Friday, June 17, 2005

Komunitas Rasul

Pada era sekarang komunitas dibagi dalam beberapa kamar. Ada kelas silver, kelas Gold dan kelas platinum. Diatas dari segala kelas adalah kelas premium. Kelas berbeda , budayapun berbeda. Dalam dunia materialistis, kelas juga mencerminkan kemampuan orang untuk berkosumsi. Yang silver adalah kelas belanja generik. Yang gold adalah kelas belanja menengah. Yang platinum adalah kelas yang belanja mewah. Yang premium , yang belanja apa saja yang tak mampu digapai oleh kelas silver, gold dan platinum. Mereka menjadi kelas eksklusif ditengah masyarakat. Perbedaan menjadi mencolok sekali. Dipesawat, di hotel, di cafe, kelas ini dipertontonkan. Dalam islam, kelas tidak ada. Semua manusia dihadapan Allah adalah sama. Yang membedakan hanyalah amal ibadahnya. Apa amal ibadah itu. Ya pribadi yang mengikuti apa kata rasul. Pribadi sebagai komunitas Rasul.

Ayat terakhir dalam Al Quran sebagaimana firman Allah ( Al Fath 48: 29) dengan jelas menyebutkan bagaimana komunitas Rasul itu sebenarnya. Ciri cirinya adalah pertama , memiliki kualitas iman yang kokoh. Kedua, penuh kasih sayang. Ketiga , tekun beribadah kepada Allah dengan keikhlasan yang tak bertepi. Kempat, berakhlak mulia atau beretika tinggi. Itulah ciri khas komunitas Rasul. Walau hanya empat , namun inilah inti keagungan pribadi muslim, yang diteladankan oleh Rasul selama hidupnya. Walau banyak buku ke pribadian mengajarkan tentang good attitude , namun Islam melalui pribadi Rasul telah lebih dulu memberikan tuntunan jelas tentang bagaimana komunitas Rasul itu terbentuk. Bila kempat ini menjadi budaya dalam keseharian kita maka komunitas Rasul akan menjadi pembaharu dan sekaligus pencipta kedamaian dimuka bumi.

Betapa tidak. Bahwa bila kualitas keimanan yang kokoh itu akan membuat kita berbeda dengan komunitas lainnya. Kita bisa bersifat tegas kepada orang kafit. Tidak mudah di bujuk dan dirayu dengan iklan yang menyesatkan. Tidak mudah terprovokasi untuk saling menjatuhkan. Tidak mudah tergoda dengan suap agar berbuat maksiat seperti korupsi dan menipu. Selemah apapun kita, selagi keimanan itu bersemayam didalam hati, maka kita akan tetap menjauh dari orang kafir yang mencoba merusak aqidah kita. Tak ada kompromi kepada orang kafir bila sudah menyangkut aqidah. QS Muhammad [47]: 35).Mengapa ? karena orang kafir lewat berbagai cara hanya satu tujuannya yaitu merusak aqidah kita dan akhirnya kita tak lagi beriman secara kaffah. Hanya orang yang beriman yang tahu mana baik dan buruk karena Allah menuntunnya. Ketika iman hilang maka hilang pulalah Allah dari hati manusia. Kebenaran dan keburukan menjadi tak jelas lagi.

Komunitas Rasul adalah komunitas Kasih Sayang. Sesama anggota komunitas Rasul adalah bersaudara. Ingatlah firman Allah Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang berselisih), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat." (QS al-Hujurat [49] : 10). Benarlah. Bila kasih sayang menjadi budaya maka kebaikan akan bertaburan, kebenaran akan bercahaya dan keadilan menjadi tonggak komunitas. Komunitas ini gemar saling mengingatkan dengan lemah lembut. Suka menolong sesama dan gemar bergotong royong untuk kepentingan bersama. Tak mungkin ada tindakan korupsi dan menipu bila sifat kasih sayang bersemayam. Tak mungkin ada air mata di pengadilan agama soal gugat menggugat cerai. Tak mungkin ada anak menikmati kebebasan pergaulan diluar rumah. Tak mungkin ada hujat menghujat soal membela harga diri. Yang ada adalah senyuman saling menyapa dan membela untuk sepatah kata tentang Cinta.

Bila komunitas Islam itu kokoh keimanannya maka tentu pula sifat kasih sayang menjadi keseharian hidupnya. Dan Kecintaan kepada Allah semakin tinggi. Karena keimanan adalah dasar untuk berbuat dan buahnya adalah kasih sayang. Puncaknya adalah pendekatan diri kepada Allah dengan perbuatan ikhlas semata karena Allah. Dia mencintai keluarga karena dia mencintai Allah., Dia mencari rezeki karena dia mencintai Allah dengan segala ketetapan Allah. Dia merendahkan diri dihadapan Allah lewat ruku dan sujud dalam sholatnya. Memberi dengan tangan kanan tanpa tangan kiri melihatnya. Dia ikhlas dan teramat iklas. Inilah ruh dalam komunitas Rasul. Yang berbuat baik tanpa berharap pujian dari manusia kecuali dari Allah.

Bila keikhlasan sudah menjadi bagian dari hidupnya maka akhlak mulia akan menjadi pakaiannya. Dia menjadi pribadi yang agung. Bila tak datang dirindukan orang. Bila dia datang membahagian orang lain. Lemah lembut, tepat janji, tekun bekerja dan mencari ilmu , menghindai perbuatan maksiat yang nyata maupun imajiner. Semua itu karena dia dekat kepada Allah melalui sholat yang tak pernah putus. Beginilah gambaran Allah tentang mereka "Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud." Karena Allah telah mengajarkannya tentang sholat sebagai SOP untuk menjadi akhlak mulia. : "… dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar …" (QS al-Ankabut [29]: 45

No comments:

Menerima kenyataan.

  Saya naik Ojol. Supirnya sarjana. Alih profesi karena situasi dan kondisi. Kena PHK akibat COVID. Setahun setelah itu rumah tangga bubar. ...