Saturday, September 30, 2006

Jangan tergoda !

Sekarang ini banyak sekali lembaga yang mengaku perwakilan dari perusahaan investasi diluar negeri atau perusahaan non legal sebagai lembaga investasi menawarkan program investasi yang menggiurkan. Bahkan ada yang memberikan janji keuntungan pasti sebesar 20% per bulan atau rata rata semua memang memberikan janji dengan tingkat keuntungan diatas bunga bank. Beberapa diataranya telah berhasil menarik dana triliunan rupiah dari publik dengan meninggalkan luka terdalam. Mereka lari dengan janjinya dan membiarkan para member ( anggota yang ikut program investasi) meratap menyesali nasifnya yang merasa tertipu. Ada juga yang sudah ditangkap oleh aparat hukum dan masalahnya tetap saja tidak mengembalikan dana yang sudah dikuasai oleh perusahaan investasi tersebut.

Saya sering ditanyakan oleh beberapa client tentang program ini namun berkali kali saya katakan bahwa program yang ditawarkan tersebut adalah benar dan laba yang akan diperolehpun bisa benar. Hanya masalahnya , kita harus tahu persis apa produk investasi yang akan dijalankan dalam program tersebut? Bagaimana strategy investasi yang diterapkan dalam program itu hingga dapat menghasilkan yield tinggi ? Ini perlu diketahui dengan pasti sebelum kita melangkah lebih jauh. Tetapi pada umumnya setiap seminar pemasaran yang diselenggarakan oleh pemilik program ini , selalu mereka tidak menyampaikan secara transfarance kepada calon member. Mereka lebih banyak menggunakan retorika dan sedikit data analisa yang dibuat berdasarkan asumsi asumsi ( belum pasti ) hingga dipastikan dapat mencapai laba tinggi.

Bagaimanapun program yang diusung tersebut hingga dapat menghasilkan yield tinggi adalah program transaksi options.. Opsi ( option ) adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price atau harga patokan/tebus) dalam jangka waktu tertentu. Dalam opsi yang diperdagangkan tidak hanya terbatas opsi saham, tetapi juga opsi indeks saham (stock index options), opsi kurs valas (currency options), opsi komoditas (commodity options), dan lain-lain. Saat ini pasar opsi telah mendunia, dan opsi diperdagangkan pada bursa besar dan kecil di manca negara. Sebagai contoh, bursa besar dunia seperti European Options Exchange di Amsterdam dan bursa di Sydney yang lebih kecil pun telah memperdagangkan opsi. Sementara itu, bursa di kawasan Asia Tenggara negara tetangga kita, seperti Singapura, Malaysia dan Filipina, Indonesia tak mau ketinggalan memperdagangkan opsi di bursa resmi yang terorganisasi.

Memang dalam transaksi options , dimungkinkan pemain akan mendapatkan laba tinggi namun juga dapat seketika terjun bebas alias amblas. Mengapa? Untuk memperjelas cara kerja transaksi opsi maka dapat saya gambarkan dalam transaksi umum adalah, anda membeli suatu rumah dengan harga yang disepakati didepan pada waktu katakanlah sebulan seharga Rp. 100 juta. Untuk mendapatkan hak beli ini anda cukup membayar sebesar uang muka ( istilah dalam opsi disebut dengan premium). Apabila setelah satu bulan sesuai kontrak , ternyata harga rumah tersebut jatuh dipasar menjadi Rp. 90 juta maka anda tidak perlu menggunakan hak tersebut. Anda dapat membiarkan opsi itu berlalu dan anda hanya rugi sebesar premi. Namun bila harga rumah tersebut naik menjadi Rp. 120 juta maka anda dapat menggunakan hak beli sehargar Rp. 100 juta dan menjualnya kembali kepasar seharga Rp. 120 juta. Artinya anda mendapatkan laba sebesar Rp. 20 juta dengan hanya bermodalkan premi ( uang muka ). Hebatkan.! Jadi benar banar spekulasi kecuali menguasai analisa pasar atau mendapatkan bocoran dari orang dalam ( insider trading ) tapi ini resikonya penjara kalau ketahuan.

Jadi Options adalah alat untuk melakukan investasi.Tentu sebelum kita bisa menggunakan suatu alat dengan baik, kita harus tau dulu sifat-sifatnya. Apa sifat-sifat options? Paling tidak kita harus tahu apa yang menggerakan harga options. Harga options sensitif terhadap berbagai hal yang disebut the Greeks (Delta, Gamma, Theta, Rho, dll). Pembawa seminar berkata: “ Anda tidak perlu ragu tingkat keberhasilan program ini. Karena kami punya berbagai strategi rahasia mengkombinasikan berbagai options menjadi strategi seperti Bull Call Spread, Collar, Straddle, Strangle, dll. ” . Saya hanya ingin bertanya, kalau strategi-nya begitu powerful, mengapa mereka ajak anda untuk berinvestasi ? Seharusnya mereka nikmati sendiri aja.. Jadi sebetulnya apa yang dikatakan pembawa seminar ini, tak lain adalah berbagai cara untuk mengimplementasikan suatu ide. Sesuatu yang belum pasti.

Kalau kita bisa berpikir tentang options dari segi pandang bahwa options adalah sebuah bentuk asuransi, mungkin kita tidak akan kesulitan untuk berpikir mengapa banyak orang yang berspekulasi hanya dengan options gagal. Pernahkan Anda melihat perusahaan asuransi yang merugi tiap tahun? Kebanyakan yang sukses di pasar options adalah mereka yang ‘menjual” options dan diversifikasi. Kalau satu options ternyata harus rugi besar (karena harus membayar pembeli yang prediksinya benar), masih banyak options-options lain yang hangus. Jadi transaksi option tidak beda dengan permainan black jack di casino.

Saya hanya berharap agar para perusahaan yang menawarkan program investasinya agar berkata jujur kepada members sesuai kaidah investasi yang benar , dimana investor berhak mengetahui secara luas tentang segala aspek invetasi. Jadi , jangan hanya menjanjikan laba tinggi ..apalagi janji pasti. Yang harus diwaspadi bahwa setiap kegiatan investasi dalam pasar uang maupun modal haruslah mendapatkan izin dari otoritas seperti Bapepam, BI. Jadi bila ada perusahaan yang menawarkan program investasi tanpa memiliki izin melakukan kegiatan tersebut maka lebih baik menghindar. Juga bila ada penawaran program investasi dari perwakilan pengelola investasi di luar negeri , maka menghindarlah.

No comments:

Dosa kolektif.

  Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak a...