Tuesday, November 29, 2005

Pembangun untuk rakyat ?

Minggu lalu saya berkunjung kerumah famili di daerah Bekasi. Dia seorang guru SD yang jujur dengan penghasilan pas pasan. Kesederhanaan sikapnya didukung oleh sang istri yang giat membantu kebutuhan biaya rumah tangga. Sudah lebih 15 tahun istri berdagang kelontongan dan kebutuah hati hari didepan rumah. Hasilnya , mereka dapat menyekolahkan anaknya dan hidup sejahtera. Tapi kini keadaan itu menjadi berubah. Sudah empat tahun kehidupan rumah tangganya terganggu karena usaha yang menjadi tumpuan hidup keluarganya mulai kehilangan darah untuk bertahan. Hal ini disebabkan karena munculnya usaha ritel modern disekitar tempat tinggalnya. Seperti IndoMart, jaya Mart dll. Dia kalah bersaing karena usaha ritel modern ini didukung oleh pasokan barang langsung dari distributor yang tentu dapat mensual harga dengan murah. Sementara dia mendapatkan barang dagangan dari pedagang besar yang ada di pusat perdagangn tradiciona. Ditambah lagi outlet ritel yang modern, yang tentu lebih nyaman untuk pelanggan. Dari segala sisi , pedagang tradicional ini tak mampu bersaing dengan kehadiran outlet network modern ini.

Sekarang kalaupun ada yang berbelanja ketempatnya ,itupun karena mereka ingin berhutang. Maklum outlet ritel modern tidak menawarkan hutang. Semua harus tunai. Yang seperti famili saya ini , ungkin ada ribuan atau jutaan banyak dinegeri ini. Mereka yang tumbuh alami untuk memperkuat basis kehidupan keluarga , akhirnya tersungkur dalam ketak berdayaan. Ditelan oleh pemodal besar.

Dilain pihak posisi pasar tradicional yang tadinya mendukung pengadaan barang untuk pedagangn eceran dirumah rumah , juga mengalami nasip serupa. Tersungkur karena kehadiran pusat perbelanjaan modern berskala raksasa ( hypermarket ), seperti Carrefour. Juga munculnya Mall disetiap kabupaten yang kadang kala tidak berjauhan dengan pusat perdagangn tradicional. Fakta menunjukkan bahwa hampir semua Pusat perdangan tradisonal mengalami omset menurun ketika kehadiran Mall modern.

Keliatannya ada sesuatu yang salah dalam kebijakan pembangunan ekonomi khususnya yang berkaitan dengan perbedayaan usaha kecil dan informal. Berdasarkan undang undang jelas sekali bahwa Mall tidak dibenarkan berdiri berjarak dibawah 2,5 km dari pusat perdangan tradisional tapi mengapa ini dilanggar. Alasannya karena DepDag hanya memberikan izin usaha tapi tidak mengatur mengenai izin lokasi. Karena izin lokasi hak penuh dari PEMDA. Anehnya antara satu peraturan dengan peraturan lain berseberangan dalam pilosopi peraturan itus sendiri. Masalah ini hampir terjadi disemua sector. Secara makro kebijakan sector riel sangat semrawut dan akhirnya melahirkan masalah moneter tambal sulam. Dan rakyat sebagai target pembangunan menjadi bulan bulanan kebijakan yang tak pernah jelas berpihak untuk rakyat.

Kita langsung disadarkan dengan pendapat dari Amartya Sen, peraih Nobel Ekonomi tahun 1998. Menurutnya pembangunan bukanlah proses yang dingin dan menakutkan dengan mengorbankan darah, keringat serta air mata, at all cost. Pembangunan, ujar Sen, adalah sesuatu yang (seharusnya) "bersahabat". Pembangunan, seharusnya merupakan proses yang memfasilitasi manusia mengembangkan hidup sesuai dengan pilihannya (development as a process of expanding the real freedoms that people enjoy).

Asumsi Sen, bila manusia mampu mengoptimalkan potensinya, maka akan bisa maksimal pula kontribusinya untuk kesejahteraan bersama. Dengan demikian, kemakmuran sebuah bangsa dicapai berbasiskan kekuatan rakyat yang berdaya dan menghidupinya. Menurut Sen, penyebab dari langgengnya kemiskinan, ketidakberdayaan, maupun keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas, dan disinilah rumitnya.

Akibat keterbatasan akses, ujar Sen, manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tak ada) pilihan untuk mengembangkan hidupnya. Akibatnya, manusia hanya menjalankan apa yang terpaksa dapat di-lakukan (bukan apa yang seharusnya bisa dilakukan). Dengan demikian, potensi manusia mengembangkan hidup menjadi terhambat dan kontribusinya pada kesejahteraan bersama menjadi lebih kecil. Aksesibilitas yang dimaksud Sen adalah terfasilitasinya kebebasan politik, kesempatan ekonomi, kesempatan sosial (pendidikan, kesehatan, dan lain-lain), transparansi, serta adanya jaring pengaman sosial.

Yang dikemukakan Sen agar tercapainya kesejahteraan, yaitu melalui kebebasan sebagai cara dan tujuan (Development as Freedom). Hal itu, tak jauh berbeda dengan apa yang dikemukakan Soedjatmoko (Development and Freedom). Freedom menurut Soedjatmoko merupakan kebebasan dari rasa tak berdaya, rasa ketergantungan, rasa cemas, rasa keharusan untuk mempertanyakan apakah tindakan-tindakan mereka diizinkan atau tidak diizinkan oleh yang lebih tinggi ataupun adat kebiasaan (misalnya: patriarki, sikap nrimo,dan lain-lainnya).Untuk memecahkan hal tersebut, diperlukan aspek emansipatoris. Yaitu aspek pembebasan masyarakat dari struktur-struktur yang menghambat, sehingga memungkinkan masyarakat memperkembangkan kemampuan atas dasar kekuatan sendiri (self reliance). Dengan demikian, terfasilitasilah kemanusiaan yang penuh dan sanggup mengungkapkan diri (humanitas expleta et eloquens).

Pembangunan, dengan demikian berarti merangsang suatu masyarakat sehingga gerak majunya menjadi otonom, berakar dari dinamik sendiri dan dapat bergerak atas kekuatan sendiri. Tidak ada model pembangunan yang berlaku universal. Dalam jangka panjang, suatu pembangunan tak akan berhasil dan bertahan, jika pembangunan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang dianut masyarakat.

Yang kemudian menjadi pertanyaan, adakah upaya untuk membuka kanal-kanal terhadap pemanfaatan sumber daya yang ada? Jika pembangunan mall , perizinan out ritel raksasa , yang merambah keseluruh wilayah sampai ke kabupaten sebagai indicator maka tentu jawabannya adalah TIDAK.

Sunday, November 27, 2005

KEBERSAMAAN

Ketika BBM naik , para supir angkutan umum menuntut kenaikan tariff. Karena mereka adalah pihak yang pertama terkena pengaruh langsung atas kenaikan BBM. Hasilnya ongkos naik sebesar 20-40 %. Kemudian para PEtani melakukan demo atas Impor beras yang berpengaruh terhadap harga jual produk petani. Yang tentu akan mengurangi pendapatan mereka. Nah, Sekarang Para Pekerja dan Buruh menuntut kenaikan upah/ gaji. Dilain pihak pengusaha yang diharapkan untuk memenuhi masalah upah ini , juga sedang diradang masalah kenaikan biaya produksi karena ongkos produksi naik , disebab meningkatnya biaya BBM , Bunga Bank dan selisih kurs.

Ketika kebijakan penghapusan subsidi BBM , mungkin masalah ini terkaburkan oleh pemerintah. Pemerintah lebih memfokuskan pada persoalan budget dan pertumbuhan ekonomi. Implikasi negative terhadap kebijakan itu , nampak terabaikan. Namun kini barulah terasa berbagai ekses negative yang timbul dari kebijakan tersebut. Keadaan yang apabila menyangkut buruh maka sangat beresiko terhadap stabilitas politik nasional. Penyelesaian masalah UMR tidak bisa bisa diandalkan untuk menyelesaikan persoalan ini secara terintegrasi. Ada pengusaha , Karyawan dan variable lain yang ikut mempengaruhi sebagai akibat kesalahan pengelolaan sector moneter dan fiscal.

Situasi ini seharusnya dijadikan momentum oleh pengusaha untuk menempatkan para buruh sebagai mitra perusahaan dalam arti yang sesungguhnya. Dengan demikian , keberadaan perusahaan yang sedang dilanda masalah ongkos yang tinggi dapat diselesaikan secara kemitraan dengan karyawan. Soal UMR hanyalah satu sisi persoalan yang dihadapi buruh dan perusahaan. Soal upah buruh, tidak selesai dengan kenaikan UMR semata. Akan tetapi, mengharapkan pengusaha menaikkan UMR yang lebih tinggi, juga membebani.

Tersebutlah chief executive officer Chrysler (perusahaan otomotif AS), Iee Iacocca. Yang tampil sangat bertentangan dengan hokum Kapitalis amerika. Dia melibatkan buruh secara langsung dalam menyelesaikan krisis keuangan Chyisler. Serikat buruh ditempatkan sebagai mitra dengan kedudukan sebagai direktur di perusahaan. Selanjutnya kekuatan dalam kebersamaan buruh ini digunakan oleh Lee Iacocca untuk melobi pemerintah Amerika agar memberikan perlindungan chrysler dari kebangkrutan. Hasilnya belakangan terbukti Lee Iacocca suskses membuat Chrysler keluar dari crisis dan menjadi industri omototive yang efisien dan efektif meraih laba.

Saya kira kita bisa mengambil semangat dari tindakan Iacocca itu. Atau bila perlu hubungan perusahaan dengan buruh dinormatifkan. Tujuannya, agar buruh benar-benar yakin dan mengerti soal kondisi perusahaan. Membuat buruh mengerti, tidak bisa dengan hanya mengeluarkan ucapan semata. Selain membuat buruh mengerti, antara lain diyakinkan bahwa perusahaan tidak bisa menaikkan gaji, di dalam keada-an bisnis cerah tentunya tuntutan buruh juga harus didengar atau penyesuaian gaji dilakukan secara fair.

Selain merangkul buruh, secara nasional juga sebenarnya persoalan kesejahteraan buruh harus dipikirkan. Jamsostek sebagai lembaga penjamin aspek sosial ketenagakerjaan, harus dibuat berpaling 100 persen. Jika sebelumnya Jamsostek hanya dijadikan sebagai perusahaan sumber duit untuk pembiayaan bisnis konglomerat, kini harus benar-benar berpaling untuk memikirkan nasib para buruh. Apa sih yang dilakukan Jamsostek pada buruh, terutama selama krisis ekonomi berlangsung. Jadi jangan pengusaha saja yang dianggap bajingan dan dijadikan bulan-bulanan. Sistem pengamanan kepentinan buruh juga harus diperhatikan, terutama dengan memanfaatkan lembaga semacam Jamsostek.

Jamsostek bukan saatnya lagi dikelola oleh pemerintah, tetapi harus ditangani perusahaan swasta dan didampingi perwakilan buruh. Tujuannya agar misinya tidak lagi dibuat melenceng seperti selama ini. Kita bertanya, apakah selama rentetan pemutusan hubungan kerja (PHK) berlangsung Jamsostek mengeluarkan duit, atau kalau ya, berapa yang sudah dikeluarkan dan berapa perbandingannya dengan kontribusi buruh.

