Monday, December 16, 2019

Perubahan

Dunia berubah. Jumlah populasi bertambah. Lingkungan semakin mengecil. Masalah semakin rumit. Tetapi zaman terus berubah, membuat yang sempit jadi lapang. Karena zaman, persepsi terhadap kebijakan pembangunan berubah. Begitu juga dalam bisnis. Munculnya Gojek atau Grab adalah terjadinya perubahan persepsi tentang kebutuhan kendaraan. Orang tidak butuh kendaraan tapi orang ingin transportasi. Persepsi kendaraan bukan lagi memiliki tetapi bisa mobile. Dan bisnis semacam Gojek bisa mendelivery persepsi itu. Dampak jangka panjangnya akan menghemat biaya energi. Walau populasi bertambah, energi selalu cukup berkat perubahan mindset.

China punya BPJS juga tetapi tidak pernah defisit. Karena persepsi China ketika menerapkan UU SJSN bukan menyediakan obat dan layanan rumah sakit tetapi menciptakan lingkungan yang sehat. Singkatnya orang tidak butuh rumah sakit dan obat, tetapi orang menginginkan sehat. Maka lingkungan yang lebih dulu diperbaiki agar kesehatan menjadi sebuah keinginan. Bila ia sudah menjadi mindset keinginan maka ia juga menjadi budaya hidup. Sementara obat dan Rumah Sakit hanyalah kebutuhan pelengkap saja. Kalaulah dana talangan defisit BPJS di Indonesia itu dialihkan untuk revitalisasi kampung kumuh dan menciptakan linkungan tempat tinggal yang sehat, orang akan sehat dan BPJS tidak akan defisit. Perubahan persepsi tentang BPJS kalau tidak diubah maka sampai kapanpun BPJS akan selalu defisit dan karena rakyat renta dengan kesehatan.

Dulu orang ingin naik pesawat karena bukan hanya faktor ingin cepat tetapi kebutuhan kelas sosial. Makanya maskapai penerbangan sibuk membangun layanan premium agar dapat menjual tiket dengan harga mahal. Kemudian persepsi orang tentang pesawat berubah. Orang tidak butuh pesawat tapi orang ingin alat transportasi yang cepat dan murah. Makanya konsep baru LCC ( low cost carrier) diterapkan sebagai perubahan bisnis model. Tetapi belakangan tidak hanya cukup LCC , perusahaan harus terus melakukan perubahan dengan membangun ekosistem bisnis transfortasi udara. Mengapa ? agar bisa memuaskan konsumen. Maka munculah layanan terpadu airline yang bisa diakses lewat smartphone; dari pembelian ticket, booking hotel, asuransi, logistik, sampai kepada ecommerce.

Dulu China menjadikan BUMN itu sebagai kendaraan politik bagi pejabat partai menikmati gaya hidup mewahnya, dan sekaligus sebagai cara partai membayar loyalitas. Tetapi cara ini harus berubah. Karena kekayaan yang terkosentrasi kepada elite akan semakin lebarnya rasio GINI dan membuat kecemburuan sosial terjadi. Itu paradox dengan tujuan komunisme. Persepsi baru tentang BUMN ditetapkan. Bahwa BUMN bukan hanya melaksanakan tugas public service obligation tetapi harus menjadi center profit agar ia bisa melaksanakan fungsi public service nya. Artinya BUMN membayar pubic service nya dari laba bukan dari APBN. Maka sistem harus lepas dari intervensi politik. Ia harus mampu bersaing di pasar dan berkembang karena profesionalitas, bukan karena kroni. BUMN yang gagal, harus ditutup.

Dulu orang tertarik melakukan investasi karena tersedianya SDA di suatu negara. Tetapi karena adanya perubahan politik regional, terjadilah kerjasama regional di bidang investasi dan perdagangan. Tidak ada lagi sekat antar negara. Orang berinvestasi lebih karena faktor pertimbangan biaya logistik. Anda investasi pengolahan ikan di Vietnam sama saja anda investasi di Indonesia. Itu berkat adanya ME-ASEAN. Tapi dari sisi logistik ekspor dan import, Vietnam adalah lebih baik dari Indonesia. Karena cepat dan murah. Walau laut Vietnam tidak ada arti luasnya dibandingkan Indonesia namun nilai tambah dan ekpor Vietnam jauh lebih besar. Kalau Indonesia mengubah persepsi soal SDA laut bukan utama tetapi kemudahan logistik yang utama, maka nilai tambah laut kita akan jauh lebih besar dari Vietnam.

Kalau dulu orang beragama karena inginkan status sosial dan adanya ikatan adat dan budaya. Sehingga hubungan patron dan clients semakin kokoh. Tetapi zaman berubah. Melihat fakta peperangan karena agama, persepsi orangpun berubah. Fakta negara agama jauh lebih korup dari negara tanpa label agama. Orang butuh agama tapi orang lebih menginginkan perdamaian da keadilan. Perubahan terjadi. Agama sudah menjadi ranah privat. Orang tidak akan bertanya apa agama anda. Tapi sejauh mana kemampuan anda dalam mengelola emotion question dan spiritual question dalam menyelesaikan masalah keseharian. Semakin tinggi Spiritual question semakin tinggi anda diterima dalam pergaulan sosial, tentu semakin sehat secara lahir maupun batin. Kalau tidak mau mengubah persepsi tentang agama, maka kita akan jadi korban kebodohan.

Apa yang saya sampaikan diatas, tak lain menegaskan bahwa perubahan terus terjadi. Kalau anda masih berpikir jadul dengan persepsi sok tahu, maka anda akan digilas oleh perubahan zaman. Siapapun anda. Entah rakyat atau penguasa. Sama saja. Pahami zaman dengan bijak dan ikutlah arus perabahan dengan smart.




No comments:

Menerima kenyataan.

  Saya naik Ojol. Supirnya sarjana. Alih profesi karena situasi dan kondisi. Kena PHK akibat COVID. Setahun setelah itu rumah tangga bubar. ...