Pernikahan.

 



Tahun 1996, Lewinsky yang tadinya kerja magang di Gedung putih dipindah ke Pentagon. Setelah itu dia ceritakan kepada temannya yang kenal dengan penulis tentang hubungan istimewanya dengan Bill Clinton. Kemudian buku itu jadi laris dan menjadi skandal. Namun Clinton malah membantahnya dengan mengatakan, “Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan perempuan itu, Ms. Lewinsky.” Tetapi arus politik semakin kencang sampai DPR Komite Kehakiman mengesahkan penyelidikan untuk pemakzulan Bill Clinton.


Pada Desember 1998, Clinton di hadapan pengadilan DPR komisi kehakiman mengakui perbuatannya. Dan karenanya DPR memakzulkan Bill Clinton dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Kemudian lima minggu kemudian, tepat tanggal 12 Februari 1999, persidangan lanjut ke tingkat senat. Nah saat itulah Hillary , istri Bill Clinton hadir dalam sidang sebagai saksi. Sebelumnya dia tidak mau hadir. Pada sidang itu, Hillary  diberi kesempatan untuk pidato.


" Saya tidak duduk di sini seperti wanita kecil yang berdiri di samping pria saya seperti Tammy Wynette," katanya. “Saya duduk di sini karena saya mencintainya, dan saya menghormatinya karena dia suami saya, dan saya menghormati apa yang telah dia lalui bersama rakyat AS. Dan dia adalah presiden USA.


Benar saya terluka. Benar saya terhina karena skandal ini. Saya tidak bicara tentang cinta dan rasa hormat. Tetapi sebuah “pernikahan”. Menikahi Bill dan mengambil nama Clinton adalah "keputusan paling penting dalam hidup saya”. Kalian tidak suka, silahkan tidak memilh dia. Tapi dia akan tetap jadi suami saya, Tidak mungkin ada yang memisahkan kami yang sudah dipersatukan Tuhan di sorga. Kami akan hadapi ini bersama sama." Demikian pidato Hillary 


Pidato Hillary , telah mengubah persepsi orang tentang arti sebuah pernikahan dan dimana saharunya istri disaat suami lupa dimana dia harusnya berada. Akhirnya lewat Voting di Senat, Bill Clinton lepas dari jerat Pemakzulan. Mayoritas suara senat mendukung Clinton tidak bisa makzulkan hanya karena skandal.


***

Saya terhenyak baca buku memoar Hillary  “ hard choice”. Hillary bukan wanita kaleng kaleng. Dia lulusan Yale bidang Hukum. Setelah menikah tahun 1975, dia terjun sebagai wanita karir. Tahun 1979, ia lalu menjadi mitra wanita pertama di Firma Hukum Rose. Dua kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara paling berpengaruh di Amerika. Saatsuaminya jadi Gubernur, dia pegang posisi sebagai Direktur Wal-Mart dan jadi komite investasi pada beberapa TNC.


Kalaulah Hillary  berharap ketenaran, dia sudah tenar sebagai pengacara TOP di AS. Kalau berharap harta, dia sudah kaya raya sebelum jadi istri presiden. Diapun lahir dari keluarga berada. Bukan keluarga miskin. Mungkin karena Hillary  dibesarkan dalam lingkungan agama yang taat dan tradisi Yahudi, membuat dia memilih setia disamping suaminya disaat sulit. Memang hard choice. 


Setiap pria itu punya otak reptil dan cenderung bar bar. Makanya dia perlu istri mendampinginya, menjaganya dan melindunginya dari kekonyolan otak reptilnya. Makanya pria hebat  itu tidak ada. Yang ada wanita hebat yang ada dibelakangnya. Sebuah pernikahan tidak semudah mengikrarkannya tetapi menjaganya sepanjang usia. Dan itu tidak mudah..Tidak semua wanita bisa. Tapi Hillary memang beda. Kalau kini mereka menua bersama, kenangan pahit itu akan memperarat mereka menjadi tidak terpisahkan.

Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu