Saturday, February 25, 2006

Harta Ex Kesultanan

Pada tahun 1996, saya berkenalan dengan kisah yang sulit saya terima dengan akal sehat namun sulit pula untuk saya abaikan begitu saja. Mereka yang datang kepada saya bercerita dengan begitu bersemangat. Bahkan cerita itu dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung untuk sekedar ingin membuktikan kisah itu benar adanya. Saya masih sulit untuk menerima kebenaran itu. Walau saya tahu mereka yang bercerita kepada saya itu bukanlah orang gila. Mereka semua waras. Namun, yang pasti semua mereka yang bercerita itu, dengan membawa dokumen dokumen itu, hampir semua adalah pengacara alias pengangguran banyak acara. Tentu mereka juga bukan hanya banyak acara untuk bertemu dengan banyak orang di loby loby hotel berbintang tapi juga banyak impian.

Kisah apakah yang saya maksud itu ? Ini kisah tentang harta amanah. Menurut cerita , bahwa ada harta berupa emas yang merupakan milik dari kesultanan tempo dulu. Harta ini ditempatkan di bank bank di Eropa seperti UBS, HSBC, Barclay. Menurut cerita , setelah Indonesia merdeka, para keluarga kesultanan menitipkan harta ini kepada Soekarno sebagai amanah untuk digunakan bagi rakyat Indonesia. Soekarno menerima amanah itu dan kemudian cerita berkembang sampai terjadi penunjukan mandat kepada Soewarno, Sarinah, Saifudin Malik dan lain lian. Kembali saya ingatkan bahwa ini bukan hanya sekedar kisah seperti dongeng tapi kisah yang diformalkan dengan bukti berbagai dokmen resmi (?). Soal jumlah harta ini, jangan dibayangkan berapa banyaknya. Yang pasti akan membuat orang awam pasti bermimpi. Apalagi kisah itu kadang dibumbui bahwa harta itu akan dibagikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kisah ini berdentang di Indonesia namun gaungnya sampai ke seluruh dunia. Hebat,kan!. Benarkah harta ini ada ?benarkah ini true story ? Saya pernah bertemu dengan banker dari Belanda. Dia mengatakan kisah itu tidak seratus persen benar. Artinya ada unsur kebenaran, walau kecil sekali. Apa kebenaran itu ? Bahwa harta itu memang pernah terdaftar di Bank Bank di Eropa di abad 17. Maklum dulu para sultan mendapat upeti dari Belanda dan kemudian menitipkan harta berupa emas itu di bank bank di Eropa. Jadi kira kira mungkin tidak jauh beda dengan era sekarang, para pejabat korup menempatkan dananya di luar negeri demi keselamatan keluarganya bila terjadi chaos. Dari eksistensi harta dan kisah inilah, terjadi perburuan dokumen harta ini oleh pihak pihak yang bermain di wilayah trustee. Dokumen ini diperlukan mereka sebagai underlying transaksi penempatan dana di wilayah trustee.Maklum saja bahwa hukum trustee berlaku sampai 600 tahun. Artinya harta itu masih legitimate sampai sekarang.

Lantas kalau benar harta ini masih legitimate , mengapa tidak bisa dicairkan oleh para ahli waris ? Jawabnya sederhana yaitu akibat perang dunia. Hukum perang mengenal ”You win you take all ”. Ketika perang dunia pertama , Jerman sebagai pemenang perang dan harta di bank bank di Eropa diambil alih oleh german. Ketika perang Dunia kedua, Amerika sebagai pemenang dan harta diambil alih oleh Amerika. Jadi secara phisik , harta itu sudah tidak ada lagi di Bank bank di Eropa. Makanya tak bisa dicairkan. Namun oleh pemain uang diwilayah trustee , dokumen harta ini diburu untuk dipakai dalam operasi money loundry. Semua operasi money loundry ( Mirror Asset ) ini berakhir kepada fraud dengan modus penipuan yang begitu panjang daftar korbannya.

Mungkin karena krisis ekonomi dan uang semakin sulit , banyak phk, banyak usaha yang tutup, beredar pula bisnis yang menawarkan penggunaan asset ini sebagai collateral untuk mendapatkan kredit dari bank. Mereka menawarkan harta amanah ini dalam bentuk lembaran dokumen dari bank bank di Eropa seperti UBS, HSBC , ABN AMRO, Barclay, Citibank, dan lain lain. Ada juga melampirkan dokumen dari euroclear yang memuat bukti eksistensi asset ini. Ada juga menunjukan bahwa dokumen itu dilengkapi dengan Code dari IMF dan world Bank, CUSIP dan ISIN. Kalau saya perhatikan dokumen itu , rasanya ingin tertawa. Mereka yang mencoba meng create dokumen ini memang targetnya adalah menipu masyarakat yang awam dengan istilah perbankan Interntional.

Dokumen itu menyebutkan collateral dari Bank di Eropa dengan adanya tertera code CUSIP atau Committee on Uniform Security Identification yang merupakan idetifikasi kode ( 9 digit) untuk surat berharga yang hanya diterbitkan di AS. Sistem ini dimiliki oleh American Bankers Association. Jadi, dokumen bank di Eropa tapi code nya dari Amerika. Lucu , kan.! Kalau international code namanya ISIN ( International Securities Identification Number ) dan ini hanya berlaku untuk commercial paper, Bonds, Equities, Warrants dan tidak ada instrument bank dengan ISIN atau CUSIP. World bank maupun IMF tidak terlibat dalam code apapun yang berhubungan dengan instrument bank ( BG/SBLC/CD/Proof of fund). Satu lagi bahwa Euroclear tidak pernah me register Banking product seperti CD/BG/SBLC kecuali Bond. Jadi, bagi orang yang memahami perbankan international memang menggelikan kalau melihat dokumen yang beredar. Tapi anehnya begitu banyak orang percaya dan tergoda untuk ditipu.

Tahun 1975 sejak AS melepas emas sebagai jaminan mata uang dollar maka sejak itu tidak dikenal lagi warkat bank berbasis emas. Sejak tahun 1998, di Eropa, diberlakukan scripless banking product ( tanpa warkat dan tanpa tanda tangan ). Tahun 2002, berlaku diseluruh dunia. Rrtiya tidak ada lagi surat berharga bank dalam bentuk kertas berlogo dan tanda tangan. Semua sudah dalam bentuk print out computer. UBS yang sekarang kita kenal bukanlah UBS seperti tahun sebelum 1998. UBS yang dulu bernama UNION Bank of Swizerland. karena terlilit kesulitan keuangan maka tahun 1998 di merger dengan Swiss bank Corporation ( SBC). Hasil merger ini berganti nama menjadi UNITED BANK OF SWITZERLAND ( ubs). HSBC holding PLC pernah di bail out pada tahun 1998 ketika krisis global oleh China Jadi kalaulah benar pada bank bank itu ada harta super raksasa tentu tidak mungkin mereka dililit masalah keuangan. Ya, kan.

Saya yakin kisah ini tak akan padam dinegeri ini. Akan terus bergulir dimasa masa akan datang, dengan berbagai modus , yang pada akhirnnya menambah deretan korban penipuan. Inilah penyakit kebudayaan kita yang masih hidup dalam impian dan selalu menghindar dari kenyataan , bahwa tidak ada yang too good to be true. Semua harus diperjuangkan. Harta Indonesia berupa SDA sangat besar nilainya. Dan itu sudah tersedia. Kita hanya ditugaskan untuk banyak belajar dan bekerja keras. Jadi , stop melukis diawang awang, stop memancing dikolam yang tak ada ikannya.

