Saturday, July 30, 2011

Belajar dari hewan

Ketika makan malam, teman saya sempat melempar kata kata yang mengundang dialogh. Dia berkata , belajarlah dari hewan ! saya sempat terkejut. Mengapa harus belajar dengan hewan, Bukankah hewan tidak punya akal sehebat manusia. Kenapa pula harus belajar dengan hewan Aneh.! Belum hilang keterkejutan saya , teman ini melanjutkan. Kami orang China , belajar bijak dari hewan. Wah, dia bicara tentang ” bijak ” dan itu belajarnya dari hewan. Rasa ingin tahu saya bangkit. Saya ingin lebih tahu banyak alasannya berkata seperti itu. Teman ini tersenyum sambil menatap saya dan menyuap sup dihadapannya. Kami umat islam, disarankan oleh rasul untuk belajarlah kenegeri China, tapi malah orang china belajarnya dari Hewan. Kata saya. Kini dia tidak lagi tersenyum tapi tertawa berderai derai. Mungkin ada benarnya. Jawabnya. Ada empat jenis hewan yang patut menjadi pembelajaran bagi kita. Katanya.

Apa empat hewan itu ? tanya saya. Teman ini menjawab dengan cepat. Pertama adalah kelinci, kedua adalah srigala, ketiga adalah keledai dan keempat adalah Lebah. Sebetulnya hampir semua hewan dapat dipelajari sifatnya dan semuanya kaya hikmah. Tapi untuk kebijakan hidup, memahami empat ini saja sudah membuat kita sangat bijak. Kelinci , jelasnya, hewan yang rajin bekerja keras namun sedikit makan. Bertolak belakang dengan kerbau, malas kerja kecuali dipaksa namun banyak makan. Kelinci tak suka bertengkar satu sama lain. Bertolak belakang dengan srigala atau singa. Ia merupakan hewan yang paling akur dengan sesamanya. Dalam situasi apapun kelinci selalu punya akal untuk bertahan hidup dan melindungi dirinya dari segala resiko. Dalam kehidupan kelinci , mengutamakan perdamaian dan kerja keras tanpa ada sifat rakus serta keyakinan untuk mampu berbuat secara mandiri.

Srigala, adalah hewan yang suka berkelompok. Dalam mencari mangsa atau rezeki mereka selalu melakukannya bersama sama. Bila menghadapi bahayapun mereka saling melindungi secara berkelompok. Lantas apanya yang hebat dari Srigala.? bukankah terkesan srigala rakus dan licik dan pemangsa ? Tapi ada yang lebih hebat dari srigala, bahwa pemimpin selalu tampil digaris depan untuk menghadapi resiko. Contoh , untuk memasuki wilayah baru, selalu pemimpin kelompok datang sendirian. Sementara yang lain menanti dari kejauhan. Bila situasi aman dan terkendali maka pemimpin akan melolong tinggi untuk didengar oleh anak buahnya dari kejauhan. Maka berhamburanlah anak buahnya memasuki wilayah baru dengan tenang. Bila ternyata pemimpin mengalami hambatan dari musuh dan akhrnya tewas, maka salah satu dari mereka akan tampil sebagai pengganti untuk memasuki wilayah itu dan menghadapi segala kemungkinan buruk. Kalau dapat mangsa ,pemimpin makan belakangan atau makan sisa anak buah.

Keledai, adalah hewan suka makan namun tak rakus dan tak bertenaga sekuat kuda. Namun sekali dia melangkah maka dia tak berhenti walau seberat apapun beban dipunggungnya. Keledai tak suka menyepak. Dia teramat sabar diantara hewan lainnya. Keledai tidak bergerak seperti kuda yang perkasa dan anggun namun keledai melangkah dengan kepala kebawah terkesan seperti makhluk bodoh dan lemah. Dia akan terus melangkah dan melangkah dengan sabar. Dia adalah pribadi hewan yang cinta perdamaian dan kesetiaan diatas sifat rendah hati dengan kesabaran yang tinggi.

Lebah, adalah hewan yang pandai mengorganisir dirinya secara berkelompok. Masing masing mempunyai perannya untuk keutuhan kelompoknya. Apabila diserang oleh musuh maka lebah tak pernah lari. Dia akan bertarung melindungi sarangnya dan tentu sang ratu harus dijaga dengan nyawa. Kemanapun lebah hinggap maka kebaikan yang ditebarkannya. Walau banyak bunga yang diisap sarinya, banyak bunga yang dia hinggapi, namun dia akan kembali kesarangnya, memberikan kehidupan bagi kelompoknya dan juga sang ratu. Lebah adalah pribadi yang cinta perdamaian dengan mengutamakan kebaikan dan mengutamakan kesetiaan diatas segala galanya.

Teman itu tersenyum kepada saya. Lanjutnya, sebagai wiraswastawan , maka belajarlah kepada kelinci yang rajin bekerja keras namun tidak rakus. Sebagai Pemimpin organisasi sosial maupun politik maka belajarlah kepada Srigala, yang selalu siap digaris depan mengambil resiko. Sebagai pekerja atau profesional , maka belajarlah kepada keledai. Walau terkesan lemah dan bodoh namun rendah hati dan kuat melangkah menanggung beban berat dengan penuh kesabaran, yang pasti tidak rakus. Sebagai orang biasa, maka lebah adalah pelajaran terbaik karena dia hanya memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain namun tetap istiqamah untuk melawan segala keburukan dan kezoliman, walau nyawa taruhannya.

Bagi saya, segala yang terbentang di bumi ini adalah ayat ayat Allah yang merupakan pembelajaran bagi mereka yang berakal. Alam terhampar menjadi guru. Baik dan buruk adalah pelajaran bagi kita untuk menjadi sempurna. Demikian saya menyimpulkan. Teman itu hanya tersenyum.

No comments:

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...