Posts

Showing posts from July, 2010

Perbudakan

Image
Mungkin soal Ketuhanan bukanlah hal yang baru bagi penduduk Makkah dan tidak begitu dipersoalkan ketika Muhammad datang membawa risalah Islam. Tapi yang langsung ditentang ketika Muhammad berbicara tentang kesamaan hak manusia. Rasul menentang segala bentuk penindasan manusia terhadap manusia. Utamanya perbudakan. Karena bagi penduduk Arab dan juga bagi budaya dunia ketika itu, perbudakan adalah sesuatu yang lumrah. Manusia lemah biasa diperbudak dan bisa diperdagangankan dengan harga. Setelah Muhammad wafat , masalah perbudakan ini terus terjadi dan bahkan telah menjadi design semangat kebangsaan untuk menjadi penjajah bangsa lain untuk menggiring rakyat terjajah menjadi budak.. Walau kolonialisme berakhir namun sistem perbudakan tidak mudah dihapus dalam masyarakat, perbudakan telah bermetamorfosa dalam bentuk lain namun esensinya sama.. Banyak literatur menjelaskan arti perbudakan. Namun bagi saya hanya sederhana saja bahwa perbudakan adalah perbedaan kelas. Perbedaan ini memun

Puasa

Image
Entah mengapa saya teringat dengan sahabat yang lama tak berjumpa. Mungkin sudah sepuluh tahun berlalu. Dia warga negara asing dan sempat tinggal di Jakarta beberapa bulan. Perkenalan dengannya di Perpustakaan Nasional karena dia dan saya kebetulan sedang melakukan riset dengan topik yang sama. Setelah itu kami sering berdiskusi tentang banyak hal. Teman ini punya kebiasaan puasa selama 40 hari. Tapi puasanya hanya tidak makan kecuali minum. Selama 40 hari benar benar tidak ada satupun makanan masuk kedalam perutnya kecuali air putih. Saya sempat mengkawatirkan kesehatannya. Tapi dia tampak tegar dan tak nampak sekalipun dia lelah dengan “puasanya “ itu. Setelah 40 hari , dia kembali makan secara normal. Apa katanya “ Air adalah sumber kehidupan., Semua unsur kimia yang dibutuhkan tubuh ada pada air. Tapi mengapa ada rasa lapar ? Tanya saya. Teman ini mengatakan bahwa makanan yang disediakan Tuhan diplanet bumi ini hanyalah pelengkap namun ia juga perangkap. Makanan bisa sepert

Isra Mikraj

Image
Ketika awal Adam diciptakan , Allah meminta kepada seluruh makluk sujud kepada Adam. Semua mengikuti walau Malaikat sempat meragukan manfaat keberadaan Manusia. Tapi iblis menolak. Padahal sebelumnya iblis adalah makhluk yang paling taat kepada Allah. Penolakan iblis bukan tanpa alasan yang kuat. Iblis mencoba menyampaikan analogi kelebihannya dibandingkan manusia,hingga apakah pantas dia yang lebih baik secara materi penciptaan tapi harus tunduk kepada Adam yang terbuat dari tanah. Ketika itu Allah tidak mau didebat. Allah hanya berkata ” Aku lebih tahu dari segala yang tidak kamu ketahui.” Malaikat menerima tanpa syarat. Iblis menerima hak Allah untuk menciptakan Adam tapi dengan syarat bahwa iblis akan merusak manusia. Iblis ingin membuktikan bahwa ia lebih baik dari manusia. Dan Iblis minta hak itu dari Allah. Allah memberi hak itu lengkap dengan facilitas apa yang diperlukan iblis untuk merusak manusia. Sejak itu, iblis menjadi perusak hebat. Tubuhnya yang berasal dari ether

Karena Cinta

Image
Umar Bin Khatap berjalan ditengah malam. Ketika melintasi rumah Penduduk, sang khalifah melihat seorang ibu yang memasak diatas tungku, Yang dimasak itu adalah batu. Tujuannya agar anak anaknya dapat diam dari tangis akibat lapar. Tidak ada yang ditunggu oleh ibu itu dari masakan itu. Tapi si anak menanti sesuatu dengan harap dan akhirnya tertidur. Umar menyaksikan itu semua. Dia menangis. Seorang Umar yang perkasa, Petarung gagah berani dimedan laga dalam membela panji islam. Namun berurai airmata hanya karena melihat seorang ibu yang memasak batu untuk anak anaknya yang lapar. Mungkin kini kita membaca kisah itu melihat Umar menangis karena gagal bertanggungjawab kepada rakyatnya atau menyaksikan sebuah batas kekuatan seorang ibu untuk berusaha tidak mengecawakan anak anaknya. Tidak mudah air mata jatuh. Ia akan berurai dengan sendirinya tanpa bisa ditahan. Ini sebuah cara jiwa berdialogh untuk didengar orang lain. Namun jiwa hanya terompet hati, peniup sesungguhnya adalah

Harapan

Image
“Semua orang masih terlelap, udara masih tipis, dan sulit untuk benapas. Anda terbangun, tercekik, dan merasa anda akan mati. Anda melihat tembok besi disekeliling anda, Tidak ada cara untuk menembusnya “ Demikian Lu Xun berkata dan itu yang dirasakan oleh Liu Chuanzhi ketika bangun pagi membaca pengumuman dengan tinta warna merah didepan kantornya “ Kantor ini ditutup .” Kantornya adalah lembaga riset yang menampung ribuan peneliti hebat dan kini harus menerima kenyataan hidup tanpa anggaran. Dia tidak marah kepada Pemerintah China , Dia tidak protes kecuali berharap agar proposalnya diterima untuk memakai facilitas riset itu dengan system sewa. Dia tidak digaji lagi dan justru harus membayar setiap inci ruang yang dipakainya untuk riset. Uang sewanya diperlukan china memberikan kesempatan pendidikan bagi semua. Mungkin bagi kita , apa yang dialami Liu adalah mimpi buruk,. Betapa tidak, Bertahun tahun hidup dengan gelimang status dan facilitas, kini harus meradang tanpa digaji da