Saturday, September 22, 2012

Jokowi, inspirasi...




Mungkin berkah tak terhingga bagi Rakyat Francis ditengah krisis global yang melanda negerinya adalah tampilnya Francois Hollande sebagai Presiden. Mengapa? Hollande sebagai seorang sosialis memang dekat kepada rakyat dengan pribadinya yang rendah hati. Betapa tidak,  dia memilih skuter bermerek Vespa untuk kendaraanya kemana mana. Tinggal di Apartement sewaan. Kesederhanaannya ditengah kehidupan dunia barat yang mengagungkan materialistis  membuat rakyat Francis tersentuh . Mungkin dampak krisis global yang dipicu oleh kerakusan para pemimpin yang menampilkan gaya hidup glamour telah membuat rakyat muak dan Hollande memang sosok yang dirindukan. Walau program yang diusungnya sangat populis dan bahkan bagi pencinta kapitalis itu adalah hal tidak masuk akal namun bagi rakyat itu menjadi sebuah keyakinan tentang hope dimasa depan.  Hollande pun terpilih sebagai President Francis. Sudah dapat ditebak apa yang dilakukannya pertama kali sebagai presiden, yaitu memotong anggaran 30% biaya kepresidenan termasuk gajinya sendiri. Cukup sudah kemewahan seorang pemimpin. Cukup sudah kemanjaan seorang pempimpin. Berkali kali krisis terjadi karena para elite rakus. Saatnya pemimpin bekerja keras dan melupakan kemewahan karena jabatannya.

Apa yang dilakukan oleh Hollande sebelumnya sudah diterapkan oleh Jokowi ketika menjabat Walikota. Dia menerima gaji sebagai walikota namun tidak untuk pribadinya. Dia mendapatkan anggaran untuk fasilitas kedinasannya namun dia tidak membeli mobil mewah tapi lebih memilih kendaraan sederhanaan buah karya anak anak SMK bermerek Esemka. Ketika para pemimpin lebih senang berada dikantor mendengar laporan dari bawahannya namun dia mendengar langsung dari rakyat dan kemudian bersikap untuk memaksa bawahannya bekerja efektif untuk rakyat. Ketika kebanyakan pemimpin memanifulasi angka kemiskinan rakyatnya dengan menetapkan criteria miskin sesuai standard statistic, Jokowi menetapkan garis kemiskinan berdasarkan apa yang dilihatnya langsung di lapangan. Maka jadilah Solo sebagai kota dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Ia tidak peduli bila karena itu citranya rusak. Tapi dengan itu membuat dia terpacu untuk memaksa dirinya dan bawahannya agar bekerja lebih keras untuk rakyat. Program sekolah gratis dan kesehatan gratis dicanangkannya lewat system yang sehingga memudahkan rakyat mengaksesnya.

Kesederhanaan Jokowi bukan berarti dia miskin. Sebelum menjabat walikota dia adalah pengusaha berkelas dunia dan selama karirnya tidak pernah menjadi pegawai. Uang berlebih yang didapatnya dari bisnis tidak digunakannya menumpuk dibank tapi digunakannya untuk meluaskan kesempatan orang lain mendapatkan pekerjaan. Sebagai pengusaha , memang dia sukses walau tak sekelas konglomerat. Namun harta yang dia punya dia gunakan untuk keperluan pribadinya selama menjabat sebagai walikota tanpa harus membebani APBD. Itu sebabnya harta pribadinya menurun setelah menjabat sebagai walikota, Sangat kontras dengan pejabat lain yang justru hartanya bertambah setelah mendapatkan kekuasaan. Jokowi tidak pernah berpikir bahwa kekuasaan adalah segala galanya. Baginya kekuasaan adalah tanggung jawab spiritual yang harus dipertanggung jawabkan tidak hanya kepada rakyat tapi juga kepada Tuhan. Firman Allah " Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS Alam Nasrah : 7). Itulah sebabnya ketika tugasnya menata Solo dirasa cukup, diapun tak menolak untuk mendapatkan tugas lain walau jabatannya secara procedural sebagai walikota belum selesai. 

Pencalonan dirinya sebagai Gubernur ala demokrasi tidak membuat dia larut dengan gaya kampanye kapitalis. Tidak ada billboard yang memajang foto dirinya untuk dikenal orang banyak. TIdak ada iklan televise yang bertujuan untuk menggugah orang untuk mempercayainya dan memilihnya. Dia lebih memilih mendatangi rakyat langsung. Dia naik angkutan umum berbaur dengan rakyat untuk merasakan fasilitas angkutan massal yang disediakan oleh Pemda. Dia mendatangi pasar tradisional untuk melihat langsung kehidupan rakyat jelata yang terjepit oleh persaingan kapitalis kota Jakarta. Dia mendatangi mereka yang tinggal dibantaran kali ciliwung, dipinggir rel dan didaerah kumuh lainnya.  Walau begitu tanpa inferior complex diapun tampil dihadapan para akademisi dan kelompok menengah  untuk berdialogh apa yang sepatutnya dilakukan oleh pemimpin di Jakarta. Tak peduli bila sebagian mereka meragukan kemampuannya. Dia tetap focus dengan keyakinannya dan tidak memaksa  orang untuk memahaminya namun dengan kesederhanaannya membuat orang mengerti apa niat besar dibalik kata katanya.

Kesederhanan Jokowi bukanlah lipstick yang penuh rekayasa untuk sebuah pencitraan ala kapitalis. Kekuasaan adalah cobaan terberat bagi manusia dan hidup sederhana sebagai pemimpin memang juga bukan hal yang mudah. Namun bukan pula hal sulit dilakukan bila akhlak mulia bagian dari kehidupan seorang pemimpin.  Dari kesederhaan sikap dan perbuatannya , tidak sulit baginya untuk  mengajarkan hal yang konstruktif kepada bawahannya agar emosi tetap terjadi secara positip, mengundang orang untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. Semua itu  tercermin dari caranya  berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuannya  memfungsikan semua potensi positip ( functioning ) , sebuah cara hidup ( the way of life ) dan cara menjadi ( way of being ) yang transformative. Hal tersebut melebur dalam hati dan jiwa  seiring keteladannya untuk cinta dan kasih sayang. Bila Jokowi menang dalam putaran PILKADA ini maka itupun bukanlah hal yang luar biasa baginya. Karena baginya kekuasaan adalah panggilan tugas yang harus dia emban dengan kelelahan tanpa harus berkeluh kesah, dan bukan untuk kesenangan yang memabukan.

Ini pelajaran mahal bagi siapa saja , terutama bagi Elite politik yang mengusung jargon Agama, nasionalis sosialis.  Jangan lagi bermimpi bahwa partai besar akan membesarkan anda hingga pantas terpilih. Rakyat sudah bosan melihat gambar partai. Rakyat butuh pemimpin yang berhati mulia , yang dekat kepada rakyat dengan kesederhanaan bersikap dan berkata namun gagah berani membela kepentingan rakyat banyak; Yang memastikan orang kaya harus berbagi kepada yang lemah dan yang lemah terlindungi.  Sudah saatnya para pemimpin entah itu di executive, legislative, yudikative untuk bersama sama merubah attitude nya dari hidup kemaruk harta dengan segala trik atas nama rakyat menjadi hidup sederhana dengan kerja keras demi amanah untuk kesejahteraan rakyat banyak. Yakinlah, bila kemenangan Jokowi-Ahok ini dapat menjadi inspirasi bagi para elite politik dalam meniti karir kepemimpinan maka hanya masalah waktu siapapun dia akan pantas untuk dipilih rakyat. Ingatlah sabda Rasul yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa “Tidak bakal susah orang yang hidup sederhana." Bagaimanapun , negeri kita yang besar ini butuh banyak pemimpin disemua lini. Hiduplah sederhana karena itulah kekuatan sesungguhnya. BIla amal kebaikan dengan sikap rendah hati  disemai didunia maka buahnya akan didapat di akhirat, dan itu janji pasti dari Allah.

Sunday, September 16, 2012

Innocence of Muslims...


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai baginda  wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat  Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu," wahai Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan? "

Aisyah RA menjawab,"Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja" "Apakah Itu?", tanya Abu Bakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana", kata Aisyah RA. Maka keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA pun  mendatangi pengemis itu, lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?" Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).""Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW" . Air mata Abu Bakar tidak lagi  dapat di tahan-tahan dari bercucuran. Seketika itu juga pengemis  pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar  RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia...." Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi. Setiap kali Nabi melintas depan rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya. Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya. Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula. Nabi lantas bertanya kepada seseorang, “Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?”Orang yang ditanya menjadi heran, kenapa Nabi justru menanyakan, penasaran, dan tak sebaliknya merasa kegirangan. Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menjawab pertanyaan Nabi, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa si wanita yang biasa melidahimu sudah beberapa hari terbaring sakit?” Nabi mampir menjenguk wanita peludah itu. Ketika tahu, bahwa Nabi, orang yang tiap hari dia ludahi, justru menjenguknya, si wanita menangis dalam hati. “Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjenguk kemari.” Dengan menitikan air mata haru bahagia, si wanita bertanya, “Wahai Muhammad, kenapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?”Nabi menjawab, “Aku yakin, engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya.”

KIsah tersebut memberikan makna terdalam bagi kita orang beriman. Kebencian orang kepada kita karena dasar ketidak tahuannya siapa sebenarnya kita, tidak bisa kita hadapi dengan kekerasan. Orang buta ilmu dan pengetahuan tentu pula buta kebenaran , maka tidak bisa diharapkan banyak dia akan bersikap bijak terhadap kebenaran yang kita berikan itu. Bila kita hadapi dengan kekerasan pula maka kebenaran yang kita perjuangkan akan menjadi tak lagi bernilai. Karena orang “buta” saja tahu dan merasakan bahwa kita memang tidak pantas dihormati. Tapi bila kebencian, penghinaan  orang yang buta (ilmu dan kebenaran) itu kita hadapi dengan kesabaran, bijaksana, penuh cinta kasih maka dia akan disadarkan tentang value kebenaran itu sendiri. Tidak melalui apa yang kita katakan tapi keteladanan akhlak mulia membuat orang hatinya melembut dan tercerahkan jiwanya untuk mau membuka matanya tentang kebenaran.  Inilah yang menjadi prinsip perjuangan rasul ketika menyampaikan kebenaran kepada umatnya. Akhlak agung itulah yang membuat tabiat kasar orang arab menjadi melembut dan akhirnya menjadi komunitas pertama islam yang berakhlak Al Quran.

Yahudi memang sudah tabiatnya tidak mengingingkan kebenaran yang dibawa oleh Rasul. Ini sudah diperingatkan Allah di dalam Al Quran. Mengapa ? tidak perlu dibahas. Allah lebih tahu mengapa Yahudi diciptakan dan juga iblis diciptakan. Yang pasti keberadaan ras Yahudi yang membenci Islam adalah cobaan bagi kita orang beriman untuk mengingatkan kita agar senantiasi waspada dalam beragama dengan memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Itulah sebabnya film "Innocence of Muslims" buah karya dari Sam Bacile, warga Amerika keturunan Israel, cukup kita anggap sebagai orang buta yang berada di sudut pasar Madinah yang senantiasa menghina Nabi namun dibalas oleh  Nabi dengan cnta dan kasih sayang. Kita hanya diberi hak untuk menyabung nyawa ( berperang ) bila kita diserang oleh orang lain atau kita dipaksa untuk pindah agama dengan cara cara kekerasan. Selain itu  kita harus meneladani Rasul terhadap orang orang yang menbencinya dan menghinanya, yaitu melalui akhlak cinta dan kasih sayang.