Thursday, February 23, 2006

Penjaminan Investasi

Ditengah seretnya arus modal investasi asing yang masuk kesektor infrastruktur , Menko Prekonomian akan mengandalkan sumber dana dari dalam negeri. Dana dalam negeri yang dijadikan andalan untuk membiayai sector ini adalah dana pension, asuransi. Diyakini bahwa pada saat sekarang ada Rp. 60 triliun dana yang siap digunakan oleh dana pension dan asuransi untuk masuk dalam program pembiayaan infrastruktur. Ini merupakan langkah yang positip walau tidak mudah direalisasikan. Karena berdasarkan UU , kedua lembaga ini harus mengutamakan prudential investment. Mereka harus menghindari setiap investasi yang bermotive spekulasi dan harus menjauh dari ketidak pastian income masa depan. Itu sebabnya portfolio investasi kedua lembaga ini lebih banyak dalam posisi Fixed Income pada instrument Deposito atau obligasi.

Kembali kepada dana investasi untuk infrastruktur. Pemerintah tidak pernah mempelajari ( atau tidak mau tau ) masalah substansi atas kecilnya minat investasi asing di sector infrastruktur. Padahal kebijakan investasi itu berlaku sangat unviversal dimana saja. Dana asing pun sebagian berasal dari akumulasi dana masyarakat dan mereka juga menerapkan prudential investment. Kata kunci prudential investmen adalah kepastian repayment dan zero risk in future. Kedua kata kunci ini , di Indonesia sulit sekali didapat. Upaya menteri perekonomian dan menteri keuangan untuk menciptakan satu scheme penjaminan investasi merupakan jawaban terhadap masalah yang ada namun tidak menyelesaikan masalah. Schema penjaminan tidak cukup dalam bentuk insetif atau jaminan dalam isturment kebijakan menteri. Tapi lebih daripada itu adalah jaminan Undang Undang untuk mendukung setiap program penjaminan pemerintah. Hal ini sesuai dengan kebijakan dan semangat UU Perbendaharaan negara dalam rangka menuju sistem pengelolaan APBN yang transfarance.

Adalah sangat tidak dapat diterima bila Departement Keuangan yang berhak memutuskan kelayakan investasi untuk dijamin tanpa kuridor yang jelas dan transfarance. Hebatnya lagi , Menteri Keuangan menyatakan “ bahwa masyarakat tidak perlu tau dibalik keputusan setiap penjaminan investasi disektor infrastruktur yang diusulkan. Yang penting menteri keuangan akan membuat keputusan paling lambat 10 hari sejak permohonan diajukan. “. Pernyataan ini sangat aneh. Bagaimana mungkin departemen keuangan dapat membuat satu keputusan begitu cepat yang berkaitan dengan penjaminan suatu proyek berkelas “Infrastruktur “. Sebagaimana diketahui bahwa investasi disektor insfrastruktur merupakan investasi jangka panjang. Banyak sekali variable yang harus dipertimbangkan untuk menjamin bahwa investasi tersebut “aman” hngga layak untuk dijamin oleh negara. Harus dimaklumi juga bahwa sejatinya penjaminan itu didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan ilmiah tanpa ada nuasa KKN. Hingga potensi kerugian negara dikemudian hari menjadi sangat kecil atau bahkan tidak ada.

Bila pemerintah tetap dengan kebijakannya maka Ini merupakan langkah mundur dalam demokrasi pengelola keuangan negara. Bagaimanapun penjaminan yang dibuat pemerintah adalah juga menjadi beban negara dan pada akhirnya rakyatlah yang akan bertanggung jawab dikemudian hari bila kebijakan penjaminan ini mengalami penyimpangan.

Saya yakin dengan cara penjaminan dan scheme seperti ini akan menimbulkan peluang baru untuk munculnya KKN. Ambil satu contoh , bila seandainya PLN mengadakan tender. Kemudian yang dinyatakan si A sebagai pemenang. Ketika diajukan ke Departemen Keuangan untuk penjaminan . ternyata ditolak. Lain waktu ada pengusaha yang dekat dengan kekuasan , ketika menang tender ,langsung disetujui program penjaminannya. Dalam situasi ini , saya yakin bahwa hanya pengusaha yang dekat dengan penguasa saja akan mendapatkan proyek berjaminan pemerintah. Bila ini terjadi maka hampir tidak akan ada investor asing akan masuk dan kalaupun ada dana lokal masuk maka itu tidak lebih dari konspirasi antara pihak pengusaha dan penguasa untuk mengangkangi dana rakyat.

Benar kata teman saya yang juga pengusaha bahwa " program penjaminan ini hanyalah cara lain pemerintah untuk mengalihkan dana yang masih bisa dialihkan untuk pesta pora pengusaha yang dekat dengan kekuasaan. Karena sumber dana perbankan hampir sulit didapat dan begitupula dengan dana luar negeri " Sampai kapan negeri ini akan langgeng dibawah sistem pengelolaan yang bersih dan amanah.

Seyogiannya Pemerintah mengusulkan dibentuknya satu Lembaga Penjaminan berdasarkan Undang Undang. Lembaga ini dapat saja diisi oleh pejabat yang mewakili beberapa intansi yang terkait dengan pembangunan infrastuktur. Juga dengan aturan dan undang undang maka memungkinkan terjadinya transfaranci , keadilan dan yang paling penting adalah dapat diawasi oleh rakyat. Keberadaan lembaga ini merupakan instrument yang sangat efektif untuk menarik dana investasi dari dalam maupun luar negeri. Karena ada kepastian Hukum tanpa harus bersandar pada kebijakan seorang Menteri dalam isntrument “Kepmen “

Sunday, February 19, 2006

Mencintai orang miskin

Sesungguhnya makna cinta bukan sekedar kata kata tetapi terlebih penting lagi adalah melibatkan diri dan hidup kita bersama mereka di jalan Tuhan. Mencintai mereka juga berarti kita harus ikut merasakan penderitaan sebagaimana mereka merasakannya. Memberi makan kepada orang-orang miskin berarti memberi makan kepada Tuhan, mengasihi dan mencintai mereka juga berarti mencintai Tuhan.

Saya teringat sebuah hadits Qudsi yang sangat indah maknanya, yang merupakan salah satu hadits Qudsi yang dikumpulkan oleh Syaikh al-Akbar Ibn ‘Arabi qs. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “…Wahai Anak Adam! Aku meminta makan kepadamu tetapi engkau tiada memberi-Ku makan” Si Hamba bertanya: “Wahai Tuhan, bagaimana mungkin aku memberi-Mu makan padahal Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah berfirman,“Tidakkah kau tahu bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu tapi engkau tiada memberinya makan? Tidakkah engkau tahu bahwa jika kau memberinya makan, niscaya engkau akan menemukan itu di sisi-Ku. Wahai Anak Adam! Aku meminta minum kepadamu tapi tidak kau beri Aku minum” Si Hamba menjawab: “Wahai Rabbi, bagaimana mungkin aku memberi-Mu minum padahal Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?’ Allah berfirman: “Hamba-Ku si Fulan minta minum kepadamu tapi engkau tiada memberinya minum. Padahal jika engkau memberinya minum niscaya akan kau dapati itu di sisiKu.”

Konon Nabi Ibrahimm as tidak bersedia makan kecuali jika ada beberapa tamu yang ikut serta makan bersama di mejanya. Suatu ketika terjadi, tidak seorang tamu pun yang datang ke rumahnya, padahal beliau sudah merasa lapar. Ibrahim pun pergi keluar untuk mencari seseorang yang bersedia untuk diajak makan bersamanya dan akhirnya di tepi hutan ia bertemu dengan seorang yang telah berusia lanjut.

Beliau pun mengundangnya untuk makan dan lelaki tua itu pun menyetujuinya dan pergi bersama ke rumah Ibrahim. Di tengah perjalan Ibrahim as bertanya kepada lelaki tua itu mengenai agama yang dianutnya dan si lelaki tua itu pun menjawab bahwa ia seorang yang tidak beragama (atheist). Mendengar hal ini Ibrahim as pun menjadi marah dan membatalkan undangan makannya kepada si lelaki tua.

