Larangan budaya hedonisme di China






Sejak sebelum COVID 19,  gaya hidup hedonis, sudah dilarang di China. Pemerintah China melarang Artis mendapatkan penghasilan diatas kewajaran. Melarang keluarga kaya melakukan pesta mahal untuk acara pernikahan. Menghapus budaya mahar yang harus dibayar wanita untuk melamar calon mempelai pria. Melarang PNS makan di restoran mewah. Membatasi jam operasi tempat hiburan malam. Memperluas tempat larangan merokok. Membatasi iklan gaya hidup hedonis. Tetapi itu tidak efektif keliatannya. 


Tetapi setelah sekian lama Lockdown di kota besar di China, kini terjadi perubahan yang significant terhadap budaya kebanyakan kelas menengah di China. Apa itu? mereka berusaha kembali kepada gaya hidup sederhana. Kalau tadinya berencana punya apartement mewah,  kini tidak lagi berminat. Kalau tadinya biasa setiap weekend makan malam di luar bersama keluarga, kini sudah tidak lagi. Mereka berusaha mencari cara jenial untuk hidup bersehaja. Termasuk lebih memilih produk buatan dalam negeri dan menjauhi produk branded luar negeri.


Para influencer dan selebiritis dilarang menampilkan gaya hidup hedonis di sosial media.  Semua akun mereka tidak bisa di like atau subscribe. Kecuali mereka menampilkan gaya hidup sederhana. Itu akan langsung bisa di like. Makanya konten tentang hidup sederhana tumbuh subur di kalangan selebritis dan influencer. Keberadaan influencer ini tentu membantu program China dalam propaganda kembali kepada budaya China, yaitu kesederhanaan.


China belajar dari kesuksesan AS dan Eropa. Mereka kirim siswa terbaik untuk belajar di kampus kampus di AS dan Eropa. Setelah lulus mereka karpet merah terbentang untuk mereka mengembangkan karir di tengah kemajuan ekonomi China yang didukung oleh riset dan SDM yang berkopetensi tinggi. Namun dalam perkembangannya, banyak budaya AS dan Eropa yang dianggap China bisa menghambat proses pembangunan berkelanjutan. Apa itu? budaya hedonisme. Ini tidak boleh ada di China.


Mengapa ? teman saya di China punya pendapat tersendiri soal ini. “ AS dan Eropa tidak mungkin bisa mengkespor demokratisasi ke China. Tidak mungkin berhasil seperti di negara lain. Karena Partai Komunis China sangat kuat pengaruhnya di tengah masyarakat. Tetapi gaya hidup hedonis yang berasal dari AS dan Eropa memang tidak mudah menghalaunya. Karena ini berkaitan dengan hak rakyat untuk menikmati hasil kerja kerasnya. 


Namun membiarkan rakyat China terperangkap kepada gaya hidup hedonisme itu lebih bahaya daripada paham demokrasi. Karena hedonisme itu adalah kerakusan. Akar kejahatan manusia itu berasal dari kerakusan. Sumber kerusakan peradaban karena kerakusan. Pandemi adalah timing yang tepat untuk melakukan revolusi budaya yang terlanjut brengsek itu. Setidaknya ancaman pandemi COVID 19 sama buruknya dengan budaya hedonisme.” Kata teman. 


Tahun 2013, Anggota Politbiro Wang Qishan mengatakan anggota partai harus hidup hemat untuk melawan gaya hidup hedonism. Reformasi ekonomi telah membawa kemakmuran di China,  yang dulunya sangat miskin. Para pemimpin China telah mendorong konsumsi untuk memacu pertumbuhan, tetapi sekarang tampaknya khawatir tentang gaya hidup hedonism. Seruan ini tampaknya juga merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas melawan korupsi di China, khususnya di dalam Partai Komunis. Berat memang melakukan perubahan, tetapi negara harus berbuat untuk kehidupan yang lebih di masa depan. Dan tugas pemerintah memastikan perubahan itu terjadi.



Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu