Friday, March 29, 2019

ISIS KALAH?


Seorang  ASN dari kementerian Kauangan yang juga lulusan STAN dan S2 Adelaide Flinders University of South Australia. mengundurkan diri sebagai ASN hanya karena ingin pindah ke wilayah yang sudah dikuasai ISIS. KIta tidak tahu bagaimana orang terpelajar seperti itu mau saja meninggalkan semua keluarga besar dan sahabat masa kecilnya di Indonesia hanya untuk sebuah keyakinan kebangkitan khilafah Islam. Ia juga membawa serta anak dan istrinya. Benar benar keyakinan yang sublime.  Ketika itu ISIS sedang jaya jayanya di Suriah dan Irak. Gaung kemenangan ISIS dari satu pertempuran ke pertempuran berikutnya mengundang militansi para mereka yang sudah terpapar paham khilafah untuk ikut bergabung. Cerita burung tentang bagaimana makmurnya negara khilafah dibawah ISIS begitu indahnya. Semua gratis dan orang kafir disembelih.

Mereka percaya inilah janji Allah bahwa khilafah itu akan datang saatnya untuk memimpin dunia. Makanya jangan kaget bagi mereka yang sudah terdokrin bangkitnya khilafah , mereka sangat antusias untuk pindah ke wilayah yang sudah yang dikuasai ISIS. Kepergian mereka tentu dengan tidak resmi. Tidak dilakukan sebagaimana lazimnya orang ingin pindah warga negara atau migrasi ke negara lain. Alasanya adalah mau ke Turki. Konon katanya dari Turki mereka akan diatur oleh agen yang bisa membawa mereka ke wilayah iSIS. Begitulah gelombang eksodus warga asing termasuk dari indonesia yang masuk ke wilayah ISIS dalam beberapa tahun. Benarkah janji utopia seperti cerita burung itu benar dirasakan oleh mereka di wilayah ISIS. 

"Propaganda mereka bagus, indah, kehidupan di sana nyaman tentram damai penuh keadilan. Jadi seperti sudah terbutakan. Seperti berita kejelekan mereka hilang begitu saja," ujar Nurshadrina dalam talkshow "Rosi" episode Pengakuan Anggota ISIS, di Kompas TV, Kamis (14/9/2017). Nurshadrina (19) mengaku tertipu dengan seluruh janji dan propaganda ISIS yang dia dapatkan dari internet. Kehidupan yang lebih baik di bawah konsep negara khilafah pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi tidak dia temukan sesampainya di Suriah sejak Agustus 2015."Kami niatnya hanya ingin hidup saja di bawah naungan khilafah itu," ucapnya. Namun, sesampainya di sana, Nurshadrina justru diperlakukan tidak manusiawi. Kaum perempuan jadikan budak sex. Dengan alasan produksi anak untuk perjuangan berdirinya khilafah. Mereka harus melayani pasukan ISIS yang haus sex gratisan. Sementara kaum laki-laki dipaksa untuk ikut berperang. 

Kini ISIS sudah kalah total. Tidak ada lagi kantong wilayah yang dikuasai ISIS. Sebagian warga Indonesia yang ditemukan berada di antara ribuan petempur asing ISIS menyatakan ingin kembali ke Indonesia. Di antara mereka terdapat puluhan anak dan perempuan, yang saat ini berada di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah timur. Mereka sebelumnya berada di Baghuz, kantong terakhir kelompok ISIS, yang direbut oleh Pasukan Demokratis Suriah, SDF pimpinan suku Kurdi. Salah seorang warga Indonesia, Maryam yang bersama empat anaknya menyebut berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dia menyatakan "ingin pulang ke Indonesia.” 

Masalahnya tidak sederhana untuk memulangkan mereka. Mengapa ? Karena  mereka masuk secara ilegal ke wilayah ISIS. Pemerintah hanya punya data mereka ke Turki untuk wista. Setelah jangka waktu visa habis mereka tidak keluar dari Turki untuk pulang ke Indonesia. Ya karena sebetulnya mereka tidak di Turki tapi diselundupkan ke wilayah ISIS. Kemungkinan besar passport mereka juga sudah dimusnahkan oleh ISIS atau mereka sendiri. Kini warga indonesia termasuk warga asing dari 53 negara terkatung katung nasipnya di kamp pengungsi di Al-Hol, Suriah Timur. Hampir semua negara termasuk AS kesulitan untuk memproses kepulangan mereka ke negaranya masing masing. Ya alasan administrasi.  Peran keluaga besar mereka di indonesia sangat menentukan untuk membantu proses adminstrasi kepulangan mereka. Masalahnya apakah keluarga besar mereka  berani mengurusnya ke Pemerintah? 

Tahun 2003 saya pernah ke Damaskus, teman wanita saya asal iran mengatakan “ Ancaman serius dari Suriah adalah idiologi khilafah. Dan anehnya selalu dijadikan issue untuk membangkitkan  semangat lahirnya khilafah adalah syiah. Hanya masalah waktu , negeri yang disebut dalam Al Quran ini akan hancur oleh kaum Dajjal yang mengaku sebagai wakil Allah untuk memimpin dunia.” Benarlah. 10 tahun kemudian  ramalan teman saya itu terjadi. Suriah hancur dengan korban lebih dari 200.000 orang sipil.  Saya duduk minum kopi di plaza Indonesia di sebuah cafe sambil memandang ke Bundaran HI. Bayangan saya kepada beberapa tahun lalu ketika bersama teman di Suriah  sambil minum kopi di Al Hamra. Mungkin kini cafe itu sudah hancur karena perang sipil. Kalau kemenangan Prabowo sebagai awal kemenangan khilafah maka mungkinkah nasip cafe favorit saya di Jakarta akan berakhir oleh puing puing keganasan dibalik takbir? ISIS memang udah kalah tetapi idiloginya terus hidup terutama di  Indonesia. Tuhan lindungi kami …



Monday, March 25, 2019

Mengapa Jokowi ?



“ Kemungkinan Jokowi menang itu sangat besar namun tidak mudah mencapainya.” kata teman. Saya terdiam. Dia mulai membuat analisa politik berdasarkan survey kepada orang orang terdekatnya. Menurutnya baik kalangan TNI, ASN, sebagian besar tidak suka dengan Jokowi. Banyak kalangan kampus juga tidak suka. Tetapi yang menarik adalah semua alasan tidak suka Jokowi itu bukan karena Jokowi KKN. Bukan. Tetapi alasan klasik. Banyak rakyat miskin. Pengangguran terjadi dimana mana. Harga pada naik. Pelayanan kesehatan tidak becus. Hutang menumpuk. Korupsi semakin banyak. Partai pengusung nya beraliran kiri. Target pembangun tidak tercapai. Demikian singkatnya apa yang dikeluhkannya terhadap Jokowi. Yang menarik teman ini bukan orang biasa. Dia termasuk pejabat. Pendidikannya tinggi. Kehidupannya mapan.

Semua tahu bahwa sistem negara ini tidak akan berubah. Saya tahu mereka sadar itu. Tetapi mengapa di Era Jokowi pembangunan itu dapat dirasakan langsung oleh rakyat namun oleh sebagian orang itu disangkal dan oleh sebagian rakyat diakui sebagai kegagalan Jokowi ? Sehingga muncul jargon sederhana yang langsung masuk kedalam otak rakyat kecil “ rakyat tidak butuh infrastrutkur tetapi butuh makan. “ Padahal dana infrastruktur itu bukan dari APBN tetapi hutang korporat dalam skema B2B.  Artinya andaikan tidak ada pembangunan infrastruktur tetap saja tidak akan ada perbedaan dengan presiden sebelumnya. Rakyat tetap miskin. Nah dengan adanya pembangunan infrastruktur, rakyat punya hope. Infrastruktur  akan melahirkan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi wilayah. Tetapi ini tidak bisa dipahami dengan mudah oleh rakyat yang sudah terhipnotis dengan janji populis. 

