Posts

Showing posts from July, 2012

Keadilan buat semua

Image
Dua bulan lalu dalam satu kesempatan saya diajak teman dalam presentasi project pembangunan kawasan di China. Teman ini sebagai team perancang pembangunan kemunitas. Jadi spesialisasinya bukan dibidang pembangunan phisik tapi adalah pembangunan social budaya kawasan. Mengapa diperlukan team ahli soal social dan budaya ? Pertanyaan ini saya ajukan keteman karena biasanya pembangunan kawasan lebih kepada pendekatan marketing. Bagaimana design bangunan, infrastruktur dan daya tarik lainnya yang sehingga membuat orang merasa modern tinggal dikawasan itu, dan akhirnya membeli. Teman itu tersenyum sambil menjelaskan bahwa kawasan itu dibangun untuk manusia , bukan untuk hewan. Maka pendekatan design kawasan haruslah sesuai dengan culture yang sudah exist di wilayah itu. Bila pembangunan tidak memperhatikan factor culture maka yang ada tak lebih seperti tubuh/jasad tanpa ruh. Banyak sudah contoh betapa project pembangunan kawasan menjadi kawasan exlusive yang tak memberikan dampak berga

Akhir yang baik...

Image
“Kerendahan hati merupakan cerminan kecerdasan spiritual seseorang. Pribadi yang rendah hati dan pandai menghargai orang lain adalah pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi. Unsur penting yang diperlukan dalam pembentukan karakter pribadi mulia.” *** Kemarin malam saya dapat kabar dari teman bahwa sahabat saya terpilih sebagai walikota disebuah kota di Sumatera Barat. Saya sempat terkejut. Karena sepengetahuan saya sahabat ini tidak pernah cerita banyak soal niatnya menjadi Walikota. Bahkan dua minggu lalu, dia masih sempat bersama rombongan Pemerintah dan DPR ke Beijing untuk urusan Negara. Artinya kalau memang ada niat untuk ikut dalam PILKADA tentu tidak mungkin dia berangkat ke Beijing. Apakah memang dia tidak serius dan akhirnya tidak punya pilihan bila dia terpilih sebagai walikota dalam PILKADA ? Kebetulan saya lagi diluar negeri, untuk itu saya langsung menelphonenya melalui saluran international. Saya mengucapkan selamat dan pembicaraan cukup singkat karena dia

Miskin karena malas ?

Image
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie . Saat menjadi pembicara dalam seminar Badan Eksekutif Mahasiswa-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-nusantara di kampus Unipdu Rejoso, Peterongan, Jombang, Minggu (8/7/2012), Marzuki Alie mengatakan, "orang miskin itu karena salahnya sendiri, karena dia malas bekerja. Selain itu, petinggi partai Demokrat itu mengurai persoalan kemiskinan sebagai persoalan pribadi (personal). Katanya, tidak ada orang miskin  yang disebabkan oleh orang lain. "Salah sendiri malas. Kalau mau usaha, pasti tidak miskin," demikian katanya.  Benarkah begitu?  Satu kesempatan saya bertemu dengan teman dalam suatu acara investment road show yang berkaitan dengan satu project di Indonesia. Teman ini seorang fund manager yang bekerja di Shanghai. Dia mengatakan karena budaya malas dari pejabat Negara lah yang memungkinkan pasar investasi untuk pengelolaan sumber daya Alam ini terjadi. Saya sempat terkejut. Lanjutnya, bagaimana  mungkin begitu kay

Ekonomi kearifan

Image
Waktu di pesawat disebelah saya duduk pria bule. Awalnya kami bersediam sambil asyik dengan buku bacaan masing masing. Namun satu jam dalam penerbangan, dia menegur saya dengan menanyakan buku yang sedang saya baca. Saya perlihatkan buku itu yang berjudul the great Arab Conquests . Dia tersenyum sambil menanyakan apakah saya muslim. Saya mengangguk dengan tegas. Dari sini kami mulai asyik berbicara. Barulah saya tahu bahwa dia seorang banker yang mempunyai posisi sebagai VP di Singapore. Dia berkeluh kesah karena keadaann ekonomi global yang tidak kondusif. Dia juga menyalahkan system ekonomi saat ini yang merantai tangan pemerintah untuk perkasa mengatur. Saya hanya diam sambil mengaminkan. Namun ada yang mulai membuat saya tertarik untuk memberikan perjelasan ketika dia menyinggung tentang keberadaan Bank syariah yang katanya hanyalah symbol agama dalam marketing business perbankan. Essensinya tetap tidak beranjak dari system perbankan konventional. Saya katakan kepadanya bah

Menakjubkan...

Image
Bunga (24), sebut saja namanya begitu. Warga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Bunga, adalah wanita dan terlahir dari keluarga miskin. Dia bekerja diluar negeri karena situasi mengharuskan dia bekerja untuk membantu meringankan beban keluarganya yang dihimpit kemiskinan. Namun, bernasib kurang beruntung. Niat memperbaiki ekonomi keluarganya pun lenyap, setelah Bunga diperbudak untuk memenuhi syahwat si hidung belang. Tentu dia tahu dosa, dia rasakan penderitaan dari setiap sentuhan pria yang menidurinya. Tiga tahun derita itu dilewatinya dan kembali pulang tanpa uang. Dokter telah memfonisnya bahwa dia terinfeksi virus HIV yang mematikan itu. Bukan hanya soal sakit yang dideranya tapi rasa terhina dan bersalah akan dosanya yang membuat dia depresi. Bunga tidak sendirian yang mendulang derita tak bertepi, Ada banyak Bunga Bunga lain yang menjadi korban kebejatan moral dan akhlak. Bukan hanya di