Posts

Showing posts from April, 2021

Wahyu dan Zaman

Image
  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat wahyu berada dalam lauhul mahfudz, dan inilah yang kemudian ia sebut dengan term ummu al-kitab. Sedangkan saat wahyu verbal bertransformasi menjadi mushaf maka sisi dan dimensi wahyu telah berubah, dan faktor pengubahnya adalah tindakan, respon dan interaksi manusia terhadap wahyu. Sehingga nilai kebenaran wahyu tidak lagi terjaga, dan bisa dikatakan bahwa nilai ke- otentikan wahyu telah berubah karena berada dalam ruang lingkup sejarah dan sosial antropologi manusia.  Apa mau dikata. Al-Quran sebagaimana kitab suci lainya, memang ilham agung. Tapi Al Quran adalah kalâm al-âti yang masuk menjelma kalâm al-lafz, dan akhirnya “turun” ke dunia bahasa di muka bumi. Bahasa memang mudah multikeliru. Yang bisa membuat orang berjarak walau duduk bersedekat. Misal percakapan antara Udin dan Sukri tak akan melebur Sukri ke dalam Udin, dan begitu juga sebalikn

Magic Word

Image
  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah ibu saya berkata” Kamu bego sih.” atau “ udahlah terima aja nasip. Kamukan disleksia. “ atau “ kamu sih nakal dan tidak bisa bergaul.” Kalau salah satu kalimat itu ibu saya katakan. Saya yakin saya akan gagal di rantau dan pulang kampung sampai menua dalam kekalahan. Tetapi ibu saya selalu memberikan semangat “ Kamu anak kebanggaan Amak. Jeli paling pinter matetimatika dibandingkan adik adik. Jeli harapan amak yang selalu amak doakan siang malam. Dan selalu ditutup dengan kalimat, jangan lupa sholat. Banyak orang berubah bukan karena peristiwa tetapi karena magic world. Kadang hanya kalimat sederhana tetapi disampaikan pada moment yang tepat, itu bisa mengubah segala galanya. Waktu saya bangkrut. Saya merasa tak berguna. Dalam kebingungan di halte bus. Saya bertemu dengan teman lama. Dia berhentikan kendaraanya disamping saya. Dia ajak saya pergi ma

Kapitalime agama.

Image
  Samad kecewa dengan kehidupan yang penuh dengan kemaksiatan. Dia bertekad menjauh dari hiruk pikuk kehidupan dunia transaksional serba kapitalis. Kehidupan penuh korup. Politisi yang hipokrit. Dia ingin mencari Tuhan.  Lewat tafakur dalam kesunyian. Pergilah dia ke sebuah desa yang jauh dari kota. Pagi hari dia masih mendengar burung berkicau. Embun yang menetes jatuh dari dedaunan. Hamparan hijau yang membuat hati dan pikirannya tenang. Ah ternyata untuk bahagia itu tidak perlu mewah. Tuhan memberikan mata dan hati. Alam menterjemahkannya untuk kebahagiaan manusia. Untuk hidupnya, dia beternak ayam. Tetangga jauh datang. Mereka memberinya seorang pembantu wanita. Wanita muda yang tak cantik rupawan. Bibir sumbing. Sepertinya keluarga wanita itu hanya ingin melepas beban dari putrinya yang cacat dan tidak ditengok pria. Samad senang. Apalagi keluarga perempuan itu menghadiahinya sepasan kambing. Kebaikan dan kemudahan selalu datang dari ketulusan dan iman. Itulah yang tidak ada dalam