Mendekat ke Tuhan.

 


Waktu saya lebih banyak di luar negeri. Sampai tahun 2017, Oma hampir setiap tahun ke Makkah untuk umroh. Dia pergi  bareng anaknya atau ibu saya. “ Kenapa engga piknik ke Eropa atau ke China atau kemanalah. Kok ke makkah terus. Apa engga bosan. Lagian yang dilihat itu itu aja” kata saya.


“ Engga lah. Daripada gua piknik ke tempat lain. Senang senang. Tapi udahan itu gua stress.”


“ Stress kenapa ? kata saya bingung.


“ Stress mikirin papa selama jauh dari mama. Mau dilarang?, ya engga bisa, Namanya suami cari nafkah. Engga dilarang?, mama kawatir terus. Di makkah mama berdoa khusus untuk papa.” kata Istri.


TEman saya juga sama. istrinya sangat aktif di gereja. Benar benar aktif. Bahkan kadang pergi ke luar negeri dan keluar kota bersama teman temannya dalam rangka kegiatan gereja. Teman saya juga tanya. Kenapa istrinya engga gunakan waktu untuk piknik. Jawaban istrinya juga sama. Dengan dekat kepada Tuhan, dia merasa aman dan tidak stress dengan kurangnya waktu kebersamaan dengan suami.


Istri yang kawatirkan suaminya, dan dalam posisi dia tidak berdaya, mendekat kepada Tuhan adalah pilihan smart. Mengapa? dengan dia dekat ke Tuhan, sifat paranoid dan insecure nya hilang. Dia merasa sangat kuat karena yakin bahwa Tuhan akan menjaga suaminya selama tidak di rumah. Suami juga merasa nyaman dengan kegiatan keagamaan istri. Engga perlu kawatir macam macam.


Kalau toh akhirnya suami tetap setia, itulah dampak  perasaan secure istri. Dia selalu prasangka baik kepada suami. Ya tidak sulit bagi istri membuat nyaman suami. Ya gimana engga nyaman?. Engga pernah dikepoin. Rumah serasa sorga. Engga bikin stress suami. Coba kalau istri selalu kepoin suami. Pulang capek,  dicerewetin omong kosong dengan kesan distrust. Ya suami lari keluar. Di luar banyak wanita yang siap menampung. Siapa yang rugi? ya istri sendiri. Itu bego namanya.


Mitra saya di Hong Kong di vonis kanker stadium empat.  Di tengah situasi hopeless itu, dia mendekat kepada Tuhan. Selalu meditasi. Pergi ke Vihara. Eh ternyata tiga tahun kemudian dia sembuh dari kanker tanpa diobati. Mungkin kalau dia tidak mendekat ke Tuhan, dia akan terus merasa insecure, Itu justru mempercepat kerusakan sistem tubuhnya akibat kanker. Tapi dengan dia euforia mendekat ke Tuhan, imun nya terus meningkat dan penyakitpun terhalau.


Banyak orang pergi ketempat ibadah dan aktif di kegiatan agama mungkin kebanyakan mereka dalam posisii tidak berdaya atau insecure. Bisa karena kehidupan ekonomi yang sempit. Kena kasus hukum yang belum selesai. Dikejar hutang. Atau kehidupan sex yang buruk atau apalah. Dengan mereka datang ke tempat ibabadah, rasa insecure itu terobati. 


Kesimpulannya sederhana saja. Rasa tidak aman ( insecure ) itu adalah kelemahan anda. Cara membangkitkan secure itu lewat agama, itu metode saja. Sebenarnya yang membuat kuat itu keimanan anda atau bahasa mesranya berpikir positif.


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu