Sunday, August 01, 2021

Ujian keimanan

 




Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau buatan. Politisi tapi bukan politisi. Sarjana tapi bukan sarjana. Pemimpin tapi bukan pemimpin. Pengusaha tapi bukan pengusaha.  Yang ada hanya tampilan saja. Rasa saja. Orang hebat itu tidak bisa direkayasa. Dia harus melewati proses untuk jadi orang hebat.  Karakter sabar, tidak bisa hanya dengan retorika sabar lantas pantas disebut orang sabar. Haru diuji dengan masalah, dibully. dilecehkan. Kalau semua bisa dilewati dengan senyum. Pantaslah disebut orang sabar. 


Anda boleh saja berkata “saya orang jujur. Saya pemimpin partai berbasis agama atau religius. “ Tetapi anda harus buktikan ketika diberi kesempatan memegang amanah. Kalau terbukti ketua PPP, PKS, PD akhirnya masuk bui, itu artinya apa dikatakan tidak sesuai dengan fakta. Anda gagal melewati ujian memegang amanah. Itu sebabnya dalam agama islam disebutkan, tidak beriman seseorang sebelum diuji. Jadi walau mulut berbusah berzikir, jidat hitam sholat, tetapi tidak tahan ketika melihat wanita cantik atau tidak kuat mendapatkan amanah, maka anda bisa disebut tidak beriman atau omong doang.


“ Mengapa kamu dekat dengan wanita yang bukan muhrim, bahkan berani masuk tempat hiburan malam. Berteman dengan orang kafir. Mengejar harta. Apa kamu tidak takut kepada Allah” Kata teman.


“ Saya mencintai Allah, dan saya tahu bahwa Allah juga mencintai saya. Mengapa harus takut. Hidup ini adalah ladang ujian sepanjang usia. Kalau saya selalu menghidari ujian kawatir iman rusak. Takut melihat wanita cantik tanpa hijab, takut berteman sama orang kafir, takut berharta condong kedunia. Itu sama saja beragama tapi tidak percaya kepada hukum ketetapan Tuhan. Tepung bisa dimakan setelah digiling, dilumat dan kemudian dibakar. Berlian harus diasah agar berharga. Iman bercahaya setelah diuji. 


“ Bagaimana kalau akhirnya kamu kalah terhadap ujian itu? Kan jadi dosa besar.”


“ Loh saya ini manusia. Bukan malaikat. Tempatnya salah dan khilaf. Tidak mungkin saya menutup diri dari ujian. Saya membuka diri tanpa rasa takut keimanan  goyah, itu artinya saya sedang melatih keimanan saya. Kalau toh akhirnya kalah, ya Tuhan itu Maha Pengampun. Bangkit lagi dan tetap membuka diri untuk terus hadapi cobaan. Biasa saja. Namanya manusia. Artinya ujian itu bukan dihindari tetapi dihadapi dengan rendah hati”


“Aneh..?


“ Ya. Hanya dengan itu saya bisa tumbuh dan berubah menjadi lebih baik karena waktu, dan bisa kembali kepada Tuhan dalam sebaik baiknya kesudahan. Itu hukum ketetapan Tuhan, sunatullah. Kalau kita beriman kepada Allah, kita juga harus beriman kepada  hukum ketetapan Allah. “


Orang hebat..


 

Saya ngobrol dengan teman. Ada pertanyaan sederhana dari dia setelah nonton film. “ Mafia itu kan boss nya kan hanya satu. Tetapi mengapa anak buahnya patuh semua dan mereka bekerja dengan sangat baik. Bisa kaya dan menguasai banyak hal.  Sama seperti Hitler atau Presiden Kim di Korut. Dari anggota parlemen, militer, semua terpengaruh untuk membantunya dan dia sukses menguasai mereka. Pak Harto juga begitu. Ada juga pengusaha seperti First Travel itu. Kan dia merugikan banyak orang karena tadinya semua percaya dia dan mendukung dia. Kenapa bisa begitu?


Mereka yang disebutkan itu orang hebat. Mengapa? kalau tidak hebat mana mungkin Soeharto bisa berkuasa 32 tahun. Mana mungkin penguasa Korea Utara bisa terus berkuasa dan mewariskan kekuasaannya kepada keturunannya. Mana mungkin puluhan ribu calon jamaah haji percaya begitu saja kepada pengusaha First Travel. Mungkin sekelas Profesor atau S3 tidak bisa menandingi mereka. Lim Sio Liong dan banyak konglomerat tidak berpendidikan tinggi namun mereka hebat membangun kerajaan bisnis. Masih banyak lagi contoh orang biasa menjadi orang hebat.