Disamping itu , hal yang juga sangat berperan membuat sector dunia usaha sulit berkembang dan berkompetisi adalah soal korupsi. Berbagai pungutan yang menghinggapi pengusaha termasuk di daerah-daerah masih mencuat. Ada fenomena gunung soal korupsi, pungli, dan praktik manipulasi lainnya. Di permukaan tak terlihat, dan sulit dibuktikan, tetapi praktiknya merajalela. Saya ambil contoh perpajakan. Aparat pajak malah sering menggoda perusahaan agar tidak usah melaporkan pendapatan kena pajak yang sebenarnya. Tujuannya agar pendapatan kena pajak itu dibagi-bagikan saja kepada aparat pajak. Pernah pengusaha melaporkan atau memrotes hal seperti itu, pengusaha malah dibantai di akhir tahun, saat melaporkan keuangannya yang layak dikenai pajak. Permainan pajak itu tergolong brutal kok. Anehnya, di negara ini pelaporan seperti itu tidak mendapatkan perlindungan. Malah kalau kita lapor yang benar, kita dibuat susah. You mesti bayar lebih lagi kalau membuat aparat pajak berang. Susahlah! Demikian juga pungli lain dari instansi pemerintah lainnya, juga merajalela minta ampun, hingga sekarang. Kalau semua itu bisa dibenahi, alokasi pendapatan perusahaan untuk kepentingan para buruh akan bisa dinaikkan lagi.

Jadi dengan kegagalan pemerintah mengendalikan inflasi sebagai akibat dari lemahnya kebijakan makro dan lemahnya system pengawasan serta penerapan hukum, maka seyogia disikapi oleh kita semua ( walau terpaksa ) termasuk para buruh dan pengusaha untuk survive dalam semangat kebersamaan. TErmasuk memerangi Korupsi. Pengusaha akan lebih berani melawan pemerintah yang korup bila rakya/buruh dibelakang mereka. Bila besok ada demo ,maka tidak hanya buruh yang turun kejalan tetapi juga seluruh jajaran direksi dan pemegang saham turun kejalan. Kalau sudah begini pemerintah tidak bisa lagi main main dengan ulah semau gue nya. Tapi apakah ini mungkin…entah lah. Semoga saja.

Saturday, November 26, 2005

Golkar =Partai Golkar

Golkar itu partai yang cerdas. Golkar juga didukung oleh kader yang mempunyai tingkat pendidikan diatas rata rata. Golkar juga satu satunya partai yang mempunyai system kaderisasi yang solid serta mempunyai strategi berjuang dengan program jauh kedepan. Singakatnya secara kelembagaan Golkar adalah satu satunya partai dinegeri ini yang dikelola secara professional dengan dukungan infrastructure dan suprastruktur yang solid.

Ketika kejatuhan Rezim Soeharto , semua orang membayangkan Golkar akan hancur. Tapi ternyata dugaan itu salah. Golkar cepat berkelit dari situasi reformasi yang akan menghancurkannya dengan menampilkan sosok buru golkar. Sosok baru ini mengusung tokoh HMI untuk ambil bagian dalam program Golkar menjadi Partai. Paradigma Golkar sebagai partai Reformasi diusung oleh seluruh kader. Hingga aliansi dengan berbagai konponen bangsa tetap terjalin dengan elegan. Berbagai tuduhan Golkar masa lalu ditangkis manis oleh kadar partai Golkar baru ini. Bahkan tudingan itu , mereka gunakan untuk memperkuat kebersamaan bagi seluruh kader yang ada dibawah. BErsatu kita maju , bercerai kita masuk bui, tetap maju dengan sabar dan hati-hati atau kita semua akan mati. Kira kira begitu dogma mereka dalam mengatur barisan diseluruh cabang partai didaerah.

Lawan lawan Partai Golkar yang merupakan pendatang baru dibelantika perpolitikan nasional. sibuk menghujat golkar namun lupa menyusun program sistematis menghancurkan Golkar. Berbagai LSM pendukung partai baru ini , sibuk melakukan demo atau tampil dalam setiap seminar tentang kegagalan Golkar mengawal ordebaru. Namun Golkar tetaplah Golkar yang solid dalam berpolitik dan mempunyai bekal modal uang yang tak tertandingi oleh Pendatang baru. Akhirnya terbukti dari Pemilu pertama diera reformasi sampai dengan terakhir terpilihnya SBY sebagai president , Golkar tampil anggun dan akhirnya menjadi Partai Pemenang pemilu dengan mengalahkan partai partai yang dicap sebagai pelopor reformasi.

Dari dua periode PEMILU dalam era reformasi , masyarakat sudah mulai disadarkan bahwa Golkar bukan lagi ancaman, Masalalu Golkar bukanlah kejahatan Partai Golkar. Fakta membuktikan bahwa dalam program sistematis mensiasati PEMILU tetap Golkar lebih unggul dibanding partai lain.

Dalam Pemilihan Capres , Galkar tetap andal dalam bersiasat. Walau mereka sadar bahwa tidak ada kader partai yang layak ditampilkan sebagai capres karena semuanya hampir mempunyai sejarah masa lalu yang suram diera Soeharto. Mereka sadar bahwa PEMILU CAPRES adalah kesia siaan karena timing politik belum sampai untuk mereka tampil utuh sebagai penguasa dinegeri ini. Tampilnya Wiranto sebagai Capres hasil konvensi Golkar menunjukan bahwa Golkar tidak pernah berubah. Mereka tetap di drive oleh orang orang ‘masalalu atau bernuasa masalalu “.

Kegagalan Golkar mengantarkan Capresnya sebagai Pemenang , disikapi dengan sangat anggun pula. Mereka segera memberikan dukungan kepada Mega dan Hasyim Muzadi dalam putaran kedua. Taktik ini berhasil meng eliminasi kecurigaan masyarakat tentang Golkar “baju lama “. Karena dua calon ini merupakan lambang kekuatan reformasi dari wong cilik dan Kekuatan massa Islam terbesar di Indonesia. Lagi lagi mereka dapat bermain untuk terus mempertahankan momentum kebesar nama partai dihati rakyat.

