Saturday, March 03, 2007

who we are ?

Dalam perjalanan dari Hong Kong didalam pesawat saya membaca buku The divine Message of the DNA . Buku ini tidak begitu tebal namun tulisannya dalam bahasa yang enak dibaca. Walau saya awam dibidang ilmu genetika atau kedokteran tapi bahasa tulisannya menuntun saya memahami dunia DNA yang super kecil dan complicated menjadi sederhana. Penulisnya Kazuo Murakami seorang ahli genetika terkemuka dunia. Dia juga adalah pemenang Max Planck Research Award. Tak terasa 4,5 jam saya membaca buku ini hingga tamat. Saya termenung seusai membaca buku ini. Pikiran itu terus terbawa bawa ketika saya akan berangkat tidur.

Apa yang membuat saya terbelalak mata dan batin saya ketika usai membaca buku ini ? tak lebih semakin saya malu kepada Allah akan kebesaran dan kasih sayangnya yang tak terhingga kepada makhluk ciptaannya. Benarlah Allah itu maha pengatur dengan segala kesempurnaannya untuk menjadikan seluruh materi dibumi dan juga dialam semesta ini dapat hidup secara teratur dan seimbang. Sedikit saja ketidak teraturan itu terjadi maka akan menimbulkan bencana atau kemusnahan. Allah menjadi semua itu berjalan secara well organise. Inilah yang saya ketahui dalam tulisan Kazuo Murakami tentang pesan dibalik DNA, yang dikatakannya ada kekusaan yang maha agung dibalik itu semua. Dialah Tuhan.

Tahukah anda bahwa tubuh kita dan juga semua makhluk hidup di bumi ini, termasuk tumbuhan, binatang, bakteri, dan lain sebagaiannya dapat bergerak dan eksis karena adanya sel. Sel itu sangat kecil sekali. Enam setengah miliar penduduk bumi ini bila digabungkan DNA nya maka besarnya tak lebih sebesar beras. Bayangkanlah betapa kecilnya sel itu yang membuat kehidupan kita. Namun dalam dunia mikrokosmis , dalam setiap satu kilogram tubuh manusia terdapat satu triliun sel yang mempunya struktur dan fungsi yang sama. Artinya bila berat kita 70 kg maka jumlah sel itu 70 triliun. Masing masing sel itu mempunyai dunia sendiri ( individualism) namun satu sama lain berkerja sama untuk kepentingan mengelola fungsi organ kita. Apabila sel ini mati maka tubuh kitapun akan mati.

Awalnya kehidupan dibumi ini memang berasal dari makhluk bersel tunggal, Kemudian berevolusi terus menjadi seperti sekarang ini. Prose kelahiran manusiapun diawali bertemunya sel sperma dan ovum didalam rahim wanita. Dari satu sel kemudian membelah dan membelah terus sampai terjadi triliun sel yang membangun organ tubuh kita menjadi utuh , baik organ dalam maupun organ luar. Lantas apa yang membuat sel itu bagaikan orkestra yang begitu hebat hingga masing masing sel dapat berfungsi dengan tepat sesuai dengan tempatnya berada. Ternyata didalam struktur sel terdapat nukleus yang dilapisi oleh membaran. Nah didalam nukleus ini terdapat GEN. Gen inilah yang menjadi penentu semua aktivitas sel.

Nukleus sel mengandung asam deoksiribonukleat atau deoxyribonukleat acid ( DNA). Inilah zat yang kita kenal sebagai GEN. Hasil riset berhasil mengetahui bangun DNA itu yang terdiri dari dua untai berbentuk spiral, yang menjadi permukaan keberadaan molekul yang terdiri dari Adenin, Timin , Sitosin, dan Guanin atau disingkat ATSG , dan disebut oleh ilmuwah sebagai kode genetik. Dari kode ini para ilmuwan percaya bahwa didalamnya terkandung informasi berperan mebentuk kehidupan.. Nukleus dari satu sel manusia memiliki tiga miliar hurup hurup ini. Padahal didalam tubuh kita setiap kilogram terdapat satu trilun sel. Jadi hidup kita benar benar bergantung pada informasi yang luar biasa banyaknya tersimpan pada DNA itu. Ternyata kode DNA itu dibaca dari kanan kekiri atau percis sama dengan Al Quran yang kita baca dari kanan ke kiri.

Dari sekian banyaknya sel itu , ternyata masing masing mempunyai informasi yang sama dalam setiap Gen. Artinya sel manapun yang terdapat dalam tubuh kita dapat digunakan untuk menciptakan tubuh manusia. Tapi kenyatannya mengapa sel kuku tidak bisa membuat jantung. Mengapa sel hati tidak bisa membuat rambut. Inilah yang membuat misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Kenapa ujud sama,sturktur sama tapi kok bisa fungsinya berbeda beda sesuai tempatnya. Keliatanya ada kesepakatan awal diantara sel ketika terjadi pembuahan sel telur didalam rahim wanita. Agar mereka bertugas dengan benar untuk membentuk makhluk yang bernama manusia.

Lantas siapakah yang memerintahkan mereka untuk bersepakat itu ? Ilmu pengetahuan hanya mampu mempelajari proses kerja sel yang disebut dengan mekanisme ”nyala /padam”. Apabila sel berada dikuku maka hanya sel kuku yang nyala dan yang lainnya padam. Begitupula bila sel berada di jantung maka yang nyala hanya sel jantung dan yang sel lainnya padam. Begitu seterusnya. Kembali ilmu pengetahuan bertanya ” Gen tidak hanya berfungsi sesuai dengan tempatnya tapi juga sesuai dengan waktunya ( timing). Payudara wanita tidak mungkin tumbuh sebelum waktu akil baligh. Ini belum terjawab, lantas ada lagi yang membuat keilmuwan terpesona yaitu ternyata Gen berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Ilmuwan hanya bisa menemukan proses nyala / padam pada Gen. Tapi tidak bisa menjawab soal dibalik timing nyala.padam itu. Soal dibalik kualitas Gen manusia sebagai makhluk sosial. Mereka hanya menduga duga sebatas hipotesis tentang bagaimana gen mempengaruhi karakter , kencenderungan, dan tingkah laku seseorang. Riset sedang berlangsung dengan gigih untuk mengungkapkan tabir itu. Karena rahasia takdir akan terungkap bila ini berhasil ditemukan. Namun apa yang diungkapkan oleh ahli genetika merupakan ujud nyata bahwa Allah Maha Agung. Apa yang belum terjawab itu berkaitan dengan Jiwa dan Ruh. Ini ada tapi tak bisa dipecahkan dengan akal kecuali keimanan melalui pendekatan spiritual.

Kazuo Murakami menyampaikan dengan rendah hati tentang kehebatan Yang Maha Agung itu. Ternyata cara terbaik dan efektif menyalakan Gen ” baik ” itu adalah konsep memberi dan memberi karena cinta atau ikhlas. Inilah yang membuat Gen ” baik ” manusia terus menyala untuk mencerdaskan , menyehatkan, menentramkan agar manusia bahagia. Tidak mudah menjelaskan konsep memberi ini dalam ilmu akal manusia. Anda memberi uang kepada toko ,anda mendapatkan yang anda mau. Anda membayar karena membeli. Itu tidak ada pengaruhnya terhadap Gen baik menyala. Tapi anda memberi seperti Ibu memberi, seperti matahari memberi sinar. Itulah yang membuat Gen baik anda menyala.

Jadi orang yang takut memberi itu sama saja dia memadamkan Gen baiknya. Orang yang berhitung karena memberi , juga tak berpengaruh terhadap Gen baiknya menyala. Hanya ikhlas memberilah membuat Gen baik menyala. Dari hasil riset Genetika, kode sandi Gen, kita mendapatkan pencerahan yang tak terbantahkan bahwa konsep memberi dan memberi adalah hakikat manusia , karena didalamnya ada Ruh Allah yang ”Maha pengasih dan lagi Maha penyayang. Orang yang lari dari konsep ini adalah paradox dan menganiaya dirinya sendiri.

Thursday, December 21, 2006

kebebasan

“Mungkin kalau ada sorga didunia maka itu adalah negara kamu” Demikian teman saya ketika saya berjumpa dengan dia pada waktu musim dingin. Saya sempat terkejut dengan kata katanya. Karena saya membayangkan negeri saya yang sedang dilanda krisis ekonomi yang parah dengan jeratan kemiskinanan bagi hampir 50 juta penduduk. “ Lingkungan negeri anda benar benar sorga. Tidak ada suasana kompetisi.. Itulah yang membuat negeri anda menjadi sorga yang sesungguhnya. “

Kompetisi ? Bukankah budaya kompetisi itu bagus. Karena semangat kompetisi pulalah yang membuat negara maju. Lantas mengapa tidak ada suasana kompetisi justru membuat lingkungan menjadi sorga. Ini cukup aneh bagi saya.Kemudian saya mencoba meng explore apa yang dikatakan teman ini. Saya perhatikan kehidupan sehari hari mereka; . Jepang, Korea, China, Hong Kong, Eropa ,Amerika. Saya berusaha mencari tahu dibalik makna kata kata teman ini.Akhinrya , saya baru menyadari bahwa mungkin dia benar. Betapa tidak. ? Setiap malam hari , sampai tengah malam, masih ada saja orang orang berkumpul di Bar atau restoran..Padahal sudah waktunya mereka pulang. Tapi mengapa mereka tetap disana.? Padahal mereka adalah orang baik baik. Ternyata memang tidak ada yang mereka cari disini. Mereka hanya berusaha melupakan semua kesehariaanya dikantor. Sampai mereka lelah dan terkantuk.Pulang hanya untuk tidur. Besok kerja lagi. Begitu seterusnya.

