Sunday, November 20, 2005

Deal dengan Rasul

Rasul adalah utusan Allah., Setiap kata Rasul sebagian besar adalah kata kata Allah. Rasulpun dijamin kesuciannya dari segala tabiat buruk. Kita mempercayai Rasul sebagai bagian dari komitment dua kali masahadat. Nah bila Rasul memberikan komitmen tentang deal sorga maka itupun tentu bersumber dari Allah. Inilah sabda Rasul yang berhubungan dengan deal itu “"Jaminlah untukku enam hal darimu, aku jaminkan surga untukmu; benar dalam bicara, tepat janji kepada Allah dan manusia, tunaikan amanah, tutup aurat dan jaga kemaluanmu, tahan matamu dari yang haram, dan jaga tangan." (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Baihaki). Bacalah baik baik. Ini deal yang ditawarkan kepada Rasul untuk mendapatkan sorga. Tidak sulit. Rasul meminta enam syarat sebagai compliance untuk mendapatkan sorga dengan limpahan kemewahan tak terbilang. Apakah kita mau ? apakah kita bisa berkata ” Deal ”

Menurut saya enam kondisi yang ditetapkan oleh rasul sebagai compliance sorga, juga berhubungan dengan deal dalam kehidupan sehari hari, dalam berbagai profesi untuk meraih sukses. Pertama , benar dalam berbicara. Dalam bisnis disebut dengan istilah integritas. Kata dan perbuatan sama. Orang menilai anda dari integritas ini. Kepercayaan besar yang anda dapat seperti jabatan Dirut, Manager, President, Mentri , karena integritas ini. Kedua adalah tepat janji kepada Allah dan manusia. Ya, ini berhubungan dengan integritas itu tadi. Apapun yang anda katakan, anda akan tepati. Bila anda berjanji bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah , maka anda tidak akan menganggap selain itu Allah. Anda tidak akan menganggap ada Muhammad lain sebagai Rasul. Bila anda berjanji kepada si A maka anda tidak mungkin berselingkuh dengan mengalihkan janji kepada si B. Janji commitment kepada Allah haruslah bersanding denga commitment soal urusan dunia.

Ketiga, tunaikan amanah. Berjanji adalah commitment. Ia juga adalah amanah yang harus anda emban. Setiap orang yang menerima janji dari anda , juga adalah amanah bagi anda. Setiap orang yang menyerahkan urusannya kepada anda, juga adalah amanah. Istri , anak , teman dan semua mereka yang ada disekitar anda adalah amanah Allah kepada anda. Tugas anda untuk menunaikan amanah itu dengan tepat dan benar (QS an-Nisa [4]: 58). Tepat, artinya jangan meleset atau jangan diabaikan atau jangan ala kadarnya. Harus sungguh sungguh. Baik, artinya dengan cara cara yang benar menurut Allah. Keempat , tutup aurat dan jaga kemaluanmu. Ini berhubungan dengan moral. Titik terendah manusia adalah pada auratnya , pada kemaluannya. Karena kemaluannya membuat manusia bisa menjadi seperti binatang. Hilang akal sehatnya. Hilang kontrol intelektualnya. Maka menjaga kemaluan adalah menjaga kehormatan itu sendiri. Menjaga berarti mengelola kamaluannya hanya untuk yang disyahkan oleh Allah lewat pernikahan.

Kelima, Tahan tatapan matamu dari yang haram (QS an-Nuur [24]: 31). Pandangan yang berlebihan kepada sesuatu akan membuat kita tergoda berbuat. Acap anda eye window di Mall, akan tergoda untuk membeli. Acap anda melihat wanita cantik di tempat hiburan , mengundang anda untuk ”membeli”. Acap anda lihat kemaksiatan, mengundang anda untuk melakukannya. Lewat mata itulah sarap otak menterjemahkan segala informasi untuk menimbulkan rangsangan berbuat. Bila tatapan yang buruk maka informasi ke otakpun yang buruk. Bila tatapan kepada yang baik, maka akan memberikan informasi keotak tentang hal yang baik untuk anda tiru. Menjaga tatapan mata adalah seni mengelola pribadi kita untuk bermoral dihadapan manusia. Maka kelolalahh mata itu sebaik baiknya agar hanya pandangan yang baik saja yang kita lihat. Selebihnya, berusahalah menghindari tatapan dengan cara cerdas.

Keenam , Jaga tangan. Tangan dimisalkan kepada kekuatan untuk berbuat. Gunakanlah tangan untuk berbuat karena cinta. Menanamkan konsep memberi. Suatu perbuatan karena didorong rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama. Sebagai ujud kecintaan kepada Allah yang meminta agar kita perbanyak menolong dan memberi. Menjadi pribadi yang tinggi sosial spiritualnya. Menjadi pribadi yang berempati terhadap kesulitan orang lain dan ringan tangan berbuat karena itu. Nah, enam syarat itu merupakan puncak dari pribadi muslim yang pantas mendapatkan sorga sebagai deal yang ditawarkan oleh Rasul. Apakah anda mau menerima deal ini ?

No comments:

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...