Posts

Showing posts from May, 2010

Teater

Image
“Apakah kamu kecewa dengan sebuah pentas “ demikian teman saya berkata ketika usai menonton sebuah teater. Kisah tentang kebenaran yang selalu menang. Saya senang ceritanya walau ini hanya sebuah teater. Ilusi belaka. Karena apa ? Sesuatu yang tak mungkin kudapatkan didunia kalkulasi , ada di teater. Kalau orang butuh keadilan , pasti akan kecewa dengan demokrasi. Kalau orang butuh kebenaran, pasti akan kecewa dengan Hukum di Indonesia. Kita semua tahu dan paham betul dua conclusion ini. Itulah realitas yang setiap hari kita tonton, sebuah teater yang menyesakkan dada. Lebih dari ribuan tahun kekuasaan dibangun diatas kepatuhan mutlak. Kemudian tumbang ketika kepala Claude Lefort jatuh kebumi sebagai tanda dimulainya sebuah revolusi di Francis. Sejak itu, tak ada kepala yang menggiring orang kepada satu kiblat. Tokoh dibangun dari creativitas media massa untuk dijual dengan cara cara kapitalis. Dari situlah kekuasaan tak lagi punya dasar sakral. Dari situlah konstitusi di cr

SOP dalam Islam

Image
Seorang teman sempat nyeletuk ketika saya menyinggung soal SOP ( Standard operating procedure ). “ ya SOP itu sama dengan rukun Islam kita” . Saya sempat terdiam sebentar. Kata katanya sederhana. Tentu kita semua tahu tentang Rukun Islam tapi memahami Rukun Islam sebagai sebuah SOP kehidupan ini jadi lain. SOP itu biasanya didesign oleh orang yang membuat program kerja atau mesin yang membutuhkan keteraturan, keselarasan dari program atau mesin. Apabila SOP dilabrak maka mesin akan rusak. Organisasi akan kacau balau. Computer akan hang. Begitupula tubuh manusia, didesign oleh Allah dan tentu Allah tahu prĂ©cis bagaimana memastikan tubuh kita ini dapat berjalan sempurna sebagai khalifah dimuka bumi. Makanya Allah membuat SOP dalam bentuk rukun Islam. Tubuh kita terdiri dari tiga unsur. Yaitu ruh, Jiwa dan Raga. Ketiga hal ini menyatu dalam tubuh kita dan saling berinteraksi. Ketiga hal ini harus terjadi keteraturan dan keseimbangan. Ruh, adalah sesuatu yang gaip tapi ada. Jiwa dapat

al-kautsar

Image
Ketika awal Nabi Muhammad menyiarkan agama islam, tak banyak orang mau mendengarkan seruannya. Umumnya yang tertarik adalah kaum duapha dan hamba sehaya ( budak).. Para pedagang kaya raya dan terhormat di Kota Makkah mengejeknya dan kadang menyakitinya. Nabi tetap teguh dalam menyampaikan risalahNya. Tentu dalam proses perjuangan menegakan kalamulah dapat kita bayangkan tentang sesuatu yang tidak mudah. Nabi , dituntun Allah untuk terus melangkah melewati berbagai rintangan. Bahkan ketika Nabi sampai pada titik terendah semangat perjuangannya, Allah memerintahkan Jibril untuk membawa rasul menuju Mi’raj untuk menghadap singgasana Allah. Ini sebagai cara Allah meyakinkan Rasul untuk jangan lemah dan teruslah bergerak. Setelah sepuluh tahun di Madinah , setelah sepuluh tahun hijrah dari kota kelahirannya Makkah, Nabi kembali ke kota Makkah dengan 10,000 bala tantara muslim yang siap bertempur bila kaum kafir makkah mengingkari perjanjian Hudaibiya h dan tentu tujuan utama adala

Pertemuan

Image
Tahun 2003 saya pergi menunaikan ibadah Haji. Ketika itu usia saya genap 40 tahun. Saya bersyukur karena dalam usia tergolong muda saya mendapatkan kesempatan melaksanakan ritual rukun islam kelima yang memang membutuhkan phisik yang kuat. Walau keluarga dan teman teman menyarankan agar saya pergi dengan ONH plus tapi saya lebih memilih Haji Generic alias Haji Mandiri. Memang betul betul mandiri. Mengurus diri sendiri tanpa ada guide. Kami mengorganisir diri kami dengan membentuk rombongan. Tentu rombongan itu ada ketuanya. Kami menyebutnya “Karo”. Dari rombongan ini dibentuk lagi regu , yang juga ada ketuanya , disebut Karu. Anda bisa bayangkan qualifikasi anggota rombongan haji mandiri ini. Mereka bukanlah orang kaya berlebih harta. Mereka orang sederhana namun berniat besar untuk pergi haji. Diantara mereka ada yang pekerjaan sehari hari tukang sate di Tanah Abang, yang PNS bukanlah kelas pejabat tapi pegawai rendahan. Umumnya usia mereka tidak lagi muda. Rata rata diatas 40 ta

Trustee

Image
Suatu saat anda terkejut bila seseorang yang bukan “siapa siapa “ lantas menjadi “siapa” dan dibicarakan oleh orang ramai. Dia tampil di media massa , layaknya selebritis. Masuk dalam deretan orang terkaya. Dia kaya raya dengan berderet perusahaan yang terdaftar di bursa. Anda bisa saja bingung. Pemahaman tradisional bersusah susah dahulu, senang kemudian tak terdengar lagi. Mereka tampil dalam prinsip, bersenang senang dahulu dan , senang selamanya kemudian. Kalau orang berlayar harus berakit tapi dia tak butuh berlayar karena dia ada jet first class yang dapat melintasi samudera luas. Siapakah mereka itu dan mengapa mereka tampil begitu cepat? Sebetulnya keberadaan mereka tak lebih karena sebuah fenomena management. Dulu sebelum IT system melilit dunia jadi satu, konglomerasi diperlukan untuk menjaring orang dan mengontrol orang secara phisik. Holding company diperlukan untuk membuat orang berbaris lurus kearah kiblat yang sama. Tapi sejak IT system dengan database online terh