Sunday, September 09, 2012

Menghormati Istri


Almarhum ayah saya pernah menasehati saya bahwa satu satunya penghinaan yang tak pernah bisa dilupakan oleh istri adalah bila kita memukulnya. Luka  dihatinya akan membekas. Dan setelah itu walau hubungan kembali baik namun keadaannya tidak akan sama lagi seperti sebelum kita memukulnya. Mengapa sampai begitu ? bahwa ketika suami memukul istrinya sebetulnya dia sedang mempertontonkan kelemahan dan kerendahan moralnya sebagai pria.Tidak ada istri yang bisa hidup nyaman dengan suami yang lemah dan berakhlak rendah. Tidak ada. Setiap istri ketika menikah, yang sesungguhnya yang diinginkannya adalah perlindungan dari keperkasaan suami baik secara phisik maupun moral. Dari itulah istri bisa melewati gencangan hidup rumah tangga dan mau mengikuti nasehat suami sebagai kepala rumah tangga. Itulah sebabnya lebih dari seperempat abad saya menikah dengan istri, tidak pernah sakalipun saya memukulnya. Nasehat ayah ini selalu saya ingat. Memang dalam islam dibenarkan untuk memukul istri namun syarat untuk bisa memukul itu sangat ketat. Tidak bisa dengan begitu saja dapat diterapkan, apalagi hanya karena masalah yang tidak prinsip.

Lantas apa soal prinsip yang sehingga suami pantas dibenarkan untuk memukul istri?. Apabila ada tanda nusyuz pada istri. Apa itu Nusyuz ? adalah isteri yang tidak lagi menghormati, mencintai, menjaga dan memuliakan suaminya. Isteri yang tidak lagi komitmen pada ikatan suci pernikahan. Singkat kata bahwa istri diketahui sudah melakukan selingkuh secara langsung atau tidak langsung dengan pria lain. Jika seorang suami melihat ada gejala nusyuz pada istri, maka Al-Qur’an memberikan tuntunan bagaimana seorang suami harus bersikap untuk mengembalikan isterinya ke jalan yang benar, demi menyelamatkan keutuhan rumah tangganya. Tuntunan itu ada dalam surat An-Nisaa ayat 34. Di situ Al-Qur’an memberikan tuntunan melalui tiga tahapan. Pertama, menasihati isteri dengan baik-baik, dengan kata-kata yang bijaksana, kata-kata yang menyentuh hatinya sehingga dia bisa segera kembali ke jalan yang lurus. Sama sekali tidak diperkenankan mencela isteri dengan kata-kata kasar. Baginda Rasulullah melarang hal itu. Kata-kata kasar lebih menyakitkan daripada tusukan pedang.

Jika dengan nasihat , istri tidak berubah , Al-Qur’an memberikan jalan kedua, yaitu pisah ranjang dengan isteri. Secara psikis ini sangat berat bagi seorang istri  namun efektif untuk membuat dia intropeksi diri. Dalam kesendirian itu diharapkan istri akan sadar dan cinta yang mulai mengabur kepada suami akan kembali menguat. BIla cintanya kepada suami semakin menguat akan membuat dia kembali kepada suami dengan kesalehannya. Namun jika dengan pisah ranjang tidak efektif karena hatinya telah dikuasai oleh hawa nafsunya maka suami dibenarkan menggunakan cara ketiga , yaitu memukul. Jadi syarat yang ditetapkan Allah untuk suami dibenarkan memukul istri tidaklah mudah. Syarat pertama dan kedua harus dijalankan terlebi dahulu. Tidak dibenarkan langsung main pukul. Apalagi hanya karena sifat istri yang mudah marah karena tidak sabar, mudah tersinggung, lamban dan kurang cerdas, bukanlah sifat yang dikatagorikan bahwa istri Nusyuz hingga pantas dipukuli. Kalau hanya karena sifat  seperti itu istri boleh di pukul, saya yakin tidak ada wanita yang inginkan suami. Dan Islam tidak mendidik suami seperti itu.

Kalaupun syarat yang ditetapkan Al Quran terpenuhi untuk seorang suami memukul istrinya maka  pukulan itu tidak boleh mengenai muka atau kepala atau badan. Cukup tangan atau kaki.  Karena muka bagi seorang manusia adalah kehormatannya. Bila mukanya dipukul atau ditampar maka kehormatannya hancur.  Rasul mengingatkan akan hal itu bahwa jangan memukul muka. Disamping itu pukulan tidak boleh menimbulkan efek menyakitkan bagi wanita apalagi sampai menimbulkan bekas (  lebam, merah, dll). Begitu indahnya Islam memberikan tuntunan kepada seorang suami bagaimana memperlakukan istrinya. Rasulullah Saw bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah dalam masalah perempuan (isteri). Mereka adalah orang-orang yang membantu kalian. Kalian punya hak pada mereka, yaitu mereka tidak boleh menyentuhkan pada tempat tidur kalian lelaki yang kalian benci. Jika mereka melakukan hal itu maka kalian boleh memukul mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan (ghairu mubrah). Dan kalian punya kewajiban pada mereka yaitu memberi rizki dan memberi pakaian yang baik.’

Bagi kita sebagai suami harus menjadikan AL Quran dan Hadith sebagai cara menjalankan hidup ini. Suami yang baik akan menjadi tempat sandaran terbaik bagi wanita. Pria yang sholeh akan menentramkan wanita untuk belajar sholeh dari suami, dan itu tidak dengan gaya superior tapi kerendahan hati untuk membuka dialogh dalam makna cinta dan kasih sayang.  Istri adalah manusia dan setiap manusia suka dengan kelemah lembutan. Rumah tangga adalah small world bagi kita untuk belajar bijak memahami kehidupan ini, setidaknya melatih kita tidak egoistis dengan mengandalkan superior kita dihadapan istri.  Ingatlah sabda Rasul bahwa sorga dibawah telapak kaki ibu dan istri kita adalah kaum ibu dan kehormatan bagi anak anak kita. Sayanginlah istri dengan baik karena disitulah kehormatan kita sesungguhnya sebagai pria, sebagai suami. Kalau agama menuntun tidak kita dengar maka didunia ada  hukum paksa yang berupa UU KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga), yaitu kurungan penjara bagi suami yang memukul istri hingga meciderainya.

Sunday, September 02, 2012

Sunni -Syiah?


Kemarin waktu ketemu dengan teman  dari Malaysia, dia sempat  bertanya apakah saya Syi’ah? Mungkin karena saya suka pakaian warna hitam ( gelap) dia beranggapan seperti itu. Saya tahu teman ini bertanya soal ini karena dia membaca berita lewat Madia massa tentang  Kejadian di Sampang Madura yang sampai menimbulkan korban manusia dan kerugian materi hanya karena perbedaan pandangan antara  Ahlulsunnah waljamaah dan Syi’ah, sangat menyedihkan. Karena ketika betrokan itu terjadi, nilai nilai islam digunduli secara vulgar. Saya tegaskan saya Islam. Soal keyakinan mahzap apa yang kita jadikan rujukan dalam beragama tak perlulah diungkapkan  kecuali perbuatan kita memang menyejukan orang lain. Benarkah Syiah itu sesat ? Tanya saya. Kalau masalah ini dipersoalkan maka akan menimbulkan pertengkaran yang tak akan pernah habis habisnya. Mengapa ? Baik Syiah maupun sunni punya referensi yang kuat dan diyakini paling benar. Bila karena keyakinan akan kebenaran itu sampai menimbulkan permusuhan satu sama lain maka tak ada lagi nilai kebenaran itu.