Kita Yusuf Kalla , keluar dari Konvensi GOLKAR. Degan cepat pula Golkar mensikapi dengan politik yang sangat smart. JK disingkirkan dari DPP GOLKAR. Alasannya demi memperkuat keyakinan masyarakat bahwa Golkar serius mendukung MEGA-Hasyim. Maka masyarakatpun melupakan JK sebagai bagian dari Golkar masa lalu. Melupakan JK yang hidup bergelimang harta dari kroni Golkar dimasa rezim Soeharto. Bergabungnya JK dengan SBY , menimbulkan simpatik bagi masyarakat. Masyarakat juga terlupakan bahwa SBY adalah bagian dari loyalis Soeharto dan dibesarkan dalam dokrin TNI , yang notabene bidan lahirnya GOLKAR. SBY dan JK tampil dengan anggun mengalahkan seluruh capres yang punya nama harum mengantarkan reformasi dinegeri ini.

Terpilihnya SBY dan JK sebagai pemimpin negeri ini. Membuat semua orang lega. Masyarakat menilai inilah pasangan ideal untuk mengantarkan reformasi dinegeri ini dalam kehidupan demokrasi yang diidamkan. Pemimpin yang lahir bukan dari masalalu ( GOLKAR ) , Islam atau PDIP tapi dari Partai Demokrat yang baru didirikan dengan wakilnya dari pesakitan Golkar. Berbagai tokoh muda yang aktif mengusung dogma demokrasi dan reformasi tampil dibarisan depan mendukung pasangan pemimpin ini. Mereka kini tanpil di lingkar terdepan sebagai “ the president Man “.

Tiga bulan setelah terpilihnya SBY – JK , Golkar mengadakan Munas. SBY aktif memberikan dukungan agar JK terpilih sebagai ketua Umum dalam Munas tersebut. Dukungan presiden ini dimanfaatkan oleh JK untuk meloby Gobernur dan Bupati agar mereka mempengaruhi DPD dan DPC Golkar yang akan ikut dalam Munas. Drama pemilihan Ketuan Umum berlangsung sangat menegangkan “ Saya diserang dari kiri , kanan, atas, bawah..dari segala penjuru. Jadi itulah sebab kekalahan saya. “ Demikian ungkapan Akbar Tanjung , ketika diwawancarai atas kekalahannya atas JK memperebutkan korsi Ketua Umum.

Terpilihnya JK sebagai Ketua Umum Partai Golkar maka menempatkan Golkar sebagai penguasa nomor dua dinegeri ini dalam korsi kepemimpinan nasional dan penguasa parlemen nomor satu. Maka lengkaplah strategi Golkar untuk menggapai satu langkah lagi meraih kekuatan penuh dinegeri ini. Baik sebagai penguasa kepresidenan maupun di parlemen.

Banyak orang terlupakan akan sosok golkar yang sebenarnya. Namun, semoga dengan acara Rapim Golkar kemarin dan penyerahan Plakat penghargaan bagi pendiri Golkar , seperti Pak Harto, habibi dan lainnya , masyarakat disadarkan bahwa kekuatan Orde Baru telah kembali tampil dalam politik nasional secara significant. Hanya butuh delapan tahun ( sewindu ) mereka melepaskan kekuasaan kepada politikus amatir ( kelompok yang menamakan dirinya reformis ) dan akhirnya mengambilnya kembali secara elegan. Bocoran dokumen yang beredar dimasyarakat menyebutkan bahwa Rencana JK untuk memperebutkan korsi kepresidenan pada pemilu yang akan datang ,memberikan bukti bahwa GOLKAR dan Orde baru serius untuk tampil total mengulang kekuasaannya dinegeri ini.

Golkar telah menang setelah melewati perjuangan yang keras dan bahkan hampir hancur. Mereka menang karena mereka kompak dan mempunyai semangat kebersamaan untuk tampil sebagai pemenang. Semoga Ini menjadi pembelajaran bagi semua partai yang menyebut dirinya reformis, islam atau nasionalis, sosialis . Bahwa berpolitik membutuhkan organisasi yang professional dalam mengelola SDM , modal , sarana. Flatform politik bukan lagi sebagai alat ampuh untuk menggiring masa tapi sistem dan strategi berjuang serta istiqomah adalah kunci kemenangan. Semoga kemenangan Golkar ini dapat digunakan oleh Golkar untuk menebus kesalahan masalalalunya. Dan dapat mengantarkan bangsa Indonesia dalam kesejahteran dan bekedilan sosial. Kepada Allah kita berharap dan kembali.

Friday, November 25, 2005

Makna Haji

Bulan ini dan bulan depan adalah bulan bulan keberarangkatan jamaah haji ke Tanah Suci,/makkah. Para jamaah tentu mengorbankan dana yang tidak sedikit dan juga waktu yang cukup lama serta meninggalkan keluarga tercintanya untuk suatu tugas mulia memenuhi seruan Nabi Ibrahim sebagai rukun Islam kelima. Haji merupakan ritual yang prosesinya mengikuti kisah dari seorang Nabi Allah Ibrahim. Kedatangan kita merupakan kerinduan pecinta sejati kepada sang khalik. Kecintaan hakiki.

Kecintaan kepada Allah inilah yang terus diingatkan kepada seluruh jamaah ketika mengikuti prosesi haji agar mereka mempertebal keimanannya, meningkatkan nilai kesabarannya dan yang paling penting adalah melakukan semua perintah Allah dengan Ikhlas. Mereka termasuk orang yang mendapatkan nikmat dari Allah. Nikmat tak ternilai dengan apapun yang ada dibumi ini. Nikmat iman. Nikmat Islam. Namun setelah kita memperoleh nikmat itu maka pada waktu yang bersamaan Allah pun meminta kepada kita sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak., Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (Al Kautsar 108).

Setiap tahun minimum 200,000 orang pergi menunai haji dan ini telah berlangsung sejak dulu kala.Bayangkan, bila sebagian saja mampu meraih haji mabrur tentu kehidupan negeri kita sekarang yang terlilit hutang dan krisis anggaran yang parah dengan implikasi kemiskinan terjadi dimana mana tentu akan sangat mudah diatasi. Seharusnya negeri ini pantas mendapatkan kedamaian , keadilan dan kemakmuran bila semua menyadari substansi haji yang bukan hanya ritual dan lambang status social tetapi keikhlasan untuk menegakkan sholat dan berkorban.

