Posts

Showing posts from November, 2020

Terorisme dan kompromi politik.?

Image
  Dari media digital lokal ( Kailipost) saya mendapatkan kronologis peristiwa aksi terorisme. Kejadian bermula pada pukul 07.30 WITA saat sumber dan saksi Sdri. Nei yang sedang sarapan pagi bersama suaminya Yess ( korban) melihat ada sekitar 10 Orang Tak Dikenal ( OTK) yang mendatangi rumah milik warga bernama Naka yang berada di Dusun 5 Tokelemo Desan Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Nei melihat langsung suaminya yang sebelumnya sudah terikat digorok menggunakan parang dan kemudian dipotong bagian belakang. Pinu ditebas. Naka dibakar hidup hidup di rumahnya. Nasip Naka sama dengan PEDI yang meninggal terbakar di rumahnya. Total korba Jiwa ada 4 orang. OTK dalam aksinya membakar fasiltas pos pelayan, rumah yang biasa dipakai untuk ibadah  serta 6 rumah warga dibakar. Aparat untuk sementara menduga pelaku adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Walaupun mereka menyebut islam. Namun jelas perbuatan mereka tidak sesuai dengan Al Quran. Katakanlah: ‘Tuhanku hanya m

Politik Baliho dan TNI terlibat.

Image
  Jauh sebelum MRS datang dari Makkah, baliho tentang dirinya sudah ada. Di tempatkan hampir di semua sudut kota. Bahkan di kawasan perumahan, baliho itu hanya sejengkal dari pos Polisi. Semua diam. Padahal semua tahu. Jangankan pasang baliho besar,  reklame nempel di gedung atau ruko punya sendiri saja, tak lama sudah ada petugas Pemda menanyakan izin reklame. Kalau tidak ada izin, reklame itu harus diturunkan. Mengapa ? karena reklame, billboard, baliho itu salah satu sumber PAD pemda. Tetapi anehnya khusus untuk baliho MRS, Pemda tidak punya nyali bersikap tegas. Kalau diturunkan oleh satpol PP, tak lama akan dipasang lagi oleh FPI.  Sepertinya FPI/ MRS mempermainkan kekuasaan Pemda. Suatu pembangkangan sipil terjadi di depan aparat dan secara vulgar disaksikan oleh rekyat : betapa pemerintah kalah oleh Ormas. Saya tidak yakin FPI punya kekuatan begitu besar tanpa ada dukungan  politik real. Siapa itu? ya Partai. Setelah mereka desain, MRS dipulangkan ke tanah air. Mereka diam nonto

Khilafah bukan solusi...

Image
  Pendahuluan. Nabi Muhammad punya tiga putra. Dua dari istri pertamanya, khadijah. Satu dari Istri, Mariah Qibtiyah. Tetapi takdir bagi ketiga putra Rasul itu tidak berumur panjang. Dua putra dari istrinya Khadijah yaitu Abul Qasim, meninggal dalam usia dua tahun. Abdullah, meninggal dunia setelah lahir beberapa hari. Sementara dari istrinya Mariah Qibtiyah, putranya bernama Ibrahim meninggal dalam usia 16 bulan. Seandainya ketika Nabi Muhammad wafat punya putra yang ditinggalkannya , sejarah khilafah 4 mungkin tidak akan pernah ada. Artinya, dengan tidak adanya putra nabi penerusnya maka sumber fitnah dikemudan hari terhadap Islam tidak terjadi. Tidak akan ada orang mendewakan keturunanya dan bahkan mengangkatnya sebagai nabi atau imam besar.  Mengapa ? Secara budaya Arab atau penganut adat patriakat, garis keturunan itu ada pada pria, bukan wanita. Hasil penelitian Genetika diabad modern sekarang, memang membuktikan bahwa meski anak mewarisi DNA dari ayah dan ibu, namun GEN  ayah le

Beragama atau beriman

Image
  Pada suatu masa ada dua pemikiran yang saling bertolak belakang. Satu kelompok yang berkeyakinan bahwa iman tidak bisa didasarkan kepada akal, hanya pada wahyu. Fungsi akal hanya untuk mendukung wahyu.  Satu kelompok lain berprinsip lain. Bahwa iman tanpa akal itu salah. Mengetahui Tuhan dan kewajiban mengetahui Tuhan harus melalui akal. Kemampuan akal dalam mengetahui kedua hal tersebut sesuai dengan ayat-ayat Al Qur'an yang memerintahkan agar manusia menggunakan akalnya. Kedua kelompok ini tak henti berdebat.  Mungkin sampai sekarang kedua kelompok ini berada di zona berbeda. Yang menggunakan akal disebut dengan kaum sipilis ( Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme dan Sosialisme). Kaum moderat. Sementara yang hanya berbasarkan wahyu disebut kaum ittiba' , yang keimanannya atas dasar pendapat-pendapat yang datang dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabat  atau ulama. Singkatnya apa yang dikatakan rasul, para sahabat, ulama itu sudah benar. Engga boleh didebat dengan akal.