Posts

Showing posts from December, 2010

Berubah ...

Image
Teman saya sempat mengejutkan saya ketika dia mengatakan bahwa dalam GEN kita sudah ada informasi lengkap tentang sorga. Bagaimana mungkin ? Bukankah sorga itu nanti diakhirat baru ada. Teman ini mencoba menjelaskan analisanya berkaitan dengan teori tentang DNA ( deoxyribo Nucleic Acid). Teman ini mengangguk sambil tersenyum kepada saya. Bukan itu saja, lanjutya. diantara mereka ada yang jadi penjahat, peminum, pemerkosa, pemberontak singkatnya pendosa dan ada juga yang sholeh. Semua informasi itu tersimpan pada DNA kita. Artinya manusia itu berpotensi menjadi pendosa dan juga berakhlak mulia. Ini sudah sistem yang melekat pada diri manusia. Inilah takdir kita.. Saya mulai bingung dengan ungkapan teman ini. Kembali dia mengatakan, pada diri kita ada cetak biru untuk menjadi apa kita. Ada kebabasan untuk menentukan itu dan juga tersedia sarana yang rumit pada tubuh dan saraf kita untuk melaksanakan itu. Ketika anda ”berniat” maka dalam persekian detik hormon dalam tubuh kita bergera

Sabar ?

Image
Pernah pada satu kesempatan saya pergi ke kampung. Banyak hal yang bisa dinikmati di desa. Khususnya udara yang sejuk dan suasana kekeluaragaan yang begitu kental. Yang pasti senyum begitu murahnya di kampung. Beda dengan dikota. Mungkin ini juga yang membuat orang kota rindu datang kedesa. Tapi diluar itu, ada sesuatu yang lebih saya dapatkan di desa. Seorang kerabat saya , pagi pagi sekali setelah sholat subuh sudah berangkat ke Sawah. Saya sengaja mengikutinya. Dia tersenyum ketika langkah saya terseok seok mengikutinya dijalanan yang becek. Ketika sampai di sawah, yang saya lihat adalah hamparan tanah luas. Mungkin ada dua hektar tanah terbentang yang siap dibajak ( digemburkan ). Saya tidak bisa membayangkan berapa lama pekerjaan ini akan selesai. Apalagi dikerjakan hanya oleh tangan dua saja dengan berbekal cangkul. Kerabat itu, tidak melihat kearah hamparan tanah luas. Dia dengan sigap melewati gili gili sawah dan masuk kedalam hamparan sawah yang luas itu. Saya perhatikan

Value

Image
Teman saya pernah menyampaikan bahwa perlunya setiap lembaga atau komunitas membangun value. Sesuatu nilai yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang ada untuk mencapai tujuannya secara optimal. Ungkapan teman ini , mengingatkan saya tentang pemahaman rekayasa nilai ( value enginnering). Ilmu ini awalnya diperkenalkan oleh AS seusai perang dunia kedua dan kemudian dikembangkan ditahun tujuh puluan, dimana pada waktu AS sedang dilanda krisis ekonomi yang parah.Value engineering sebagai disiplin ilmu merupakan reposisi terhadap value yang selama ini diyakini oleh AS. Value engineering berkembang luas sampai kepada semua sector. Ilmu ini berhasil menciptakan new paradigm membangun dan mengambil kebijakan yang tepat. Jepang dan Korea , china salah satu contoh bagaimana value engineering berhasil menjadikan negara itu unggul dalam persaingan. Ada empat hal yang menghambat ( block ) orang untuk mengambil keputusan atau bersikap yang tepat. Mengetahui ini , itulah pentingnya value

Jangan Korupsi

Image
Saya teringat dengan peristiwa dulu ketika saya membesuk putra teman yang di opname di Rumah Sakit. Ketika dia melihat saya datang , dia menangis dalam pelukan saya” Andaikan seluruh harta saya dapat mengembalikan anak saya seperti semula, saya ikhlas. Saya tidak sanggup melihat dia menderita seperti ini. Serasa seluruh langit berserta isinya ditimpakan ketubuh saya. ” Katanya. Saya perhatikan memang putranya antara hidup dan mati. Sebagian organ tubuh dalamnya terkena inspekasi akibat racun narkoba. Tubuhnya nampak kurus dengan perut membuncit. Ini sudah berlangsung lebih satu bulan dirumah sakit. Tanda tanda kematian sudah dekat namun nyawa tak kunjung tercabut dari jasadnya. Dari itu semualah teman saya ini menyaksikan dengan segala kepedihan hatinya melihat buah hatinya terbujur dalam derita. Dia tak mampu berbuat apapun walau harta yang dikumpulkanya tak terbilang banyaknya. Teman saya ini adalah pengusaha Freight Forwarder. Saya tahu usahannya tidak bisa dilepaskan dari kep

Sultan HB X

Image
Ketika Tsunami terjadi di Nias Sumatera Barat dan gunung Merapi meletus di Yogya, kita melihat sosok berbeda dari dua pemimpin wilayah ini. Gubernur Sumbar yang dipilih secara langsung oleh rakyat lebih memilih pergi keluar negeri ketika rakyat menderita akibat tsunami. Tapi Gubernur Yogya yang dipilih secara tidak langsung ada didekat rakyatnya yang terkena bencana Merapi. Empatinya lebih tinggi dibandingkan dengan Gubernur Sumbar yang dipilih secara langsung. Dari contoh kasus ini kita melihat fakta bahwa pemilihan secara lansung tidak menjamin penguasa semakin dekat kepada rakyat. Data Kementrian Dalam Negeri sejak tahun 2004 - 2010 ada 150 Gubernur/Bupati/Walikota yang terpidana karena korup. Semakin memberikan fakta pemilihan secara musyawarah lebih mengedepankan qualifikasi moral karena dipilih oleh orang yang qualified lahir batin. Kita merindukan kepemimpinan lahir bukan karena kompetisi pasar untuk menjadi kecap KS Nomor 1. Kita rindu pemimpin yang terpilih oleh kearipan dari