Thursday, December 29, 2022

Uang dan Moral.

 


Dalam bahasa inggris, uang itu adalah Currency, yang berasal dari kata Latin “currere, yang berarti “menjalankan ( to run) atau “mengalir ( flow )”. Sementara Money ( uang ) berasal dari kata Latin "monere", yang berarti “memperingatkan". Mari kita pahami dari aspek etimologi. Ada dua pengertian yaitu mata uang atau disebut currency dan uang atau disebut money. Jadi kalau hanya mata uang, maka itu berkaitan dengan arus uang. Sementara kalau uang saja, maka itu bermakna peringatan. Mari saya jelaskan secara sederhana ala pedagang sempak.


Currency bisa juga kata lain dari current atau arus listrik. Ya sama dengan aliran muatan listrik dari kutub positif ke kutub negatif. Nah, kalau dianalogikan, uang ( money) adalah sumbu negatif. Aktifitas ekonomi disebut sumbu positip. Bagaimana agar terjadi arus bolak balik?. Ya sistem moneter dibentuk. Ketika uang masuk ke dalam sistem perbankan, ia sudah disebut currency. Dicatat dalam current account. Tipe currency terdiri dari M0,M1, 2, 3 dan seterusnya. Ia berfungsi menghubungkan satu sumber daya dengan sumber daya lain agar terus terjadi hubungan arus yang tiada henti.


Contoh bagaimana menghubungkan sumberdaya manusia dengan sumber daya material, Sumber daya material dengan sumber daya jasa. Semua sumber daya dengan sumber daya pasar, sumber daya lokal dengan global dan lain sebagainya.   Selagi hubungan antar sumberdaya itu terus terjadi arus, maka itulah currency. Itulah uang dalam perngertian kapitalis. Mata uang  itu hanya sarana pemicu distribusi capital untuk terjadi nya beragam aktifitas, terbentuknya good governance dan well civilization. Jadi bukan jumlah berapa banyak uang yang dikumpulkan atau dicetak, tapi seberapa banyak aktifitas usaha yang bisa dikembangkan. Itulah pentingnya sistem currency yang punya kredibilitas dan trust.


Lantas mengapa uang (money) itu bermakna memperingatkan (monere).? Inflasi itu terjadi karena arus atau current mengalirnya tersendat ke sektor produksi dan jasa. Uang lebih banyak daripada produksi sektor real. Kalau inflasi 5%, itu artinya penghasilan tetap anda sebesar 5% dirampas oleh sistem. Nah berlakulah kutukan ( monere). Apa itu? Sektor produksi mungkin bergairah dengan adanya inflasi akibat afek kenaikan harga. Tapi pada waktu bersamaan daya beli juga turun. Lah untuk apa produksi kalau hanya ngumpulin stok. Ujungnya bokek dan bego. Orang males produksi.


Makanya korupsi, rente, white collar crime itu jahat sekali. Karena dia menggrogoti daya magnit dua kutup, yang sehingga terjadi global Economic Imbalances seperti yang ditulis C. Fred Bergsten Kalau tidak dihentikan maka currency akan berubah hanya jadi money. Itu sumber kutukan. Engga percaya? tuh lihat resesi yang melanda seluruh dunia. Ini sudah diperingatkan oleh Adam Smith, sang Nabi ekonom dalam bukunya, The Theory of Moral Sentiment, menyebutkan tentang perlunya perikemanusiaan, keadilan, kedermawanan, dan semangat bermasyarakat. Artinya ketika kapitalisme kehilangan moral dan kebersamaan, dan lebih mengandalkan kepentingan pribadi, maka kapitalisme sebagai sistem akan hancur


No comments:

Yusril dan Jokowi.

  Selama ini Jokowi tidak pernah bicara terus terang mengenai Capres. Orang hanya menduga duga aja. Kadang terkesan Onani seperti orang ngec...