Standar hidup orang berbeda.

 




“ Belilah karena kebutuhan. Jangan berlebihan perturutkan keinginan. Apalagi itu hanya sekedar untuk dapatkan pengakuan. itu hanya akan membuat anda hidup dalam kepalsuan.” Demikian standar moral bagi siapa saja. Sama juga dengan ungkapan.” Lakukan sex karena cinta. Jangan lakukan tanpa cinta. Apalagi merasa punya uang dan harta. Merasa mudah dapatkan cinta dimana saja”


Saya mampir ke Cafe di UC Pondok Indah. “ Udah lue pelajari proposal  gua. Berapa berani bayarnya? Tanya Shanti. Dia mendirikan perusahaan itu bersama sepupunya 10 tahun lalu. Dan kini dia ingin berhenti. Mau menikmati hidup santai. Berharap utang ke Yuni bisa lunas dan masih ada sisa untuk memanjakan diri.


“ Saya katakan. Dari jumlah utang kamu, tidak ada lagi tersisa yang harus saya bayar. Kamu keluar besok. Lawyer saya akan datang. “ Kata saya tersenyum.


“ Loh kata investment manager saya, value perusahaan saya diatas perkiraan kamu. Gimana sih” katanya terkejut.


“ IM kamu itu hanya jual jasa ilusi. Dan dia dapat fee dari penilaian itu. Apakah itu membuat saya surut ? tidak. Bayar utang atau kamu keluar. Sudah cukup waktu saya beri kelonggaran. “ Kata saya datar. Dia terdiam. Suaminya mantan pengusaha besar. Di usia diartas 40 tahun. Dia lelah dan putus asa. Partner nya yang dianggapnya setia dan mencintai dia, ternyata menjerumuskan dia.


“ Dulu saya miskin. Tentu saya bermimpi ingin jadi orang kaya dan memuaskan keinginan. Tentu ingin pula orang memuji atas pencapaian saya. Itu impian. Memang saya kaya karena dapat suami kaya. Tetapi berlalunya waktu, teman pergi seiring berkurangnya harta. Dan kini saya kehilangan segala galanya. Tapi bagaimana mungkin Yuni dan Florence bisa sukses padahal tidak ada suami?


“ Standar hidup kamu dengan mereka berbeda. Mereka berkembang karena proses kerja keras dalam rentang waktu yang lama untuk meraih sukses. Sehingga membuat mereka berpikir 1000 kali untuk  memuaskan keinginan. Mereka tidak lagi tertarik memanjakan diri dan berharap dapat pujian. Karena kenikmatan berproses itu lebih dari segala galanya daripada sukses itu sendiri. “


“ Tapi kendaraan mereka mewah dan penampilan mereka juga?


“ Itu karena kebutuhan sebagai eksektutif, bukan keinginan mereka. Secara personal mereka menghindari publikasi kemewahan itu. Rasa hormat mereka dapat dari saya karena mereka bisa delivery commitment nya, bukan karena kecantikan atau drama cinta atau sex. Dan saya jaga itu. “


“ Apa rencana kamu terhadap saya? tanyanya.


“ Sebaiknya kamu mulai dari nol. Tidak ada istilah terlambat. Serahkan perusahaan kepada Yuni dan kamu kerja sama dia. Belajarlah berproses.” kata saya. Saya habisi kopi dan permisi pulang. Karena sudah dua kali Oma telp saya


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu