Monday, December 17, 2007

Bumi untuk semua

Waktu ketemu dengan taman lama yang sekarang bermukim di China.Senang melihatnya karena dia nampak bersemangat dengan business yang sedang digelutinya. Apalagi dia minta saya membantu untuk melakukan structure pendanaan project nya dalam rangka expansi. Yang menarik dan mungkin sangat luar biasa adalah tekadnya untuk menutup usaha pabrikannya yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Awalnya sangat sulit baginya tapi berjalannya waktu menimbulkan kesadaran bagi masyarakat untuk beralih kepada produk yang akrab lingkungan. Teman ini , bukanlah pejuang likungan hidup tapi kemampuannya menjelaskan konsep lingkungan hidup untuk masa depan umat manusia sangat applicable. Sebagaimana dia katakan “ Planet bumi yang kita tempati sekarang bergerak kepada kehancuran dan tidak memberikan masa depan yang baik bagi umat manusia. Negara kaya atau miskin akan sama sama menghadapi bencana akibat lingkungan yang rusak. Diawali sikap hidup yang salah dan merasa dapat berbuat apa saja untuk memuaskan hidup kita namun tanpa disadari kitapun terlah berperan menjadi mesin perusak system keseimbangan alam. Tidak ada cara lain untuk memperbaiki keadaaan ini melainkan revolusi gaya hidup “

Dengan tekhnologi yang ada , teman ini berhasil melakukan proses pengolahan ubi singkong menjadi tableware ( piring, mangkok), sumpit. Produk hasil olahan berbahan baku singkong ini dapat didaur ulang. Kalaupun dibuang ketempat sampah maka dia akan berguna untuk menyuburkan tanah. Tidak seperti bahan lain yang tidak dapat didaur ulang atau menyuburkan tanah. Bahkan ada sebagian hasil produksinya juga menggunakan bahan baku sampah pabrik tebu dan jagung. Expansi yang dilakukannya sekarang sudah mengarah kepada bahan bangunan dari sampah sampah pertanian. Singkatnya, teman ini sudah masuk dalam spesialisasi untuk menggunakan apapun agar menghasilkan substitusi product berbahan kimia /mineral , yang merusak lingkungan hidup. Ternyata kemampuan pasar menyerap produknya sangat luar biasa. Para generasi muda dinegara maju sangat menyadari perlunya menggunakan produk daur ulang. Seperti jaringan waralaba Mac Donald. Starbuch dll sudah menggunakan kemasan maupun gelas berbahan baku yang dapat didaur ulang , seperti ubi kayu, jagung dll.

China menangkap peluang ini dengan melakukan riset besar besaran agar dapat menciptakan mesin yang efisien untuk mengolah produk pertanian menjadi bahan baku pengganti kimia dan mineral Upaya ini berhasil dengan memungkinkan petani dapat memiliki pabrik mini dengan modal terbatas namun dapat menghasilkan produk jadi yang berkualitas dengan nilai tambah lima kali lipat dibandingkan menjual bahan baku pertanian. Para pengusaha besar tidak dibenarkan masuk dalam business ini. Namun, para pengusaha besar menjadi penampung untuk melakukan distribusi keseluruh dunia. Sehingga terjadi sinergi yang sangat luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepongahan dari akibat revolusi industri telah mengakibatkan udara terpolusi hingga menjadikan bumi tidak nyaman lagi, dan meminggirkan mereka yang lemah berkompetisi kedalam kubangan kemiskinan. Hutan Kalimantan, sumatera , rusak parah karena untuk memenuhi keinginan negara maju menikmati rumah mewah dan perabotan dari kayu. Sementara rakyat Kalimantan tetap sebagian besar hidup dalam kemiskinan. Sumberdaya irian dikuras untuk mendapatkan emas dan tembaga , sementara lingkungan rusak berat. Rakyat Irian masih miskin. Sebagian besar negara ketiga hidup dalam himpitan kemiskinan dan beban hutang yang besar serta ancaman serius akibat kerusakan lingkungan.

Pemanasan global dan pencemaran sungai, danau dan perairan adalah akibat , yang sumber penyebabnya adalah sikap hidup yang salah. Dari sikap salah itu yang dirusak bukan hanya lingkungan tapi juga sebagian besar manusia yang tersingkir karena mesin industri yang hanya peduli kepada penciptaan laba. Keinginan untuk memperbaiki iklim global tidak hanya dengan konpensasi materi kepada negara ketiga untuk memperbaiki lingkungannya tapi yang lebih penting adalah kesediaan kelompok menengah atas diplanet bumi ini untuk stop rakus. Mulailah beralih kepada industri yang akrab dengan lingungan dan mengurangi jumlah kendaraan berbahan bakar minyak bumi untuk beralih kepada ethanol atau biogas, . merubah gaya hidup untuk hanya membeli produk yang akrab lingkungan. Yang lebih penting lagi adalah memberikan akses kepada negara ketiga untuk juga mendapatkan peluang makmur agar mereka tidak merusak lingkungannya untuk bertahan hidup. Bukankah bumi untuk semua dan kita semua yang harus menjaganya. Mungkinkah..

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...