Secara personal jelas mereka orang hebat. Mengapa ? Mereka punya karakter hebat. Seperti mampu mengendalikan emosinya disaat sulit. Dia tidak mudah marah dan tidak mudah hiba hati ketika disinggung perasaanya. Dalam situasi apapun dia selalu berpikir positif dan tidak pernah ada rasa takut dan kawatir berlebihan. Punya kemampuan bersosialisasi dengan baik. Retorikanya bagus dan murah senyum. Mampu merebut hati orang lain untuk melakukan sesuatu yang mungkin dan melahirkan inspirasi kolektif kepada orang sekitarnya. Semua itu tercermin dari caranya  berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuannya  memfungsikan semua potensi positip ( functioning).


Semua kehebatan itu bukan didapat di sekolah atau di kampus. Tetapi lewat proses panjang membangkitkan kekuatan pikiran bawah sadarnya. Menurut penelitian 88% kekuatan pikiran manusia itu berasal dari pikiran bawah sadarnya. Hanya 12 % berasal dari pikiran sadar lewat pendidikan. Dari 12% itu menurut peneliti  Fernyhough dan Hurlburt hanya 3% saja yang bisa menghasilkan narasi. Apalagi tindakan. Tentu tidak semua orang mampu membangkitkan pikiran bawah sadarnya. Makanya tidak semua orang hebat. Apa penyebabnya? Karena pikiran bawah sadar itu terhalang oleh sifat dasar manusia yang berkaitan dengan  emotional block, Perceptual Block,  Habitual Block dan yang terakhir, Culture block. Contoh sikapi marah, sedih, benci, dendam, euforia, paranoid, kawatir, takut. Sulit berinteraksi sosial dan pasti punya masalah dalam berhubungan. Itu semua jadi roadblock yang menyulitkan orang untuk membangkitkan pikiran bawah sadarnya.


Lantas bagaimana caranya menjebol roadblock pikiran bawah sadar itu ? Ya, kita harus melakukan value engineering terhadap diri kita. Yaitu melatih bawah sadar kita untuk menghindari marah. Teruslah bersikap sabar. Maafkan orang yang membenci kita dan kalau salah jangan ragu minta maaf. Kita harus punya prasangka baik. Apapun jangan disikapi negatif. Harus berpikir positif. Jangah mudah takut dan kawatir terhadap situasi dan kondisi. Buka hati kita untuk berinteraksi sosial dengan siapapun. Buka pikiran untuk menerima hal baru. Hindari rasis dan jauhi kebencian karena perbedaan. Karenanya gemarlah berbagi dan selalu rendah hati.  


Ya seperti kita berkebun. Kita harus rajin menyiram dan merawat kebun itu agar tumbuh subur dan berbuah manis. Artinya kita harus setiap hari melatih diri, keras terhadap diri kita untuk bersikap yang baik. Kalau latihan itu kita lakukan setiap hari, maka kita berubah menjadi baik karena waktu. Potensi bawah sadar kita akan bangkit menjadi kekuatan besar. Insting cepat sekali beraksi untuk berpikir kreatif. Tetapi kan tidak mudah. Memang sulit tapi juga bukan hal yang berat untuk bisa menjebol roadblocked itu. itu tergantung kepada persepsi kita terhadap kehidupan ini. 


Kalau kita punya persepsi segala sesuatu tergantung realitas terhadap material, maka kita akan terjebak dalam pikiran sadar kita. Engga mungkin bisa melewati roadblocked pikiran bawah sadar. Kita harus ubah persepsi itu. Bahwa realitas itu bukan materia tetapi konsepsi. Mari kita lihat contoh sederhana. Apakah jeruk? rasanya manis, kulitnya licin, berat 250 Gram. warnanya yang hijau atau kuning itu, bunyinya nyaring atau lembek itu. Bunyi itu ada di telinga, bukan pada jeruk. beratnya ada di tangan, bukan pada jeruk, Warnanya pada mata, rasanya di lidah atau di ujung jari. Semuanya bunyi, rupa dan rasa itu dengan perantaraan saraf, nerve, berjalan ke pusat ke centre, ke otak.


Otak mencatat bunyi, rupa dan rasa tadi menjadi pengertian, conception, seperti pengertian merdu, kuning, berat, lezat dan licin. Jeruk itu sebagai benda, bukan realita. Yang ada Cuma "ide", pikiran, pengertian, tentang benda itu dalam otak. Otak penuh dengan pengertian "bundles of conceptions". Jeruk sebagai benda, lembu sebagai benda, tak ada. Yang ada cuma ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan kamu hanya “ide”. Paham.  Nah konsepsi dan persepsi itu terbentuk karena “ pikiran sadar.” 