Dalam pergaulan saya dikalangan atas, memang saya merasa orang asing diantara mereka. Karena saya termasuk segelintir orang yang memilih Jokowi. Saya tidak mau berdebat dengan mereka. Karena persepsi mereka sudah terbentuk. Mereka sudah punya sikap politik. Tetapi yang menarik adalah para mereka yang kaya dan mapan karena jabatannya, karena bisnis rentenya, karena culasnya, kini mendadak peduli kepada rakyat kecil. Peduli kepada soal hutang negara. Peduli kepada jaminan sosial. Padahal sebelum era Jokowi kalau saya bicara soal keadilan karena bisnis rente yang merugikan rakyat. Karena kebun sawit yang meminggirkan rakyat. Karena tambang yang memperkaya orang kota. Karena penguasaan lahan yang gigantik, justru saya diketawain mereka.” Kita butuh orang miskin agar pemimpin dihormati dan diharapkan. Dan kita bisa terus pesta diatas retorika populis.” demikian kata mereka.

Jokowi kemarin mengatakan bahwa kemenangannya tidak akan diatas 60% tetapi dibawah itu. Ini berbeda dengan keyakinannya beberapa bulan lalu yang berharap menang diatas 60%. Kantong suara dari partai koalisi yang tadinya diharapkan memberikan tambahan suara kepada Jokowi ternyata tidak. Para koalisi Jokowi yang tadinya tahun 2014 ada di kubu PS, kini  faktanya tetap bersama PS secara politik diakar rumput. Itu satu jawaban pada akhirnya memang politik yang melahirkan pesta tanpa jeda menguras Sumber daya selalu diharapkan kembali datang. Kemenangan Jokowi adalah mimpi buruk bagi elite politik dan birokrasi culas termasuk para pengusaha rente.  Jokwoi sadar bahwa lawannya sekarang bukan hanya PS tetapi sama dengan  lawannya di tahun 2014. Yaitu mereka yang inginkan statusquo dan tak ingin adanya perubahan yang lebih baik. Tidak ingin bisnis rente tergantikan dengan bisnis kreatif dan berdaya saing. Tidak ingin birokrasi berubah menjadi meritokrasi. Tidak ingin keadilan sosial bagi rakyat.

Saya berdialog dengan supir taksi yang mengantar saya ke rumah dari Bandara “ Saya tidak ragu untuk selalu ada bersama Jokowi. Jokowi lahir dari rakyat kecil. Dia bukan keturunan bangsawan. Bukan jenderal. Bukan profesor. Bukan ulama. Dia hadir karena Tuhan. Terbukti selama kekuasaanya dia tidak KKN. Kehidupan keluarganya sangat harmonis. Taat beragama. Selalu dekat ke rakyat. Mencari rezeki mudah asalkan mau kerja keras. Mereka yang ingin mengalahkan Jokowi dengan kebohongan dan fitnah sebetulnya mereka berperang dengan Tuhan. Karena kekuasaan itu dari Tuhan. Maka Tuhan lah sebagai penentu. Sebagai orang beriman, saya percaya itu.”  Kata supir taksi itu. Saya tersenyum dan diingatkan akan pesan spiritual dalam pemilu kali ini. Saya harus percaya kepada Tuhan. Kini saatnya keimanan saya diuji. 

Dia memang kurus 
Karena dia tidak memanjakan diri
Hidupnya lurus
Selalu memberi

Dia memang kurus.
Tapi kokoh ditengah elit yang tak becus.
Bekerja keras, rakyat di urus.
Tak goyah ditengah badai tetap focus.

Kamu maki dia tetap berdiri 
Kamu puji dia tetap berdiri 
Tak akan kamu lihat mengeluh karana makian 
Dan tak akan kamu lihat dia bangga karana pujian.

Mengapa?

Dia tampil karena kehendak Tuhan 
Karena doa rakyat sekalian. 
Agar budaya diterapkan, agama tegak
Hidup sejahtera diatas akhlak.

Dia tidak lemah
Namun tetap ramah
Kepada rakyat dia mengabdi 
Dengan penuh kerendahan hati.

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...