Thursday, December 20, 2007

Berkorban

Kerja keras telah terbayar dengan rizki yang melimpah. Belajar tekun telah terbayar dengan izazah ditangan. Sembilan bulan dalam rahim ibu, terbayar sudah dengan terlahir bersama indra yang lengkap. Semua itu adalah nikmat yang tiada tara dari kasih Allah kepada kita. Merasakan nikmat itu akan semakin bertambah ketika kita melihat banyak orang yang gagal dalam pendidikan tinggi, gagal meraih rezeki , gagal terlahir utuh. Begitu bijaknya Allah memperlihat kebesarannya kepada kita tentang nikmat itu , antara kebahagiaan dan penderitaan bersanding dihadapan kita. Agar kita dapat bersyukur dengan sebenar benarnya syukur. Makanya Allah berfirman “ Sesungguhnya telah aku beri engkau nikmat yang berlebih maka dirikanlah sholat dan berkorbanlah” Inilah kebijakan Allah kepada hambanya atas nikmat yang diperolehnya. Nikmat Islam dan nikmat iman.

Memaknai firman inilah yang harus di pahami bahwa ada HAK dan KEWAJIBAN ALLAH kepada kita makhluk ciptaanNya. Hak allah adalah untuk kita sembah dan kita puji. Sementara kewajiban Allah kepada kita adalah memberikan semua facilitas kehidupan yang memungkinkan kita dapat melaksanakan hak Allah. Kewajiban kita diingatkan terus dalam ritual sholat wajid dan sunah yang setiap hari kita lakukan. Begitulah keadilan Allah dalam menegakkan aturan kepada hamba citptaannya. Ketika Allah melaksanakannya kewajibannya kepada kita maka pada waktu bersamaan kitapun berkewajiban pula menegakkan hak Allah. Indahnya aturan Allah itu karena semuanya bermuara kepada cinta kasih. Mereka yang menderita adalah ladang ibadah bagi yang berlebih untuk melaksanakan fungsinya sebagai wakil allah dengan menyantuni mereka yang kurang beruntung. Bagi yang kurang beruntung adalah ladang ibadah untuk bersabar dan mensyukuri semua bantuan orang lain. Suatu tatanan yang sangat harmonis dimana yang kaya dan mskin dapat berdampingan tanpa satu sama lain merasa lebih kecuali mengharapkan ridho Allah.

Janji kita kepada Allah “ sesungguh Sholatku , hidupku, matiku, hanya untuk Allah. Suatu janji yang kita sampaikan lansung kepada Allah bahwa Dia satu tidak dipersekutukan oleh apapun didunia. Suatu janji bahwa kita ada didunia ini hanya karena untuk beribadah kepada Allah. Mengapa kita harus mengejar dunia yang pasti kelak kita tinggalkan ketika meninggal.? Mengapa kita sombong dengan kerja keras dan kepintaran kita sementara semua itu kita dapat berkat faciltias dari Allah.? Mengapa kita menutup mata dengan mereka yang menderita sementara kita menyadari bahwa derita dan bahagia pasti kita jumpai dalam kehidupan ini. ? Pertanyaan seperti inilah yang harus kita ulang setiap hari setelah usai melaksanakan ritual sholat. Agar harta tidak menimbulkan petaka bagi keluarga, agar kekuasaan tidak menimbulkan penderitaan bagi orang banyak, agar ilmu tinggi tidak menjauhi orang tolol. Sehingga kita terus disadarkan dalam kesehariaan kita untuk terus tawadhu, ikhlas berbuat apa saja karena Allah.

Menyadari hak dan kewajiban Allah ini, tidak ada ruang setitikpun untuk kita meragukan keadilan Allah. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk mencintai apapun didunia kecuali hanya karena ingin mendapatkan cinta Allah. Bila cinta Allah kita raih maka inilah nikmat berlebih yang kita dapat. Nikmat berupa rasa aman , dami , sejahtera. Nikmat ini akan terpancar dari raut wajah kita yang senantiasa tersenyum. Wajah kita bersinar menerangi orang lain. Membuat kerinduan bagi orang yang bila kelak tinggalkan kehidupan ini. Walau jasad telah dikuburkan namun cahaya kita terus menyinari alam semesta dan abadi dihati orang lain. Itulah makanya manusia yang pandai mensyukuri nikmat Allah adalah rahmat bagi alam semesta.

Selamat Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Korban, Hari Raya Haji.

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...