Kalau kita bisa benamkan persepsi dalam pikiran bahwa materi itu tidak ada maka kita akan masuk ke gerbang pikiran bawah sadar. Saat itu latih pikiran sadar kita untuk menjebol roadblocked pikiran bawah sadar itu. Lambat laun  roadblocked itu akan tersibak. Kekuatan pikiran bawah sadar kita akan menjadi kekuatan besar untuk menjadikan kita something else, orang hebat. 


Nah sekarang masalah agenda. Kalau anda sudah bisa membangkitkan kekuatan pikiran bawah sadar maka apapun agenda akan mudah dikerjakan. Kreatifitas dan daya survival anda tinggi sekali. Bisa disebut jenius.  Apakah agenda itu diterima atau tidak secara moral atau agama, itu tidak mempengaruhi hasil. Sama saja. Akan sukses. Agenda jahat atau  baik, selagi dia mampu menggunakan kekuatan pikiran bawah sadarnya maka dia akan sukses. Kaum sufi berkata bahwa Tuhan berbuat seperti apa yang kamu pikirkan. Manusia adalah manifestasi Tuhan.


Karena pikiran bawah sadar itu sangat besar mempengaruhi manusia, maka agama diperkenalkan. Akhlak dan ke-Tuhanan diajarkan. Orang tua kita mendidik lewat budaya. Kitapun paham tentang etika dan moral. Mengapa? kualitas orang tidak ditentukan oleh ras  atau status dan profesinya seperti ustad, pendeta, tokoh agama, profesor, guru, pejabat, hakim, pengacara, pengusaha, politisi atau lainnya tetapi perbuatannya. Bisa saja dengan kemampuan pikiran bawah sadarnya dia berbuat melanggar standar akhlak, etika dan moral. BIsa saja sebaliknya dimana kemampuan pikiran bawah sadarnya menghasilkan perbuatan baik bagi semua. Nah kembali kepada soal pilihan. Apakah kita ingin jadi orang hebat dengan agenda amoral atau moralis?. Manusia itu esensinya adalah makhluk free will. Piliihan kita, bukan kita yang menilai tapi orang lain.


Bagaimana kalau orang tidak mampu membangkikan pikiran bawah sadarnya? Walau dia sarjana atau terpelajar, dia tetap disebut orang awam. Bersikap apa kata orang atau apa yang ditulis buku. Jadi follower buta. Roadblock yang ada pada pikiran bawah sadarnya seperti pemarah, pembenci, pendendam, sulit bersosialisasi secara terbuka dan paranoid tidak bisa dia jebol. Umunya orang baper itu dari golongan awam ini. Hidup mengandalkan kepada 12% potensi pikiranya, yaitu pikiran sadar saja. Dia takut mengambil resiko, dia tidak akan mencapai apa apa dan dia bukan siapa siapa.

Sunday, July 25, 2021

Bukan mental Pemenang.

 



Tadi diskusi dengan teman aktifis Islam lewat telp. “ Islam sebagai kekuatan dikalahkan oleh kekuatan Sekular. Itu karena bantuan Barat. Kalaulah islam kuat secara politik tentu tidak mungkin kita dikendalikan Barat yang kapitalis.”Kata teman. 


“ Kalau kamu mau jadi aktifis maka kamu harus kuasai data dan peta politik real. Jangan hanya mengandalkan kata pengamat politik yang anti pemerintah. Masalah politik itu sederhana saja. Engga sulit kita pahami. Apalagi di era informasi dan demokrasi sekarang ini. Bahwa kekuatan islam dikalahkan oleh kekuatan sekular itu salah besar.”


“  Mengapa? Dia mendesak ingin tahu.


“ Loh, faktanya, kekuatan partai berbasis masa islam yaitu PKB, PAN, PKS, PPP total kursi di DPR ada 171. Itu mengalahkan PDIP yang 128 kursi. Mengalahkan Gerindra yang 78 kursi atau kurang separuh dari kekuatan Partai islam. Mengalahkan Golkar yang 85 kursi atau separuh dari kekuatan partai islam. Apalagi dengan partai lain yang sekular.  Jadi siapa bilang kekuatan politik islam lemah? Bahkan dengan kekuatan yang ada sekarang, itu sama dengan 1/3 anggota MPR. Syarat mengubah UUD 45 bisa terpenuhi.  Sebenarnya Tuhan itu sudah membuktikan keberpihakannya kepada umat islam untuk mengontrol politik. “ kata saya.


“ Tetapi kalau sendiri sendiri tetap aja lemah.? Katanya. 


“ Siapa suruh sendiri sendiri.? Ajaran islam kita disuruh sholat berjamaah. Kenapa terpecah barisan? Intropeksi dirilah, baca QS. Ali Imran: 103”


“ Ya memang sulit itu bisa bersatu.”


“ Nah jelas ya. Kesalahan itu ada pada diri kita sendiri yang memang tidak bisa bersatu.”


“ Apa penyebabnya?


“ Ya pertama karena kebodohan. Lebih mengandalkan perasaan daripada  akal, dan cenderung menolak dialektika. Terpasung dengan dogma. Kedua, mudah berprasangka buruk sebelum dianalisa secara menyeluruh. Ya gimana mau berprasangka baik, mindset kebodohan memang hanya ada prasangka buruk. Ketiga, sesama muslim suka berkata kasar. Apalagi berbeda pandangan atau sikap.  Keempat, mudah jadi penghasut dengan membesar besarkan perbedaan. Kelima, suka menghakimi orang secara personal.  Keenam. Kemaruk harta. Cobalah lihat kehidupan pribadi elite partai islam dan tokoh islam? terkesan hedonisme. Jauh dari rendah hati.” kata saya.


“ Tapi sekular lebih buruk.”


“ Itu kata kamu. Faktanya walau kalah suara dengan kelompok partai islam, PDIP berhasil menempatkan Jokowi sebagai presiden.  Jokowi sebagai pemenang. “


“ Walau menang, belum tentu Allah ridhoi” katanya ketus.

“ Bacalah, surat Ali Imran ayat ke-26. Itu jelas bahwa kekuasaan itu dari Allah. Bukan dari setan atau lainnya. Itu artinya Jokowi menang karena Allah. Apapun dari Allah itu baik dan tentu juga cobaan bagi Jokowi dan kita semua.  Jadi kembali kepada pertanyaan kamu, islam lemah itu kesan dari umat islam sendiri yang inferior complex. Engga pandai bersyukur. Makanya lemah. Kalaulah kita pandai bersyukur dan tidak kufur nikmat, tentu tidak sulit diantara kita bersatu sebagai sebuah kekuatan politik. Tidak sulit menjaga akhlak. Tidak sulit hidup sederhana. Faktanya itu memang sulit dan sulitpula kita jadi pemenang. Udah ya..lain waktu disambung 


Tuesday, July 20, 2021

Mati sebelum wafat.

 




Minggu lalu saya membesuk teman yang sakit. Menurut keluarganya dia terkena stroke ringan akibat gulanya tinggi. Tapi keadaanya sudah membaik dan diharuskan banyak istirahat. Dia juga kena pengapuran tulang leher. Jadi sulit bergerak. Setelah operasi di Taiwan, tetap tidak sempurna walau sudah membaik. Tulang punggungnya juga bermasalah dan sekarang pakai pen setelah operasi. Kebayang bagaimana  menderitanya dia diusia bertaut tak lebih 3 tahun dari saya.  Dia kaya raya. Perusahaannya banyak tersebar di dalam dan luar negeri. Waktu membesuknya, dia sempat berbisik kepada saya “ Menjadi pengusaha adalah menciptakan ladang bunuh diri atau di bunuh secara brutal oleh orang sekitar kita”. Saya mengenggam jemarinya dan termenung.


Kata katanya itu menyadarkan saya. Waktu usaha kecil kita hanya berpikir bisa  makan saja. Tidak banyak yang kita pikirkan selebihnya kita merasa terus hidup. Karena itu usaha terus berkembang. Saat itu tanpa disadari banyak yang kita pikirkan dan tak peduli kesehatan kalau harus kerja 18 jam sehari. Kemudian terus berkembang sampai uang ikut  kemana langkah diayunkan. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk mikirkan lain kecuali keinginan tak terpuaskan. Semua pihak dari keluarga, teman, sahabat, karyawan, semua mulai bergantung kepada kita. Ingin terus berada dalam lingkaran kita. Mereka menciptakan intrik diantara mereka yang membuat kita repot. Mengapa ? Dari mereka kita merasa terhormat dan karenanya kita berusaha ingin memuaskan semua orang, dengan uang kita. Saat itulah proses bunuh diri berlangsung.


Tapi saya tidak mau menyimpulkan bahwa pembunuhan itu datang karena faktor kesengajaan. Tapi memang by design penyebabnya sudah ada dan itu datang dari keinginan besar untuk mendapatkan kehormatan atas dasar kesuksesan, ketenaran dan uang berlimpah. Semua itu faktor di luar diri kita   yang terus menciptakan banyak fantasi. Setiap kali kita  bertemu, mereka membanggakan kesuksesan kita dan bersorak seraya mengaku sebagai bagian darinya. Berbagai jabatan organisasi sosial bergengsi menempatkan  kita sebagai orang terhormat. Ketika kita berubah sikap, mereka akan menjadi pembenci yang sangat membenci. Dan kita takut itu terjadi. Terus merasa  kawatir  reputasi akan jatuh. Jiwa kita mulai rapuh. Penyakit ringan dan berat mulai berdatangan.


