Tuesday, July 16, 2024

Survival..

 


APBN itu adalah politik. Disusun dengan pendekatan politik anggaran. Pasti ada konsensus dan kesepakatan antara pemerintah dengan  DPR. Namun dalam politk tidak ada kesepakatan yang final, bahkan tidak pernah terjadi sesuai dengan niat awalnya. Dalam perkembangannya selalu terjadi adu kekuatan tarik menarik dengan sesama elite. Jokowi menyayangkan peringkat pendidikan yang jauh tertinggal di posisi ke-57 secara global. Dia tentu tahu penyebabnya. Karena alokasi mandatory spending 20% APBN untuk pendidikan diselewengkan ke dana desa sesuai UUDesa. Ini penting untuk elektoral bagi Capres yang didukungnya.


Jokowi pun mengingatkan infrastruktur sebaik apapun tidak akan berdampak besar pada bangsa dan negara apabila SDM belum mumpuni, itu kata Jokowi dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/7). Jokowi paham. Tetapi dia tidak paham bagaimana mencapainya. Bahkan dia tidak paham bagaimana komunikasi yang inspiratif kepada bawahan nya, terutama kepada kepala daerah yang dapat dana transfer mandatory spending. Sehingga apa yang dia katakan tidak sesuai dengan realitas. Apa yang dia janjikan, bukan harapan yang bisa dia delivery. Ya waiting for nothing.

Retorika itu absurd. Orang banyak terkooptasi olehnya. Karena harapan. Dan juga politik punya cara memaksa mereka yang berisik lewat UU  ujaran kebencian agar adab santun terjaga. Kalau itu kurang, masih ada tokoh dari Ormas keagamaan bicara tentang Wahyu Tuhan, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Utamakan akhlak daripada Fiqih katanya. Hindari chaos dan utamakan NKRI. Tokoh ormas itu jelas  berbeda dengan mayoritas rakyat. Mereka tidak perlu menanti. Karena harapan sudah mereka raih. Setidaknya hidup berkecukupan sebagaimana elite bangsa ini.

Menggantungkan harapan kepada politik, terutama kepada Pemimpin, itu seperti lakon teater Waiting for Godot karya Samuel Beckett. Dari lakon waiting for Godot itu  nampak ada suasana silent konsesus. Seperti kata orang jawa "Sing waras ngalah".  Rakyat punya cara berdamai dengan kenyataan yang pahit sambil tetap menantikan datangnya harapan.  Demi harapan mereka menolak bertengkar atau chaos. Keadaan hening tanpa gejolak. Stabilitas politik terjaga dengan baik. Dalam suasana tenang itu, tingkat kepuasan rakyat kepada Pemerintahan Jokowi diatas 70%.


Apa yang terjadi dibalik sunyi itu ?  harapan politik untuk membentuk civil society yang kuat kandas. Dalam suasana waiting for godot. Politik adalah hening. Politik adalah medan permainan bagi mereka yang mampu membayar dan membeli keadilan, mengatur hukum, politik transaksional yang saling menyandera, selebihnya hanya penonton yang hidup dalam menanti harapan. Politik di Indonesia, bukan hanya defisit APBN karena hutang. Tetapi juga defisit etis dan moral karena tamak. Sadari itu!. 

So..

Jangan sampai kooptasi politik mendominasi terhadap nasib anda. Jangan! Kehidupan ini bukan soal makmur atau miskin. Karena kalau anda makmur bukan karena anda hebat. Kalaupun miskin,  itu juga bukan dosa. Bukan soal penguasa atau jelantah. Karena penguasa juga pemain, dan jelantah, bagian dari pemain juga. Kan penguasa dipilih oleh rakyat dalam suasana free for vote. Bukan soal penantian yang akan datang besok. Karena besok itu yang pasti hanyalah kematian. Tetapi soal hari ini bagaimana anda bisa  survival.  Fungsikan akal anda secara optimal. Dan di suasana mendung, anda bisa ngopi dan makan ubi kayu seraya berbagi. Seharusnya begitu daripada waiting for godot.

Friday, July 12, 2024

IKN dan Transformasi

 






Transformasi dalam arti modernisasi tentu tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisiknya. Tetapi karena Kapitalisme, transformasi adalah  visualisasi. Visual mengubah perasaan seperti para istri melihat tas di etalage outlet branded, dia pun jadi konsumen yang ternganga-nganga takjub dan akhirnya memaksa dompet suami keluar. Seperti Jokowi melihat design visual tiga dimensi IKN. Dia terpesona. Ingin segera memilikinya walau harus merengek ke rakyat agar duit APBN disisihkan untuk IKN. Dengan visualisasi, pesona bergeming dengan realitas, bahwa itu hanya ilusi dan persepsi saja namun menguras ongkos sia sia.


Ibukota Negara bernama IKN, dirancang sebagai kota futuristik,  yang tidak mungkin mudah dipahami oleh rakyat desa di Jawa, Sumatera atau desa tetangganya di Kalimantan. Jokowi ingin jadikan IKN sebagai transformasi Indonesia mengelola masa kini dan masa depan. Tidak boleh ada kaki lima, bahkan warteg pun tidak boleh ada kecuali jaringan resto international. Pertanyaan nya adalah apakah mungkin bisa terjadi transformasi lewat pembangunan fisik yang divisualisasikan dengan Istana Megah, Hotel Bintang V, MRT tanpa rel, Jalan Tol, High speed train, Fly Taxi, Smart city, dan apalah lagi? 

Ketika di Pyongyang, saya melihat Mall yang besar sepi pengunjung dengan SPG tanpa senyum karena digaji ala kadarnya. Tempat wisata sepi pengunjung kecuali hari libur, itupun 80% adalah keluarga tentara. Infrastruktur MRT yang hebat namun sepi penumpang. Jalanan yang lebar dan mulus namun sepi kendaraan. Tida ada geliat kota yang nampak sibuk. Walaupun pemandu dan pejabat pemerintah berusaha menggambarkan Pyongyang sebagai tolok ukur modernisasi Korea Utara yang bergerak menjadi negara makmur, saya mendengarnya hanya tersenyum saja. 


Kim Il Song bapak pendiri Korea utara, dan kemudian dilanjutkan oleh putranya Kim Jong Il, terus ke cucunya, memang tidak hendak membangun Pyongyang sebagai kota kosmopolitan namun dia juga tidak ingin Pyongyang sebagai kota terbelakang. Banyak gedung bergaya retro-futuristik, dengan lengkungan dan kaca, yang kaku. Bangunan tua telah dicat ulang dengan corak permen berwarna merah, hijau laut, dan biru langit. Kalau dari udara memang kelihatan indah. Cara terbaik menyembunyikan kegagalan membangun peradaban.


Politik bisa saja memaksakan anggaran besar dari APBN untuk lahirnya sebuah kota dengan segala infrastrukturnya. Tetapi design kota tidak akan otomatis menjadi design peradaban seperti yang dimimpikan Jokowi terhadap IKN. Di Pyongyang kota penuh icon politik yang bisu tanpa makna. Manusia bergerak tetapi tidak ada transformasi sosial dan budaya, apalagi ekonomi. Juga terjadi di Myanmar pada ibu kota baru Naypyidaw, yang terletak sekitar 320 km di utara Ibukota lama, Yangon. Hampir semua negara yang memindahkan ibukotanya, gagal membangun kota seperti visualisasi design.


Kim, mungkin juga Jokowi lupa, bahwa sebuah kota adalah sebuah peradaban yang terbentuk dari adanya magnitudo kota sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat ekonomi, pusat kebudayaan. Dan magnitudo tidak bisa di create oleh Politik UU,  tetapi oleh geografi sebagai hub pelabuhan dan pusat persinggahan yang ramai. Itu sunnatullah. Dari sana social budaya kosmopolitan terbentuk lewat proses panjang dari abad ke abad. Roma tidak dibangun dalam sehari."  Setiap proses yang layak dilakukan atau layak dibangun memerlukan waktu.”Tidak ada yang terjadi dalam semalam”. Pahamkan sayang..


Wednesday, July 10, 2024

Pasar ?

 




Substitusi impor diterapkan pemerintah dengan memberikan insentif kepada industri domestik. Pasar domestik diproteksi untuk melindungi industri hilir dari serangan produk impor, dan juga pasar domestik bisa menyerap produk industri hulu dalam negeri. Namun saat oversupply, daya beli domestik melemah, pasar ekspor menjadi keniscayaan. Tanpa ekspor industri bangkrut.  Free trade area dan WTO diratifikasi. Globalisasi pasar tak terelakan agar uang dan barang bebas mengalir melintasi benua. Kalau inginkan FDi masuk ya bebaskan pasar.


Apa yang terjadi kini bukanlah situasional dan mendadak. Tapi itu sudah kita aminin sejak tahun 1980an. Sejak Milton Friedman  gencar memperkenalkan konsep free to Choose. Dunia terikat satu sama lain dalam satu jaringan globalisasi. Semangat deregulasi, privatisasi BUMN meluas. Awalnya negara menikmati neoliberal. Namun lambat laun hutang menjadi kebutuhan. Jebakan utang tak terelakan. Tahun 2008, neoliberalisme terjerembab. Negara harus mengorbankan PDB nya untuk mem bailout akibat kerakusan pasar. Uang semakin depresiasi, GINI rasio semakin melebar. 


Pemerintah kita maju mundur terhadap fenomena globalisasi. Habis gimana ? ekonomi dunia sudah terlanjur imbalance. Ya mau tidak mau, market adjustrumet harus dilakukan dengan regulated. Namun tidak mudah.   Pasar mungkin bisa dikendalikan tetapi uang tidak mungkin. Ketika arus impor TPT dan plastik mengalir deras,  pada waktu bersamaan Industri petrokimia terpuruk. Mengurangi minat investasi. Ketika AS memproteksi pasar domestik dari serangan barang China, ekonomi jadi tidak efisien. Tenaga kerja tak terserap karena investor ogah tanam uang di sektor real kecuali beli surat utang.


Kini, mungkin juga besok bila kita tidak berubah. Kita akan selalu gamang terhadap perubahan pasar. Pasar akan kita sikapi sebagai sebuah kekuatan ampuh yang unpredictable. Kita hanya pasrah dan berdoa semoga Tuhan dapat berpihak kepada kelambanan dan kedunguan kita terhadap fenomena dunia. Padahal Tuhan telah beri kita akal untuk mengubah tanah liat jadi tembikar, menjadikan angin menggerakan kapal berlayar. Namun   karena serakah, akal tidak berfungsi, dari peniti sampai baju, bahkan gantungan baju pun kita tidak mandiri. 


Itulah pasar. Fundamentalisme pasar, kata George Soros. absolutisme laissez faire kata Paul Krugman. Abaikan negara, utamakan pasar. Bahkan orang mengukur baik-buruknya sebuah kabinet dari sejauh mana ia “disukai Pasar”. Negara, pemerintahan, birokrasi, DPR, kelihatan dungu di hadapan pasar. Pasar engga bisa dilawan atau diotak atik dengan kebijakan buka tutup impor. Tapi harus dengan efisiensi dan kreatifitas, dan itu butuh R&D. Paham kan sayang…


 

Sunday, July 07, 2024

Utopia?

 




Jika Tuhan mau begini

Rubahlah semua jadi yang ku mau

Karena ku ingin

Semua berjalan seperti yang ku mau


Itu penggalan lagu “ Yang Kumau “ dari Kris Dayanti. Manusia tidak berjalan di ruang kosong. Tidak ada aturan yang baku yang bisa menjamin anda bisa meraih apa yang anda mau. Bahkan walau anda berdoa siang dan malam, Tuhan pun akan tersenyum kepada anda. Mengapa ? karena Tuhan diatas sana tidak menentukan takdir orang perorang. Tetapi menentukan takdir kehidupan manusia lewat hukum sunnatullah. Hukum ketetapan Tuhan yang tidak  dapat diubah. Ia mengisolasi kita dalam bernafas, beradaptasi, berbiak, bertumbuh dan punah. 


Dari serangkaian hukum ketetapan Tuhan itu, anda punya kebebasan memilih seperti apa kehidupan ini akan anda jalankan. Vulgar nya, apa yang terjadi pada diri anda, itu karena pilihan anda sendiri. Tentu setiap pilihan ada yang beruntung dan ada yang tidak. Yang beruntung adalah mereka yang bisa menggunakan akalnya untuk tahu rahasia Tuhan terhadap kehidupan ini. Kalaupun manusia mengetahui rahasia itu sehingga lahirlah ilmu filsafat,  ilmu agama, tidak akan mungkin mampu mendesain peradaban seperti yang manusia  mau.


Sir Thomas More dalam bukunya yang diterbitkan pada 1516, dengan judul, Utopia. Ber-Satire tentang kerajaan Utopus , yang mendambakan negeri bebas korupsi, bebas keserakahan, tanpa ketimpangan, tanpa perang. Tapi untuk itu ia memagari negeri dengan tembok tinggi dan dikelilingi kanal agar tak kena pengaruh buruk dari luar. Kesempurnaan hanya bisa terjadi dalam isolasi, demikian keyakinannya. Namun isolasi hanya bisa dengan paksa. Mao  saat revolusi kebudayaan menutup China dari dunia luar. Mao gagal melakukan lompatan jauh kedepan. Utopus memang tidak pernah ada. Itu hanya ada dalam fantasi.


Pada akhir abad yang lalu, terbukti pelbagai angan-angan luhur atas nama agama dan ideologi telah gagal untuk membuat manusia makmur adil sentosa.  Teori ekonomi yang lahir dari kampus terkenal di dunia dan dari mereka peraih hadiah Nobel, malah berkali kali melahirkan resesi, crisis dan depresi. Dari semangat liberalisme pasar, akhirnya kini kembali kepada proteksionisme atau economy regulated. Pancasila  sebuah idea sorga utopia yang dijanjikan. Berlalunya waktu, kita harus meledeknya. Keraguan itu wajar. Ironi itu sehat. Tiap gagasan luhur butuh tak hanya doa, tapi juga cemooh. Memang hidup hanya senda gurau belaka.


Pendek kata, kehidupan masa lalu tinggal sejarah. Besok, penuh dengan ketidakpastian. Tak  mungkin diantisipasi dengan sebuah sistem yang dapat mengelola ketidakpastian secara teratur yang sustainable. So, gunakan akal untuk anda survival pada hari ini dan fokus kepada hari ini saja. Apa yang anda  lakukan pada hari ini,  itu adalah pilihan yang akan menentukan masa depan anda. Begitu sunnatullah. Dan apa yang terjadi kelak?, itu bukan antara anda dengan situasi dan kondisi. Tetapi antara anda dengan Tuhan saja. Pesan cinta dari Tuhan. Kalau kekurangan dan menderita, bersabarlah. Kalau berlebih dan bahagia, bersyukurlah, berbagilah..

Thursday, July 04, 2024

Vibecession.


 


Saya ke kantor perwakilan Yuan di Jalan Kartini Jakarta Selatan. Di kantor ini menjembatani bisnis Yuan Holding bidang LNG, logistik offshore dan trading mineral tambang. Saat saya datang, Aling belum sampai. Dia lunch meeting di luar. Saya tunggu di cafe yang ada di lantai bawah. Saat itu sedang jam istirahat.


“ Gua masuk kerja gaji awal Rp. 15 juta. “ terdengar pembicaraan empat orang. Satu wanita dan 3 pria. Dari tag card nya saya tahu itu logo Yuan. “ Sekarang apa apa terasa mahal. Bayar cicilan KPR naik. Cicilan motor juga naik. Istri ngeluh belanja pada mahal di pasar. “ Kata pria yang duduk di sebelah wanita.


“ Ya gua juga merasakan sama. “ kata Pria yang ada di depannya. 


“ Udah engga mikir nabung. “ Kata pria lainnya.


Yang wanita kelihatan tersenyum aja. “ ya kita harus bersyukur. Di luar sana masih ada orang seusia kita , lulusan universitas gajinya dibawah Rp. 10 juta. Kalau di hitung garis kemiskinan.Kita ini masuk kelompok menengah atas.” Katanya


“ Anehnya kata BPS pertumbuhan ekonomi masih diatas 5%. Tetapi penerimaan pajak jeblok. PHK terjadi dimana mana. Katanya kita deflasi. Tapi harga malah naik. Engga jelas. Antara data dan realitas. “ kata pria di sebelah wanita itu.


Dari tadi saya senyum aja mendengar mereka bicara. 


“ Apa yang kamu katakan tadi, itu yang dimaksud dengan Vibecession’ Kata saya nyeletuk. Mereka menoleh kearah saya. Mereka tersenyum. “ Oh ya pak.? kata Wanita. Saya menarik kursi mendekat. Mereka tidak mengenal saya.


“ Vibecession itu apa ? tanya pria yang duduk sebelah wanita.


“ Kalau lue pernah baca jurnal ekonomi, itu terkenal sekali istilah. Yang cetuskan Kyla Scanlon tahun 2022” Kata wanita itu.


“ Tepat sekali. “ kata saya. 


“ itu fenomena ekonomi yang diukur berdasarkan statistik namun tidak sesuai dengan realita yang dirasakan oleh mayoritas rakyat.” Kata wanita itu lagi.


“ Sebenarnya bukan data statistik yang salah. Tetapi karena masyarakat miskin literasi ekonomi. Dan diperparah lagi pejabat pemerintah menyampaikan data itu dengan narasi bias. Terkesan dipolitisir untuk konsumsi orang miskin literasi. 


Contoh. PDB Indonesia per kapita Rp. 75 juta per tahun. Negara kita masuk negara menengah atas, katanya. Tapi kalau 135.000 orang indonesia yang punya tabungan diatas Rp. 5 miliar, ditiadakan, PDB perkapita kita tidak lebih separuhnya. Mungkin hanya 1/4 saja. Jadi realitasnya masih masuk negara miskin. “ kata saya. 


“ Apalagi data terakhir GINI rasio kita makin lebar. Makin engga ada artinya PDB tinggi. Karena semakin jauh jarak antara 135.000 orang dengan 270 juta rakyat.” kata Pria yang ada dekat saya. “ Apa jadinya kalau 135.000 orang itu rame rame pindahkan uangnya ke USD, ya rupiah engga ketolong, yang korban mereka yang gajinya UMR. “ sambungnya/

Friday, June 21, 2024

Kaum Bigot.




Hubungan kita dengan seseorang itu pasti turun naik atau volatile. Semakin besar ekspektasi semakin besar volatile nya. Semakin intens ketemu semakin besar volatile nya. Apalagi hubungan bisnis atau politik.  Kecuali secara psikis dan kantong tergantung kepada seseorang. Nah itu laen. Anda akan cenderung bigot. Makanya saya engga kaget kalau ada yang bertanya, kenapa saya tadinya dukung Jokowi tapi sekarang banyak kritik. Saya cuek aja. Ogah response. Saya maklum kapasitas bigot mereka.


Mengutip dari Kamus Merriam Webster, bigot adalah seseorang yang keras kepala atau tidak toleran terhadap pendapat dan prasangkanya sendiri. Bigot merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada seseorang yang memiliki sikap tidak toleran atau fanatik terhadap pandangan, keyakinan, atau identitas lain yang berbeda dari dirinya.  Bigot cenderung menunjukkan ketidakmengertian, penolakan, dan kadang-kadang bahkan kebencian terhadap kelompok lain yang dianggap berbeda. 


Bigot juga wajar. Karena di negeri seperti indonesia yang masih menganut sedikit feodalisme dan cenderung populisme, mudah terpesona dengan politik pencintraan Individual. Mereka miskin literasi. Secara struktural juga dimiskinkan oleh sistem sehingga mudah masuk perangkap slaver. Contoh  buruk Sritex yang 100% memilih Prabowo-Gibran, kini mereka kena PHK karena pabriknya bankrut. Tetap mereka percaya kepada Prabowo-Gibran. Tingkat kepuasaan terhadap Jokowi masih diatas 70%.


“ Ada 40 juta pekerja, pekerja kelompok 40% terbawah memiliki upah hanya Rp 5 juta. Dan keluarga ini jumlahnya banyak. Bisa-bisa kalau dibagi habis ke 5 orang, kira-kira Rp 1 juta per bulan. “ Kata Suharso Monoarfa Menteri PPN. Mereka ini kalau mengacu World bank, termasuk kelas menengah dari total 53 juta.  Kelas menengah bawah jumlahnya ada 114 juta dengan kemampuan belanja  sebulan Rp. 1.200.000. Kelas rentan miskin dengan pengeluaran Rp 354.000 - Rp532.000 per bulan.  Jumlahnya 61 juta. Dan yang termasuk miskin itu sebanyak 28 juta dengan kemampuan belanja  kurang dari Rp 354.000 perbulan. Sulit bagi mereka bebas bersikap dan lepas dari bigot. 

Nah kalangan atas dengan kemampuan belanja diatas Rp, 6 juta sebulan hanya 3,6 juta populasinya. Mereka ini lebh rasional bersikap. Mereka dikenal sebagai pemilih mengambang. Tidak ada kesetian penuh kepada pilihan politiknya, kelompok atau golongan dan tidak terpengaruh dengan ketokohan seseorang. Bisa kapan saja berubah. Dari suka menjadi tidak suka. Dari cinta berubah jadi benci. Mereka orang dinamis dan progressive. Engga mungkin mereka bisa dibohongi dengan gaya pencitraan dan PHP. Karena mereka mandiri dan secara financial, freedom. !

Saturday, June 15, 2024

Ambisi yang merusak

 


Pada tanggal 17 Desember 2011, Presiden Korea Utara, Kim Jong-il meninggal dunia. Di Korut, Politik Pemujaan terhadap Kim Jong-il sudah bisa dipastikan penggantinya adalah Putranya sendiri yaitu Kim Jong-un, Namun karena dia masih terlalu muda untuk memimpin, maka proses regenerasi itu di kawal oleh adik dari Kim Jong-il, yaitu  Jang Sung-taek.  Tahun 2013 atas perintah dari Kim Jong-un sebagai presiden,   Jang Sung-taek di Hukum mati dengan tuduhkan korupsi dan konspirasi menjatuhkan kekuasaan presiden.


