Posts

Showing posts from October, 2011

Berkorban...

Image
Semua tahu akibat politik Apartheid oleh penguasa kulit putih di Afrika Selatan , Mandela harus mendekam di penjara pulau Robben selama 27 tahun dan baru merasa udara kebebasan ditahun 1990. Namun ketika dia dibebaskan dan kekuasaan ada ditangannya, yang pertama kali dilakukannya adalah “memaafkan lawan politiknya. Kalau saya melakukan hal yang sama sebagaimana mereka pernah lakukan kepada saya, maka itu tidak ada bedanya antara saya dengan mereka. Demikian ungkapan Mandela yang terkenal dalam buku “P laying the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Changed a Nation ’, karya pengarang John Carlin . Apa jadinya bila Nelson Mandela tidak memaafkan lawan politiknya ketika dia berada dipuncak kekuasaanya sebagai president Afrika Selatan? Saya yakin kehidupan politik Afrika Selatan tidak akan seperti sekarang ini. Semua tahu bahwa Abu Sofian adalah tokoh kafir yang berada digaris depan memusuhi Rasul. Ketika perang Uhud, paman Rasul gugur ditangan budak Abu Sofian. Konon ceritany

Sikap

Image
Didepan gate imigrasi China, saya baru menyadari bahwa passport saya rusak. Sebelumnya saya tidak tahu.Mungkin perlakuan kasar petugas Imigrasi Eropa TImur yang membuat cover dalam passport saya terlepas dari jahitannya. Menurut aturan International memang mengharuskan saya untuk mengganti passport tersebut dengan yang baru. Pihak Imigrasi China menyarankan saya untuk menghubungi pihak kedutaan atau consulate terdekat. Namun mereka tetap mengizinkan saya untuk keluar dari Beijing menuju Guangzhou . Sesampai di Guangzhou saya menghubungi pihak consulate untuk mendapatkan passport baru. Proses pengurusan berlangsung dengan cepat. Karena terkesan akan kesigapan petugas consulate itu, saya memberi uang sebagai tanda simpati saya. Namun ditolaknya dengan ramah “ Tidak usah Pak, Saya malu sama pak SBY” Dikesempatan lain, saya berurusan dengan petugas PEMDA Tangerang untuk mendapatkan IMB. Pejabat yang bertugas melayani pengurusan IMB itu menerima saya dengan ramah. Setelah melampirkan des

Bersyukur...

Image
Ketika kunjungan ke Dongwan, memang terasa sekali geliat kota ini tidak sama dengan lima tahun lalu. Menurut teman sejak global crisis tahun 2008 , lambat namun pasti satu demi satu pabrik yang berorientasi eksport bertumbangan. Tentu meninggalkan masalah yang tidak kecil, seperti pemutusan hubungan kerja dan juga berimbas kepada rekanan pabrik yang selama ini hidup bergantung dengan kegiatan produksi pabrik. Kehidupa kota juga berpengaruh besar. Banyak toko yang tutup karena lesunya konsumen. Banyak apartament yang ditinggalkan oleh penghuninya. Tempat hiburan yang kehilangan geliat konsumen asing dan semakin meredub seiring semakin ketatnya pemerihtah membatasi jam kerja tempat hiburan. Dongwan adalah symbol pertumbuhan kota yang bertumpu pada industry borientasi eksport dan jasa, yang akhirnya harus menerima nasip sebagai bagian dari crisis dunia. Sahabat saya yang juga pengusaha di China , saya tanyakan solusi apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah china dengan situasi ini. T

Pilihan

Image
Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking.Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary,” Demikian yang dikatakan oleh steve Jobs pendiri Apple pada tahun 2005. Namun kata kata itu sulit dimengerti ketika Apple menuntut Samsung dibanyak Negara atas smartphone Samsung Galaxy S yang merupakan desain iPhone3. Apple meng claim bahwa Samsung melanggar tujuh paten yang berhubungan dengan layar sentuh perangkat Galaxy seperti 'memahami gerakan pengguna, termasuk memilih, bergulir, mencubit dan zooming. Samsung juga menyalin tiga paten pada desain, termasuk wajah hitam datar dari iPhone dan iPad, Samsung menghadapi gugatan Apple di banyak Negara. Setelah beberapa bulan bertarung di pengadila

Istri dirumah

Image
Satu saat teman cerita. Sedang asyik dikamar kerja , terdengar teriakan istri menyuruh dia makan. Kerjaanpun terhenti dan hilang mood untuk meneruskan. Ketika usai makan, sedang asyik duduk santai didepan TV , kembali istri ngomel minta agar dia kurangi merokok. Rokokpun suda tak nikmat lagi dibawah omelan itu. Baru mau istirihat siang, istri kembali memperingatkan jangan tidur siang sebelum sholat lohor. Tidurpun tertunda dan rasa kantuk terhalau untuk segera sholat. Ketika sore ada niat ketemu dengan teman namun istri minta ditemani belanja ke Carrefour . Setiap mau memilih barang, selalu diiringi dengan sikap istri yang berkata “ engga perlu itu!“. Lihat yang lain “ udah , entar dibeli lupa makannya”. Jadi semua tak boleh. Hanya dia yang boleh. Jadi benar benar hanya sebagai pendamping tanpa hak otoritas membeli. Ok lah. Ketika hidup dilanda badai dan goncangan datang. Lanjut cerita teman itu. Kesulitan ekonomi mulai membuat layar bahtera rumah tangga miring dilamun ombak. Ada r