Namun tak lama setelah itu beliau mendengar suara dari atas, ”Wahai Ibrahim, Kami bersabar atasnya selama tujuh puluh tahun meskipun ia tidak beriman (kepada Kami), namun engkau tidak dapat bersabar atasnya meskipun hanya tujuh menit saja?”. Mendengar hal ini Ibrahim as pun sadar, lalu beliau pun segera menyusul lelaki tua itu untuk kembali ke rumahnya untuk makan malam bersamanya.

Rasulullah saww bersabda, ”Seseorang yang melewati malamnya dengan perut kenyang sedangkan tetangganya menderita lapar, berarti ia tidak pernah beriman kepadaku. Pada Hari Qiyamat Allah tidak akan memandang penduduk suatu negeri yang salah satu warganya kelaparan.”

Ketika seorang miskin mati kelaparan, itu terjadi bukan karena Tuhan tidak memperhatikannya, tetapi karena Anda maupun saya enggan memberikan kepada orang tersebut sesuatu yang dibutuhkannya. Padahal Allah telah menempatkan kita di bumi ini sebagai khalifah dan inilah takdir kita sebagai rahmat bagi alam semesata. Membantu orang miskin dengan cinta tak lain adalah menunaikan tugas Allah yang diwasiatkan kepada kita untuk kita laksanakan...

Thursday, February 16, 2006

Tawadhu

Ketika kita mematut diri kita didepan kaca, terkadang atau bahkan sering timbul dalam hati kita rasa kebanggaan bahkan dapat meningkat kepada kesombongan atau kecongkakan dikarenakan kita punya kelebihan, baik itu bentuk fisik tubuh, kemampuan diri maupun harta yang berlebih. Tetapi bila kita lebih arif dalam mematut diri, sesungguhnya rasa tersebut akan ciut bersamaan dengan kesadaran atas kebesaran Allah yang mengatur semua ini. Bahwa semua itu hanyalah datangnya dariNya dan kita ini adalah tiada. Bukankah Allah swt pernah berfirman: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. 17:37), dan didalam ayat lain Allah menyatakan: “Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. “(QS. 31:18).

Imam Al-Ghazali pernah menuliskan dalam salah satu karyanya tentang ada empat cara atau kiat dalam mematut diri sehingga rasa bangga diri, sombong, congkak ataupun kepongahan perlahan bisa berangsur sirna dari diri kita:

1. Muta’alim, yaitu banyak belajar segala segi-segi kehidupan keagaaman dari guru-guru agama, kiai, ustadz atau ulama. Misalnya belajar khusus pada ulama-ulama tertentu atau sering-sering hadir didalam majlis-majlis ta’lim. Dari kegiatan ini tentunya kita dapat lebih diingatkan akan kebesaran Allah swt dan hal ini akan lebih menyadarkan tentang ketiadaan kita dibanding Dia. Dan juga kita dapat lebih banyak berkonsultasi terhadap sikap kita pada orang-orang alim ini sehingga segala tindakan kita dapat lebih cepat terkoreksi.

2. Musahabah, yakni berteman dengan orang yang baik, alim lagi bertaqwa. Dalam lingkungan orang yang beriman, sikap kita tentu akan lebih terjaga dari hal-hal yang tidak baik dan juga tentunya akan ada saling mengingatkan didalam lingkungan tersebut dalam kebenaran. Dan insya Allah dalam kondisi lingkungan saling mengingatkan ini kita akan terjaga dan selalu diingatkan akan hal-hal yang tidak baik dari diri kita dan tentunya insya Allah yang akan timbul hanya yang baiknya saja.

3. Muhasabah, yakni menghisab diri dengan menerima segala sesuatu masukan dari luar atau lingkungan kita apakah itu tentang kebaikan kita, apatah lagi hal-hal yang negatif dalam sikap kita bergaul dalam lingkungan maupun dari luar lingkungan bahkan dari orang-orang yang kita rasakan selalu mengkritik kita ataupun bahkan memusuhi kita selama ini. Hendaknya kita terima semua masukan, kritik dan saran itu dengan hati lapang hingga kita dapat lebih introspeksi kedalam diri kita.