Kita orang awam kadang bertanya tanya.Bagaimana mungkin anak muda yang lahir tahun 1982 bisa sangat berkuasa. Padahal karir politik sebelumnya tidak ada kecuali dia anak Presiden. Sebenarnya jawabannya sederhana. Politik Korea Utara itu adalah politik oligarki. Real  power itu ada pada 10 orang saja. Para oligarki ini terhubung dengan China yang menjadi undertaker politik, miiter, ekonomi dan sosial Korut. Sementara keberadaan Presiden hanya wayang aja. 


Presiden tidak bekerja dengan visi layaknya negarawan, yang berbasis kepada  freedom, equality, peace. Tidak ada kebebasan rakyat. Tidak ada kesetaraan. Jangan tanya soal damai sejahtera. Presiden hanya kerja menjalankan agenda China saja, yang diwakili oleh 10 orang super elite, yang tidak ada dalam daftar pejabat formal, namun sangat menentukan. Dalam situasi itulah, para elite dengan mudah mengamankan agenda China, yaitu menjadikan Korut halaman belakang (backyard ) yang kokoh dari infiltrasi AS.


Para oligarki itu menjauhkan Presiden dari informasi terupdate.  Menjauhkan presiden dari buku buku. Bahkan sejak remaja sudah ditanamkan sifat ambisius ayahnya dan tentu kalau sudah ambisius cenderung psikopat, yang salah satu tabiat buruknya adalah megalomania. Ingin terus dipuja dan engga mau disalahkan. Bergaya apa saja minta dipuja. Anggaran biaya program pemujaan Presiden mencapai 30% dari APBN, termasuk pengadaan rumah gratis, RS dan bansos agar rakyat terus memujanya.


Sebenarnya orang ambisi itu bagus kalau dibekali dengan pengetahuan mumpuni dan good attitude. Karena dalam hidupnya. Tak perlu motivasi dari orang lain, tak perlu situasi yang membuatnya terpaksa melakukan sesuatu, ambisi dalam dirinya akan membuatnya terus bergerak dan berkembang melewati segala  hambatan dan tantangan. One of the amazing things about someone with ambitions is the optimism. Sikap otimis tersebut bisa berakar dari rasa percaya diri yang tinggi atau pengetahuan yang dimilikinya.


Namun kalau orang ambisi tanpa pengetahuan dan spiritual yang cukup, maka ia disebut orang ambisius. Pastinya tidak tahu diri. Dia selalu percaya dengan saran dan pendapat yang memungkinkan dia bisa memuaskan keinginannya. Tidak peduli bagaimanapun caranya.  Termasuk menjadikan dirinya sebagai wayang saja. Dia juga tidak ragu menerima saran untuk membunuh lawan politiknya, bahkan keluarga sendiripun tidak segan dia habisi. Apalagi kalau hanya teman saja. Mana ada istilah balas budi bagi orang ambisius. Yang ada hanya kepentingan memuaskan ambisinya saja.

Tuesday, June 11, 2024

Rumah itu tangga sejahtera.

 


Saya menikah usia 23 tahun. Hanya setahun saya ngontrak. “ Walau kamu ada uang sewa rumah, tetap saja jiwa kamu tidak tentram. Bagaimana mungkin bisa sejahtera rumah tangga, tanpa tangga menuju sejahtera. Beli lah rumah. Karena rumah itu tangga kamu menuju sejahtera.” kata Mentor saya. 


Saya tersentak. Karena saya memang merasakan ada ketidak nyaman tinggal di rumah sewa. Kebetulan saat itu tahun 86 pemerintah menyediakan rumah lewat fasilitas BTN dan Perumnas. Saya memilih fasilitas BTN. Tahun 1990 pemerintah buka peluang untuk percepat pelunasan rumah, ya segera saya lunasi. Walau bisnis saya turun naik, namun energi besar dari rumah yang tentram mampu membuat saya resilience melewati hidup yang tidak ramah.


Xi Jinping itu menjadi presiden paling fenomenal di China karena dia sukses mengadakan rumah bagi kalangan menengah bawah sebanyak lebih dari 50 juta rumah. Merevitalisasi kawasan desa kumuh di seluruh China. Tahun 2013 dia  berkuasa dan tahun 2019 selesai. Apa yang terjadi? menurut survey, pengadaan rumah dan revitalisasi desa mampu meningkatkan kemandirian desa dalam pengembangan industri, peradaban desa, tata kelola sosial dan pelayanan publik. Memang terjadi lompatan jauh ke depan.


Di China, dan juga di Rusia yang saya tahu mereka mengadakan rumah bagi kalangan bawah, dananya berasal dari program stimulus. Atau vulgarnya, Dana berasal dari printing money. Bahasa intelek nya, lewat pelonggaran kuantitatif. Contoh, Negara terbitkan SBN. Yang beli bukan market tetapi bank central. Lah bank central sendiri duitnya dari cetak. SBN dipegang oleh bank central sebagai collateral. Jadi off balance sheet sifatnya. Sederhana kan skemanya. 