Disinilah letak substansi ritual dalam islam sebagai Agama tauhid. Kecintaan kepada Allah sebagai nikmat yang kita peroleh haruslah ditebus dengan dua hal yaitu pertama adalah kesediaan untuk mendirikan sholat , kedua adalah berkorban. Mendirikan sholat , bukan hanya melaksanakan ritual sholat wajib maupun sunnah tapi juga yang tidak kalah penting adalah kesediaan untuk menegakkan kebenaran dan kedamaian dimukan bumi. Para mereka yang mendapatkan nikmat ini harus menjadi cahaya kebenaran didalam kehidupan bermasyarakat.

Berkorban bukan hanya sekedar mengikuti ritual potong hewan tapi lebih daripada itu adalah keikhlasan untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan. Itu sebabya jemaah haji yang mabrur sering ditandai dengan "hobinya" untuk memberi. Adalah tidak berlebihan bila kata mabrur sering diterjemahkan dengan kata juud, 'murah hati'. Mereka lebih mengedepankan kepentingan orang lain ketimbang keinginan diri sendiri. Seberapa besar dan berharga apa pun yang menjadi miliknya, jika ada orang lain yang berkebutuhan yang jauh lebih mendesak dan lebih penting, orang tersebut akan ikhlas memberikannya daripada memilikinya.

Tentu kemampuan kita mendirikan sholat dan berkorban tidak sama. Ada yang mampu berbuat lebih dan ada yang terbatas. Seperti halnya haji diwajibkan kepada mereka yang mampu baik secara materi maupun phisik namum bagi mereka yang tidak mampu maka tetap berhak mendapatkan predikat haji mabrur asalkan mereka mampu mendirikan sholat dan berkorban, setidaknya , menerapkannya kepada lingkungan keluarga terdekat kita. Quantitas tidak langsung berhubungan dengan qualitas atas nilai suatu ibadah. Semua tergantung dengan niat kita. Bila perbuatan tersebut diiringi dengan cinta kepada Allah maka itu lebih berkualitas dihadapan Allah. Tidak ada lain yang akan kita peroleh dari dua hal ini melainkan sebaik baiknya rahmat disisi Allah. Itulah makna haji.

Tuesday, November 22, 2005

Kebenaran

Kebenaran itu mahal dan teramat mahal namun imbalan memperjuangkan kebenaran itupun mahal sekali. Dalam dunia modern sekarang , dengan kehebatan akal merangkai semua masalah dalam bentuk teori maka kebenaran menjadi subjective. Yang sudah jelas urusannya , masih bisa diperdebatkan. Bahkan dalam sidang pengadilan yang terbukti bersalah masih bisa diperdebatkan untuk mendapatkan pembenaran. Karenanya, sedikit demi sedikit , kita mulai masuk dalam budaya bahwa kebenaran itu tergantung siapa yang diuntungkan. Bila kebenaran itu menguntungkan orang lemah maka kebenaran itu menjadi mahal. Bila kebenaran itu milik orang kuat dan kaya maka kebenaran itu murah, walau dibungkus dengan kesalahan yang bernuasa munafik. Kita tak lelah untuk bertanya mengapa kebenaran menjadi tidak benar sementara pembenaran selalu benar. Masalahnya adalah ketika agama dibelakangi dan akal dikedepankan. Maka hati nurani sebagai penyeimbang , sebagai bisikan ilahi tak lagi didengar.

Sumber kebenaran ada pada Allah. Allah menyampaikan kebenaran itu kepada manusia. "Sesungguhnya al-Qu'ran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal salih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (al-Isra,:9).

"... Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikut keridhoan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (al-Ma'idah: 15-16). "... Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri." (an-Nahl: 89).

Jadi kita dapat mengetahui kebenaran itu dari Al Quran. Alquran adalah sebuah kitab kebenaran. Rasulullah SAW melalui risalah kenabiannya, diutus men-dakwahkan kebenaran itu kepada manusia seluruhnya. Sepeninggal Rasul, para ulama mewarisi risalah itu. Namun, dalam realitas dakwah selalu saja terdapat orangorang yang sulit diajak menerima kebenaran. Bahkan, tidak jarang yang kemudian melakukan perlawanan. Dalam sunnatullah, dialektika antara kebenaran dan kebatilan akan selalu terjadi di panggung sejarah kehidupan manusia. Pasang surut perseteruan keduanya adalah hal lumrah. Terhadap kenyataan ini, manusia diberi dua pilihan tunduk atau membangkang, iman atau kafir, syukur atau kufur. Setiap jalan memiliki konsekuensinya sendiri.

"Sesungguhnya Kami telah menunjuknya jalan yang lurus ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.1 (QS Al-lnsan [76] 3). Firman Allah lainnya, "Dan katakanlah, Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orangorang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka." (QS Alkahfi [18] 29).

Jadi, setiap Mukmin harus punya ketegasan sikap, tidak boleh ragu, dan bermuka dua. Keraguan berpotensi memunculkan kemunafikan, suatu sikap menduakan kebenaran yang amat ditentang agama. "Amat besar dosanya di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak mengerjakannya." (QS As-Shaff [61] 3).

Secara psikologis pun kemunafikan membuat orang tidak tenteram, karena sikapnya itu akan selalu bertentangan dengan kata hati nuraninya sendiri (QS Albaqarah [2] 8-20). Ada pepatah mengatakan kamu bisa membohongi orang lain selamanya, tetapi tidak pada diri sendiri. Jadi, orang munafik itu sebetulnya hatinya selalu tertekan.

