Posts

Showing posts from August, 2005

Islam ,Ekonomi ?

Image
Semua mahasiswa tingkat pertama jurusan Ekonomi pasti memahami ilmu dasar ekonomi yaitu I = C+ S. Ini rumus dimana Pendapatan ( I) harus sama dengan konsumsi ( C) ditambah tabungan ( S). Bagaimana mendapatkan pendapatan, juga diajarkan dengan prinsip : memperoleh penerimaan sebesar besarnya dengna pengorbanan sekecil mungkin. Dengan prinsip ini penerimaan dikurangi pengorbanan/biaya akan menimbulkan pendapatan. Pendapatan ini pada gilirannya akan digunakan untuk konsumsi (pemuasan kebutuhan ) dan sisanya ditabung dibank agar menghasilkan Fixed income . Inilah konsep sederhananya. Walau dalam perkembangan berikutnya ilmu ekonomi mengajarkan tentang bagaimana mengakali tabungan agar meningkat, mengendalikan konsumsi, meningkatkan pendapatan ,itu semua disebut variable yang diharus terjadinya keseimbangan. Namun tak pernah dalam kenyataan terjadi keseimbangan. Pemerintah mengejar pendapatan dengan menekan pengeluaran ( subsidi) agar tabungan meningkat hingga fundamental ekonomi k

Konsep ekonomi Islam

Image
Bagaimanakah model ekonomi Islam dalam praktek? Itulah pertanyaan yang diajukan teman kepada saya.. Sulit saya menjawab dengan tepat tapi saya menyarankan dia untuk membaca buku tentang Ilmu Ekonomi Syariah. Sebetulnya dia ingin jawaban singkat yang bisa merubah sudut pandangnya tentang ekonomi sekular yang dia dalami. Memang betul bahwa islam adalah agama yang memuat aturan secara menyeluruh. Tapi soal ekonomi ditengah kehidupan modern dimana uang bisa terbang melintasi benua dalam hitungan detik, dimana harga dan pasar begitu mudah bergerak sesukanya. Jadi, how. ? Demikian pertanyaannya. Saya tahu bahwa pertanyaan ini jawabannya sangat luas dan bahkan lebih luah dibandingkan ekonomi sekular. Mengapa ? Masalah ekonomi bagi Islam adalah masalah muamalah. Hakikatnya, soal kemaslahatan dalam hal Muamalah dapat digali oleh akal dan pemikiran manusia itu sendiri dalam ijtihad-ijtihad yang tercipta. Misalnya, akal manusia itu secara fitrahnya pasti dapat mengerti bahwa penipuan

Pasar Rakyat

Image
Pedagang Pasar Tanah Abang sejak beberapa tahun terakir ini diliputi kegelisahan. Utamanya sejak terjadi kebakaran yang melumatkan Blok A. Pada waktu itu Pemda DKI berencana membangun kembali BLOK A. Selanjutnya pertikaian mulai merebak antara pedagang dan Pengelola pasar yang diwakili oleh PD. Pasar Djaya. Pertikaian ini berlanjut kepengadilan dengan pedangang sebagai pemenang. Tanpa peduli dengan tuntutan pedagang, Pemda DKI tetap dengan kebijakannya untuk membangun kembali Pasar BLOK A. Pembangunan Blok A selesai dibangun. Kini terdengar kembali rencana Pemda DKI untuk membongkar BLOK B, C dan mebangunnya sesuai dengan kehendak pengelola pasar PD Pasar Djaya. Nampak dipermukaan adalah syah syah saja karena penataan pasar adalah menjadi tanggung jawab Pemda. Tapi mengapa terjadi penolakan dari pedagang ? Saya hanya ingin membahas unsur keadilan dibalik pembangunan pasar ini. Sejarah dibangunnya Tanah Abang adalah didasarkan oleh swasembada masyarakat dengan wajib iuran untuk membang

Pilihan dan bersikap

Image
Tepatnya 18 maret 1978, Deng Xiaoping mengundang seluruh intelektual datang ke Aula Besar Rakyat. Yang hadir totalnya 5.585 delegasi yang berasal dari seluruh penjuru china. Mereka adalah guru, dokter, penulis, pakar ilmu pengetahuan dan juga 117 pimpinan institute riset. Sebetulnya untuk beberapa tahun orang orang ini dianggap sebagai “ orang yang ditinggalkan oleh kelompok lama “ dan juga dikenal sebagai “ orang yang belum direformasi”. Mao Zedong menyebut mereka sebagai “ bulu pada selimut “. Mereka bertahan hidup ditengah kritikan dan kerja paksa, penderitaan, dan hinaan. Bahkan banya diatara mereka yang meninggal dunia dikamp kerja paksa. Dalam pertemuan itu mereka mendengarkan dengan seksa kata kata Deng Xiaoping “ Intelektual adalah bagian dari kelompok yang sukses. Mereka yang bekerja dengan otak adalah bagian dari mereka yang bekerja dengan benar. “ Sejak itu dan selama 14 tahun para pakar dibidang science bekerja siang malam di berbagai Institut hanya untuk melayani kebu

Islam: sosialis atau kapitalis ?

Image
Ada sebagian orang mengatakan bahwa kapitalisme itu indentik dengan Islam. Sepertinya mereka mengatakan itu setelah membaca buku Islam and Capitalism , karya Rodinson yang menyimpulkan islam lebih dekat dengan Kapitalisme daripada Sosialisme. Saya tidak tahu apakah buku ini ingin menyanggah asumsi yang umum dianut, bahwa ajaran sosial-ekonomi Islam adalah Sosialisme, dengan mengatakan bahwa ajaran itu lebih dekat dengan Kapitalisme? Ataukah buku ini ingin membantah tesis Max Weber , salah seorang pendiri ilmu sosiologi asal Jerman, bahwa etika ekonomi Islam tidak kompatibel dengan Kapitalisme Rasional? Mungkin karena Rodinson membaca sejarah tentang Nabi yang berasal dari pedagang dan mekkah memang dulu menjadi pusat perdagangan , juga madinah. Bila ada Anggapan bahwa Kapitalisme adalah suatu sistem yang datang dari luar dan mempengaruhi ekonomi cara Islam. Tentu saja tidak benar. Karena islam mengikuti cara Allah. Saat sekarang , sebagian besar negara didunia ini menerapkan

PILKADA

Image
Apakah mungkin dalam Pilkada akan terjadi money politik ? Itu sangat besar kemungkinannay karena untuk dapat menjadi calon diperlukan "sewa perahu", baik yang dibayar sebelum atau setelah penetapan calon, sebagian atau seluruhnya. Jumlah sewa yang harus dibayar diperkirakan cukup besar jauh melampaui batas sumbangan dana kampanye yang ditetapkan dalam UU, tetapi tidak diketahui dengan pasti karena berlangsung di balik layar. Juga, calon yang diperkirakan mendapat dukungan kuat, biasanya incumbent, akan menerima dana yang sangat besar dari kalangan pengusaha yang memiliki kepentingan ekonomi di daerah tersebut. Jumlah uang ini juga jauh melebihi batas sumbangan yang ditetapkan UU. Karena berlangsung di balik layar, maka sukar mengetahui siapa yang memberi kepada siapa dan berapa besarnya dana yang diterima. Disamping itu untuk kabupaten/kota yang jumlah pemilihnya sekitar 10.000 sampai dengan 100.000 pemilih, tetapi wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang tinggi, pengusaha