Apa yang terjadi ? Semua orang adalah kritikus dan siap untuk menyoroti kesalahan kita, karenanya kita juga tidak berhak melakukan kesalahan. Kritikus bisa menjadi orang terdekat kita. Mengapa ? Semua orang adalah pemuja  kita karenanya mereka berhak memiliki kita dan mendapatkan kita. Lantas bagaimana seharusnya bersikap sebagai pengusaha ? Apapun faktor di luar diri kita tidak seharusnya mempengaruhi hidup kita, menentukan bahagia atau menderita.


Saya teringat tahun 2008 saya pernah kena asam lambung. Pada waktu itu saya sedang di Guangzou. Dokter menasehati saya agar saya mengubah gaya hidup saya.  Namun yang tak pernah lupa nasehatnya adalah “ sebagai pengusaha kamu boleh gagal dan boleh direndahkan orang, boleh dihina orang denga kritik pedas dan boleh diabaikan orang. Mengapa ? Karena kamu bukan malaikat, bukan superhero atau superman. Kamu hanya manusia biasa, yang sebegitu besar harapan kamu untuk terhormat, namun jangan lupa kamu juga bisa terhina kapan saja. Jadi perbaiki gaya hidup agar sikap hidup kamu berubah. Kalau tidak, orang di luar sana yang akan membunuh jiwa dan raga kamu.” 


Ya, saya adalah seorang Pengusaha bukan Superhero maupun Superstar yang memiliki solusi untuk semua masalah. Saya memiliki takdir untuk gagal dan juga sukses tentunya. Dan itu adalah bagian dari perjalanan saya. Perjalanan seorang diri. Apapun faktor diluar saya, itu adalah antara saya dengan Tuhan. Tidak akan membuat saya berlebihan menyikapi susah mapun senang. Dipuji dan dibenci, biasa saja. Alhamdulilah , karena itu di usia diatas 50 tahun ini, tidak ada penyakit serius yang  saya rasakan. Saya menua dalam kesederhanaan dan saya baik baik saja.  


Sunday, July 18, 2021

Perbedaan pendapat soal Pandemi.

 





Pendapat Lois berkaitan dengan CORONA, terkesan melecehkan profesi dokter. Kalau boleh saya kelompokan ada tiga. Pertama, dia menentang adanya Pandemi. Kedua, dia percaya adanya COVID-19. Ketiga, dia menentang otoritas dokter menerapkan SOP penanganan pasien COVID-19. Dari tiga hal itu yang membuat saya ragu dengan Lois adalah dia melecehkan otoritas dokter atau yang ketiga. Saya tidak segera menerima atau menolak pendapatnya. Saya lakukan desk riset terhadap semua pendapatnya itu. Google menuntun saya. Tidak sulit untuk mengetahui referensi pendapat Lois. 


Ternyata 100% pendapat dia itu bukanlah pendapat pribadi dia, tetapi itu pendapat pegiat anti pandemi COVID, termasuk anti Vaksin. Mereka ini kalau saya perhatikan adalah pegiat yang ada dibalik teori konspirasi. Terkesan cocoklogi. Artinya , memang pendapatnya berdasarkan referensi sains dan fakta namun disimpulkan dengan salah atau semaunya saja. Akibatnya jadi menyesatkan. Saya bisa katakan itu, karena saya juga lakukan desk riset melalui jurnal ilmiah khusus tentang Pandemi dan COVID. 


Makanya saya sarankan kepada dokter dan ahli virus untuk tampil debat di depan publik dengan Lois. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar tidak terjebak dengan HOAX. Karena pegiat anti COVID ini memanfaatkan sosial media dan internet untuk menebarkan informasi. Kegiatan mereka di sosial media selama Pandemi massive sekali. Telah meningkatkan traffit acitve pengguna sosmed dan memberikan peningkatan iklan bagi facebook sebesar 32%  atau total revenue tahun lalu saja mencapai lebih dari Rp. 300 triliun. 


Mau tahu pengaruh mereka? Terbukti hasil survey, sebagian besar orang terdidik justru tidak percaya vaksin. Jadi adalah tugas dokter kaum terpelajar untuk melawan perang hoax ini. Tentu dengan cara terpelajar. Artinya jangan serang pribadi mereka yang berbeda tetapi lawan dangan sains juga. Sampaikan dengan bahasa sederhana agar orang awan paham. Itu akan lebih efektif.  Ingat, dalam pandemi ini virus yang jauh lebih berbahaya adalah virus HOAX yang ditebarkan lewat sosial media dan media massa.


Namun dokter dan para ahli juga harus jujur bahwa COVID-19 ini belum ada obatnya.  Vaksin bukan obat tetapi hanya meningkatkan kemampuan response antibodi kita terhadap COVID-19. Dengan demikian kalau ada pendapat pengobatan alternatif berupa herbal dan tradisional jangan pula cepat sekali bilang itu hoax. Hanya obat pharmasi yang benar. Padahal obat Virus ( apapun itu) belum ada. Yang ada adalah obat untuk mengobati gejala yang timbul terhadap organ tubuh, itupun sifatnya trial and error. 


Masyarakat juga harus dididik untuk paham arti RS. Tidak harus apapun gejala COVID harus ke RS. Anda harus percaya bahwa resiko fatal virus COVID itu hanya 3% saja. 97% aman. Tidak mematikan. Apalagi kalau sudah vaksin, praktis sudah sama saja itu seperti influenza. Jadi kalau positif ya tenang. Jangan panik. Anda perlu RS kalau ada komorbit. Apa itu? hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruksi kronis. Kalau tidak ada komorbit. tidak perlu ke RS. Tahan saja dengan isolasi mandiri dan istirahat cukup dengan makan vitamin. Itu akan sembuh sendiri. Paling lama 14 hari selesai.


Juga harus diakui bahwa dengan adanya pandemi ini menguntungkan big pharma yang mengontrol produksi obat obatan dan harga, termasuk RS dengan sederet SOP yang berpihak kepada big Pharma. Jadi tradisi lokal yang mandiri mengobati sendiri penyakit lewat herbal dan lainya, itu juga harus dihormati oleh dokter dan sains. Karena selama ini baik baik saja. Dan lagi toh VIRUS belum ada obatnya. Jangan pula marah kalau anda menentang pengobatan alternatif lantas orang tuduh anda sebagai agent promosi produksi Big Pharma. Itu wajar saja. Jadi mari semua kita berusaha bijak di tengah pandemi ini. Tetap jaga prokes dan gembirakan hati selalu. Semoga semua baik baik saja.


Thursday, July 15, 2021

COVID bukan kutukan...

 




“ Pah, virus itu kan bahaya. Kenapa Tuhan ciptakan juga. “ tanya oma. 


“ Ketika Tuhan menciptakan makhluk maka itu juga bagian dari cara Tuhan menciptakan hukum yang saling mengikat. Tujuannya apa? agar ekosistem tercipta. Singkatnya tida ada satupun makhluk atau benda yang ada di semesta ini tidak berguna. Selalu ada gunannya. Kalaupun kita tidak tahu sekarang, itu hanya terbatasnya pengetahuan kita. Kelak karena pengetahuan yang terus berkembang, kita akan tahu juga manfaatnya. “ 


“ Ya tapi kan bagaimanapun Corona itu berbahaya. Membuat tubuh kita sangat rentan. Kenapa? 


“ Tubuh manusia itu tidak rentan. Kalau rentan mengapa Tuhan tunjuk Adam atau manusia sebagai pemimpin di bumi. Dan minta semua makhluk sujud.? Kalau menurut sufi , manusia itu replika Tuhan “ 


“ Ya juga. Terus apa kekuatan manusia melindungi dirinya?


“ Pada diri manusia itu ada Sel B. Nah sel B itu berfungsi untuk memproduksi antibodi. Tugas antibodi melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita.”


“ Gimana sel B itu produksi antibodi?


“ Ya Ketika antigen masuk ke dalam tubuh, maka sel B  langsung terdiferensiasi menjadi sel plasma untuk memproduksi molekul antibodi. Proses produksi itu bisa cepat sekali kalau antigen itu sudah ada database nya di sel T. Kalau file antigen atau virus semacam corona itu tidak ada di database nya ya proses produksi antibodi jadi lambat. Ya butuh 7 hari dech.”


“Kenapa ?


“Karena antibodi itu melawan antigen melalui cara mengikatkan diri. Ya sama seperti anak kunci dengan lubang. Kalau engga pas ya engga bisa. Dia harus tahu percis antigen itu agar bisa mereplika diri mirip dengan antigen. Jadi bisa masuk tuh barang.”


“ Sesederhana itu ya.” 


“ Ya keliatan sederhana. Tetapi proses tempur antara antibodi dengan antigen itu rumit. Sel B harus membentuk pasukan berani mati atau imunoglobulin yang terdiri dari 6 grup. Grup G, M, A,E dan D”


“Wa hebat. Contohnya gimana ?


“ Katakanlah, pada tahap pertama virus masuk ke dalam diri kita lewat darah. Segera tubuh kita bereaksi dengan mengeluarkan pasukan group M. Nah M ini akan merangsang terjadinya pembantaian antigen. ”


“ Gimana kalau virus itu masuk lewat hidung, mata, paru-paru dan usus”


“ OH engga usah kawatir sayang. Itu tugas grup A. Pasukan ini standby bukan hanya di dalam darah tapi juga di cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, ASI, getah lambung dan sekresi usus. Dia ada bersama lendir hidung, mata, paru-paru dan usus. Pasukan A ini pasukan berani mati. Kalau mereka tidak bisa hadapi mereka bisa suruh sel pada organ kita yang terinpeksi melakukan aksi bunuh diri agar virus juga mati. Kemudian merangsang terjadi reproduksi sel. Tubuh sehat kembali”


“ Terus apakah antibodi itu hanya bereaksi kalau diserang saja?


“Engga juga. Ada pasukan group E yang selalu patroli di dalam darah. Kalau ada benda asing masuk apapun itu, nyerang atau engga, dia akan bereaksi cepat sekali. Dia akan infokan kepada grup G. Kalau data intelijent tentang antigen itu ada  di file group G ya dia bersama sama dengan grup G akan hajar antigen  itu.”


“ Kalau data file virus itu tidak ada di group G gimana?


“ Grup G engga bisa bantu. Pasukan Group E jadi bego sendiri. Dia terus aja produksi antibodi. Kalau berlebihan bisa berdampak pada badai sitokin. Kematian bukan karena virus tetapi karena badai sitokin itu atau autoimun. Ya kerena dia menghantam penyakit  bawaan atau yang sudah ada pada diri kita seperti TBC, asma, diabetes, dll. Itu bisa fatal.”


“Oh badai sitokin itu bisa jadi karena kita terlalu paranoid sehingga secara psikis memaksa tubuh kita terus berproduksi antibodi sehingga melimpah. Makanya penting sekali kita harus berpikir positip dan tenang kalau penyakit datang. Jangan dengerin berita tv dan media massa yang provokasi kita jadi paranoid dengan covid”


“ Kok kamu simpulkan begitu? Kata saya tersenyum.


“ Ya kita harus makan bernutrisi dan berpikir positip agar sistem kekebalan tubuh kita bisa efektif menghadapi antigen, termasuk corona. Toh udah ada pasukan hebat lain yang bekerja seperti Grup M, A, dan D. Sabar aja. Toh 10 atau 14 hari virus akan inactive sendiri. Selanjutnya kita sudah kebal secara alami. Selesailah badai corona pada tubuh kita.”


“ Ya benar. Satu satunya cara agar kita kebal terhadap Corona ya kita harus kena dulu. Kalau engga ya data virus itu tidak terekam dalam memori pasukan Grup G. Atau kalau takut kena ya melalui Vaksin. Itu cara smart terhindar dari wabah corona” Kata saya.


Ya begitulah celoteh kakek nenek seusai sholat subuh. Hidup berdua saja kadang kesepian. Itu bisa diisi dengan diskusi ringan. Walau kadang terkesan sotoy. Salam sehat dan jngan lupa bahagia.


Pandemi dan pengorbanan Pemerintah

 



Fakta selama Pandemi.


Corona itu ada. Tetapi bukan Virus penyebab kematian tetapi badai sitokin. Itu fakta. Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus. Fakta, Vaksin bukan obat anti virus tetapi zat untuk membentuk daya tahan tubuh. Fakta kalaupun kita sudah divaksin, tubuh kita tidak sehat, daya tahan tubuh turun, bisa juga kena COVID lagi. Tetapi fakta juga dampak setelah divaksin tidak seburuk yang belum divaksin. Kalaupun ada yang fatal itu bukan kasus umum. 


Selama pandemi fakta ekonomi kita terpuruk. Data GNI kita drop sehingga world bank turunkan status kita dari kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper-middle income) menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower-middle income). Jumlah orang miskin selama Pandemi tahun 2020 berdasarkan data BPS bertambah 2,76 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Credit Suisse report tahun 2020 jumlah orang kaya selama pandemi ini juga meningkat 61,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi yang miskin nambah, ya kaya juga nambah. 


Di tengah anggaran Jumbo mengatasi Pandemi, fakta juga bisnis pharmasi khusus COVID-19 meningkat drastis. Badan Pusat Statistik (BPS) mendata kuartal III/2020 meningkat 14,96 persen secara tahunan. Kebutuhan bahan baku obat (BBO) naik 30-300 persen dan itu 90% impor. Itu fakta. Artinya belanja obat  khusus COVID-19 menguntungkan asing atau big pharma.


Fakta juga kebijakan penanganan wabah tidak konsisten sehingga angka kematian terus bertambah.  Kalau tadinya kebijakan PSBB diserahkan kepada Daerah , sekarang di tangani langsung langsung oleh pusat lewat PPKM. Apakah akan berhasil? kita tidak tahu. Kalaupun nanti berubah lagi, itu juga tidak perlu terkejut. Ya namanya wabah dan darurat atas hal yang baru, tentu kebijakan trial and error. Itu fakta.