4. Bersosialisasi terhadap semua lingkungan yang majemuk, sehingga kita tahu semua segi-segi kehidupan serta kita temukan bermacam-macam tingkat keberadaan seseorang. Jika kita melihat keatas pasti banyak lagi yang lebih dari kita dan untuk apa kita berbangga diri. Dan bahkan jika melihat kebawah seharusnya kita bersyukur kita diberi lebih dari mereka.

Keempat cara itu hanyalah cara namun dasar dari semua itu adalah taqwa kepada Allah dan hanya akan melakukan apapun untuk kecintaan kepada Allah. Karena Allah maha perkasa maka kita tidak boleh berjalan seperti orang yang punya sifat orang kaya dibumi ini. Karena Allah maha mengetahui maka kita tidak bisa berjalan merasa paling tahu dibumi ini. Segala sifat Allah tetaplah milik Allah dan kita hanya boleh merendahkan diri dihadapan Allah dengan senantiasa tawadhu dalam bersikap dan bertindak dihadapan orang lain..

Sunday, February 12, 2006

Kemarahan..


Dapat anda bayangkan bila ada orang yang dikejar kejar di kampung halamannya dan kemudian diusir. Hanya karena mereka berbuat tanpa merugikan siapapun kecuali keyakinannya berbeda dengan agama kita. Kelompok Ahmadiah menjadi kumpulan orang yang tanpa perlindungan hukum sebagai warga Negara.

Kemudian hanya karena kesalahan media massa yang memuat karikatur tentang keberadaan Muhammad SAW yang terkesan mengejek lantas kita menjadi marah. Para Partai mengkoordinir Demontrasi yang terjadi dimana mana. Bahkan mengancam keberadaan perwakilan Kedutaan Denmark di Indonesia. Semuanya itu karena “Kemarahan “ yang tak pernah jelas alasan yang dapat dikemukakan dalam kacamata Islam. Masyarakat Denmark menjadi tunpahan kemarahan. Pengikut Ahmadiah menjadi bulan bulanan kemarahan. Semua hanya karena ketersinggungan tentang “pelecehan Nabi Muhammad SAW “.

Saya tidak pernah habis mengerti dan berusaha mencoba memahami tentang “ kemarahan “ ini namun tak dapat saya temukan titik kebenaran. Tersebutlah dalam banyak cerita tentang kebesaran perjuangan Rasulullah ketika awal menyiarkan Islam sampai akhir hayatnya. Semuanya menyimpulkan tentang keindahan sikap seorang rasul akhir zaman. Utamanya sikap tersebut adalah betapa beliau sangat menghargai perbedaan dan sangat menghormati musuhnya. Bahkan seorang wanita yang bernama HIndun , yang mempunyai kebencian sangat kepada rasul , juga telah memakan jantung dan hati pamannya yang gugur di Medan perang. Pada akhirnya di maafkannya dan nikahi sebagai istrinya.

Juga ada diceritakan bagaimana seorang yang begitu membenci rasul hingga setiap Rasul lewat didepannya , dia selalu meludahi rasul. Hal ini tidak pernah dilayani dengan kekerasan oleh rasul. Senyuman hangat dan kerendahan hati tetap terpancar diwajah sang kekasih Allah itu. Hingga disuatu hari , rasul mengetahui bahwa orang yang selalu membencinya itu sedang dalam keadaan sakit. Beliau datang membesuk sambil mendoakan sisakit. Terlalu banyak kisah tentang keindahan akhlak Muhammad SAW , bahkan hampir semua hadith menceritakan tentang sikap beliau yang sangat agung. Puncak dan kesimpulan dari Akhlak beliau adalah rasa kasih sayang kepada siapapun. Peperangan yang beliau lakukan bukanlah bertujuan untuk memusnahkan musuh tapi untuk mencapai kemenangan yang kemudian memaafkan musuh. Tanpa ada keinginan untuk mempermalukan musuh. Untuk menggambarkan keagungan sikap Muhammad SAW itu ditegaskan oleh Allah dalam firmannya bahwa “ tidak akan aku kirim engkau ke bumi ini kalaulah bukan untuk rahmat bagi alam semesta.

