Posts

Showing posts from August, 2021

Afganistan yang kaya SDA

Image
  Pada tahun 2015 saya berkunjung Afganistan. Tujuan saya adalah provinsi Logar. Saya didampingi oleh Team dari Kantor perwakilan Holding di Urumqi,  Xinjiang. Sampai di Kabul teman saya dari China metallurgy menjemput saya. Dengan kendaraan Pajero , dari Kabul kami melewati jalan beraspal dan melewati pom bensin yang sepi. Nampak di pinggir jalan pria berbaju salwar kameez dan beanies, dan banyak wanita bercadar.  Lebih dekat ke Davo, sebuah desa dekat Aynak, nampak ladang hijau yang luas, rumah lumpur, dan cakrawala kabur karena panas. Di lapangan di Provinsi Logar, tesirat wajah penduduk sipil marah, frustrasi, dan takut. Teman mengatakan kepada saya bahwa “ Karena adanya operasi tambang, kehidupan tidak lagi normal di sini. Ada terlalu banyak kesulitan. Insinyur hanya kebagian kerja kasar.”  Program pembangunan tambang tidak seindah cerita politisi.  Pada tahun 1995, Taliban menguasai Logar, kehidupan damai. Namun pendatang dengan pakaian sama dengan Taliban membentuk komunitas bar

Kemerdekaan hanya...

Image
  Tahun 2006 di Belanda, saya bertemu dengan teman yang ayahnya pernah jadi tentara sekutu bertugas di Indonesia pada batalion A wilayah Bogor. Tugasnya melucuti senjata Jepang. Pada satu kesempatan dia ajak saya bertemu dengan ayahnya di Rotterdam.   “ Patriot sejati adalah prajurit pejuang Indonesia. Tidak ada prajurit di dunia ini yang sehebat pejuang Indonesia”‘kata ayahnya ketika tahu saya dari indonesia. “ Mengapa ? Tanya saya. “ Saya saksikan sendiri. Ketika mereka tertangkap dan dieksekusi mati. Tidak nampak di wajahnya rasa takut. Tenang. Sangat tenang setenang air danau. Malah, yang kini saya tak pernah lupa, ketika saya bidik senjata kearah mereka. Seperti ada cahaya putih melingkup mereka. Benar benar cahaya putih. Makanya mereka tidak teriak sakit. Yang nampak dari mayatnya adalah wajah euforia. “‘Katanya dengan air mata berlinang. Saya terdiam dan air mata saya juga berlinang. “ Nak, Indonesia merdeka karena pejuang Tuhan. Itu nyata. Malaikat selalu bersama mere

IQ ...

Image
  Direksi saya di china, istrinya guru sekolah SMU. Dari dia saya tercerahkan . Menurutnya setelah Mao wafat, Deng tampil berkuasa. Yang pertama dia lakukan adalah berkunjung ke AS. Di sana Deng bertanya kepada profesor AS. “ berapa IQ manusia normal.” Tanya Deng  “ 100 “ jawab profesor “ Berapa IQ orang AS ? “ Diatas 100. Ya diatas IQ gorila yang IQ nya berkisar 75-90” Kemudian setelah kembali dari lawatan di AS, Deng minta agar diadakan test IQ rata rata orang china. Hasilnya ? 80-90. Deng terkejut. Bagaimana china bisa bersaing kalau IQ nya setara dengan gorila. Deng bertanya kepada ahli pendidikan. “ mengapa IQ orang china rendah atau sama dengan gorila ? “ Karena sistem pendidikan kita yang lebih kepada standar dan hapalan. Itu metode pendidikan untuk hewan. Kalau sistem pendidikan dengan metode tematik akan membuat kecerdasan orang berkembang. “ Deng membuat keputusan revolusioner dalam sistem pendidikan nasional china. Yaitu menghapus sistem pendidikan hapalan. Menghapus standar

Ujian keimanan

Image
  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau buatan. Politisi tapi bukan politisi. Sarjana tapi bukan sarjana. Pemimpin tapi bukan pemimpin. Pengusaha tapi bukan pengusaha.  Yang ada hanya tampilan saja. Rasa saja. Orang hebat itu tidak bisa direkayasa. Dia harus melewati proses untuk jadi orang hebat.  Karakter sabar, tidak bisa hanya dengan retorika sabar lantas pantas disebut orang sabar. Haru diuji dengan masalah, dibully. dilecehkan. Kalau semua bisa dilewati dengan senyum. Pantaslah disebut orang sabar.  Anda boleh saja berkata “saya orang jujur. Saya pemimpin partai berbasis agama atau religius. “ Tetapi anda harus buktikan ketika diberi kesempatan memegang amanah. Kalau terbukti ketua PPP, PKS, PD akhirnya masuk bui, itu artinya apa dikatakan tidak sesuai dengan fakta. Anda gagal melewati ujian memegang amanah. Itu sebabnya dalam agama islam disebutkan, tidak beriman seseorang sebelum d

Orang hebat..

Image
  Saya ngobrol dengan teman. Ada pertanyaan sederhana dari dia setelah nonton film. “ Mafia itu kan boss nya kan hanya satu. Tetapi mengapa anak buahnya patuh semua dan mereka bekerja dengan sangat baik. Bisa kaya dan menguasai banyak hal.  Sama seperti Hitler atau Presiden Kim di Korut. Dari anggota parlemen, militer, semua terpengaruh untuk membantunya dan dia sukses menguasai mereka. Pak Harto juga begitu. Ada juga pengusaha seperti First Travel itu. Kan dia merugikan banyak orang karena tadinya semua percaya dia dan mendukung dia. Kenapa bisa begitu? Mereka yang disebutkan itu orang hebat. Mengapa? kalau tidak hebat mana mungkin Soeharto bisa berkuasa 32 tahun. Mana mungkin penguasa Korea Utara bisa terus berkuasa dan mewariskan kekuasaannya kepada keturunannya. Mana mungkin puluhan ribu calon jamaah haji percaya begitu saja kepada pengusaha First Travel. Mungkin sekelas Profesor atau S3 tidak bisa menandingi mereka. Lim Sio Liong dan banyak konglomerat tidak berpendidikan tinggi n