Posts

Showing posts from June, 2021

Berkah waktu.

Image
  Saya diundang makan malam oleh Chaiman BUMN China di restoran yang ada di hotel bintang 3. Usai makan, dia ajak saya photo bersama dengan karyawati restoran. Usai photo dia kenalkan karyawati restoran itu “ Ini cucu saya.” Katanya. Saya sempat terkejut. Bagaimana mungkin chairman BUMN China yang besar assetnya berkali kali dari Bank BUMN di Indonesia tetapi cucunya jadi pelayan restoran. “ Ayahnya putra tertua saya. Dia bisnis di Beijing.” Lanjutnya.  Saya baca berita Warrent Baffet menyerahkan 99% assetnya kepada amal, tidak memberikan warisan kepada anaknya“ Mengapa tidak diberi warisan? Toh itu akan menjamin masa depan anak anak. “ Kata teman. Teman saya benar. Itu wajarlah. Kita punya budaya menumpuk harta agar bisa diwariskan kepada anak, bahkan kalau bisa tujuh keturunan.  Tetapi ada yang banyak orang lupa. Bahwa kita bisa memberi apa saja kepada anak, tetapi tidak bisa memberikan kebahagian. Kebahagian itu lahir dari proses waktu yang tidak ramah.  Memberikan kemudahan, itu sa

Rakus itu buruk.

Image
  Di Hong Kong, saya bersama teman teman dari Jepang menikmati malam sabtu pada suatu private KTV. Para pramuria nya adalah profesional  beragam alat musik. Mereka juga jago nyanyi. Tentu juga mereka teman yang nyaman untuk ngobrol. Maklum mereka semua bisa bahasa Inggris, China, Jepang dan Korea. Seperti biasanya kami menghabiskan malam itu dengan ceria. Yang menarik adalah hubungan antara Tamu dan pramuria KTV tetap dalam suasana saling menghormati. Mereka tidak pernah mau dibayar untuk sex.  Sebagai penghibur kelas premium dengan kecantikan diatas rata rata, tidak menjadikan mereka jadi penggoda. Mereka tahu menempatkan diri secara terhormat. Tanpa disadari hubungan   pertemanan antara pramuria dan tamu terjadi begitu saja. Tidak ada yang merasa rendah atau tinggi.    “ Mereka tidak pernah minta uang, dan tersinggung kalau diberi uang. “ Kata teman saya orang Jepang. “ Yang saya tahu dari pengelola KTV, Honor mereka sebulan sebagai pramuria private KTV mencapai HKD 50,000 atau Rp.

Berbuat Baik.

Image
  Ketika saya dirugikan oleh orang lain dalam bisnis. Yang pertama saya lakukan adalah bercermin dan berkata “ Bego luh”. Kemudian saya puas. Mengapa? itu pelajaran rendah hati terbaik. Saya tidak akan curhat kemana mana. Itu cukup antara saya dan Tuhan saja. Tuhan punya cara tersendiri mendidik saya. Tidak perlu orang lain tahu. Tidak ada kasus bisnis saya bawa ke pengadilan. Tidak pernah. Namun bukan berarti saya tidak pernah berhadapan dengan kasus hukum. Itu karena orang lain gugat saya. Saya hadapi kasus itu sebagai cara membela diri. Selalu saya menang, tapi selalu tidak pernah saya tuntut lagi. Malah saya maafkan. *** Tahun 1989 saya kena kasus hukum. Waktu saya habis selama 7 bulan menghadapi kasus itu. Selama itu pabrik ditutup. Gaji karyawan tetap saya bayar. Kasus selesai. Bank stop kredit modal kerja. Ya limbung. Saat itulah mitra saya datang take over. Saya sadar kasus hukum itu adalah fitnah. Itu cara mitra saya untuk akuisisi bisnis saya. Pihak bank terlibat memaksa saya

Taman sekolah seumur hidup

Image
  “Kenapa banyak yang rumah tangganya goyah?, karena pertambahan waktu kan pertambahan masalah. Titik lemah terbesar adalah, kurang ilmu. Masalah nambah, kesulitan nambah, umur nambah, ilmu kurang nambah. Selain ilmu yang tidak bertambah, faktor lainnya karena iman yang tidak kuat. Nikah dengan siapapun kalau iman kita nggak menguat karena ilmu kita nggak nambah, ya ujungnya mirip. ( rumah tangga bermasalah) Karena setiap orang masalahnya pasti bertambah.” Demikian kata seseorang. Saya terpanggil untuk mengkomentari dari sisi saya orang bodoh. istri saya tidak sekolah tinggi. Hanya tamatan Sanawiyah. Dunianya hanya  rumah. Sementara saya jadi elang di luar rumah. Beinteraksi dengan berbagai kalangan dan lintas benua. Berteman dari yang tidak S1 sampai yang S3. Bahkan saya menggaji mereka. Tetapi ketika sampai sampai di rumah, kalau salah ya tetap saja disalahkan istri. Engga ada urusan dengan posisi saya di luar rumah, yang petarung dalam segala hal.  Seburuk apapun orang lain menilai

Pilih Al Quran atau Pancasila.

Image
  Dalam test Wawasan Kebangsaan ( TWK) kepada petugas KPK, ada pertanyaan, Pilih Al Quran atau Pancasila? Jawaban petugas KPK yang memilih Al Quran dianggap tidak lulus. Yang menjawab Pancasila, lulus. Saya kemudian menyimak tanggapan beberapa tokoh dari ulama, aktifis, profesor, terkesan perbedaan persepsi semakin lebar. Seakan membenturkan antara agama dan Pancasila. Kemudian mereka yang gagal dalam TWK akan membawa kasus ini ke Komnas HAM. Jadi rame dah. Saya akan memberikan masukan secara rakyat jelantah.  Pertama. Pertanyaan itu ditujukan dalam rangka melaksanakan UU berkaitan dengan ASN. Jadi tentu persepsi TWK itu adalah persepsi pemeritah. Dalam sistem politik kita, pemerintah adalah penguasa yang mendapat mandat lewat pemilu. Tentu pemerintah berhak menentuk persepsi kebenaran politik terhadapa aparatur negara. Karena ASN juga adalah bagian dari politik kekuasaan. Mereka harus patuh kepada penguasa. Kedua, Kalau tidak patuh kepada pemerintah ya petugas KPK atau ASN bisa mengun

Sikap egaliter

Image
  Saya melihat ada orang tua berjalan tertatih membawa beban diatas troli. Dia berusaha masuk ke apartement. Namun kesulitan menarik troli keatas trotoar. Saya perhatikan berkali kali dia berusaha namun gagal. Saat itu saya sedang jalan bersama Wenny untuk meeting di gedung Alexander, central Hongkong. Tampa peduli dengan suit dressed yang saya kenakan, saya membatu orang tua itu menarik trolinya keatas trotoar. Bahkan saya bantu sampai dia masuk lift apartement. Wenny tersenyum ketika saya kembali kedia. “ Saya jatuh cinta kali pertama dengan kamu karena sikap egaliter kamu. Dan saya perhatikan hampir semua direksi dan relasi respek kepada kamu karena sikap egaliter itu. Di kamar kerja kamu punya kamar ganti pakaian. Pakaian bisnis dan pakaian pribadi.  Itu artinya kamu punya dunia yang berbeda. Tapi sebagai pribadi kamu tidak berubah. “ kata Wenny  “ Ah itu biasa saja. Bukan hal yang luar bisa. Itu sudah Nature saya. Mau gimana lagi. Saya orang kampung dan tidak lahir dari keluarga k