Sunday, July 11, 2021

Otak manusia dan manusiawi.


 


Pah, apa iya manusia terancam punah karena virus corona. Setiap hari dengar berita benar benar menakutkan. Seakan kiamat” Tanya oma. 


“ Tuhan ciptakan tubuh manusia itu sangat sempurna. Pada diri manusia itu ada otak reptil. Posisi otak di bagian bawah dari kepala kita dan menyatu dengan tulang punggung. Bagian otak ini benar benar menyerupai reptil. Punya sensitifitas terhadap lingkungan. Cepat sekali bereaksi kalau ada predator. Pilihan hanya dua. Lari atau melawan. Sebelum  ada peradaban modern otak reptil ini sangat dominan pada manusia. Perluasan wilayah dengan membunuh atau terbunuh. Apapun dimakan. Engga ada urusan halal atau haram. Ketemu daging ya makan. Ketemu sayuran atau biji bijian ya makan.  


Otak reptil ini juga menyatu dengan otak mamalia. Otak ini berada di bagian tengah. Jadi mirip dengan hewan mamalia. Apa yang unik dari otak mamalia ini. Manusia tahu bagaimana membuat dirinya euforia dan survival. Unsur perasaan sangat menentukan daya survival. Mengapa? pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, detak jantung, gairah seksual, temperatur tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan sangat tergantung pada unsur perasaan atau emosi. Jadi kalau manusia berusaha happy dengan berbagai aktifitasnya, itu juga bagian dari otak mamalianya. Bahkan kemampuan belajar secara alami, itu juga otak hewan untuk survival”


“ Wah berarti kita sama dengan hewan? 


“ Beda jauh. Otak reptil dan mamalia itu hanya 20% dari seluruh otak kita. 80% lainnya adalah inti dari otak manusia. Itu posisinya ada dibagian atas sampai jidat. Makanya kalau disuruh mikir, kita menunjuk ke jidat. Itulah yang dimaksud sumber kecerdasan manusia, yang tidak dimiliki oleh hewan. Namanya neokorteks. Itulah yang menciptakan perubahan dan peluang berkembang karena waktu.


“Apa fungsinya ?


“ Sistem otak ini mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, dan sensasi tubuh manusia, menghasilkan proses pengaturan penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik sadar dan ideasi nonverbal. 


Pada bagian otak terbagi dua ruang. Satu bagian kanan dan satu lagi kiri.  Yang kanan bagian kecerdasan emosional dan spiritual. Tugasnya bagaimana mengendalikan otak reptil dan otak mamalia. Makanya pepahaman tentang transenden atau Tuhan penting sekali untuk menyeimbangkan kemampuan otak sebelah kiri yang selalu dasarnya sains dan logika atau IQ. Kalau otak kiri lebih dominan maka otak reptil dan mamalia kita sangat besar menguasai apa saja. Bahkan bisa merusak. Bukan hanya orang lain, diri kita sendiri bisa kita rusak.  Bumipun mampu kita rusak.”


“ Oh gitu “


“ Nah sayang. Dengan memahami fungsi otak pada diri kita maka predator dalam bentuk apapun termasuk virus bukan hal yang menakutkan. Otak reptil kita harus cepat bereaksi dengan adanya virus. Pakai masker, jaga jarak, dan pastikan kita happy terus agar antibodi kita kuat. Waktu Papa berkemah di hutan dalam rangka survey. Papa kelilingi tenda dengan bawang putih. Tidak ada ular bisa mendekat. Karena ular itu penciumanya sangat sensitif. Dia harus menghidari bawang putih. 


Kita dengan kemampuan otak neokorteks sudah tahu virus itu menyebar dari orang perorang. Tapi masih aja engga mau pakai masker. Engga mau jaga jarak. Masih aja mau sholat berjamaah di masjid. Kan lebih bego dari ular. Kita harus euforia agar kekebalan tubuh kita meningkat. Tiru aja sapi. Udah kerja keras, makan kenyang, dia tiduran. Jangan dibalik. 


Ya lihat aja hewan mamalia  selalu bencanda sesama mereka. Kalaupun ribut hanya sebentar. Ya Happy terus…makanya mereka kuat secara kelompok maupun secara individu. Kalau kita baper,  emosian,  negatif thingking terus ya kita lemah secara kelompok dan individu. Kita lebih bego dari mamalia. Paham ya sayang.”


No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...