Islam adalah agama kasih sayang. Didalam islam sangat jelas dituangkan dalam Alquran dan hadits tentang bagaimana menanamkan rasa kasih sayang tersebut kepada manusia beserta seluruh isi alam semesta. Tapi mengapa kita sebagai umat islam tidak memahami semua ini dengan ruh ajaran Islam. Mengapa kita terjebak dalam ritual agama dan symbol symbol agama hingga kita mudah sekali tersinggung dan “marah” bila ritual dan simbol itu dilecehkan orang lain. Padahal substansi agama yang begitu banyak dirusak, kita tidak peduli. Merajalelanya korupsi, penyalah gunaan jabatan dan bertaburannya tempat maksiat disetiap sudut kota, tidak pernah kita “marah”. Setiap hari kita melihat betapa banyaknya orang lemah yang terkapar dijalanan. Begitu banyak yang tersingkir dari lapangan pekerjaannya. Semuanya menjerit tanpa ada yang mau memperdulikannya. Dan kita tidak pernah marah dengan situasi ini.

Ya , Kita marah bila ada yang menghujat rasul , tapi kita tidak pernah marah bila ada orang yang seenaknya melanggar sunnah rasul. Para pelanggar sunnah rasul itu adalah mereka yang berkuasa namun tidak peduli dengan penderitaan rakyat kecil. Anggota dewan yang diberi amanah rakyat namun tidak peduli dengan aspirasi umat. Para artis yang menjual kemolekan tubuhnya hingga membuat orang melakukan zina mata setiap hari. Dan lain sebagainnya. Mereka semua adalah penghina sejati keberadaan Rasulullah. Tapi kita tidak pernah ada keberanian melawan mereka. Sementara sekelompok kecil apa yang disebut dengan Ahmadiah , kita kejar bahkan rumahnya kita bakar. Kita memperlihatkan sikap salah kita sebagai orang beragama secara vulgar didepan public. Kita tidak malu dengan sikap yang tidak jelas ini. Sementara kita begitu lantangnya bicara tentang kebenaran yang kita yakini namun setiap hari melanggarnya dan bahkan menjadi penonton yang baik terhadap kemaksiatan didepan umum.

Sampai kapan kita terus hidup dalam symbol symbol tanpa pernah memahami makna terdalam dibalik symbol symbol tersebut. Nabi Muhammad tidak akan pernah bersedia untuk dipuji kecuali berharap kita meniru akhlak beliau. Dan itu adalah permintaan terakhirnya ketika menjelang ajal “ Kelak akan banyak sekali aliran dan kelompok agama , namun kalian semua akan selamat bila kalian berpegang dengan ALquran dan Sunnah ku. “ . Jadi tidak ada dogma apapun yang dapat membenarkan kekerasan terhadap adanya perbedaan paham. Bukankah perbedaan itu adalah rahmat bagi Allah. Dan bukankah kebencian kaum kafir itu sudah jelas dan harus diperangi dengan Akhlak yang mulia dengan keagungan sifat seorang Rasul akhir Zaman yaitu “ Kasih Sayang.” .

Hentikan kekerasan dan kembalilah pada inti ajaran Islam yaitu Kasih sayang tanpa ada dendam atau amarah apalagi membuat orang teraniaya. Perangilah yang sepatutnya diperangi. Sesungguhnya kafir itu ada dalam diri kita sendiri yaitu Nafsu Shaitan. Taklukkanlah musuh itu maka kita akan menjadi pemenang sejati dihadapan Allah . Bila ini kita lakukan maka rasul akan terenyum dalam dekapan Rabb di Sorga.

Wallahualam

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...