Tingkat kepatuhan 20 propinsi terhadap prokes rendah atau dibawah standar. Itu fakta. Lima provinsi dengan penambahan terbesar kasus harian Covid-19 tertinggi adalah DKI, Jawa Barat, jawa Tengah, Jawa timur, Yogyakarta namun yang tertinggi adalah DKI. Secara nasional DKI mencatat rekor tertinggi kasus COVID-19. Kapan Pandemi ini akan berakhir? tidak ada yang tahu. Itu fakta.  Dah gitu aja.


***


Setiap ada kebijakan yang berkaitan dengan produksi walau itu merugikan pengusaha namun  selalu ada trade off nya dari pemerintah. Misal kalau ada pengurangan jam kerja karena kebijakan PPKM, pasti pemerintah sediakan subsidi upah buruh. Sehingga pengusaha tidak perlu bayar 100%. Sebagian ditanggung oleh pemerintah. Itu sudah dilakukan tahun lalu. Prosesnya nya gampang. Online kok.  Bahkan kalau tidak mengajukan permintaan subsidi malah ditegor. Kawatir upah buruh dikurangi pengusaha. Padahal pemerintah mau talangi. Tetapi kalau pengusaha tidak minta subsidi dan upah tetap bayar utuh, ya tidak ada masalah.


Saya yakin tahun ini akan ada lagi subsidi upah diberikan pemerintah kepada pengusaha pabrikan. Jadi sebetulnya tidak ada masalah. Yang jadi masalah upah buruh itu hanya 8% dari total cost produksi. Sisanya yang besar adalah bunga bank. Biaya penyusutan investasi termasuk investasi marketing. Ini kalau kapasitas produksi menurun akan berpengaruh kepada laba rugi.  Tetapi cash flow tetap aman kalau pemerintah memberikan subsidi bunga dan relaksasi angsuran utang bank. Tahun lalu pemerintah memberikan subsidi bungan dan relaksasi angsuran. Bahka pengusaha juga dapat trade off berupa insentif pajak. 


Jadi sebenarnya pengusaha itu aman. Resiko kebijakan ada pada pemerintah. Era jokowi ini pemerintah baik banget sama pengusaha. Bayangin aja. Ada perusahaan yang bertahun tahun untung gede dan cadangan laba besar, tetap aja dapat subsidi program PC PEN. Itu industri otomatif contohnya. Duluan dapat insentif pajak agar omzet tidak menurun. Engga tanggung tanggung jumlah yang diberikan pemerintah triliunan rupiah.


Saya secara pribadi sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Dia berjuang selama satu periode membuat APBN kredibel dan kuat, cadangan devisi besar. Tetapi karena pandemi ini, uang itu abis begitu saja. Keluar seperti air bah. Bahkan total anggaran PC PEN lebih besar dari anggaran bangan jal toll dan pelabuhan.  Tahun ini dana PC PEN sebesar Rp. 900 triliun  lebih, sementara untuk PMN BUMN hanya Rp 37 triliun yang bertugas melanjutkan ruas jalan toll yang tertunda. 


Ditengah situasi itu terus aja Jokowi disalahkan, bahkan mau dilengserkan. Kalaulah bukan Jokowi yang presiden, saya yakin tidak akan dapat biaya gratis pasien COVID-19.Mau tahu berapa total biaya pasien COVID ? Untuk ODP/PDP/Konfirmasi Tanpa Penyakit Komplikasi biayanya mencapai Rp. 63,5 juta. Kalau dibarengi dengan Penyakit Komplikasi biaya nambah lagi jadi Rp. 77 juta. Kalau dirawat sampai dua minggu bisa bertambah menjadi  Rp. 231 juta. Nah kalau sebulan bisa mencapai Rp. 495 juta. Hitunglah berapa jumlah pasien yang dirawat di RS. 


Jadi sebenarnya orang yang tidak patuh prokes dan tidak mau vaksin dia sebenarnya bukan saja merugikan dirinya tetapi juga merugikan orang banyak. Mengapa ? biaya perawatan mereka yang tanggung negara. Itu uang pajak. Padahal kalau mereka patuh, uang negara hemat. Tapi mereka engga sadar itu. Saya yakin kalau bukan Jokowi presiden, tidak akan ada BLT khusus. Saya yakin engga akan heboh COVID ini. Mengapa ? kalau engga ada cuan ya mana ada yang mau ributin. Dah gitu aja. Semoga kita baik baik saja. Tetap bersyukur punya Jokowi.


Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...