Namun demikian, tidak bisa dimungkiri pula bahwa perubahan zaman seringkali mengaburkan nilai-nilai kebenaran. Pada saat yang sama etos furqan, yaitu etos membedakan antara kebenaran dan kebatilan, menjadi melemah. Oleh karenanya, Allah menegaskan dalam firman-Nya, "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Sebab itu, jangan sekali-kali kamu termasuk orangorang yang ragu." (QS Albaqarah [2] 147).Seorang Mukmin harus teguh dan konsisten mengimani kebenaran Islam. Dengan kata lain, ia harus senantiasa memegang kebenaran itu, melakukannya, dan mendakwahkannya kepada seluruh manusia, betapa pun risikonya. Rasul berpesan, "Katakanlah, Aku beriman kepada Allah, kemudian istikamahlah dengan (perkataan-mu) itu." (HR Ahmad)

Sunday, November 20, 2005

Deal dengan Rasul

Rasul adalah utusan Allah., Setiap kata Rasul sebagian besar adalah kata kata Allah. Rasulpun dijamin kesuciannya dari segala tabiat buruk. Kita mempercayai Rasul sebagai bagian dari komitment dua kali masahadat. Nah bila Rasul memberikan komitmen tentang deal sorga maka itupun tentu bersumber dari Allah. Inilah sabda Rasul yang berhubungan dengan deal itu “"Jaminlah untukku enam hal darimu, aku jaminkan surga untukmu; benar dalam bicara, tepat janji kepada Allah dan manusia, tunaikan amanah, tutup aurat dan jaga kemaluanmu, tahan matamu dari yang haram, dan jaga tangan." (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaki). Bacalah baik baik. Ini deal yang ditawarkan kepada Rasul untuk mendapatkan sorga. Tidak sulit. Rasul meminta enam syarat sebagai compliance untuk mendapatkan sorga dengan limpahan kemewahan tak terbilang. Apakah kita mau ? apakah kita bisa berkata ” Deal ”

Menurut saya enam kondisi yang ditetapkan oleh rasul sebagai compliance sorga, juga berhubungan dengan deal dalam kehidupan sehari hari, dalam berbagai profesi untuk meraih sukses. Pertama , benar dalam berbicara. Dalam bisnis disebut dengan istilah integritas. Kata dan perbuatan sama. Orang menilai anda dari integritas ini. Kepercayaan besar yang anda dapat seperti jabatan Dirut, Manager, President, Mentri , karena integritas ini. Kedua adalah tepat janji kepada Allah dan manusia. Ya, ini berhubungan dengan integritas itu tadi. Apapun yang anda katakan, anda akan tepati. Bila anda berjanji bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah , maka anda tidak akan menganggap selain itu Allah. Anda tidak akan menganggap ada Muhammad lain sebagai Rasul. Bila anda berjanji kepada si A maka anda tidak mungkin berselingkuh dengan mengalihkan janji kepada si B. Janji commitment kepada Allah haruslah bersanding denga commitment soal urusan dunia.

Ketiga, tunaikan amanah. Berjanji adalah commitment. Ia juga adalah amanah yang harus anda emban. Setiap orang yang menerima janji dari anda , juga adalah amanah bagi anda. Setiap orang yang menyerahkan urusannya kepada anda, juga adalah amanah. Istri , anak , teman dan semua mereka yang ada disekitar anda adalah amanah Allah kepada anda. Tugas anda untuk menunaikan amanah itu dengan tepat dan benar (QS an-Nisa [4]: 58). Tepat, artinya jangan meleset atau jangan diabaikan atau jangan ala kadarnya. Harus sungguh sungguh. Baik, artinya dengan cara cara yang benar menurut Allah. Keempat , tutup aurat dan jaga kemaluanmu. Ini berhubungan dengan moral. Titik terendah manusia adalah pada auratnya , pada kemaluannya. Karena kemaluannya membuat manusia bisa menjadi seperti binatang. Hilang akal sehatnya. Hilang kontrol intelektualnya. Maka menjaga kemaluan adalah menjaga kehormatan itu sendiri. Menjaga berarti mengelola kamaluannya hanya untuk yang disyahkan oleh Allah lewat pernikahan.

Kelima, Tahan tatapan matamu dari yang haram (QS an-Nuur [24]: 31). Pandangan yang berlebihan kepada sesuatu akan membuat kita tergoda berbuat. Acap anda eye window di Mall, akan tergoda untuk membeli. Acap anda melihat wanita cantik di tempat hiburan , mengundang anda untuk ”membeli”. Acap anda lihat kemaksiatan, mengundang anda untuk melakukannya. Lewat mata itulah sarap otak menterjemahkan segala informasi untuk menimbulkan rangsangan berbuat. Bila tatapan yang buruk maka informasi ke otakpun yang buruk. Bila tatapan kepada yang baik, maka akan memberikan informasi keotak tentang hal yang baik untuk anda tiru. Menjaga tatapan mata adalah seni mengelola pribadi kita untuk bermoral dihadapan manusia. Maka kelolalahh mata itu sebaik baiknya agar hanya pandangan yang baik saja yang kita lihat. Selebihnya, berusahalah menghindari tatapan dengan cara cerdas.

Keenam , Jaga tangan. Tangan dimisalkan kepada kekuatan untuk berbuat. Gunakanlah tangan untuk berbuat karena cinta. Menanamkan konsep memberi. Suatu perbuatan karena didorong rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama. Sebagai ujud kecintaan kepada Allah yang meminta agar kita perbanyak menolong dan memberi. Menjadi pribadi yang tinggi sosial spiritualnya. Menjadi pribadi yang berempati terhadap kesulitan orang lain dan ringan tangan berbuat karena itu. Nah, enam syarat itu merupakan puncak dari pribadi muslim yang pantas mendapatkan sorga sebagai deal yang ditawarkan oleh Rasul. Apakah anda mau menerima deal ini ?

