Monday, June 20, 2005

Berjihad Memerangi Nafsu

Katakanlah! Jika bapak-bapakmu,anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-numah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya untuk berjihad (berjuang) di jalanNya, maka tuggulah sampai Allah mendatangkan keputusan--Nya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." ( QS: At-Taubah ayat 24). Itu semua jalan untuk larutnya kita terhadap nafsu. Ketika Umat Islam usai melakukan peperangan akbar di Badar. Nabi besabda „ Bahwa kita baru saja melakukan peperangan kecil „ Para sahabat bingung dan terkejut. „ Apakah ada peperangan lain yang lebih besar dari perang Badar , Ya rasulullah „ tanya sahabat. Nabi menjawab , „ Ya , Perang melawan hawa nafsu. Jihad akbar sepanjang hidup „

Hawa Nafsu adalah musuh utama manusia. Nafsu cenderung melihat kepada kesenangan duniawi. Bukanlah tanpa arti allah menciptakan nafsu. Dari sisi positip nafsu berguna untuk membuat orang tegar dan berani menempuh halangan apapun demi mencapai hasratnya. Karena nafsu pula Adam dan Hawa mengelana selama 200 tahun dan menempuh ribuan mill untuk saling bertemu. Karena nafsu pula adam dan hawa terusir dari sorga. Tiada hujan , tiada bukit yang tinggi , tiada jurang yang dalam, bila nafsu sudah bertindak maka semua akan dihadapi oleh manusia.

Begitu dahsatnya kemampuan nafsu membentuk karakter manusia, hingga sampai pada akal dan nuranipun dapat dikendalikan oleh hawa nafsun. Maka tidak aneh , bila ada orang mau membunuh , korupsi , memperkosa, berzina , mabuk mabukan , bunuh diri , menjual diri dan lain sebagainya. Itu semua karena nafsu telah menguasai orang tersebut.. Setiap tindakan yang dilakukan oleh nafsu tanpa kendali akal dan hati maka cenderung berakhir kepada kezoliman. Entah itu zolim kepada orang lain ataupun zolim kepada diri sendiri. Nafsu sangat kejam . Merusak apa saja pada diri manusia.

Bila anda makan dengan dorongan nafsu maka anda tidak akan tau apakah itu makanan berpotensi penyakit atau tidak. Anda hanya melihat kelezatan walau akhirnya makanan itu menyebabkan anda menderita kolestrol, diabetes, jantung koroner, atau asam urat.Bila persahabatan anda didasarkan oleh nafsu maka anda cenderung memanfaatkan teman itu untuk kepentingan pribadi anda. Anda akan tega menjerumuskan teman. Anda akan senang mengkiani teman. Anda akan menari diatas penderitaan teman.Bila anda menjadi penjabat yang dikuasai nafsu maka anda akan lari dari sifat amanah. Anda tidak peduli dengan derita rakyat. Anda tidak peduli dengan kebijakan yang akan menyengsarakan rakyat. Anda akan menjauh dari derita rakyat.

Nafsu dapat memmaksa manusia untuk berperan sebagai apa saja demi mencapai tujuannya. Manusia akan sangat ahli sebagia pendusta karena nafsu. Manusia akan sangat ahli sebagai pencuri karena nafsu. Manusia akan sangat ahli merayu karena nafsu. Nafsu memang ahli sebagai creator. Karena nafsu itu terciptakan pada diri manusia, maka Allah menurunkan agama kepada manusia dari zaman ke zaman. Semua itu sebagai guidence untuk melawan dan mengendalikan keganasan nafsu. Nafsu tidak dibenarkan untuk dimusnahkan dengan berbagai terapi atau ilmu ritual agam. Banyak kesalahan persepsi tentang nafsu dikalangan paham agama dalam islam. Dimana seseorang menjauhkan diri dari dunia ramai karena takut tergoda dari cemerlangnya dunia yang akan membuat nafsu mudah menggodanya. Kita tidak perlu menakuti nafsu karena nafsu itu memang ada satu kesatuan dengan diri kita.

Nafsu itu adalah kendaraan iblis. Tempat iblis bersemayam. Cara untuk melawan dan memerangi nafsu adalah dengan melakukan Jihad fissabilillah. Jihad Akbar sepanjang umur. Kita harus menanamkan jihad Akbar karena didorong oleh cinta dan hanya cinta kepada Allah. Kita mencintai pekerjaan kita karena Allah. Kita mencintai keluarga karena allah. Apapun yang kita lakukan semua karena Allah. Itu yang dimaksud dengan sifat Ikhlas. Ikhlas mengharapkan ridho Allah. Bila sudah tertanam sifat cinta kepada Allah dan keikhlasan mengejar ridho allah maka terbentuklah keseimbangan dalam hidup kita. Hidup akan lebih bermakna karena penuh dengan kedamaian.

Keikhlasan membentuk karakter kita rendah hati. Pandai bersyukur dan gemar berkorban untuk kebajikan. Karena sisfat ikhlas itu pula membuat kita menjadi manusia yang tegar dalam kesabaran serta istiqomah. Kita pintar namun iklas menebar ilmu. Kita kaya namun ikhlas berbagi. Kita memimpin namun ikhlas mengabdi. Diakhir zaman kelak, orang yang ikhlas itu wajahnya bercahaya dan bebas dari Hisab.

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Mindset positif.

  Waktu masih kecil setiap usai berkelahi dengan orang, papa saya marah dan kawatir. Karena saya babak belur. Kadang terluka. Padahal dia ta...