Saturday, June 18, 2005

Ekonomi Syariah

Betapa allah maha agung atas segala firmannya. Bedah konsep dengan kajian analisis Alquran sebagai pegangan hidup telah membuat saya sadar bahwa Islam itu adalah Agama yang sempurna. Konsep islam dalam ekonomi ternyata juga diterapkan oleh bangsa israel , seperti Credit Link Note, Swap asset, Derivative asset againt revenue, Saving on call, Joint Account by trustee, Manage account by trust dan banyak lagi. Lembaga keuangan berlomba menciptakan product investasi dengan scheme venture dan bukan didasarkan oleh Collateral phisik. Collateral utama adalah kepercayaan ( trust ). Lembaga keuangan tidak bertindak sebagai rentenir. Lembaga keuangan menempatkan dirinya sebagai mitra yang sejajar dengan nasabanya. Lembaga keuangan hanyalah sebagai Chineling dari trust. Lembaga keuangan hanyalah sebagai provider solution.Tidak ada mekanisme satu memanfaatkan yang lainnya. Semuanya itu mensyaratkan pengembangan usaha didasarkan oleh kepercayaan

Berdasarkan data ternyata 80% portfollio dana yang beredar di financial center Hongkong, Luxemburg , Singapore , New York ternyata berasal dari konsep ekonomi syariah.
Namun sistem trustee ini didukung oleh kesiapan IT dan perangkat hukum yang luar biasa solidnya. Karena trust tanpa didukung oleh peraturan hukum akan menimpulkan kezoliman bagi orang yang beritikad buruk terhadap trust yang ada. Bukankah disebutkan dalam alquran bahwa segala sesuatu harus tertulis dan sebagaimana sabda nabi bahwa masalah dunia kamu lebih tau.

Hebatnya dukungan IT dan peraturan yang ada telah membuat siapapun yang terlibat dalam transaksi ini dan beritikad buruk maka akan terkepung dan akhirnya hancur dengan sendirinya. Hancur oleh perasaan malu dan diasingkan oleh sistem itu sendiri ( black list ). Satu contoh , Seorang pengusaha membeli kendaraan angkutan niaga. Dia mendapatkan fasilias dana dari Bank. Bank memberikan fasilitas Mudarabah ( pola bagi hasil / trust by account ). Yang menjadi jaminan adalah rencana business angkutan dan integritas pribadi seseorang tersebut. Apabila dalam kenyataannya dia gagal membuktikan rencana businessnya maka dia harus diaudit melalui trustee yang ditunjuk berdasarkan kesepakatan bersama. Apabila terbukti dia gagal karena faktor kecurangan maka hukum trustee akan berlaku bagi dia. Passport dan ID card nya dicabut. Sehingga praktis orang tersebut akan kehilangan akses sosial kemanapun dia pergi. Karena DataBase E - Government memblock posisi access dia terhadap transaksi apapun. Sebaliknya , apabila orang tersebut gagal karena faktor business maka lembaga keuangan sebagai mitranya wajib memberikan solusi kepada dia. Melindungi dia untuk bangkit kembali.

Hebatnya konsep trustee ini sesuai dengan syariah islam. Telah diadobt oleh seluruh negara didunia. Konsep inipula telah membangkitkan pasar uang melalui derivative credit link note, Trust Asset , dan lain lain. Konsep ini pula yang membuat sistem perbankan mereka tangguh dan tahan terhadap krisis. Bank dan LKBB telah menjadi motor penggerak dunia business. Mereka hidup tidak dari rente ekomomi melelaui suku bunga ( interst base ) tapi dalam bentuk professional base ( fee base ) dalam memberikan solusi financial source untuk nasabahnya.

Makanya tidak berlebihan bila konsep syariah memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk sukses. Ide dan creativitas dapat tumbuh subur karena didukung oleh sistem pembiayaan yang tidak diskriminasi. Bill gate adalah salah satu contoh. Pemula business usia muda dapat tumbuh menjadi raksasa business dibidang product inovative karena didukung oleh Ross Perot Venture Capital. Para mahasiswa yang cemerlang tidak perlu mencari kerja tapi mereka dapat mencoba intelektualitasnya sebagai enterpreneur.

Sayang sekali di Indonesia, konsep syariah baru sebatas retorika. Hanyalah penerapan sebatas penggunaan istilah dalam bahasa arab. Belum sampai kepada tahap implementasi trust. Mungkin karena kita belum siap dalam bidang E-Government dan Cyberlaw. Kita masih seneng berbisnis secara tatap muka dan silahturahmi untuk berkolusi demi keuntungan pribadi.
Wallahualam

No comments:

Berbagi

  Sore jam 5 saya pulang ke rumah. Perut keroncongan.  “ Maaf. Kamu sudah makan ? Tanya saya ke supir taksi. “ Tadi siang sudah pak.” “ Bisa...