Posts

Showing posts from June, 2012

Kemiskinan?

Image
Sehari sebelum pulang ke Jakarta, teman sengaja mengundang saya makan malam bersama keluarganya. Tempat yang dipilihnya adalah Sky dining , yang terdepat di element building, Kowloon. Ini tempat yang sangat berkelas dan tentu mahal sekali. Karena tak banyak orang kaya yang bisa makan malam ditempat ini. Usai makan malam itu, saya melirik bill yang diajukan oleh pelayan restoran. Jumlahnya  sama dengan gaji tiga bulan TKW di Hong Kong atau sama dengan gaji Pejabat eselon 1 di Indonesia. Mau tahu berapa bill nya ? HKD 8500 atau Rp. 10 juta rupiah! Ketika membayar  bill itu nampak dia melirik kearah saya. Mungkin dia melihat ada sesuatu diwajah saya makanya dia berkata, ini hanyalah uang namun kesenangan dan layanan yang ramah tak bisa dihitung dengan uang. Katanya. Saya hanya tersenyum. Namun setelah usai makan malam, kami berjalan keluar restoran itu, saya berkata bahwa memang hanya uang dan seharusnya memang tidak perlu membeli kemewahan dengan uang. Inilah yang membuat dunia menjad

Budaya empati

Image
Pada waktu di Zhuhai saya ngobrol ngalur ngidul dengan teman warga negara Canada. Bersama kami juga ada teman dari China. Melihat kemajuan china yang begitu pesat dan upaya kerja keras pemerintah mengatasi dampak krisis, teman dari Canada sempat melontarkan pertanyaan, mengapa rakyat china dengan populasi terbesar didunia mau saja dikelola oleh segelintir orang? . Tidak ada system demokrasi. Kepemimpinan ditentukan oleh elite politik Partai komunis. Anehnya kekuasaan dengan model seperti ini tetap bisa eksis ditengah upaya kampanye demokrasi diseluruh dunia. Mengapa ? Teman saya orang china tersenyum mendapatkan pertanyaan itu. Menurut dia , itu pertanyaan yang wajar. Apalagi dikaitkan dengan standard norma dan pengetahuan yang orang asing pelajari. Di china, rakyat kebanyakan tidak terbiasa memikirkan masalah ruwet. Mereka percaya bahwa kehidupan ini hanya sebatas dinding rumah dan gang kampung mereka. Selebihnya bukan urusan mereka. Ini sudah budaya. Tidak mudah merubahnya. T

Al Quran

Image
Dulu semasa Rasul masih hidup, kebudayaan besar bangsa telah ada lebih dulu. Romawi dan Parsi berada di sekeliling semenanjung Arab, baik di utara maupun di selatan. Ditambah lagi agama Yahudi dan Nasrani yang telah ada di tengah-tengah semenanjung itu sejak berapa lama. Berbagai ilmu pengetahuan dari kebudayaan tersebut berkembang pesat.  Pada saat itu peradaban Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya telah dikenal luas. Begitu juga peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta peradaban lain.  DIsamping itu kebudayaan China dan India juga telah exist. Harap dimaklum sebagian besar pengetahuan tersebut sampai kini masih dipelajari. Umumnya komunitas Arab ketika itu adalah pedagang yang sering keluar negeri. Dari interaksi dengan komunitas luar itu tentu  ikut pula mempengaruhi prilaku banga Arab. Ditengah situasi seperti inilah Rasul harus berjuang merubah prilaku mereka menjadi sesuai dengan tuntu

China dan budaya..

Image
Kemarin ketika sedang makan malam, teman menelphone saya bahwa tasnya hilang dalam perjalanan dari Stasiun Louhu ke hotel. Teman ini punya dua tas. Satu tas besar yang berisi pakaian dan satu lagi tas kecil yang berisi computer berserta dokumen penting. Yang hilang itu adalah tas kecil namun sangat pital bagi dia yang pengusaha. Dia tidak tahu pasti dimana tas itu hilang. Karena dia baru menyadari tas itu hilang ketika sampai di hotel. Mungkin karena selama dalam perjalanan dari station Louhu ke hotel didalam MTR, dia sibuk menerima telephone dari temannya di Malaysia sehingga dia tidak perhatikan barang yang dibawanya. Apalagi ketika itu, menurutnya, orang ramai sekali didalam MTR. Teman ini harus mendapatkan surat keterangan dari polisi bahwa tas yang berisi dokumen itu hilang sehingga dia punya alasan untuk mendapatkan ganti dokumen yang baru dari pemerintah. Yang jadi masalah adalah dia tidak bisa bahasa china, begitupula petugas polisi tidak bisa bahasa inggeris. Itulah sebabny

Peradaban Islami

Image
Komunitas yang tidak teratur dan banyak dosa hanyalah komunitas yang amoral atau komunitas yang jauh dari niat untuk berbuat baik. Demikian kata teman saya ketika wabah korupsi dan maksiat terjadi dimana mana. Karena seharusnya , menurut dia bahwa  komunitas ideal adalah yang memiliki moral berkualitas malaikat bahkan lebih dari itu sebagaimana firman Allah “ sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya “ ( QS. At –Tin (95):4 ). Camkanlah ayat itu.? Tegas teman itu. Manusia adalah mahkluk yang berbentuk paling indah, baik secara material maupun spiritual. Manusia diberi tugas sangat agung sebagai pemimpin dimuka bumi ( khalifah ) oleh Alah karena bumi, gunung, langit takut mengemban tugas tersebut. Inilah takdir manusia. Namun kesempurnaan kita sebagai manusia tidak secara otomatis. Ia terbungkus dengan rapat dan tugas kita membukanya lewat proses sunatullah. Kehadiran manusia dibumi dapat dianggap sedang menempuh perjalanan untuk menjadi makhluk