Saturday, November 12, 2005

Spiritual sosial

Saya bertemu denga teman lama. Dia yang saya kenal adalah pribadi yang tak menarik untuk diceritakan. Karena memang tak ada yang luar biasa. Tapi mengapa sekarang saya bercerita tentang teman ini. ? Sesuatu yang saya anggap salah terhadap dia ternyata justru itu nilai kemanusiaanya tinggi sekali. Pertemuan saya dengan teman ini disuatu acara product launching. Yang punya hajat adalah relasi business saya. Pada acara itu hadir istrinya yang cantik. Saya baru tahu relasi saya itu telah menikah lagi setelah istrinya meninggal. Pada acara inilah ,teman saya itu nampak akrab dengan istri relasi saya. Saya agak terkejut ketika istri relasi business saya itu memperkenalkan teman saya itu sebagai ayahnya. Bagaimana mungkin ? yang saya tahu teman ini tidak punya anak perempuan. Kedua putranya sekolah di Amerika. Tapi saya tanggapi dengan senyum saja.

Setelah istri relasi saya itu usai beramah tamah dengan kami, teman ini saya tanya prihal statusnya sebagai ayah dari wanita itu. Awalnya dia nampak sungkan untuk bercerita tentang wanita itu. Tapi setelah saya desak dengan cara saya, akhirnya dia ceritakan juga. Katanya, bahwa dia punya anak asuh wanita sebanyak 8 orang. Semua mereka lulusan universitas dan sebagian sudah menikah. Wanita wanita itu dikenalnya di dunia remang remang. Maklum sebagai pebusiness diakhir zaman ini kehidupan reman remang tak bisa dielakan. Saya termasuk yang berusaha keras untuk menghindari ini walau kadang tak bisa berkelit.Tapi teman ini nampak tak punya masalah soal ini. Dia menjamu tamu businessnya dari jepang, korea , china di caffe executive mahal dengan standar layanan wanita berkelas. Sangking seringnya , saya sempat mempertanyakan kemana sholatnya, puasanya, hajinya. Makanya saya tak ingin membahas soal agama dengan teman ini.

Teman ini mengatakan kepada saya, bahwa walau dia acap masuk dalam wilayah zina namun dia tak pernah menyentuh zina. Dia lawan dirinya dengan perbuatan dakwah didunia sesat ini. Para wanita penghibur itu adalah mereka yang lemah dan terjebak dalam sistem yang brengsek. Dia angkat mereka yang mau sadar dengan berjihad. Mereka yang mau ingsap , ditanggungnya biaya hidup wanita itu asalkan mereka mau membekali dirinya untuk mandiri. Mereka yang mau kuliah dibiayainya, yang mau kursus dibiayainya. Begitulah. Dari satu orang menjadi dua dan akhirnya mencapai delapan orang. Bila satu mandiri, ada saja yang datang lagi untuk dia tolong. Perbuatannya ini tidak pernah diberi tahu kepada siapapun, termasuk kepada istrinya. Yang pasti semua wanita itu setelah ditanggungnya biaya hidup ,mereka tidak lagi bekerja didunia malam. Wanita itu menjadi muslimah yang taat dan akhirnya mendapatkan suami terhormat, salah satunya istri relasi saya itu.

Saya terpesona mendengar ceritanya itu. Mengapa kamu lakukan itu? Dia menjawab, banyak cara untuk berbuat baik namun yang sulit adalah berbuat baik karena Allah dan tak takut difitnah orang karena perbuatan itu. Bukankah semua kita mencari keridhoaan Allah dan hanya Allah tempat kita berharap. Mungkin, lanjut teman saya itu, kekuatan tangan saya tak mampu untuk merubah budaya brengsek ini tapi dengan kekuatan yang saya punya saya telah berusaha mengurangi korban dari budaya brengsek ini. Air laut tidak akan kering tapi setetes air laut kita ambil , air laut itu berkurang isinya. Lantas mengapa mereka semua menjadi muslimah yang taat ? tanya saya. Dia jawab, karena saya memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tak ada ruang sedikitpun terkesan saya mengharapkan sesuatu dari mereka. Ketika mereka bertanya, maka saya jawab “berterimakasihlah kepada Allah “ karena hak kalian ada pada saya yang dititipkan Allah.

Karena itulah , para wanita anak asuhnya itu sadar dengan rasa syukur tak terbilang dan akhirnya bertobat. Benarlah bila perbuatan karena cinta kepada Allah maka cinta pula yang akan ditebarkan kepada manusia. Teman ini telah melaksanakan sabda Rasul “Tiga hal yang bila siapapun berada di dalamnya, maka dia dapat menemukan manisnya rasa iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; hendaknya ia mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.

Tuesday, November 08, 2005

Subsidi

Kemarin saya bertemu dengan teman yang kebetulan mantan bankir asing lulusan Harvard Business School. Dia berkunjung ke Indonesia ingin berdiskusi soal peluang investasi di Indonesia. Tapi akhirnya , pembicaraan berlangsung hangat ketika topik bergeser tentang kebijakan kenaikan BBM. Dia berkata bahwa pemerintah sekarang telah melakukan kebijakan yang benar dibidang ekonomi. Kebijakan ini akan meningkatkan kredibilitas pemerintah dimata international. Saya yakin ini memberikan angin segar bagi masa depan ekonomi bangsa Indonesia . Demikian kesimpulannya. Mengapa ? tanya saya. Alasannya bahwa kebijakan menghapus subdisi BBM itulah yang sangat luar biasa. Katanya dengan yakin.

Dia melanjutkan. Bahwa subsidi seperti juga pajak dapat mengakibatkan terjadinya excess burdens ( resources miss allocation ) terhadap ekonomi jika salah mekanismenya. Tetapi , subsidi dibutuhkan untuk mencapai tujuan akhir , yakni kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dapat memberikan subsidi melalu berbagai cara Pertama, subsidi harga, Kedua ,Subsidi kepada produsen dan ketiga adalah subsidi langsung kepada masyarakat. Dari pilihan tersebut yang paling buruk adalah subsidi harga karena menimbulkan alokasi subsidi yang keliru dan mendistorsi perekonomian. Sebaliknya , yang paling baik adalah subsidi langsung sehingga tepat sasaran dan menghemat anggaran negara. Subsidi langsung memang sangat rawan terhadap penyimpangan dan menimbulkan efek kenaikan harga serta inflasi. Masalah penyimpangan harus diawasi oleh semua pihak. Efek kenaikan harga dan inflasi harus diminimalkan dengan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.. Teman ini tersenyum. Inilah cara berpikir ekonomi liberal.

