Wednesday, October 13, 2021

Persahabatan …?

 




Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada protes dan marah. Saya diamkan saja surat itu. Saya tahu suasana batinya sedang tidak nyaman.  Apapun alasan saya tidak akan dia bisa terima sebelum keinginanya depak Florence tercapai. Saya percaya dia sahabat saya, yang tentu dia sangat paham sifat saya. Sayapun sebaliknya juga harus memahami suasana hatinya.  Perasaan tidak aman, kadang membuat orang berpikir diluar dirinya. Itu biasa saja. 


Saya sudah membuat keputusan menempatkan Florence sebagai Preskom dan itu jelas pertimbangan profesional, bukan emosional. Saya bisa membedakan di mana Florence berdiri dan dimana  Yuni. Tentu tidak elok saya menentukan mana yang baik dan mana yang tidak. Yang jelas masing masing punya alasan bagi saya untuk bersikap. 


Florence mengenal saya disaat saya sebagai pemula dalam bisnis. Berbeda denga Yuni ketika bertemu saya, saya di puncak usia emas saya. Florence tahu saya pria yang lemah. Mudah kalah dan mengalah.  Tidak bisa bersikap tegas. Kadang terkesan tidak berani berkata tidak. Mudah dimanfaatkan.


Dia selalu hadir disaat saya sangat membutuhkan dukungan moral Di saat saya dalam gelap, dia datang membawa lilin. Ketika saya  limbung, dia menyediakan tubuhnya untuk menopang saya agar tidak jatuh. Ketika orang meragukan saya, dia menguatkan saya. Tidak pernah mengadili saya kecuali mengarahkan cahaya kepada saya.  Walau dia pernah menikah dengan pria bukan saya, dan akhirnya perceraian terjadi, dia tidak pernah menyesali sebagaimana dia tidak menyesali memilih tidak menikah dengan saya. Namun 35 tahun persahabatan kami selalu terjaga.


Saya tidak mengatakan bahwa Florence melakukan itu semua karena dia pecundang di hadapan saya. Justru karena sikap tidak mementingkan diri sendiri dan tampa berhitung apa yang telah dia korbankan , sebenarnya dia membangun rasa hormat,  yang menumbuhkan keyakinan dan kerpecayaan saya kepadanya tanpa syarat.  Dari itu semua, tetap Istri saya di rumah tidak bisa bandingkan dengan Florence. Karena satu hal yang tidak pernah dimiliki oleh Florence? apa ? Dia tidak pernah berani menikah dengan saya. Sementara istri saya, adalah wanita pertama yang berani menikah   karena Tuhan, bukan karena cinta manusia yang selalu bersyarat. 


Kamu tahu Yun, Manusia memang lemah. Persahabatan adalah jembatan yang dibuat oleh manusia. Jembatan selalu lapuk. Janji biasa inkar. Karenanya ongkos persahabatan kadang dibayar dengan airmata dan keluhan yang tak sudah. Tetapi menikah karena Tuhan adalah jembatan persahabatan yang dibuat oleh Tuhan. Jembatan yang sangat kokoh, tak lapuk karena hujan, dan tak lekang karena panas. Dan itu jelas tidak mudah dan tidak sederhana. Butuh kekhlasan dan sabar tak bertepi…Paham kan sayang..

Sunday, October 03, 2021

Mental Kaya.

 



Kemiskinan itu bukan karena pendidikan, atau keturunan. Tetapi karena mindset. Atau sikap mental. Ciri orang yang bisa bebas dari kemiskinan adalah sebagai berikut:

Punya rasa hormat. Bekerja atau bisnis bukan sekedar mencari uang tetapi berjuang untuk mendapatkan rasa hormat. Artinya apa yang kita lakukan ada muatan moral dan harga diri. Sehingga kita tidak perlu merasa kecil hati kalau sarjana pada awal bekerja  hanya kebagian kerja yang remeh remah. Tidak perlu merasa rendah kalau harus mengawali bisnis berdagang kaki lima, atau jadi salesman panci. Tidak merasa rendah bila harus merendahkan diri untuk melayani konsumen atau boss..Punya kesabaran dan passion melewati setiap hal, walau kecil sekalipun.

Percaya bahwa semua tidak mudah dan murah. Uang atau harta yang kita dapat adalah reward dari proses yang tidak mudah. Kalau ada yang menawarkan too good to be true, anda mudah sekali menerima, maka itu sudah mental miskin. Tapi kalau anda tidak meresponse nya maka anda sudah menepak jalan mental pemenang. Memang tidak mudah tapi kita belajar mendaki untuk sampai diatas bukit walau harus melewati blukar dan onak. Kadang terjatuh. Kadang terluka. Tetapi dengan melewati proses itu, kita tahu artinya kesuksesan dan tahu arti mencintai.

Kemauan untuk belajar. Belajar bisa darimana saja. Tetapi jangan belajar dengan orang saya setara dengan anda. Jangan belajar dari pengeluh. Jangan belajar dari orang yang pemalas. Belajar dari orang yang kaya effort dan berpikir positif. Kemauan untuk menerima hal yang baru, dan haus akan informasi dari beragam sumber. Diskusi dengang orang yang  memungkinkan anda mendapatkan ilmu baru dan pengetahuan baru. Yang membuka jalan anda menuju mata air. Itu lebih berarti daripada uang. Karena pengetahuan membuat anda lebih bijak bersikap, tahu makna berkompetisi. 

Hidup sederhanaKetika anda berpikir untuk jadi orang kaya, maka saat itu juga anda masuk jebakan dunia kapitalis.  Anda tidak akan pernah kaya. Karena sikap itu membuat anda cepat sekali melihat resiko dan menghindar.  Sikat rakus !Anda tidak akan pernah memulai untuk sesuatu yang bernilai. Kalau ada jalan yang mudah dan murah, anda akan cepat sekali mengejarnya, walau itu hanya sekedar ilusi semacam too good to be true. Hidup sederhana adalah bersikap sederhana, bahwa hidup bukan apa yang kita pikirkan tetapi apa yang bisa kita perbuat. Bukan apa yang kita dapat, tetapi apa yang kita beri. Bukan apa yang kita pelajari tetapi apa yang kita ajarkan. Hidup bukan mengejar jumlah tetapi nilai. Kelengkapan diri.


Dengan sikap mental tersebut, Selama jantungmu berdetak lebih cepat, kenapa tidak bertindak lebih cepat? Daripada hanya berpikir, kenapa tidak sekalian dikerjakan? Ingat! semua orang miskin di dunia ini, karena satu kebiasaan yang sama. Seluruh hidup mereka dihabiskan dengan menunggu untuk hal yang mudah dan murah. Selalu ada waktu menyalahkan di luar dirinya. 


Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...