Posts

Showing posts from April, 2013

Ustadz Jeffry...

Image
Uje atau Ustadz Jeffry Al Buchori tutup usia akibat peristiwa kecelakaan bermotor dijalan raya. Ribuan pengiring jenazah mengantarnya ketempat peristirahatan terakhir. Ustadz Jeffry adalah icon anak muda yang sukses sebagai Dai dikota besar. Sebelum menjadi Dai, dia sempat terjerumus oleh budaya kota yang brengsek. Ketika dia bertobat, dia menemukan dirinya dan mengabdikan dirinya untuk dakwah. Berkat media massa, ia menjadi populer layaknya selebritis. Program acaranya di TV mendapat rating tinggi. Business travel menjual paket super plus untuk  Umroh bareng ustadz Jeffry, laku keras. Di Jakarta ada ratusan masjid. Ada ratusan majelis taklim. Ada ratusan kelompok pengajian. Yang kesemuanya membutuhkan Dai sebagai pencerah. Kehadiran Dai berkelas selebritis dalam suatu acara sudah menjadi trend image bagi komunitas kelas menengah atas. Dan tentu semua berhubungan dengan business yang dikelola secara managerial. Dari kegiatan berdakwah itu rezeki mengalir deras sehingga  membuat dia

Percaya kepada Dukun...?

Image
Saya sering disarankan teman untuk bertemu dengan dukun hebat yang bisa membuat harapan menjadi kenyataan. Yang bisa tahu masa depan bisnis yang akan saya jalankan. Atau mengetahui siapa saja yang baik untuk dijadikan mitra bisnis. Atau membuat orang lain lunak dan akhirnya menurut akan keinginan saya. Semua itu saya tolak dengan tegas.  Selama 30 tahun dalam bisinis saya tidak pernah percaya dengan dukun. Mengapa ? Karena profesi dukun adalah profesi yang bersaing dengan “Allah” dan bertemankan Iblis atau jin. Sebuah profesi yang hanya bisa efektif apabila orang percaya lahir batin. Sebagai umat islam , saya hanya percaya kepada Allah. Setiap sholat , lima kali sehari saya berikrar bahwa Hidupku , sholatku, matiku hanya untuk Allah ( Q.S Al An’aam : 162.). Hanya kepada Allah kami menyembah dan meminta tolong ( Al-Fatihah: 4). Karenanya tidak perlu perantara untuk meminta tolong kepada Allah. Saya  bisa langsung minta kepada Allah (An-Nisa`: 36). Kaum sufi mengatakan bahwa ketika ora

Makna hidup

Image
" Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" ( Surat Yusuf ayat 87) *** Bulan lalu kakak ipar saya meninggal dalam usia 61 tahun. Yang saya tahu bahwa seumur hidupnya tidak pernah sakit parah. Dia tidak ada penyakit genetic seperti kolestrol, asam urat , diabetes.  Jadi wajar bila berita kematiannya membuat saya terkejut, apalagi menurut cerita bahwa hanya satu hari dia diopname di rumah sakit, nyawapun melepas dari raganya.  Jauh sebelum dia meninggal, saya memang melihat wajahnya semakin pudar.  Saya tahu bahwa dia lelah dan merasa kalah dalam usia menjelang senja. Karena melihat keadaan anak anaknya yang tak ada satupun yang mapan. Kehidupan ekonominya yang juga semakin buruk. Sementara istrinya kena diabetes yang  berkali kali masuk rumah sakit. Dia pernah mengatakan dia merasa putus asa. Sejak itulah , dia acap murung dan menyalahkan orang lain.  Padahal semua masalah dia menjadi tan

Usia senja...

Image
Hari minggu ini ada acara arisan keluarga besar Haji Kloter 26 tahun 2003. Tak terasa telah sepuluh tahun kebersamaan kami sejak dipertemukan Allah dalam satu rombongan keberangkatan ke tanah Suci.  Ketika itu usia saya tepat 40 tahun. Mungkin saya termasuk  jemaah haji termuda dirombongan itu. Karena terbukti kini semua teman satu rombongan haji yang PNS sudah pensiun dan rata rata usia mereka diatas 55 tahun. Seperti biasanya , dalam acara pertemuan itu, diadakan tauziah namun tidak mengundang ustandz khusus. BIasanya salah satu kami akan tampil sebagai penyampai tauziah itu. Ya, kami menyebut saling mengingatkan apa yang harus kami ingat untuk mempertebal keimanan. Yang menarik dalam pertemuan kali ini adalah tauziah yang disampaikan oleh Pak Haji Taufik. Dia menyebut tentang makna umur dan perjalanan menuju usia menjelang ajal.   Dalam tradisi Islam, usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu 1) periode kanak-kanak atau thufuliyah, 2) periode muda atau syabab,

Pilihan hidup...

Image
Ketika itu musim dingin di Shenzhen, China. Teman menjemput saya di Hotel untuk makan malam di rumahnya. Menurutnya istrinya sudah menyiapkan makanan yang lengkap dan semua dijamin tidak ada babi. Dia tahu bahwa saya muslim yang memang tidak dibenarkan mengkonsumsi Babi. Sebelum sampai dirumah, dia mampir terlebih dahulu ke kawasan louho.Kendaraan berhenti dipinggir jalan dan minta saya tetap dikendaraan.  Dia keluar sambil setengah berlari kearah jembatan penyeberangan. Saya perhatikan dari kejauhan dia menghampiri pedagang ikan hias.Pedagang itu seorang wanita bersama anaknya yang masih balita. Ternyata teman itu tidak membeli ikan hias tapi membeli lumut untuk makanan ikan hias dirumahnya. Menurutnya walau aparatement nya kecil namun dengan adanya aquariujm membuat suasana rumah menjadi lapang. Pikiran saya masih kepada pedagang ikan hias itu. Dalam cuaca dingin dimalam hari, dia masih bertahan untuk menjual sesuatu yang hampir tidak mungkin ada yang berminat untuk membelinya. Ka