Saturday, March 03, 2007

who we are ?

Dalam perjalanan dari Hong Kong didalam pesawat saya membaca buku The divine Message of the DNA . Buku ini tidak begitu tebal namun tulisannya dalam bahasa yang enak dibaca. Walau saya awam dibidang ilmu genetika atau kedokteran tapi bahasa tulisannya menuntun saya memahami dunia DNA yang super kecil dan complicated menjadi sederhana. Penulisnya Kazuo Murakami seorang ahli genetika terkemuka dunia. Dia juga adalah pemenang Max Planck Research Award. Tak terasa 4,5 jam saya membaca buku ini hingga tamat. Saya termenung seusai membaca buku ini. Pikiran itu terus terbawa bawa ketika saya akan berangkat tidur.

Apa yang membuat saya terbelalak mata dan batin saya ketika usai membaca buku ini ? tak lebih semakin saya malu kepada Allah akan kebesaran dan kasih sayangnya yang tak terhingga kepada makhluk ciptaannya. Benarlah Allah itu maha pengatur dengan segala kesempurnaannya untuk menjadikan seluruh materi dibumi dan juga dialam semesta ini dapat hidup secara teratur dan seimbang. Sedikit saja ketidak teraturan itu terjadi maka akan menimbulkan bencana atau kemusnahan. Allah menjadi semua itu berjalan secara well organise. Inilah yang saya ketahui dalam tulisan Kazuo Murakami tentang pesan dibalik DNA, yang dikatakannya ada kekusaan yang maha agung dibalik itu semua. Dialah Tuhan.

Tahukah anda bahwa tubuh kita dan juga semua makhluk hidup di bumi ini, termasuk tumbuhan, binatang, bakteri, dan lain sebagaiannya dapat bergerak dan eksis karena adanya sel. Sel itu sangat kecil sekali. Enam setengah miliar penduduk bumi ini bila digabungkan DNA nya maka besarnya tak lebih sebesar beras. Bayangkanlah betapa kecilnya sel itu yang membuat kehidupan kita. Namun dalam dunia mikrokosmis , dalam setiap satu kilogram tubuh manusia terdapat satu triliun sel yang mempunya struktur dan fungsi yang sama. Artinya bila berat kita 70 kg maka jumlah sel itu 70 triliun. Masing masing sel itu mempunyai dunia sendiri ( individualism) namun satu sama lain berkerja sama untuk kepentingan mengelola fungsi organ kita. Apabila sel ini mati maka tubuh kitapun akan mati.

Awalnya kehidupan dibumi ini memang berasal dari makhluk bersel tunggal, Kemudian berevolusi terus menjadi seperti sekarang ini. Prose kelahiran manusiapun diawali bertemunya sel sperma dan ovum didalam rahim wanita. Dari satu sel kemudian membelah dan membelah terus sampai terjadi triliun sel yang membangun organ tubuh kita menjadi utuh , baik organ dalam maupun organ luar. Lantas apa yang membuat sel itu bagaikan orkestra yang begitu hebat hingga masing masing sel dapat berfungsi dengan tepat sesuai dengan tempatnya berada. Ternyata didalam struktur sel terdapat nukleus yang dilapisi oleh membaran. Nah didalam nukleus ini terdapat GEN. Gen inilah yang menjadi penentu semua aktivitas sel.

Nukleus sel mengandung asam deoksiribonukleat atau deoxyribonukleat acid ( DNA). Inilah zat yang kita kenal sebagai GEN. Hasil riset berhasil mengetahui bangun DNA itu yang terdiri dari dua untai berbentuk spiral, yang menjadi permukaan keberadaan molekul yang terdiri dari Adenin, Timin , Sitosin, dan Guanin atau disingkat ATSG , dan disebut oleh ilmuwah sebagai kode genetik. Dari kode ini para ilmuwan percaya bahwa didalamnya terkandung informasi berperan mebentuk kehidupan.. Nukleus dari satu sel manusia memiliki tiga miliar hurup hurup ini. Padahal didalam tubuh kita setiap kilogram terdapat satu trilun sel. Jadi hidup kita benar benar bergantung pada informasi yang luar biasa banyaknya tersimpan pada DNA itu. Ternyata kode DNA itu dibaca dari kanan kekiri atau percis sama dengan Al Quran yang kita baca dari kanan ke kiri.

Dari sekian banyaknya sel itu , ternyata masing masing mempunyai informasi yang sama dalam setiap Gen. Artinya sel manapun yang terdapat dalam tubuh kita dapat digunakan untuk menciptakan tubuh manusia. Tapi kenyatannya mengapa sel kuku tidak bisa membuat jantung. Mengapa sel hati tidak bisa membuat rambut. Inilah yang membuat misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Kenapa ujud sama,sturktur sama tapi kok bisa fungsinya berbeda beda sesuai tempatnya. Keliatanya ada kesepakatan awal diantara sel ketika terjadi pembuahan sel telur didalam rahim wanita. Agar mereka bertugas dengan benar untuk membentuk makhluk yang bernama manusia.

Lantas siapakah yang memerintahkan mereka untuk bersepakat itu ? Ilmu pengetahuan hanya mampu mempelajari proses kerja sel yang disebut dengan mekanisme ”nyala /padam”. Apabila sel berada dikuku maka hanya sel kuku yang nyala dan yang lainnya padam. Begitupula bila sel berada di jantung maka yang nyala hanya sel jantung dan yang sel lainnya padam. Begitu seterusnya. Kembali ilmu pengetahuan bertanya ” Gen tidak hanya berfungsi sesuai dengan tempatnya tapi juga sesuai dengan waktunya ( timing). Payudara wanita tidak mungkin tumbuh sebelum waktu akil baligh. Ini belum terjawab, lantas ada lagi yang membuat keilmuwan terpesona yaitu ternyata Gen berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Ilmuwan hanya bisa menemukan proses nyala / padam pada Gen. Tapi tidak bisa menjawab soal dibalik timing nyala.padam itu. Soal dibalik kualitas Gen manusia sebagai makhluk sosial. Mereka hanya menduga duga sebatas hipotesis tentang bagaimana gen mempengaruhi karakter , kencenderungan, dan tingkah laku seseorang. Riset sedang berlangsung dengan gigih untuk mengungkapkan tabir itu. Karena rahasia takdir akan terungkap bila ini berhasil ditemukan. Namun apa yang diungkapkan oleh ahli genetika merupakan ujud nyata bahwa Allah Maha Agung. Apa yang belum terjawab itu berkaitan dengan Jiwa dan Ruh. Ini ada tapi tak bisa dipecahkan dengan akal kecuali keimanan melalui pendekatan spiritual.

Kazuo Murakami menyampaikan dengan rendah hati tentang kehebatan Yang Maha Agung itu. Ternyata cara terbaik dan efektif menyalakan Gen ” baik ” itu adalah konsep memberi dan memberi karena cinta atau ikhlas. Inilah yang membuat Gen ” baik ” manusia terus menyala untuk mencerdaskan , menyehatkan, menentramkan agar manusia bahagia. Tidak mudah menjelaskan konsep memberi ini dalam ilmu akal manusia. Anda memberi uang kepada toko ,anda mendapatkan yang anda mau. Anda membayar karena membeli. Itu tidak ada pengaruhnya terhadap Gen baik menyala. Tapi anda memberi seperti Ibu memberi, seperti matahari memberi sinar. Itulah yang membuat Gen baik anda menyala.

Jadi orang yang takut memberi itu sama saja dia memadamkan Gen baiknya. Orang yang berhitung karena memberi , juga tak berpengaruh terhadap Gen baiknya menyala. Hanya ikhlas memberilah membuat Gen baik menyala. Dari hasil riset Genetika, kode sandi Gen, kita mendapatkan pencerahan yang tak terbantahkan bahwa konsep memberi dan memberi adalah hakikat manusia , karena didalamnya ada Ruh Allah yang ”Maha pengasih dan lagi Maha penyayang. Orang yang lari dari konsep ini adalah paradox dan menganiaya dirinya sendiri.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...