Posts

Showing posts from February, 2017

Selamat datang Raja Salman

Image
Menjelang kedatangan Raja Arab Saudi Salman ke Indonesia pada 1-9 Maret nanti. Kemarin Delegasi yang dipimpin Darmin terdiri dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Duta Besar RI untuk Iran, sejumlah pejabat tinggi dan jajaran eksekutif dari Badan Usaha Milik Negara, dan pengusaha nasional, malah terbang ke Iran. Padahal Iran berseteru dengan Arab. Mereka membahas isu strategis yang meliputi kerja sama energi, perdagangan, investasi, keuangan, perbankan, ilmu pengetahuan, teknologi, pertanian, pariwisata dan mendorong peran aktif dari kerja sama dunia usaha dari kedua negara. Indonesia dan Iran juga sepakat mempererat kembali hubungan ekonomi bilateral, setelah sempat mengalami kemunduran selama pengenaan sanksi ekonomi, atas isu nuklir oleh Barat kepada Iran. Semua tahu bahwa di belakang Iran ada China dan Rusia yang telah menjalin aliansi sejak Iran di embargo.. Mengapa ? Indonesia tidak terikat dengan negara manapun. Selagi menguntungkan kepentinga

Kebodohan

Image
Ketika nitizen berkata kepada saya bahwa apabila ada orang islam membela Al Quran itu biasa tapi yang aneh adalah orang islam bukannya membantu malah ikut menjatuhkan semangat membela Agama. Padahal puncak taqwa adalah melakukan jihad.  Bagi saya, engga perlu bicara tentang jihad. Hari ini sejak orang yang paling keras menyuarakan perjuangan Islam, kemaruk harta dan doyan dengan kemewahan harta , saya sudah tak tahu lagi apa maksudnya. Kamu bisa saja berkata, jihad bukanlah kekerasan. Ini gerakan super damai.Tapi berbareng dengan itu orang lain berkata jihad itulah yang membenarkan bila orang yang dianggap kafir atau murtad dibunuh atau di enyahkan atau di cerca. Tiap tafsir bisa dibantah tafsir lain. Kepada siapa saya bisa minta kata akhir tentang apa sebenarnya yang diperintahkan agama? Maka jangan bicara kepada saya tentang jihad. Kekerasan  tak perlu dan tak bisa diterangkan dengan sabda atau fatwa. Kalau kamu menafsirkan ada hubungan yang erat antara kekerasan dan ajaran