Dinegeri mereka ada aturan ketat untuk memaksa setiap orang berkompetisi. Ada target waktu, target penjualan, target produksi, target laba, target sukses , target lulus sekolah , target..semua ada target yang harus dicapai. Dalam kesehariannya, mereka juga dikejar target on time datang ke station, target on time datang kerestoran , target on time penuhi janji, target on time bayar bill, target on time delivery... Siapa saja yang tidak mampu berkompetisi maka harus rela tersingkir.Tidak ada kemanusiaan untuk membela mereka yang gagal berkompetisi. Ini hukumnya. Memang mereka menjadi mesin pertumbuhan dari sebuah system yang bernama negara. Entah itu kapitalis , sosialis ,komunis. Semua sama saja. System mereka memang menciptakan free competition tapi sehat. Artinya , setiap warga negara berhak untuk mendapatkan reward dari keunggulan dia berkompetisi. Negara menghormati upaya orang untuk sukses dan unggul dalam bersaing. Juga menjaga terjadinya fair play secara ketat. Namun negara jugalah , yang menjadi creator dari system ini sehingga hubungan antar manusia tidak lagi harmonis. Rumah tangga hanya tempat berkumpul sesaat namun secara psikis semua anggota keluarga tidak berada dirumah. Pikiran mereka ketempat lain dimana mereka dikejar untuk bersaing. Ibu sibuk mengatur Bill tagihan., Anak memikirkan kompetisi disekolah. Ayah, memikirkan kompetisi di kantor.

Lingkungan tempat tinggal tidak lagi nyaman sebagai komunitas sapa dan tawa. The time is essential , kata mereka. Hingga suasana kebersamaan ditengah komunitas adalah langka. Hubungan dengan tetangga hanya sekedar sapa. Hubungan dengan anak hanyalah sapa ringan di waktu sarapan pagi.Hubungan dengan istri hanya senyuman menjelang tidur. Mereka terjerat oleh suatu system tentang reward and bill dan setiap hari adalah mimpi buruk tentang takut gagal, takut tidak on time. Belum lagi harus menghadapi datangnya musim dingin yang selalu hadir setiap tahun. Badai salju yang menyakitkan adalah resiko yang harus diterima setiap tahunnya ditengah masalah social kompetisi yang tak memberi ruang untuk berkelit…Suatu kehidupan yang memenjarakan diatas kemegahan infrastruktur modern yang dibangun dari uang pajak mereka, yang tak pernah nyaman sebagai makhluk social..

Maka benarlah , kata teman saya bahwa negeri ku adalah sorga… Cuaca dan alam membuat orang untuk menikmati segala galanya secara bebas tanpa terkungkung oleh empat musim, walau ada bencana maka itu hanyalah insidential,yang cepat datang dan cepat pula dilupakan. Keseharian kita adalah .bebas melakukan apa saja , tidak ada situasi mencekam seperti dalam arena kompetisi. Karenanya kita bebas tidak tepat janji, bebas korupsi, bebas tidak tertip dijalan, bebas buat maksiat, bebas kaya dan juga bebas untuk mati kelaparan. Negara hanyalah system yang membiarkan semua itu terjadi karena hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat, bebas dipermainkan… inikah sorga kita..?

Di ruang termahal..

Dalam satu perjalanan disuatu negeri, saya bersama teman mendapat kesempatan menginap di Hotel dengan tariff diatas USD 1000 per malam. Dapat dibayangkan betapa tiggi standard layanan hotel ini. Juga jangan tanya soal kemewahan didalama kamar. Semuanya serba wah. Segala impian dengan sejuta hasrat kemewahan nafsu dunia sengaja dicreate untuk memanjakan tamu yang menginap disini. Maklum saja bahwa para tamu yang datang adalah businessman yang ingin menikmati kenyamanan layanan untuk memanjakan diri. Sudah jam 11 malam , saya masih asyik bicara dengan teman di cafe dan bukan hanya kami tetapi juga para tamu hotel lainnya. Kami masih diliputi banyak pikiran tentang beban pekerjaan yang menghadang. Yang pasti ada cemas didalam hati. Saya perhatikan tamu yang lain juga mengalami hal yang sama. Buktinya mereka tidak bersegera kekamar untuk menikmati standard kamar hotel super diamond itu.

Jam dua dini hari , barulah saya undur diri dari cafe untuk berangkat tidur. Teman ini juga ikut bersama saya. Ruang cafe masih ramai oleh penghuni hotel. Petugas cafe mengatakan kepada saya bahwa jam 4 pagi cafe akan ditinggalkan semua oleh tamu hotel untuk tidur dikamarnya masing masing. Sesampai dikamar, saya langsung menjatuhkan tubuh ditempat tidur. Saya baru terjaga ketika jam 6 pagi untuk sholat subuh. Jam 7 pagi saya ketika breakfast , teman itu sudah ada di restoran. Ketika bertemu , sambil makan, kami kembali melanjutkan diskusi soal tadi malam untuk mengatur langkah strategi untuk pagi ini. Begitulah seterusnya. Mengapa saya ceritakan ini ? tak lain untuk memberikan gambaran bahwa kemewahan dengan segala layanan yang memanjakan ternyata tidak pernah kami rasakan sebagai sebuah bentuk yang menentramkan , apalagi menghilang rasa cemas akibat takut gagal dalam bisnis, takut gagal dalam mengambil keputusan dan segala rasa takut.

