Wednesday, December 26, 2007

Renungan Natal

Wanita yang terkulai dalam tangis disudut kota Beirut tidak bisa berbuat banyak ketika menatap putranya berumur belasan tahun terbujur kaku didepannya. Wanita ini beragama Kristiani. Disampingnya nampak sahabatnya wanita muslim yang mencoba menghiburnya untuk tegar melawan kekejaman tentara Israel. Beirut adalah satu bait prosa yang tak pernah lekang dari sejarah barat dan timur. Seakan terus mengulang kisah tentang pembunuhan, kerakusan, dendam , amarah, kebusukan dan semua yang bermuara kepada kebenjian terhadap pemeluk agama tauhid.

Mungkin Syaila berusia kanak tidak mengerti mengapa Tank Amerika begitu banyak hadir dijalanan Irak hingga menggangu ketenangan malam. Yang langsung memaksa kita melompat jauh kemasa berabad abad lalu yang gelap , sebagai titik awal yang tak berujung tentang kerakusan dan darah. Kekinian yang muram adalah senyum kemenangan bagi Hamdan al-Qarmath pendiri kaum Hashyashyin, sebuah sekte (ordo) dari kelompok Ismailiyah-Qaramithah, salah satu cabang dari kelompok Syiah di bawah Dinasti Fathimiyah. Mereka adalah kelompok murtad Islam Yang sangat berperan menghancurkan kekuatan Islam dengan kelompoknya bernama Bolsyewisme-Islam. Keberadaan mereka yang selalu bergandeng tangan dengan knighs templar , piawai melakukan provokasi dan pembunuhan secara diam diam. Seakan antara Islamiliya-Qaramithah dan Knights templar terjalin dari satu misi yang sama tentang kecurangan dan kebusukan peradaban. Tidak dapat dipungkiri karena sejarah Knighs Templar sendiri adalah pengikut Kabbalah yang merupakan aliran sesat dari Islam , walau mereka mengaku sebagai pemeluk Kristen pada awalnya.

Sebuah konpirasi jahat terbentuk dengan memanfaatkan kelemahan dari ego tentang agama. Dsinilah Templar dan Ismailiyah-Qaramithah bermain dengan sumbu ledakan perang tak terelakan. Konspirasi ini telah membuat keberadan dunia barat dan timur mengalami perpecahan. Dunia barat menjadi dua kekuatan besar. Kirsten Timur yang berpusat di Byzantium dan Kristen barat yang berpusat di di Roma. Disisi lain Dunia Islam juga terbagi menjadi dua kekuatan besar yang juga saling memusuhi yakni Kekhalifahan Abbasiyah yang sunni dan Kekhalifahan Fathimiyah yang syiah yang berpusat di Mesir.

Jerusalem, disini semua berawal dari sebuah kesalahan dan kebodohan akibat asut dan adu domba bagi pemeluk agama samawi. Sejarah gelap perang salib yang membuat Islam dan Kristen , barat dan timur , menumpahkan darah kebumi. Sejarah membenarkan teori konspiransi. Terbukti setahun sebelum pasukan salib gelombang pertama yang dikomandani Godfroi de Bouillon tiba di pintu Yerusalem di tahun 1099 dan merebutnya, Yerusalem diserang oleh pasukan dari Dinasti Fathimiyah-Syiah yang berpusat di Mesir dan merebutnya dari tangan kekuasaan Dinasti Abbasiyyah yang beraliran Sunni.Jadi, ketika pasukannya Godfroi tiba di pintu kota Yerusalem, kota suci itu sebenarnya telah berada di bawah kekuasaan Bani Fathimiyah. Suatu jalinan kerjasama yang solid walau tidak nampak kepermukaan. Ordo Kabbalah dengan pembagian kerja: Mereka bekerja di Dunia Islam, sedangkan Yohanit (Ordo Sion dan kemudian Templar) bekerja di Dunia Kristen.

Salahudin melihat semua akibat dari perang yang sia sia itu. Setelah membebaskan Yerusalem dari konspirasi kotor dan menjadikan Yerusalem sebagai tempat yang damai bagi semua pemeluk agama, Salahudin terus melakukan pembebasan hingga ke Benteng Alamut, markas besar kelompok Ismailiyah-Qaramithah dan di Persia, sebelum akhirnya ke Mesir untuk melakukan pembersihan terhadap sekte Syiah. Juga menghabisi semua tawanan perang dari kesatria Templar. Kembali darah bertaburan kebumi tapi tentu untuk sesuatu perdamaian yang harus dibayar. Hal seperti ini juga belakangan diikuti oleh kelompok kristed Tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel dan Paus Clement V memutuskan untuk menangkap dan membubarkan anggota-anggota ordo ini. Clevement V bahkan mengeluarkan keputusan kepausan dengan nama Vox in Excelso (suara dari langit). Sejak itu, para pemimpin Templar, yang dijuluki "pemimpin Besar (Grand Master)", mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, namun sebagaian melarikan diri ke tempat yang aman seperti swiss dll.

Selanjutnya sejarah mencatat pembantaian dengan alasan pembersihan terus berlangsung dari abad ke abad terhadap ordo ini. Namun konpirasi terus terbangun dalam bentuk lain yang lebih canggih hingga menyeret dunia memasuki perang dunia. Dari puing puing kelelahan dalam perang yang sia sia itulah membuat dunia lemah dan ordo ini dapat tumbuh subur dan bangkit dalam kemasan ; neocolonial, kapitalisme, globalisasi, neoliberal , demokratisasi. Hingga kini di abad 21, ordo ini telah menjadi kekuataan dunia yang menguasai lembaga keuangan, industri, media massa , HIgh Technology dll. Mereka juga berperan membuat imbalance economic global dan menggiring lembaga multilateral memaksakan kebijakan yang merugikan Negara ketiga. Penderitaan bangsa , Irak dan Libanon dan belahan dunia lain yang terjerat dalam kemiskinan parah adalah contoh dari akibat kehadiran mereka. Semuunya berujung kepada pembentukan system dunia yang tidak berkeadilan agar menjadi lemah dibawah komando ordo ini.

Perang belum berakhir. Inilah seharusnya disadari oleh umat kristani dan Islam untuk menyatukan langkah dan menghindari segala provokasi yang bisa menimbulkan pertikaian , yang akhrnya akan menguntungkan ordo ini. Ruh kasih sayang diyakini oleh Islam dan Kristiani sebagai misi yang harus diemban seumur hidup adalah dasar untuk " stop pertikaian karena perbedaan". Kenalilah sebenar benarnya musuh disekitar kita dan perangilah "mereka" dengan Iman dan semangat kebersamaan untuk kedamaian dibumi.

No comments:

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...