Sebagaimana Sunni yang mengenal mahzap, dalam syiah juga banyak aliran mahzab. Menurut  ulama Syam, Prof Dr Wahbah Zuhaily, antara Syiah dan Sunni tidak ada perbedaan yang besar kususnya pada Syiah Imamiyah yang komunitasnya banyak di Iran. Bahkan Mahzap Syiah Imamiyah ini lebih dekat dengan Mahzab Syafii dan hanya memiliki perbedaan dalam 17 perkara fikih. Sementara Syiah Zaidiah, menurut beliau, adalah Syiah yang paling dekat  dengan Sunni. Bahkan penganut  Sunni menggunakan beberapa buku rujukan Zaidiyah seperti buku fikih karangan Imam Shonani, dan Kitab Subulussalam. Pertemuan OKI ( organisasi Konfrensi Islam )  pada tahun 2006 yang dihadiri oleh Ulama Syiah dan Sunni telah mengeluarkan deklarasi Makkah ( 2006) yang intinya bahwa perbedaan Sunni – Syiah merupakan perbedaan alami , sama seperti perbedaan mazhab mazhab dalam fikih islam. Konfrensi International Islam yang diadakan di Qatar juga mengeluarkan pernyataan bersama bahwa pentingnya dialogh antara syiah-sunni dalam bahasa perdamaian dan kasih sayang. Saya juga bisa mengerti karena begitulah sikap MUI yang mengatakan hal senada.  

Stop pertikaian Syiah –Sunni yang saling menghujat atau meng claim paling benar diatara yang lain. Menurut teman saya bahwa  persatuan dan kesatuan umat islam inilah yang akan menjadi syiar ampuh terhadap agama lain dan sekaligus sebagai benteng kokoh menghadapi strategy hasut adu domba pihak AS/Barat/Yahudi yang tak ingin Islam itu kuat. Ingatlah, ketika perang Mesir –Israel berkecamuk, Anwar Sadat berhasil meyakinkan pemimpin Islam diseluruh Timur Tengah untuk bersatu dengan mengembargo eksport minyak ke AS. Ekonomi AS hampir lumpuh karena itu. Ingat juga ketika bersatunya Syiah dan Sunni di Irak paska kejatuhan Sadam Husein dan berhasil memaksa AS keluar dari Irak.  Juga bersatunya Syiah dan Sunni di Mesir dalam menjatuhkan rezim Husni Mubarak sehingga tampilnya ulama dalam elite kepempinan di Mesir. Persatuan umat bukan masalah Arab dan non-Arab tapi karena memang umat ini memiliki satu Allah dan merupakan umat Nabi Muhammad SAW. Semangat inilah yang luntur ketika jatuhnya khilafah islam akibat imperialis Barat.

Khalifah Umar RA dalam sebuah kesempatan pernah berkata "Kami diagungkan karena kami berpegang teguh dengan Islam ini dan jika kami mencari keagungan bukan pada Islam maka Allah akan  menghinakan kita." Ya, bila perbedaan sengaja dikobarkan karena dorongan nafsu untuk mendapatkan konsesi penghormatan atau keuntungan pribadi maka yakinlah Allah akan menghinakan kita. Kita akan masuk bagian dari orang yang menghinakan agama itu sendiri. Dalam salah satu hadisnya Rasulullah s.a.w. pernah menjelaskan tentang keutamaan mendamaikan ini, serta bahayanya pertentangan dan perpisahan. Sabda Rasulullah s.a.w.: "Maukah kamu aku  tunjukkan suatu perbuatan yang lebih utama daripada tingkatan keutamaan sembahyang, puasa dan sedekah? Mereka menjawab: Baiklah ya Rasulullah! Maka bersabdalah Rasulullah s.a.w.: yaitu mendamaikan persengketaan yang sedang terjadi; sebab kerusakan karena persengketaan berarti menggundul, aku tidak mengatakan menggundul rambut, tetapi menggundul agama." (Riwayat Tarmizi dan lain-lain)

Tapi bila perbedaan itu diterima sebagai sebuah realitas dengan mengedepankan kesamaan seiman maka rahmat Allah akan sampai kepada kita yang beriman. Menurut teman saya, yang harus jadi agenda bagi semua orang yang membaca kalimasyahadat  adalah rasa persaudaraan atas dasar cinta dan kasih sayang. Dalam islam kepada seorang seiman dengan kita maka kita wajib melindungi harta dan kehormatannya"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali Imran:103]. Perbedaan antara Syiah –Sunni bukanlah karena aqidah tapi lebih kepada mahzab, yang tidak perlu dipertentangkan, apalagi menimbulkan permusuhan saling menghujat.

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...