Wednesday, April 25, 2012

Manusia dan Setan ?


Pada awalnya manusia butuh makan. Setelah makan terpenuhi , dia butuh pendidikan dan pengetahuan. Kemudian butuh pekerjaan yang layak. Bila pekerjaan sudah didapat, penghasilan mengalir maka rasa keamanan financial tercapai. Pada moment ini orang ingin berumah tangga. Kebutuhan pendamping hidup dengan orang yang dicintai datang maka menikah adalah kebutuhan berikutnya. Setelah menikah, orang inginkan tempat tinggal.  Bila rumah sudah dimiliki maka selesailah proses kebutuhan itu dalam diri manusia. Maka selanjutnya yang terjadi , inilah yang paling bahaya. Apa itu ? Keinginan. Keinginan inilah yang menjadi musuh dahsyat dalam diri manusia. Ia merusak moral dan menelan jiwa, juga berpengaruh kepada kesehatan phisik manusia.  Banyak orang sehat tapi sebetulnya jiwanya sakit. Banyak orang nampak sehat wajah berminyak namun menyimpan penyakit raga dan terancam serangan jantung setiap saat. Semakin besar keinginan semakin besar resiko hidup dilaluinya. Inilah yang banyak orang tak menyadari.

Menurut saya  keinginan yang merusak itu adalah berupa aktualisasi diri. Atau lebih tegasnya menunjukan kepada siapapun bahwa akulah yang terbaik dan patut dihormati dengan segala apa yang aku dapatkan. Ya keinginan aktualisasi diri. Keinginan tidak hanya makan untuk kenyang tapi makan untuk suasana berkelas. Tidak hanya rumah untuk tempat tinggal tapi juga untuk lambang status. Tidak hanya pakaian bersih dan pantas dilihat tapi pakaian bermerek yang hanya dijangkau segelintir orang mempunyainya. Tidak hanya kendaraan yang nyaman untuk mobil tapi kendaraan yang ekslusif yang tak banyak orang memilikinya. Tidak hanya pekerjaan sebagai ibadah tapi pekerjaan yang memberikan kekuasaan dan kepuasaan diatas hak orang lain. Tidak hanya nama untuk dikenal orang tapi nama yang bisa membuat orang hormat. Semuanya bermuara karena sikap sombong.

Keinginan itu diawali ketika mata kita melihat dan menyaksikan etalage kepongahan hidup yang dipertontonkan setiap hari, setiap tempat.  Bukan hanya mata tapi juga telinga kita mendengar tentang segala hal yang membuat keinginan kita semakin membuncah. Ketika tidur terbawa mimpi dan ketika bangun meradang melakukan apa saja agar impian menjadi kenyataan. Bila keinginan terpenuhi maka keinginan baru akan datang dan datang lagi. Benarlah kata orang bijak bahwa tak akan bisa melawan keinginan bila sudah menguasai jiwa. Teori kejiwaan , terapi mental dari para ahli psikis tidak akan mampu melawan dorongan keinginan ini. Sebelum jatuhnya Lehman Brother , era kejayaan wallstreet, para ahli berhasil merekam otak manusia untuk mengetahui arti keinginan itu. Tertanyata , ketika orang mengkonsumsi candu  ( kokain/morfin ) pengaruh otaknya sama ketika orang berhasil mendapatkan laba / uang.  Benarlah, bahwa keinginan itu adalah candu. Tak bisa dilawan dengan pengetahuan manusia yang terbatas.

Lantas bagaimana caranya menghadapi dan akhirnya mampu mengendalikan dorongan keinginan ini? Ketika perang Badar usai.  Kaum muslimin berpesta akan kemenangan itu walau korban tidak sedikit dengan menghadapi jumlah kekuatan kafir juga tidak sedikit. Kemenangan datang berkat pertolongan Allah. Tapi bagi Rasul, perang Badar bukan perang besar. Perang besar adalah perang melawan hawa nafsu yang ada dalam diri manusia. Ini perang akbar yang tak ada habisnya selagi hayat dikandung badan. Karena Nafsu itulah yang menjadi pemicu akan keinginan yang tak terpuaskan. Nafsu itulah yang menjadi tunggangan setan untuk merusak kesempurnan iman manusia. Ini sudah dibuktikan oleh Setan kepada Bapak Adam, yang tergoda memakan buah terlarang walau telah diberi kebutuhan kemewahan melimpah didalam sorga. Lewat analogi keinginan itulah setan menggiring akal Adam untuk melawan larangan Allah.

Ketika kemarin Jumat ,saya ikut sholat di Mesjid Kow Loon, ada pesan dari penceramah yang membuat saya tercerahkan seketika akan sesuatu yang selama ini tak bisa saya dapatkan jawaban. Bahwa secara akal dan materi kita tidak akan mampu melawan Setan. Tidak akan mampu!. Karena secara materi dan pengetahuan , setan lebih sempurna penciptaannya dibandingkan manusia. Mengapa ? setan bisa melewati ruang waktu untuk mendapat pengetahun sementara manusia terkungkung dengan ruang waktu. Setan diberi hak sangat luas oleh Allah untuk mempermainkan eksistensi manusia. Sementara , Manusia diberi keterbatasan untuk melawan setan secara langsung. Jadi bagaimana cara menghadapinya ? Satu satunya yang ditakuti oleh Setan adalah Allah. Maka dekatlah kepada Allah. Karena bila kita dekat kepada Allah maka Setan akan menjauh dengan sendirinya.. Dengan demikian tentu kita terlepas dari permainan setan yang menunggangi nafsu kita yang  membuat kita kecanduan dunia.

Segala larangan Allah dan segala perintah Allah yang termuat didalam Al Quran , diteladankan oleh Rasul tak lain bentuk kasih sayang Allah kepada manusia agar manusia mampu menghadapi setan. Semakin bertaqwa seseorang semakin dekat dia kepada Allah dan tentu semakin menjauh setan dari dirinya (An Nahl : 99, 100]. Maka ketika nikmat datang berlebih yang dia lakukan adalah berbagi kepada mereka yang kurang. Ketika keinginannya mendesak dia istighfar zikir siang dan malam. Ketika dia dalam kekurangan , sabar dan sholat adalah penolongnya. Baik dan buruk disikapinya dengan ikhlas hanya untuk beribadah kepada Allah. Dan  selamatlah manusia itu dalam melewati drama kehidupannya di dunia ini untuk kembali dalam keadaan sempurna sebagaimana esensi penciptaannya, sebagai bayang bayang Allah…

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...