Semua rasa takut itu dipicu dan dirangsang oleh adanya keinginan lebih. Juga didorong oleh sikap marah kepada pesaing yang berada diatas dan ingin merasa lebih baik dibandingkan orang lain. Karena itulah kerja keras dilakukan dan tanpa disadari kami telah melakukan penyiksaan diri secara sistematis. Saya berada didalam lingkungan seperti itu dari kehadiran sahabat saya yang pengusaha, pejabat negara, dosen, professional, politisi dan lain sebagainya. Saya yakin mereka tidak pernah merasakan kebahagian dalam sehari lebih dari 1 jam. Bahagia dalam pengertian dimana lepas dari segala beban dan tak tergantung sama siappun , damai dalam pengharapan, damai dalam kekurangan, damai dalam fitnah dan damai dalam keseharian. Padahal ada sebagian besar manusia yang jauh dari harta dunia namun dengan hanya USD 300 per bulan mereka bisa mendapatkan kebahagiaan, candatawa bersama sahabat yang setia, anak istri yang sholeh, beribadah dengan lapang waktu.

Data statistik hanya mengukur kemakmuran dari harta. Mereka yang miskin kebahagiaan , miskin cinta namun harta berlebih akan masuk kelompok makmur. Padahal merekalah yang sebenar benarnya miskin karena hidup mereka tidak mereka miliki. Hidup mereka disiksa oleh dirinya sendiri. Dari berbagai orang inilah saya mendapatkan hikmah untuk bersikap dalam hidup. Bahwa kebahagiaan itu hanya mungkin bila kita bisa mengelola ”keinginan ” dan dorongan ” berkompetisi” secara berlebihan. Tak ada cara efektif mengelola kecuali menunduk diri kita sendiri terhadap hasrat yang berlebihan itu. Ketika kita bisa mengalahkan diri kita sendiri maka banyak hal yang justru tidak perlu mahal dan kadang sangat sepele bisa membuat kita bahagia.

Sebuah riwayat dalam Hadith , dua hal yang membinasakan manusia itu, adalah keinginan yang berlebihan dan kedengkian ( merasa lebih baik dari orang lain ). Karena kedengkian inilah Iblis dilaknat sehingga menjadi terkutuk. Karena keinginan yang berlebih itu pula , Adam dan Hawa tergoda untuk memakan buah qalbi. Ya , manusia binasa ketika dia dikuasai oleh dua hal itu. Maka yang namanya binasa maka kebahagiaan menjadi sangat jauh. Kalaupun ingin digapai maka manusia harus berkerja keras dengan all at cost untuk mendapatkannya namun hanya melihat fotomorgana. Semakin dikejar kebahagiaan semakin jauh diraih. Akibatnya berbagai penyakit phisik datang dan rasa takut semakin lekat dalam diri maka kebahagian semakin tak terjangkau. Kita menumpang tawa ditempat ramai dan menangis diatas lumbung padi karena lapar.

Kebahagiaan itu ada dihati dan teramat dekat dengan diri kita bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Untuk menggapainya tak diperlukan ongkos mahal dan berlelah. Cukuplah bersyukur atas nikmat Allah dengan menebarkan cinta dan kasih sayang kepada mereka yang tidak beruntung atau yakin bahwa harta itu milik Allah dan digunakan untuk beribadah kepada Allah. Dan Bila terkena musibah maka bersabarlah. Sikap inilah , dalam kondisi apapun, maka kebahagiaan akan selalu menjadi milik kita. Karena kita melangkah hanya untuk mencari ridho Allah bukan rasa hormat atau pujian dari manusia.

Sunday, November 05, 2006

Muttaqin

Siapa yang dimaksud dengan orang yang percaya kepada yang "gaip". Dalam sebuah hadith ( Anas bin Malik ) Nabi bersabda " Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan saudara saudaraku" seorang sahabat bertanya " Bukankah kami ini saudara saudaramu" Nabi menjawab " Benar, kalian sahabat sahabatku. Adapun yang kumaksud dengan saudara saudaraku adalah kaum yang datang sesudahku dan beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah berjumpa denganku". Kemudian Nabi membaca ayat " Oang orang yang beriman kepada yang gaip ( Al Baqarah: 2). Ya, merekalah orang orang orang yang tidak pernah melihat Rasulullah Saw tetap beriman kepada beliau, mencintai beliau.

Dari hadith ini ada dua istilah "sahabat dan saudara". Yang mengenal Rasul sebagai orang terdekat beliau adalah sahabat, teman seperjuangan. Antara sahabat dan saudara adalah hubungan batin. Tak perlu diperdebatkan siapa yang utama. Apakah sahabat atau saudara. Yang pasti dua duanya adalah pihak yang dicintai. Jadi bukan pada tempatnya menyebut bahwa generasi pertama umat islam adalah umat terbaik dihadapan Rasul. Sementara yang belakangan jelek. Mungkin soal kualitas keimanan , generasi sekarang lebih baik karena mereka mengimani rasul tanpa pernah berjumpa dengan rasul. Hadith yang menceritakan bahwa saudara saudara Rasulullah yang ingin dijumpai itu adalah orang orang yang mengimani hal gaip, diriwiyatkan oleh banyak perawi hadith.

