Sunday, November 18, 2018

Prabowo?

Mengapa kubu BOSAN selalu kampanye dengan cara tidak terpelajar. Tanya nitizen yang orang awam politik. Sampai Megawati pun bertanya tanya, seakan tidak percaya mengapa Prabowo bisa berubah. Tidak seperti dulu waktu jadi pasangan Megawati dalam Pemilu 2009.  Mungkin karena faktor orang yang ada disekitar Prabowo yang mempengaruhi, terutama team PKS atau bisa juga faktor usia atau mungkin karena sakit yang berhubungan dengan kebugaran otak sehingga membuat PS nampak labil secara mental. Entahlah. Tetapi pokok persoalan sebenarnya menurut saya adalah karena Prabowo dan Hashim sangat mengenal Jokowi sejak mendukung Jokowi untuk Pilgub DKI dan tahu pasti bahwa Jokowi orang baik dan sampai sekarang Jokowi tetap orang baik. Jadi tidak mudah bagi Prabowo untuk menyerang Jokowi.

Karena tidak mudah itulah makanya Kampanye BOSAN terkesan tidak terarah. Bahkan ketika masuk ke materi issue Politik untuk menyerang Jokowi, langsung terbantahkan dengan sendirinya. Bukan Jokowi yang bantah tapi pihak yang menjadi referesi Prabowo. Contoh, Prabowo bilang 99% orang miskin. Itu data World bank, katanya. Tetapi World bank sendiri yang bantah pernyataan Prabowo itu. Prabowo dengan wajah prihatin tampil di TV dalam jumpa Pers mengecam penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Prabowo seakan menunjukan bahwa dia tidak anti kekerasan dan punya empati kepada wanita khususnya orang tua yang lemah seperti Ratna. Tetapi tak lama setelah itu, Ratna sendiri yang membantah dia di aniaya. Itu karena kebohongan pribadinya dan menjadi hoax yang paling lucu diabad ini. Prabowo berencana akan mencetak rupiah khusus untuk kaum tunanetra. Tetapi idea  yang dikira hebat sebagai peduli kau disabelitas itu ternyata dijawab sendiri oleh BI bahwa ide cetak uang khusus untuk tunanetra sudah diterapkan lama oleh BI. Jadi ide itu sudah kuno.

Prabowo berusaha menunjukan dirinya pro rakyat dan nasionalis sejati. Pada waktu bersamaan dia menyindir rezim Jokowi pro Asing dan aseng. Tetapi pada waktu bersamaan dia sendiri yang membantah pernyataannya yang nasionalis itu. itu bukan hanya lewat retorika bahwa Indonesia butuh China. Hubungan dengan China harus semakin ditingkatkan dimasa akan datang. Tetapi juga Prabowo sampaikan itu ketika hadir dalam acara ulang tahun kemerdekaan China di Kedutaan. Disamping itu, orang tidak bisa melupakan bagaimana akhirnya Prabowo harus melepas saham perusahaannya kepada Asing di Kiani. Karena itu hartanya bertambah. Fakta juga Hashim,  ketua dewan Pembina Gerindra yang juga adik Prabwo pernah bermitra dengan Nathaniel Philip Victor James Rothschild  dalam bisnis tambang. Nat adalah yahudi tulen dan juga merupakan keluarga dari tokoh Yahudi yang paling berpengaruh didunia.

Prabowo berusaha ingin tampil sebagai orang bersih dan punya tekad untuk membangun sistem yang bersih dari korupsi dan kolusi. Tetapi pada waktu bersamaan Titik Prabowo sebagai ketua Dewan Pembina partai Beringin yang merupakan partai pendukung Prabowo malah mengatakan kalau Probowo terpilih akan kembali ke era seperti Soeharto. Itu artinya kembali ke era penuh KKN ( Korupsi, Kolusi , Nepotisme) dan kekerasan HAM.  Pernyataan politik Titik ini langsung membuat kelompok Swing voter membuat decided untuk memilih Jokowi. Mengapa ? karena mereka tidak ingin sejarah kelam indonesia kembali seperti Era Soeharto. Sudah cukup 32 tahun terburuk sepanjang sejarah dipimpin oleh gangster bersenjata yang arogan.  No more.

Seorang teman yang juga politisi mengatakan kepada saya bahwa mencari kekurangan Jokowi itu sama sulitnya mencari kelebihan Prabowo. Mencari kesalahan Jokowi dalam memimpin itu sama sulitnya mencari prestasi Prabowo. Semakin buruk statemen terhadap Jokowi akan berbalik menguntungkan Jokowi. Bahkan data pengamat ekonomi terkesan Hoax ketika mengkritik Jokowi. Mengapa ? karena tidak ada lembaga riset berkelas dunia yang memberikan penilaian buruk terhadap Jokowi. Masalah bagi lawan Jokowi adalah tidak mampunyai sikap mental seperti Jokowi. Dimana kekuasaan tidak membuat keluarga dan dirinya kaya raya. Kekuasaan tidak melahirkan KKN. Kekuasaan tidak mengizinkan tentara melepaskan peluru tajam kepada demotran. Kekuasaan adalah pengabdian tanpa lelah dan tanpa berkeluh kesah sampai pada titik tak tertanggungkan. Sikap mental itulah yang langka dimiliki oleh lawan politiknya dan sikap mental inilah membuat rakyat mencintai Jokowi dan memilihnya.

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...