat, niscaya rahmat Allah akan turun kepada kita dari langit sampai ke bumi, sementara para malaikat akan mengitarinya, satu malaikat berkata: ‘Apabila orang yang bersembahyang ini mengetahui betapa banyaknya kebaikan, rahmat, berkah serta pahala dalam sholat, niscaya dia tidak akan pernah meninggalkannya. Subhanallah.

Beginilah uraian Rasul tentang nikmat Allah yang kita terima bila kita melakukan sholat , “Ketika seorang hamba menghadap kiblat lalu mengerjakan shalat dengan niat yang tulus karena Allah dan mengucap Takbir, niscaya ia akan terbebas dari dosa sebagaimana anak yang baru terlahir ke dunia. Apabila membaca Fatihah dan ayat Al Quran maka seakan-akan ia telah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Apabila ia rukuk dan bertasbih kepada Allah, seakan-akan ia telah bersedekah emas seberat badannya, dan seakan-akan ia telah membaca seluruh Al-Qur’an. Apabila ia mengucapkan ‘Sami Allahu liman hamidah’ niscaya Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada orang tersebut. Apabila ia bersujud dan bertasbih kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepadanya pahala para Nabi. Apabila ia membaca tasyahhud, niscaya Allah akan memberinya pahala orang-orang yang bersabar. Ketika ia mengucapkan salam dan selesai mengerjakan sholatnya niscaya Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu surga, dan ia akan memasuki pintu-pintu tersebut tanpa dihisab terlebih dahulu.”

Benarlah, sholat adalah kunci emas untuk masuk ke sorga dan kebahagiaan didunia. Betapa meruginya manusia bila tidak melaksanakan shoal.

Wallahualam

Wednesday, March 01, 2006

Makna ekonomi syariah

Ketika teman bertanya kepada saya apa beda antara Bank Syariah dan bank konvensional. Belum sempat saya menjawab teman lain nyeletuk, yang satu pakai sorban dan bahasa arab , yang lainnya pakai dasi dan bahasa inggeris. Namun hakikatnya sama aja. Nothing to free lunch. Saya sempat terkejut dengan jawaban teman disebelah saya. Karena teman ini memang berkecimpung dalam dunia praktis keuangan. Dia juga paham hukum perbankan konvensional dan paham pula mengenail hukum perbankan syariah. Mengapa sampai dia menyimpulkan begitu ? jawabnya bahwa Bank Syariah sekarang ini terjebak dalam sistem perbankan modern yang ribawi. Bank syariah harus mengikuti standard compliant risk management yang ditetapkan oleh Bank for International Settlement dan juga Bank Central soal ketaatan rambu rambu kelayakan bank. Anda tahukan siapa group dibalik Bank for International Settlement. ?

Apakah risk management dan rambu rambu kesehatan bank ? . Yaitu harus menjamin setiap dana yang ditempatkan di bank akan aman dari segala resiko yang timbul. Maka pola 5 C ( character , capacity, capital, conditional of economic , Colateral ) yang dipakai oleh bank konvensional sebagai dasar penilaian kelayakan pemberian dana ( mudharabah dan lainnya ) juga diterapkan oleh bank syariah. Apabila bank Syariah tidak mengikuti SOP yang ditetapkan oleh Bank Central maka dia terkena sangsi pemenuhan rasio keuangan sepeti Reserved Requirement ( cadangan wajib Giro minimum ) , CAR dan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Central, Ini akan mengakibatkan Bank Syariah tidak efisien. Kalau tidak efisien maka Bank Syariah jadi mahal jasanya. Maka satu satunya jalan adalah mengikuti ketentuan dari Bank Cenral dengan memastikan kualitas mudharabah kelancarannya sama sepeti hutang piutang.

Dewan Syarian Nasional Majelis Ulama Indonesia yang di dalam keputusan Nomor 07/DSN-MUI/IV/2000 mentolelir dengan diperbolehkannya jaminan dalam mudharabah pada perbankan Syari'ah. Namun sifatnya terbatas , yang masih dalam kerangka mudharabah sebagai bentuk kerjasama dan tidak ada kaitannya dengan hutang piutang. Namun yang jadi persoalan di Indonesia bahwa keberadaan jaminan itu masuk wilayah hukum positip. Dalam UU No. 10 tahun 1998 tentang Bank Syariah, tidak mengatur secara khusus tentang jaminan didalam mudharabah. Yang nampaknya tidak membedakan jaminan perbankan konvensional dengan jaminan didalam mudharabah ( Pasal 1 ayat (23) jo Pasal 12 . Ini berimplikasi pada akad perjanjian mudharabah yang harus sesuai dengan Hukum Perdata di Indonesia tentang status hukum jaminan ( yang tentu sesuai dengan hutang piutang karena dalam hukum Perdata, kerjasama tidak dikenal jaminan ).

Apakah ini dibenarkan menurut Islam kerjasama ( mudharabah ) dalam konteks yang berlaku di Indonesia ? Banyak sekali analisa fikih soal boleh atau tidaknya jaminan itu.. Tapi saya tidak mau masuk dalam pembahasan soal dalil yang dijadikan rujukan oleh ulama dalam mengambil sikap soal status jaminan dalam perbankan syariah. Yang pasti tidak mudah bagi bank syariah untuk menjual jasa mudharabah kepada nasabahnya. Karena keharusan tersedianya jaminan itu. Maka yang lebih mudah bagi Bank Syariah adalah memberikan jasa layanan seperti jual beli yang dimodifikasi dalam berbagai bentuk , misalnya bai' as-salam, bai' al-istishna, murabahah, namun ini lebih bersifat konsumtif (pembelian rumah, kendaraan ) ,yang lebih mudah “diamankan” dibandingkan kegiatan produksi dalam skema mudharabah. Namun apakah skema itu lebih murah dibandingkan perbankan konvensional ? oh belum tentu. Tergantung dari management bank itu sendiri. Bisa saja Bank syariah lebih mahal dibandingkan bank konvensional. Karena biaya operasional bank yang tanggung kan nasabah.

Saya ingin merenungkan seperti ungkapan teman saya diatas. Bahwa kita sadar sesadarnya bahwa Islam adalah rahmat bagi alam semesta. Islam adalah sumber keadilan bagi semua. Kalau jaminan sebagai syarat utama risk management compliant mudharabah maka sangat sulit bagi orang yang tak punya apa apa namun punya idealisme berusaha dengan segala keimanan dan ketaqwaanya untuk berbuat dibidang ekonomi. Maka hanya mereka yang qualified menurut standard BIS yang bisa akses ke perbankan syariah. Terserah dengan berbagai argumen soal syariah , yang pasti tanpa jaminan , jangan berharap anda dapat dana mudharabah dari bank. Seperti ungkapan teman banker kafir ” No collateral no deal ”Inilah mengapa bila komunitas Islam itu belum menyatu sebagai kekuatan mandiri maka selama itupula aqidah dipaksakan sesuai dengan isme orang lain.

Dosa kolektif.

  Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak a...