Proyek berskala besar itu berdampak luas terhadap ekonomi nasional, lapangan kerja meningkat, pasar domestik meningkat. Tax ratio meningkat. Nah setelah proyek perumahan selesai dibangun, negara buy back SBN yang ada di Bank central dari uang pajak. Sehingga walau awalnya dana itu dari skema cetak uang, tetapi tidak ada dampak inflasinya. Apalagi rumah itu engga gratis. Walau dijual lewat skema utang namun terjangkau bagi semua. Karena adanya subsidi equity, bukan bunga. Jadi harganya murah banget


Di Indonesia ada 36 juta RT tidak punya rumah dan tinggal di kawasan kumuh. Kalau satu rumah saja harganya Rp. 100 juta. Itu Rp. 3600 triliun. Dana sebesar itu bisa cepat sekali menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pasar domestik dan tentu pertumbuhan ekonomi bisa diatas 7% pertahun. Itu lebih efektif daripada program makan siang gratis dan bansos BLT. Ya kehebatan Xi Jinping dan Putin karena mereka punya niat baik…

Monday, June 10, 2024

Adab bergaul





Satu saat Tiara kirim email. Bahwa dia sedang merintis bisnis. Sudah capek cari investor tetapi engga juga bisa deal. Menurut saya bisnisnya bagus dan menantang sebagai peluang. Yaitu membangun hotel sebagai complimentary dari kawasan Industri yang sedang berkembang. Konsep bisnis nya sederhana saja. Dia menjadikan hotel itu sebagai bagian dari service value added pabrik yang ada di kawasan industri itu. Dia berkali email saya untuk minta waktu ketemu.


Akhirnya saya sempatkan juga ketemu dia. Saya sediakan tempat di restoran untuk entertarin dia. Belum lima menit ketemu, dia dapat telp dari luar. Dia angkat telp sambil tersenyum ke saya. Sebagai isyarat dia minta izin terima telp. Setelah itu tiap sebentar matanya melirik ke HP disaat saya bicara. Lewat 10 menit. Saya permisi ke toilet dan mampir ke table kasir bayar bill. Saya keluar dari restoran itu sambil SMS dia. “ Kebetulan ada urgent ketemu orang lain. Maaf, engga bisa lanjut meetingnya” kata saya.


Saya kenal Tiara ( bukan nama sebenarnya) udah cukup lama. Dia sales property. Walau dia janda cantik, saya sebenarnya males ketemu dia. Karena kalau ketemu dia selalu sibuk dengan hapenya. Tidak focus ke pertemuan. Sebagai teman, saya berusaha maklum. Dia kan sales. Tapi untuk hubungan bisnis? itu soal lain. Saya ordinary people. Masih menghormati adab. Kalau bicara mata dan wajah saya serius menatap lawan bicara. Focus. Begitu cara saya beradab.


Orang bermartabat tidak bisa bisnis hanya dengan komunikasi saja tetapi lebih karena interaksi atau tatap muka langsung.Komunikasi bukanlah interaksi. Komunikasi bisa via email atau WA atau SMS atau videocon. Komunikasi lewat kata kata hanya mewakili 1/3 saja pemahaman.  Tapi dari tatap muka itu kita dapatkan segala pemahaman lewat bahasa tubuh, pancaran wajah dan lain lain. Itu magnit yang efektif menjalin saling pengertian dan proses deal terjadi secara beradab.


Wajah cantik itu ada bandrolnya. Penampilan keren juga ada bandrolnya. Tetapi adab itu tidak ada bandrolnya. Nilainya tidak terhitung. Kalau adab tidak dijaga ya, orang walk a way.

Friday, June 07, 2024

Profesional dan amatir.

 




Luhut membantah bahwa pengunduran diri Kepala dan Wakil Kepala OIKN sebelumnya akibat masalah lahan di IKN. "Tidak ada itu. Pembebasan lahan itu saya sudah pimpin rapatnya, tinggal dieksekusi saja. Eksekusi saja tidak bisa, ya bagaimana," kata dia. Tentu beda dengan LBP yang terlatih dan terdidik sebagai Militer. Yang sama dengan kasus Lahan Rempang. Main putuskan saja.  Eksekusi begitu aja. Ternyata ribut dan akhirnya ditunda juga tuh proyek.  Saya tidak yakin pak Basuki sebagai pengganti akan manut begitu saja mengeksekusi lahan IKN yang belum tuntas. Pak Basuki itu pejabat karir bukan politisi. Pasti dia tidak akan beda dengan pak Bambang. Kecuali ketua IKN dirangkap oleh Bahlil yang memang politisi.

Gaya kepemimpinan Jokowi setali tiga uang dengan LBP. Cepat dan tegas. Engga ada urusan dengan pihak penghalang. Apakah itu tepat? Engga juga. Kita bangun dan renovasi 34 Bandara di Indonesia agar berkelas internasional. Tidak sedikit dana APBN digelontorkan untuk itu.  Apa hasilnya ? April 2024, 17 bandara terpaksa diturunkan kelasnya jadi bandara domestik. Ada 20 Kawasan Ekonomi Khusus di indonesia. Sudah dibebaskan lahan. Tidak sedikit dana APBN digelontorkan. Yang operasi hanya 9, dan itupun sepi peminat. Yang lain terpaksa dicabut izinnya.


Hasil temuan KPK, 43% ruas jalan tol yang sudah ada  kontrak konsesi sebelum tahun 2015, belum beroperasi penuh dan 64% ruas dengan kontrak konsesi antara 2015 s.d 2022 juga belum beroperasi penuh. Terjadi peningkatan biaya konstruksi sebesar Rp55 triliun atau 33% dari rencana awal. Sebanyak 20  proyek tol dari 56 ruas tol (35,7%) mengalami perpanjangan masa konsesi. Karena tersandera utang bank. Belum lagi terjadi pengalihan saham jalan toll sebelum selesai.. Apa penyebabnya ? Menurut KPK, adalah tidak akuntabelnya perencanaan pembangunan. Alias grasa grusu digoreng oleh pemain rente. 


Jokowi dan ring 1 kekuasaan tidak peduli dengan segala ongkos yang mis management itu, yang berdampak buruk terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Kalau Pak Bambang sebagai kepala IKN mengundurkan diri, itu bukan karena tidak mampu eksekusi tetapi karena tidak mampu melawan hati nuraninya. Ciri khas profesional adalah bukan hanya patuh secara legal tetapi juga moral, etika. Itu yang tidak dipahami oleh Jokowi dan ring 1 kekuasaan termasuk LBP. Ya pak Bambang salah kamar aja..Tetapi selalu ada ruang untuk orang profesional seperti pak Bambang diluar sana.