Saya berbeda pendapat dengan teman ini. Bahwa kondisi Indonesia tidak semudah berteori. Konsep itu akan mungkin dapat diterapkan bila masyarakat mempunyai akses yang luas untuk membayar jasa dan barang. Dan sector produksi mampu berproduksi dengan efisien. Saat ini hampir sebagian besar sector produksi lumpuh karena crisis ekonomi dan sekitar 38 juta rakyat Indonesia sebelum kenaikan harga BBM sudah makan hanya 1 x sehari. Dana kompensasi BBM hanya akan diberikan ke 14 juta penduduk. Lantas yang sekitar 30 juta itu bagaimana? Mereka akan tambah menderita dengan berbagai kenaikan harga barang seperti beras, sayur, ikan, ayam, dsb. Itu kalau dana kompensasi BBM 100% tersalurkan.

Disamping itu lanjut saya. Bahwa Indonesia adalah salah satu negara terkorup di dunia dan terakhir dinobatkan sebagai negara terkorup di Asia. Apa iya subsidi itu akan tersalurkan? Kalau harus mengawasi, bagaimana cara mengawasinya? Toh terbukti KPK segala macam tak mampu memberantas korupsi.Harga barang akan naik, nilai rupiah pada akhirnya akan melemah, baik terhadap barang mau pun dollar. Akibatnya kembali terjadi selisih harga BBM domestik dgn harga BBM Internasional. Saat itu, kembali harga BBM dinaikkan. Begitu seterusnya. Jadi tak ada harapan baik jangka pendek mau pun jangka panjang untuk rakyat miskin. "

Teman ini tersenym mendengar uraian saya menyanggahnya. Dia dengan minta saya memahami bahwa Indonesia tidak lagi sebagai pengekspor minyak tapi juga pengimpor minyak. Jadi harga international lah yang harus dibayar pemerintah untuk keperluan domestik. Hal ini akan menguras devisa dan dibakar setiap harinya. Itu tidak seratus persen benar! itu saya tahu. Bahwa produksi minyak Indonesia 1,1, juta barret per hari dan masih melebihi jumlah impor , sehingga indonesia masih surplus devisa. Karena UUD 45 pasal 33 maka subsidi adalah kebijakan politik bagi rakyat yang belum terjangkau keadilan dari distribusi kekayaan alam maupun pajak. Kembali dia ngotot dengan alasannya bahwa kebijakan penghapusan subsidi itu dalam jangka pendek akan menyengsarakan rakyat, tetapi jangka panjang akan lebih baik bagi anggaran negara, kebijakan energi nasional, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.” Katanya

Kembali saya ngotot bahwa dalam jangka pendek jelas sangat menyengsarakan rakyat. Dalam jangka panjang juga akan sama. Lihatlah kenyataan dalam hukum besi. Bila BBM dinaikkan maka inflasi akan melambung. Inflasi tinggi akan dihadapi oleh Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga. Suku bunga SBI akan diatas inflasi dan pada gilirannya akan menaikkan suku bunga perbankan. Bila suku bunga tinggi maka espansi kredit akan melemah dan sektor produksi akan ambruk. Dan akhirnya sektor perbankan akan bleeding karena harus membayar bunga deposan dengan tinggi. Dan dengan santai dia mengatakan, pada saat ini pemerintah tidak punya cara lain untuk mengatasi dipisit APBN kecuali menghilangkan subsidi BBM.

Kembali saya dapat memahi itu. Namun sebetulnya yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan yang berkeadilan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Banyak cara lain yang dapat ditempuh, seperti menyita harta para pemilik Bank yang telah merugikan Negara hingga Rp 600 trilyun lewat KLBI/BLBI. Bukan Cuma perusahaannya, tapi juga rumah dan mobil mewah pribadi mereka. Menaikkan cukai rokok sampai 200 %. Menghidupkan kembali Pajak Kekayaan Pribadi ( Pkn) dengan tarip tinggi.

Dinegara manapun dan dalam teori ekonomi manapun jelas menyebutkan bahwa hanya istrumen Pajaklah satu satunya yang dibenarkan untuk menutup difisit APBN dan mengapa justru pemerintah enggan meningkatkan pajak atau kembali menerapkan pajak kekayaan pribadi. Bayangkanlah di Indonesia ada aparment yang berharga Rp. 20 milliar per unit dan semuanya terjual habis dalam hitungan hari. Mobil mewah import berharga Rp. 5 miliar lebih terjual habis dalam hitungan hari. Bila liburan , sangat sulit mendapatkan ticket pesawat domestik mapun international. Sementara disisi lain ratusan juta rakyat hidup tanpa masa depan Demikian sanggahan saya dan dia nampak berkerut kening.

Kembali dia bersitegas soal niat dibalik penghapusan subsidi. Kenaikan harga BBM hendaknya dilihat dari perspektif jangka panjang. Keinginan pemerintah jelas agar Indonesia bisa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Kesemuanya ini iabdikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Yang saya mengerti bahwa kenaikan harga BBM justru mengundang operator business retail minyak asing masuk ke Indonesia. Jadi semakin tergantung dengan pihak asing dan tentu labanya akan kembali pada orang asing. Sehingga hasil sumber daya alam dikeruk dan kemudian potensi pasar rakyat yang tak berdayapun dimanfaatkan. Dan hebatnya itu semua untuk memanjakan pihak asing dan rakyat tetap hidup seperti layaknya diera penjajahan belanda dulu. Ada kemerdekaan tanpa kebebasan.

Teman itu hanya tersenyum mendengar saya berbeda pendapat dengan kebijakan pemerintah, sementara dia orang asing sependapat dengan pemerintah saya. Dia hanya tersenyum ketika berlalu dari hadapan saya. Entah apa maksudnya. Layaknya para menteri sehabis jumpa pers. Bicara enteng tanpa ada rasa bersalah dengan segala jeritan derita rakyat yang tak berujung.

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...