Thursday, July 15, 2021

COVID bukan kutukan...

 




“ Pah, virus itu kan bahaya. Kenapa Tuhan ciptakan juga. “ tanya oma. 


“ Ketika Tuhan menciptakan makhluk maka itu juga bagian dari cara Tuhan menciptakan hukum yang saling mengikat. Tujuannya apa? agar ekosistem tercipta. Singkatnya tida ada satupun makhluk atau benda yang ada di semesta ini tidak berguna. Selalu ada gunannya. Kalaupun kita tidak tahu sekarang, itu hanya terbatasnya pengetahuan kita. Kelak karena pengetahuan yang terus berkembang, kita akan tahu juga manfaatnya. “ 


“ Ya tapi kan bagaimanapun Corona itu berbahaya. Membuat tubuh kita sangat rentan. Kenapa? 


“ Tubuh manusia itu tidak rentan. Kalau rentan mengapa Tuhan tunjuk Adam atau manusia sebagai pemimpin di bumi. Dan minta semua makhluk sujud.? Kalau menurut sufi , manusia itu replika Tuhan “ 


“ Ya juga. Terus apa kekuatan manusia melindungi dirinya?


“ Pada diri manusia itu ada Sel B. Nah sel B itu berfungsi untuk memproduksi antibodi. Tugas antibodi melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita.”


“ Gimana sel B itu produksi antibodi?


“ Ya Ketika antigen masuk ke dalam tubuh, maka sel B  langsung terdiferensiasi menjadi sel plasma untuk memproduksi molekul antibodi. Proses produksi itu bisa cepat sekali kalau antigen itu sudah ada database nya di sel T. Kalau file antigen atau virus semacam corona itu tidak ada di database nya ya proses produksi antibodi jadi lambat. Ya butuh 7 hari dech.”


“Kenapa ?


“Karena antibodi itu melawan antigen melalui cara mengikatkan diri. Ya sama seperti anak kunci dengan lubang. Kalau engga pas ya engga bisa. Dia harus tahu percis antigen itu agar bisa mereplika diri mirip dengan antigen. Jadi bisa masuk tuh barang.”


“ Sesederhana itu ya.” 


“ Ya keliatan sederhana. Tetapi proses tempur antara antibodi dengan antigen itu rumit. Sel B harus membentuk pasukan berani mati atau imunoglobulin yang terdiri dari 6 grup. Grup G, M, A,E dan D”


“Wa hebat. Contohnya gimana ?


“ Katakanlah, pada tahap pertama virus masuk ke dalam diri kita lewat darah. Segera tubuh kita bereaksi dengan mengeluarkan pasukan group M. Nah M ini akan merangsang terjadinya pembantaian antigen. ”


“ Gimana kalau virus itu masuk lewat hidung, mata, paru-paru dan usus”


“ OH engga usah kawatir sayang. Itu tugas grup A. Pasukan ini standby bukan hanya di dalam darah tapi juga di cairan tubuh lainnya, seperti air mata, air liur, ASI, getah lambung dan sekresi usus. Dia ada bersama lendir hidung, mata, paru-paru dan usus. Pasukan A ini pasukan berani mati. Kalau mereka tidak bisa hadapi mereka bisa suruh sel pada organ kita yang terinpeksi melakukan aksi bunuh diri agar virus juga mati. Kemudian merangsang terjadi reproduksi sel. Tubuh sehat kembali”


“ Terus apakah antibodi itu hanya bereaksi kalau diserang saja?


“Engga juga. Ada pasukan group E yang selalu patroli di dalam darah. Kalau ada benda asing masuk apapun itu, nyerang atau engga, dia akan bereaksi cepat sekali. Dia akan infokan kepada grup G. Kalau data intelijent tentang antigen itu ada  di file group G ya dia bersama sama dengan grup G akan hajar antigen  itu.”


“ Kalau data file virus itu tidak ada di group G gimana?


“ Grup G engga bisa bantu. Pasukan Group E jadi bego sendiri. Dia terus aja produksi antibodi. Kalau berlebihan bisa berdampak pada badai sitokin. Kematian bukan karena virus tetapi karena badai sitokin itu atau autoimun. Ya kerena dia menghantam penyakit  bawaan atau yang sudah ada pada diri kita seperti TBC, asma, diabetes, dll. Itu bisa fatal.”


“Oh badai sitokin itu bisa jadi karena kita terlalu paranoid sehingga secara psikis memaksa tubuh kita terus berproduksi antibodi sehingga melimpah. Makanya penting sekali kita harus berpikir positip dan tenang kalau penyakit datang. Jangan dengerin berita tv dan media massa yang provokasi kita jadi paranoid dengan covid”


“ Kok kamu simpulkan begitu? Kata saya tersenyum.


“ Ya kita harus makan bernutrisi dan berpikir positip agar sistem kekebalan tubuh kita bisa efektif menghadapi antigen, termasuk corona. Toh udah ada pasukan hebat lain yang bekerja seperti Grup M, A, dan D. Sabar aja. Toh 10 atau 14 hari virus akan inactive sendiri. Selanjutnya kita sudah kebal secara alami. Selesailah badai corona pada tubuh kita.”


“ Ya benar. Satu satunya cara agar kita kebal terhadap Corona ya kita harus kena dulu. Kalau engga ya data virus itu tidak terekam dalam memori pasukan Grup G. Atau kalau takut kena ya melalui Vaksin. Itu cara smart terhindar dari wabah corona” Kata saya.


Ya begitulah celoteh kakek nenek seusai sholat subuh. Hidup berdua saja kadang kesepian. Itu bisa diisi dengan diskusi ringan. Walau kadang terkesan sotoy. Salam sehat dan jngan lupa bahagia.


No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...