Thursday, May 23, 2024

Persepsi pasar.

 



Ketika Lehman Brothers bangkrut pada 15 September 2008, reaksi  dunia seperti mau kiamat. Mereka mengatakan ini akhir dari kapitalisme pasar. Ini akan berdampak kepada krisis keuangan. CDS surat utang indonesia naik mendekati 600. Bahkan kasus Century Gate dikatakan karena dampak dari Lehman. Keadaan pasar memang kacau. Ketika bank-bank lain sepertinya akan menghadapi nasib yang sama, kekhawatiran pun semakin memuncak. Dua bulan berikutnya badai tornado diakibatkan Lehman menyapu inggeris. Menjadi 10 hari terburuk di pasar saham Inggris selama 20 tahun terakhir.


Saat jatuhnya Lehman, saya senyum aja. Padahal saat itu saya masih pemula dalam bisnis hedge fund yang berfokus kepada LBO.  justru cuan besar. Mengapa ? data fundamental yang saya kusai, kejatuhan Lehman bukanlah mendadak. Itu sudah nampak sejak dua tahun sebelumnya. Terutama sejak dia rajin menciptakan instrument derivative. Saya lihat itu tidak rasional. Underlying nya tidak qualified. Ini lebih karena kepepet cash flow. Apalagi para petinggi BR dan Vanguard , warren buffet sibuk jadi pengamat, provokasi pasar.  Semua omongan mereka saya pelajari lewat desk research. 


Dan ketika pasar global terus melemah, spekulasi media menjadi liar. Saham emiten teknologi bidang infrastruktur IT dan Telekomunikasi dihajar dengan rumor negatif oleh pemain hedge fund. “ Kelebihan kapasitas dimana mana, membuat valuasi tidak rasional lagi “ kata mereka. Terjadi aksi jual besar besaran. Karena sentimen negatif itu. Apa yang saya lakukan? Saya cepat serok saham itu. Mengapa? data riset saya menyimpulkan bahwa teknologi IT tidak bisa dibendung dan itu semua perlu infrastruktur Telekomunikasi. Bisnis IT dan Telekomunikasi adalah transformasi ke masyarakat digital. Ini masa depan. Tidak lebih seminggu setelah saya serok, BR dan Vanguard melakukan pembelian besar besaran saham jenis itu.. Harga melambung. Ya saya jual. Profit taking hanya karena membaca pasar dan situasi tanpa jadi follower.


Kemudian rumor berlanjut. Ada prediksi tentang berakhirnya kapitalisme, depresi besar melanda, dan bahkan pasar saham Tamat!.. Saya senyum aja. Ketika orang menyimak apa yang disampaikan Paulson dengan nada khawatir. Saya justru tidak melihat dia panik. Gestur dia di TV biasa saja. Cepat cepat saya lakukan desk research terhadap moneter AS. “Ah AS tidak akan jatuh. Karena spare moneternya masih lebar. AS bisa ekspansi mengatasi gejolak ini.  Ada tawaran dari trader di Rusia yang ajak main forward UST. Dia percaya betul Ekonomi AS akan tumbang. Ya saya layani. Tak lama setelah itu AS mengeluarkan QE. Likuiditas banjir lagi. Saya untung lagi. Sampai kini AS baik baik saja. 


Apa yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Kalau anda ingin main di bursa. Yang pertama anda lakukan adalah jauhi media massa yang bau provokasi. Hindari sang motivator. Jangan dengar kata pejabat pemerintah yang berusaha confident market. Jangan sampai hidup anda di create oleh persepsi yang dibangun orang lain. Tanamkan dalam diri anda  bahwa anda berada di tempat berbahaya ( dangerous place ) yang memungkinkan terjadi free entry free fall. Jangan pernah percaya rumor. Focus kepada data fundamental dan perkuat skill analisa ekonomi dan moneter..Itu aja.. Kalau itu anda pahami, silahkan main dan nikmati uang mudah.


***

Tip bermain di Bursa.

Kuasai product knowledge dari emiten. Pahami critical point dari bisnis mereka. Misal, Bank, kamu harus pahami produk jasa bank itu apa. Resikonya apa? dan apa saja aturan pemerintah dan dunia yang bisa membuat kinerja bank jatuh dan kritis.


Pahami perubahan teknologi dan pergeseran pasar akibat geopolitik atau geostrategis. Ini berdampak langsung kepada dunia usaha atau emiten. Misal kebijakan zero emisi Paris agreement. Itu diratifikasi oleh semua negara. Ini berdampak kepada pengurangan pembangkit listrik batubara. Tentu mengancam bisnis tambang batubara.


Pahami pergerakan instrument investasi lain selain saham. Seperti pasar obligasi dan pasar emas. Pahami tingkat suku bunga acuan, premium CDS. Kurs mata uang. Semua itu berdampak kepada penentuan valuasi dan pergerakan saham di bursa. 


Tenang dan focus dengan intuisi berbasis data. Jangan pernah baca koran berisi komen pengamat bursa. HIndari motivator bursa, Dan jangan terpengaruh dengan confident market dari corong pemerintah. Rajin ke gereja atau ke klentang atau rajin sholat lima waktu. Minta kekuatan spiritual dari Tuhan. Dah gitu aja.



Friday, May 17, 2024

Peran otak dalam memberi



Sore hari. Tahun 83 setelah antar bon dan pembayaran kain tekstil kepada Boss di bilangan kota. Jumlah uang dan bon sama. “ Mengapa kamu tidak minta komisi? Tanya kokoh menatap aneh.


