Posts

Showing posts from September, 2014

Sistem atau akhlak?

Image
Ada SMS “When the world is ready to fall on your little shoulders, And when you're feeling lonely and small, You need somebody there ..” saya tersenyum. Wenni selalu begitu bila dia ingin bertemu dengan saya. Petikan lagu   you are only lonely adalah ciri khasnya untuk mengingatkan kepada saya bahwa dia tidak sendirian. Dia sahabat saya. Sehebat apapun rezim  itu, pada akhirnya mereka akan jatuh. Demikian katanya. Apa penyebabnya? Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Harvard's Center for Public Leadership bahwa krisis ekonomi di Amerika dan kemudian merambat ke Eropa serta dunia karena akibat dari krisis kepemimpinan. Seluruh lembaga trias politica yang tergabung dalam sistem demokrasi mengalami demoralisasi kepemimpinan. Albert Hirschman mengatakan dalam esainya, Against Parsimony: Three Easy Ways of Complicating Some Categories of Economic Discourse : ketika politik mengabaikan moralitas dan semangat bermasyarakat, public spirit, dan hanya mengandalkan gairah mengej

Kesendirian...

Image
Tadi pagi seusai sholat subuh berjamaah, istri saya berkata kepada saya bahwa hanya masalah waktu sibungsu kami akan juga berumah tangga. Maka dirumah hanya tinggal kami berdua saja. Bila saya keluar negeri maka istri akan tinggal dirumah sendirian. Nampak wajahnya murung namun hanya sebentar. Dia kembali tegar dan berkata bahwa andaikan saya dipanggil Allah lebih dulu , dia tidak akan pernah meninggalkan rumah ini. Dia tidak mau jauh dari kamar tidur kami. Dia akan nikmati kesendirian dengan damai sambil berdoa untuk anak cucunya, serta berharap tubuh tetap sehat untuk bisa pergi menengok anak cucunya, kapanpun dia mau. Dia berharap sayapun akan melakukan hal yang sama bila dia panggil Allah lebih dulu. Saya hanya tersenyum mendengar celoteh istri sepagi ini. Namun saya dapat merasakan kekawatiran sangat pada dirinya tentang kesendirian yang pasti dijemput dan dirasakannya. “ Mbak pulang kekampung karena orang tuanya sakit. Semoga orang tuanya cepat sembuh dan mbak cepat kembali kerj

Pemilihan Tidak Langsung

Image
Di China tidak ada PEMILU.Partai hanya satu. Dimanapun orang berada kiblat hanya satu yaitu Komunis. Kemananpun wajah dihadapkan maka yang nampak hanyalah Partai. Apakah china tidak menerapkan Demokrasi? satu saat teman saya di China pernah bilang bahwa dia ditunjuk sebagai anggota Kongres Rakyat semacam Dewan Kota, yang bertugas membuat UU dan Peraturan Kota. Penugasan ini bukan karena dia anggota Partai Komunis , bukan pula karena ia pejabat Pemerintah kota tapi karena kedudukannya sebagai ketua salah satu Asosiasi bisnis tingkat kota,yang otomatis melegitimasinya menjadi  anggota Kongres Rakyat (KR). Anggota KR ini memang terdiri dari para pemimpin komunitas /asosiasi tingkat kota, seperti komunitas Pengusaha Angkutan,Jasa kontruksi, Pedagang , Petani , Guru dll , tapi tetap menyisakan sepertiga anggota itu berasal dari kader Partai Komunis dan militer sebagai penyeimbang. Mereka bermusyawarah untuk menetapkan berbagai kebijakan tingkat kota tanpa ada istilah voting. Anggota KR yan

Soetarni Njoto

Image
Pada Jumat 5 September 2014, Soetarni Njoto tutup usia, pada usia 86 tahun. Siapakah Soetarni? Soetarni berasal dari keluarga ningrat Mangkunegaran , Solo. Ia hanyalah ibu Rumah Tangga yang sederhana. Ketika suaminya menjadi pejabat negara dan politisi,  dia tidaklah sesibuk sebagaimana ibu pejabat, apalagi menghabiskan dana miliaran di luar negeri. Waktunya habis untuk mengurus 7 anaknya. Suaminya adalah Njoto. Menurut diskripsi TEMPO,Njoto adalah nama yang nyaris tak menyimpan pesona. Njoto, anak seorang pengusaha kaya, berkacamata tebal, yang dianggap Bung Karno seperti adik sendiri adalah seorang penulis naskah pidato Presiden Soekarno. Njoto berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis dan piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu ”pro-rakyat” dan menggelorakan ”semangat perjuangan”. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme , tapi tak menganggap yang ”kapitalis” harus selalu dimusuhi. Hidupnya pun be

Pengorbanan...

Image
Deng Xioping? Itu yang kamu maksud? Kata teman saya sambil memejamkan mata sipitnya seakan membayangkan sesuatu. Deng adalah orang yang praktis, katanya kemudian. Deng tidak peduli dengan heroisme revolusioner. Deng tidak mau menyibukan diri dengan panduan politik Mao Tse Tung. Makanya tidak aneh sepanjang karirnya, Deng tiga kali dipecat, tiga kali ditahan oleh rezim Mao. Deng  dapat dipastikan bukan seratus persen komunis namun tentu bukan seorang kapitalis. Deng tidak percaya dengan mimpi komunis untuk lahirnya masyarakat yang berkeadilan sosial sesuai dengan standard partai. Manusia punyai cara tersendiri berdamai dengan realita untuk menentukan definisinya tentang keadilan sosial yang diinginkannya. Yang penting negara harus hadir ditengah kebebasan itu agar yang kuat tidak menindas yang lemah, dan yang lemah dapat berkembang. Tidak ada elite politik yang melirik Deng ketika Mao tutup usia, kecuali Tentara Pembebasan Rakyat ( TPR). TPR sadar bahwa negara tidak bisa dibangun denga