Karena Al Quran menyebutkan " Allah lah yang menciptakan dan menyempurnakan ( Al 'Ala : 2). Manusia berkembang kearah kesempurnaan, baik dari segi phisik maupun mental. Dalam islam, perkembangan manusia adalah evolusi progresive. Makin lama makin baik, makin cerdas dan makin berilmu. Menurut imam Ja'far , dalam salah satu doanya, ilmu manusia akan menjulang tinggi, kedamaian terbentang luas , iman dikuatkan , dan Al Quran dibacakan. Penemuan Ilmu pengetahuan Modern dibidang mikro dan makro kosmos, tekhnologi produksi, rancang bangun , kedokteran dan lain lainnya semakin memperkuat keimanan manusia akan kehadiran Allah dan Rasul dengan segala hikmahnya yang ada di dalam Alquran dan Hadith. Semakin membuat manusia merasa dekat kepada Allah dan tentu semakin mencintai Rasul yang telah menyampai kabar gembira.

Mereka yang disebut sebagai saudaraku oleh Rasul adalah mereka yang bertaqwa kepada Allah dan mempercayai Rasul dan Nabi nabi sebelumnya. Dia menghormati perbedaan agama tanpa tergelincir oleh keimanan orang lain. Dia tidak fanatik dan cinta akan ilmu serta menghindari perpecahan. Agama baginya adalah cinta dan kasih sayang. Menentramkan orang lain karena bijak bersikap dan bertindak. Dimanapun dia berada dia dinantikan orang. Diharapkan orang untuk sebagai pemberi solusi bukan dibenci sebagai pencipta masalah. Dia rendah hati dan gemar berbagi kepada siapapun. Semua itu dia lakukan karena kecintaan kepada Rasul yang dipercayainya , yang telah memberikan teladan sebagai pribadi agung. Dia cintai semua orang karena dia mecintai Allah.

Wallahualam

Thursday, October 26, 2006

Musuh kita

Saya masih ingat setahun sebelum kejatuhan Soeharo ada Project for A New American Century (PNAC). Project ini bertujuan untuk memaksa bangsa Amerika untuk ikut bertanggung jawab menanggung beban negaranya dalam rangka orde internationalisasi tentang demokratisasi, dalam rangka mempertahankan hegemoni amerika disegala bidang untuk menguasai dunia dalam jargon kebebasan, perdamaian dan kesataraan. Seoharto, sebagai perwira tempur dan ikut berjuang membela tanah air ini , dia menyadari sepenuhnya dari awal siapa musuhnya. Yaitu asing. Makanya dia tidak pernah membiarkan rakyat menghadapi sendiri pertarungan dengan asing. Pemerintah digaris depan untuk memenuhi resource rakyat mendapatkan akses modal, barang dan pasar. Walau untuk itu dia tidak bisa lepas dari asing namun strategy tarik ulur atau memberi sedikit kepada asing dan kemudian mendapatkan banyak diterapkannya. Pancasila dan UU 45 tempat dia berlindung dari tekanan asing yang ingin memaksakan kehendaknya mengontrol pontesi nasional.

Selama 32 tahun berkuasa adalah keseharian yang tak pernah habis habisnya berjuang dengan segala taktik tarik ulur dengan asing sambil berharap suatu saat bangsa ini mampu berdikari untuk melakukan perlawanan secara seimbang. Dia tidak anti demokrasi tapi kawatir dengan liberalisasi. Dia berkeyakinan dengan keadaan sosio culture rakyat yang sebagian besar masih berada dikelompok menengah bawah maka pasar bebas . akan menjadikan rakyat sebagai korban kekuatan modal asing yang akan merusak kekuatan berproduksi dan budaya gotong royong. Ini harus disikapi dengan hati hati. Tapi Amerika tidak sabar menunggu dan menghadapi politk tarik ulur ini. Pada tahun 1997 itupula , kekuatan PNAC mendapatkan angin segar dari kekuatan politik di Amerika dan strategy pemaksaan melalui kekuatan mata uang amerika digunakan untuk memaksa negara negara yang bandel untuk tunduk atau bila perlu pemimpinnya dijatuhkan. Disamping itu kampanye tentang pasar bebas terus digencarkan ditengah perlawanan para aktivis yang anti pasar bebas. Para ilmuwan yang ada dikampus dikampus , aktivis pro demokrasi dijadikan sebagai agent pencerahan untuk bangkitnya semangat perdamaian, kebebasan , kesetaraan.

Saatnya tiba , operasi hedge fund dari system kapitalisme moneter menunjukan keampuhannya sebagai bom nuclear untuk meluluh lantakan kekuatan ekonomi asia. Termasuk Indonesia. Disaat itulah kekuatan pemukul akhir seperti IMF berperan penting mempercepat kehancuran dan kejatuhan rezim yang tidak pro pasar bebas.. Soeharto jatuh dan reformasi sebagai pilihan. Demokrasi ekonomi adalah pilihan yang tak bisa ditawar. Soeharto tentu menangis dan menjerit dalam penderitaan yang panjang. Bukan karena kejatuhannya tapi lebih kepada kesedihannya melihat para penerusnya terjebak dalam cengkraman asing dengan begitu saja menerima paham liberalisme. Sejak era reformasi pemerintah mengeluarkan kebijakan menuju pasar bebas disemua setor. Tata niaga dihapus, BUMN diprivatisasi tanpa memperhatikan Public Service Obligation. UU perbendaharaan dibentuk. Impor dibuka, retail raksasa diizinkan beroperasi. Subsidi produksi bagi petani dan industri dihapus. Liberalisasi pers diakui.

Kini kita semua terjebak dalam euforia demokrasi liberal dan image dibangun untuk menciptakan musuh bersama yaitu Soeharto. Semua hal yang buruk tentang Soeharto terus diulang ulang dengan berbagai kasus yang tak pernah tuntas diadili secara adil. Kegagalan mengatasi pengangguran dan kemiskinan , maka Soeharto dijadikan kambing hitam.. Singkatnya Soeharto dijadikan tempat berlindung dari kegagalan system demokrasi ekonomi yang bertumpu pada pasar bebas. Padahal kebjakan Keyness yang dijadikan model pembanguna pasar bebas terbukti tak pernah berhasil menciptakan kemakmuran. Walau dijadikan topik yang harus dipelajari di universtitas namun tetap saja ini tidak bisa diimplementasikan untuk kebijakan publik oleh pemerintah , seperti kata pemenang hadiah Nobel bidang ekonomi (2001) ,Joseph E Stiglitz, secara tegas menyatakan, "Textbook economics may be fine for teaching students, but not for advising governments... since typical American style textbook relies so heavily on a particular intellectual tradition, the neoclassical model." (Chang Ha-Joon, Stiglitz and the World Bank: The Rebel Within, 2001:130).

Lambat atau cepat kita akan memasuki fase yang mengerikan dari system ekonomi pasar bebas yaitu free entry/free exit ( bebas masuk dan bebas hancur) dari persaingan, dimana fakta menuju pada kehancuran ekonomi yang ditandai oleh semakin lemahnya kedaulatan pangan, kedaulatan produksi, kedaulatan modal. Sadarkah kita bahwa kita semua sudah terjebak dalam cengkraman asing ? Sadarkah kita bahwa ratusan juta rakyat masuk dalam kubangan masalah? Masihkah kita percaya dengan semua jargon asing untuk kemakmuran kita ? Semoga kita semua menyadari bahwa musuh bersama kita bukanlah Soeharto. Seoharto dan kita semua adalah korban dari neocolonialisme. Musuh kita dari dulu adalah pihak asing yang bersembunyi dibalik lembaga multilateral seperti IMF, World Bank sebagai penggagas berdirinya WTO . Saatnya kini kita bersatu dalam derap langkah bersama menyatakan “ Perang melawan hegemoni asing” Hanya kebersamaan dan semangat gotong royong membuat kita mampu berdaulat disegala bidang atau kita akan ditelan oleh liberalisasi dan globalisasi...

Saturday, September 30, 2006

Jangan tergoda !

Sekarang ini banyak sekali lembaga yang mengaku perwakilan dari perusahaan investasi diluar negeri atau perusahaan non legal sebagai lembaga investasi menawarkan program investasi yang menggiurkan. Bahkan ada yang memberikan janji keuntungan pasti sebesar 20% per bulan atau rata rata semua memang memberikan janji dengan tingkat keuntungan diatas bunga bank. Beberapa diataranya telah berhasil menarik dana triliunan rupiah dari publik dengan meninggalkan luka terdalam. Mereka lari dengan janjinya dan membiarkan para member ( anggota yang ikut program investasi) meratap menyesali nasifnya yang merasa tertipu. Ada juga yang sudah ditangkap oleh aparat hukum dan masalahnya tetap saja tidak mengembalikan dana yang sudah dikuasai oleh perusahaan investasi tersebut.

Saya sering ditanyakan oleh beberapa client tentang program ini namun berkali kali saya katakan bahwa program yang ditawarkan tersebut adalah benar dan laba yang akan diperolehpun bisa benar. Hanya masalahnya , kita harus tahu persis apa produk investasi yang akan dijalankan dalam program tersebut? Bagaimana strategy investasi yang diterapkan dalam program itu hingga dapat menghasilkan yield tinggi ? Ini perlu diketahui dengan pasti sebelum kita melangkah lebih jauh. Tetapi pada umumnya setiap seminar pemasaran yang diselenggarakan oleh pemilik program ini , selalu mereka tidak menyampaikan secara transfarance kepada calon member. Mereka lebih banyak menggunakan retorika dan sedikit data analisa yang dibuat berdasarkan asumsi asumsi ( belum pasti ) hingga dipastikan dapat mencapai laba tinggi.

Bagaimanapun program yang diusung tersebut hingga dapat menghasilkan yield tinggi adalah program transaksi options.. Opsi ( option ) adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price atau harga patokan/tebus) dalam jangka waktu tertentu. Dalam opsi yang diperdagangkan tidak hanya terbatas opsi saham, tetapi juga opsi indeks saham (stock index options), opsi kurs valas (currency options), opsi komoditas (commodity options), dan lain-lain. Saat ini pasar opsi telah mendunia, dan opsi diperdagangkan pada bursa besar dan kecil di manca negara. Sebagai contoh, bursa besar dunia seperti European Options Exchange di Amsterdam dan bursa di Sydney yang lebih kecil pun telah memperdagangkan opsi. Sementara itu, bursa di kawasan Asia Tenggara negara tetangga kita, seperti Singapura, Malaysia dan Filipina, Indonesia tak mau ketinggalan memperdagangkan opsi di bursa resmi yang terorganisasi.

Memang dalam transaksi options , dimungkinkan pemain akan mendapatkan laba tinggi namun juga dapat seketika terjun bebas alias amblas. Mengapa? Untuk memperjelas cara kerja transaksi opsi maka dapat saya gambarkan dalam transaksi umum adalah, anda membeli suatu rumah dengan harga yang disepakati didepan pada waktu katakanlah sebulan seharga Rp. 100 juta. Untuk mendapatkan hak beli ini anda cukup membayar sebesar uang muka ( istilah dalam opsi disebut dengan premium). Apabila setelah satu bulan sesuai kontrak , ternyata harga rumah tersebut jatuh dipasar menjadi Rp. 90 juta maka anda tidak perlu menggunakan hak tersebut. Anda dapat membiarkan opsi itu berlalu dan anda hanya rugi sebesar premi. Namun bila harga rumah tersebut naik menjadi Rp. 120 juta maka anda dapat menggunakan hak beli sehargar Rp. 100 juta dan menjualnya kembali kepasar seharga Rp. 120 juta. Artinya anda mendapatkan laba sebesar Rp. 20 juta dengan hanya bermodalkan premi ( uang muka ). Hebatkan.! Jadi benar banar spekulasi kecuali menguasai analisa pasar atau mendapatkan bocoran dari orang dalam ( insider trading ) tapi ini resikonya penjara kalau ketahuan.

Jadi Options adalah alat untuk melakukan investasi.Tentu sebelum kita bisa menggunakan suatu alat dengan baik, kita harus tau dulu sifat-sifatnya. Apa sifat-sifat options? Paling tidak kita harus tahu apa yang menggerakan harga options. Harga options sensitif terhadap berbagai hal yang disebut the Greeks (Delta, Gamma, Theta, Rho, dll). Pembawa seminar berkata: “ Anda tidak perlu ragu tingkat keberhasilan program ini. Karena kami punya berbagai strategi rahasia mengkombinasikan berbagai options menjadi strategi seperti Bull Call Spread, Collar, Straddle, Strangle, dll. ” . Saya hanya ingin bertanya, kalau strategi-nya begitu powerful, mengapa mereka ajak anda untuk berinvestasi ? Seharusnya mereka nikmati sendiri aja.. Jadi sebetulnya apa yang dikatakan pembawa seminar ini, tak lain adalah berbagai cara untuk mengimplementasikan suatu ide. Sesuatu yang belum pasti.

Kalau kita bisa berpikir tentang options dari segi pandang bahwa options adalah sebuah bentuk asuransi, mungkin kita tidak akan kesulitan untuk berpikir mengapa banyak orang yang berspekulasi hanya dengan options gagal. Pernahkan Anda melihat perusahaan asuransi yang merugi tiap tahun? Kebanyakan yang sukses di pasar options adalah mereka yang ‘menjual” options dan diversifikasi. Kalau satu options ternyata harus rugi besar (karena harus membayar pembeli yang prediksinya benar), masih banyak options-options lain yang hangus. Jadi transaksi option tidak beda dengan permainan black jack di casino.

Saya hanya berharap agar para perusahaan yang menawarkan program investasinya agar berkata jujur kepada members sesuai kaidah investasi yang benar , dimana investor berhak mengetahui secara luas tentang segala aspek invetasi. Jadi , jangan hanya menjanjikan laba tinggi ..apalagi janji pasti. Yang harus diwaspadi bahwa setiap kegiatan investasi dalam pasar uang maupun modal haruslah mendapatkan izin dari otoritas seperti Bapepam, BI. Jadi bila ada perusahaan yang menawarkan program investasi tanpa memiliki izin melakukan kegiatan tersebut maka lebih baik menghindar. Juga bila ada penawaran program investasi dari perwakilan pengelola investasi di luar negeri , maka menghindarlah.

Wednesday, September 27, 2006

kemanusian

Dari sekumpulan anak anak yang asyk bermain dan para orang tua yang duduk diam sambil memandangi lintas jalan tol yang macet merayap. Ada kesan haru biru dari wajah wajah mereka. Dari kehidupan damai dalam kumpulan komunitas desa kini terdampar ditempat pengungsian. Lambat namun pasti desa yang damai telah berubah menjadi kubangan Lumpur panas. Rahmadhan yang khusu terganggu sudah oleh prahara yang seharusnya tidak perlu terjadi. Mereka adalah rakyat yang lemah. Bahkan terlalu lemah untuk melawan hegemoni penguasa yang maha berkuasa dinegeri ini.

Tragedi luapan lumpur Lapindo semakin menambah buram rentetan pelanggaran hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak-hak dasar lainnya, khususnya bagi kelompok khusus, yaitu anak-anak, perempuan, manusia lanjut usia, penyandang cacat, dan lainnya, oleh korporasi penambangan di Nusantara. Tercatat untuk sementara ada enam desa yang harus ditenggelamkan atau dikorbankan karena tanggul yang ada dipastikan tidak akan mampu menahan luapan lumpur yang semakin ganas, terlebih musim hujan akan segera datang.

Walaupun pemerintah melalui Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berkilah bahwa ini bukan bencana nasional, tapi kenyataannya luapan lumpur Lapindo telah menyebabkan kerugian dan dampak kehidupan secara langsung bagi belasan ribu manusia dan secara tidak langsung bagi puluhan ribu orang lainnya. Lumpur telah merusak habitat tempat manusia menjalankan roda penghidupannya selama ini.

Tragedi ini merupakan sebuah pelajaran yang sangat mahal dari alam akibat kecerobohan manusia dan korporasi, sehingga persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan pada persoalan ganti rugi atau ganti untung semata. Masa depan hidup dan sumber penghidupan belasan ribu manusia telah direnggut. Mereka mengalami stres, bingung, marah, dan gamang menatap masa depan mereka. Kehilangan rumah, tanah, dan terpisah dari keluarga serta leluhur merupakan bentuk kehilangan identitas diri dan budaya yang tidak bisa dilupakan serta diganti begitu saja. Relokasi masyarakat ke tempat yang baru, apalagi yang tidak sesuai dengan ekosistem asal, akan menimbulkan rumitnya persoalan, karena harus beradaptasi dan berakulturasi dengan masyarakat yang telah ada di sekitar wilayah relokasi tersebut dengan potensi sumber daya alam yang berbeda dengan daerah asal.

Persoalan lain yang mengemuka, mana yang lebih penting, keselamatan manusia atau kelestarian lingkungan alam. Ini merupakan sebuah trade-off yang harus diperhitungkan dengan hati-hati. Persoalan keselamatan penduduk adalah hal yang urgen dan mendesak untuk segera diselesaikan. Adapun persoalan lingkungan berdimensi jangka panjang dan jika tidak hati-hati akan semakin memperluas tragedi yang masih berlangsung, baik bagi alam maupun masyarakat lainnya. Di sinilah kebijakan pemerintah dan masyarakat diuji untuk mencari penyelesaian yang terbaik, khususnya bagi perlindungan hak asasi manusia.

Penduduk jawa memang menghadapi ancaman serius akan masa depannya. Didalam perut bumi mereka terkandung potensi sumber daya mineral yang membuat para petualang korporasi berusaha untuk menggalinya. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia pada 2002, ada 42 blok penambangan di Pulau Jawa dan perairan sekitarnya. Jumlah ini masih terus bertambah lagi mengingat potensi sumber daya mineral dan tambang yang diperkirakan masih sangat besar di perut Pulau Jawa. Di Jawa Timur saja, pada 2002, ada peningkatan dari 20 blok menjadi 28 blok pada 2006. Bisa dibayangkan betapa rawan kehidupan masyarakat di sekeliling proyek karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi penduduk yang sangat besar dengan 65 persen penduduk Indonesia ada di Jawa. Jumlah penduduk di sekitar blok-blok penambangan mencapai sekitar 62 juta jiwa dari total sekitar 130 juta penduduk di Pulau Jawa. Pulau Jawa yang rawan bencana akan bertambah rentan karenanya.

Mereka kaum yang lemah hanya pasrah menatap masa depannya. Tentu sambil berharap agar ada kebijakan public yang lebih berkeadilan bagi masa depan mereka. Akankah pemerintah menutup mata dengan peristiwa ini hingga menganggap ini hanyalah bagian dari peristiwa alam. Akankah para korporasi yang rakus dapat mengembalikan kesadaran manusiawinya untuk lebih peduli akan lingkungan hidup dari mereka yang tidak pernah mengerti apa apa dari proses tekhnologi memanfaatkan potensi alamnya.. Hanya orang yang bebal yang tidak dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini. Betulkan Bang Ical ?

Ambisi yang merusak

  Pada tanggal 17 Desember 2011, Presiden Korea Utara, Kim Jong-il meninggal dunia. Di Korut, Politik Pemujaan terhadap Kim Jong-il sudah bi...