“ Dari awal kokoh engga suruh saya jual. Tetapi keluarkan stok itu dari gudang. Kebetulan bisa saya jual kepada pengrajin keset kaki di Cileduk. “ Kata saya. Ya kenapa saya harus minta komisi, pikir saya. Saya hanya bantu kokoh yang punya stok yang sudah jadi sampah di gudangnya. Dan lagi kokoh sudah seperti kakak kandung saya. Dia dan keluarganya sangat baik kepada saya. Padahal saya orang miskin dari kampung.


“Ale, ini ambil uang kamu” katanya menyerahkan uang. Saya terima dengan menyebut puja puji kepada Allah. Karena uang itu jumlahnya sama dengan harga emas 5 gram. Kemudian saya ucapkan terimakasih kepada kokoh itu. Dia senyum aja. “ Ale, saya yakin suatu saat kamu jadi orang hebat. Kamu rajin dan tahu berterimakasih.” Katanya.


Saya jalan kaki ke arah Jalan Kunir dan terus ke stasiun kota untuk naik angkot ke tempat kos. Di tengah keremangan itu saya didekati oleh wanita yang keliatannya sedang hamil. “ Mas, ngamar yok” katanya. Saya tahu wanita itu PSK. Saya berhenti melangkah. Saya lihat perutnya “ Mbak hamil ya ? “ tanya saya.


“ Ya mas. Udah jalan 5 bulan.” Katanya. Saya terhenyak. Apalagi lihat wanita itu berlinang air mata. 


“ Kenapa kerja? 


“ Saya engga ada uang.” Katanya. “ Saya butuh makan” Katanya lagi.


Saya serahkan semua uang yang tadi saya dapat dari kokoh.” Ini uangnya mbak. Saran saya jangan kerja lagi ya mbak. Kasihan dedek diperutnya.”Kata saya. Dia genggam uang dari saya itu. Dia menangis sejadi jadinya. “ Ya sekarang juga saya akan pulang kampung. Terimakasih mas..”Katanya dengan suara sesenggukan. 

“ Yang sabar ya mbak. Jaga kesehatan” kata saya berlalu. 


Saya menghelas napas. Dari awal memang saya tidak berharap komisi. Namun akhirnya saya dapat, dan itu sebenarnya bukan rezeki saya. Tuhan minta saya serahkan kepada manusia yang butuh keadilan. Namun setelah itu saya merasa sangat bahagia. Entah mengapa ? ( source MYdiary 83)

.

***

Salah satu faktor kunci yang memotivasi orang untuk memberi adalah faktor perasaan happy. Bahagia itu sederhana. Traktir teman minum kopi atau membukakan pintu untuk orang di belakang Anda, itu sudah cukup membuat anda bahagia sesaat. Namun yang jadi misteri adalah mengapa ada orang yang pelit dan ada orang yang murah hati. Ada yang sombong saat memberi dan ada yang rendah hati dalam memberi. Sebenarnya fenomena ini berkaitan dengan DNA pada manusia. Yang tentu setiap orang berbeda beda. 


Ini berkaitan dengan sel yang ada pada otak kita. Biangnya ada pada neuron. Pada neuron terkandung DNA (deoxyribonucleic acid, terdiri dari rantai molekul yang berisi materi genetik yang khas pada setiap orang). DNA merupakan informasi genetik yang kita warisi dari orang tua dan leluhur kita. Nah kalau orang tua atau buyut anda orang  yang punya empati tinggi dan suka berderma, tentu itu akan diwarisi oleh anda sendiri. 


Saat anda terniat memberi, DNA yang ada pada otak anda akan menyala dan menimbulkan elektrokimiawi, melepas hormon oksitosin, Serotonin dan dopamin. Oksitosin adalah hormon yang menciptakan rasa keterhubungan dengan orang lain, merasakan empati mendalam. Dan saat anda memberi pasti anda akan berhias senyum. Itu pengaruh dari hormon serotonin. Dan setelah anda memberi timbul rasa senang dan bahagia, itu karena hormon dopamin.


Ya, memberi dapat merangsang jalur mesolimbik otak Anda, atau pusat penghargaan, sekaligus melepaskan endorfin. Hal ini dapat mengarah pada “helper’s high” yang meningkatkan harga diri, meningkatkan kebahagiaan dan melawan perasaan depresi . Kalau ini menjadi kebiasaan, DNA itu akan terus nyala dan menjadi power yang sangat luar biasa dalam bentuk kecerdasan spiritual. Dengan kecerdasan spiritual itu membuat anda tangguh melewati segala goncangan hidup dan sabar melewati process sehingga yang sulit menjadi mudah. Yang kusut terurai sudah. Hidup pun lapang.


Kehebatan lain dari power of giving ini, yaitu mampu menimbulkan efek influencing. Saya mendidik anak dan cucu saya dengan memberikan contoh saat saya memberi bantuan kepada orang lain atau tetangga atau keluarga dekat. Saya juga menulis buku tentang " Cinta yang kuberi" temanya tentang power of giving. Itu sangat efektif mengajak orang jadi follower dalam komunitas berbagi.. Jadi anda tidak bisa mendogma orang bahwa memberi itu pahala dan imbalan surga. Tetapi anda harus lakukan sendiri dan itu akan sangat efektif mempengaruhi DNA orang lain yang tadinya padam, menjadi menyala untuk mengeluarkan hormon kebahagiaan lewat memberi. Jadi memberi itu adalah kotbah namun khotbah yang pasti efektif dan inspiratif daripada sekedar omong doang.

Survival..

  APBN itu adalah politik. Disusun dengan pendekatan politik anggaran. Pasti ada konsensus dan kesepakatan antara pemerintah dengan  DPR. Na...