Perang dan keadilan

 




“ Apapun saya tidak setuju perang. Karena itu mencabik cabik rasa kemanusiaan. Yang menang dan kalah sama sama rusaknya. “ Kata teman. Saya bisa maklum. Lebih maklum lagi hidup ini memang tidak ramah. Tuhan saja ciptakan Setan agar baik dan buruk bersanding. Ini takdir manusia. Perang terus terjadi. Tetapi karena itu peradaban bergerak ke depan. Perubahan terjadi kearah yang lebih baik. Di alam semesta, antar atom saling menghilangkan. Antar planet saling berbenturan dan meledak. Antar hewan juga saling makan. Itu drama kehidupan yang Tuhan bentangkan.Agar kita bijak.


“ Kalau kamu inginkan keadilan. Maka pastikan kamu kuat dan mampu menciptakan keadilan pada diri kamu sendiri. Kalau engga, jangan salahkan orang lain perlakukan kamu tidak adil. “ kata mentor saya waktu saya masih muda. Saya kerja keras, belajar keras, dan keras kepada diri sendiri. Lewat proses waktu, saya berkali kali jadi korban predator bisnis. Saya tidak kutuki itu. Tetapi ketika saya kuat,saya berusaha bersikap adil kepada siapapun. Bahkan kepada orang yang menzolimi saya maafkan. Itu karena saya kuat. Mampu berlaku adil kepada diri saya sendiri.


“ Kalau dulu kami dijajah, itu salah kami. Karena kami lemah. Kini tidak. Kami perkuat ekonomi kami, karena kami tidak mau diperlakukan tidak adil oleh negara besar seperti Jepang, Eropa dan AS yang pernah jajah kami. Kami kerja keras melewati banyak hambatan dan rintangan dan rasa hina. Saat kami kuat secara ekonomi. Kami perkokoh angkatan perang. Bukan untuk berperang dan aneksasi negara lain. Tidak. Kami hanya ingin pastikan orang berlaku adil kepada kami dan karena itu perdamaian tercipta.” Kata teman saya di China.


Saya tidak ingin mencerca terjadinya sebuah perperangan alasan kamanusiaan. Tidak. Itu takdir Tuhan. Proses seleksi alam menentukan yang terbaik. Kalau saya sesali, itu artinya saya tidak pernah paham arti titah Tuhan di alam ini. Saya lebih focus kepada hikmah di balik perang Rusia dan Ukania. Retorika orang EU dan AS yang selama ini dipuja sebagai pengggas HAM dan perdamain, ternyata omong kosong. Mereka kuat.


Ketika AS invasi Irak. Tidak ada negara lain yang embargo ekonomi AS. Ketika Israel berseteru dengan Iran di Libanon dan Palestina, AS dan Eropa termasuk PBB embargo ekonomi Iran. Ketika Perancis dan AS membombardir Libia, tidak ada hukuman kepada AS dan Perancis. Ketika Arab bombardir Yaman. PBB bungkam. Namun ketika Rusia lakukan kekuatan militer terhadap Ukrania dengan tujuan demiliterisasi ukrania agar tidak berlaku zolim kepada rakyat di Donbass. Dalam lima hari. PBB ketuk Rusia. AS dan EU lakukan embargo ekonomi kepada Rusia. Double standar moral. Hipokrit.


Putin melawan dengan gagah berani atas tekanan EU dan AS, bukan untuk ingin invasi. Dia hanya ingin menciptakan perdamaian dan keadilan bagi negara nya sendiri. Dia tidak mau bernasip buruk sama dengan Yaman, Libia, Irak, negara Eropa timur ex USSR yang sudah dianeksasi oleh NATO. Kalau akhirnya dia harus berperang. Itulah harga untuk dirinya bisa diperlakukan adil. Itu takdir hidup manusia. Lemah dan bego hanya akan jadi korban. Semakin ngeluh samakin bego. Putin engga mau itu terjadi pada negarany


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu