Monday, May 29, 2023

Berpikir dan berbuat.


 

Kontruksi berpikirSering dikatakan bahwa kita adalah musuh terburuk kita sendiri. Ini karena kita terus-menerus menebak-nebak diri kita sendiri, terlalu banyak berpikir, dan menghalangi jalan kita sendiri. Jika kita ingin sukses dalam segala hal yang kita lakukan, penting untuk belajar bagaimana berpikir secara konstruktif. Kalau kontruksi berpikir anda benar, maka bertindak juga benar. Bagaimana kontruksi berpikir itu. ?


Pertama, VISI. Anda harus punya sikap yang mendalam terhadap suatu susbtansi. Ini penting sekali sebagai titik awal bertolak. Karena ini berkaitan dengan pengetahuan. Makan saja kalau engga ada ilmu bisa keselek. Apalagi dalam konteks profesi, bisnis dan pemerintahan. Misal dalam bisnis, anda harus paham product knowledge. Dalam bernegara, anda harus paham geopolitik. Dalam berkeja, anda harus paham skill knowledge. Kalau tidak paham, ya anda hanya akan jadi follower dan pasti pecundang. Jadi kalau ada yang bilang visi engga penting. Itu pasti kontruksi berpikirnya salah. Apapun yang dia katakan dan lakukan hanya bullshit.


Kedua, Misi. Manusia tercipta pasti punya misi. Engga mungkin Tuhan ciptakan begitu saja tanpa misi yang jelas. Pasti direcanakan dengan baik. Buktinya, sumber daya tersedia terlebih dahulu barulah manusia eksis. Artinya planning tanpa misi itu sama saja orang gila atau zombi. Masa depan itu tidak pasti. Tapi anda harus melangkah dari ketidak pastian itu. Kan engga bisa stuck. Makanya rencana yang dibuat itu sebagai sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Tanpa pengetahuan, rasanya tidak mungkin anda bisa membuat rencana. Orang yang tidak terbiasa berencana, dia mudah kawatir, kecewa, menyerah dan selalu berpikir negatif. Kalau bicara, dia mudah emosional. Kalau bersikap cenderung perasaan. Tapi orang yang terbiasa berencana, selalu berpikir dan berbicara positif. Karena dia selalu ada contingency plan, dan karenanya terus bergerak diatas tantangan.


Ketiga. Mengorganisasi diri. Cerdas disetiap situasi dan berfokus pada apa yang dapat Anda lakukan, bukan pada apa yang tidak dapat Anda lakukan. Kita adalah makhluk sosial. Lingkungan kita bukan statis. Bukan ruang hampa. Nah dengan adanya visi dan misi itu akan membuat anda menjadi orang yang cerdas. Cerdas mengelola diri sendiri, tentu hebat mengelola posisi baik sebagai pengusaha, pegawai, pejabat, maupun politisi. Itu terlihat dari sikapnya yang konsisten, bertanggung jawab, rendah hati , transformatif. Dan pasti tidak ada waktu mengeluh dan berghibah


Tujuan dan Rencana. Pada waktu ABG , kalau lihat mobil bagus dan rumah bagus, saya katakan kepada Papa saya “ Kenapa mereka hanya China saja yang kaya Pa.”. Papa saya hanya tersenyum. Namun ketika mau cukur rambut , papa ajak saya ke tempat cukur orang kaya. Tempatnya keren di sebuah Ruko dengan lantai mengkilat. Tukang cukurnya orang China. Selama cukur rambut itu papa saya mengarahkan kepada tukang cukur bagaimana seharusnya rambut saya dicukur dan serapinya untuk enak dia pandang. Setelah selesai cukur rambut, tak pernah saya lupa nasehat papa.


“ Kamu lihat tadi , yang cukur rambut orang China, sama dengan tukang cukur di kaki lima yang orang pribumi. Tapi perhatikan dia mencukur sangat serius. Sangat serius. Tempatnya sangat bagus. Kamu tahu dari mana dia dapat uang untuk membuat tempat yang bagus itu? Dia tidak hanya berdoa siang malam. Dia punya tujuan dan itu dia rencanakan dengan baik. Dari rencana itu dia berproses setahap demi setahap. Sampai dia bisa punya ruko sendiri.


Dia berkerja keras. Mungkin dia harus menabung bertahun tahun dengan mengekang selera agar dapat tempat yang bagus, dan karenanya orang tidak keberatan membayar lebih mahal. Kamu tahu kan, tukang cukur di pinggir jalan langganan kita? dari sejak papa kenal 10 tahun lalu, dia tetap di kaki lima. Tapi kamu tahu, istrinya dua. Besok kalau pemda gusur tempatnya dia aknan salahkan pemerintah. Padahal mentalnya yang salah. Dan si China itu tetap setia dengan satu istri dan usahanya aman karena punya ijin dari pemerintah. 


Kalau kamu ingin naik tangga sosial maka kamu harus memerdekakan pikiran kamu. Jangan biarkan orang lain mengatur nasip kamu, tapi kamu tentukan sendiri, dan kepada orang chinalah kamu harus belajar. Mereka tidak manja dan pandai merebut hati orang, termasuk penguasa agar mereka merdeka menaiki tangga sosial yang memang setiap orang harus berkompetisi. Ingat nasehat papa itu.


Nasehat papa saya itu terbenam dalam otak dan hati saya. Itu menjadi bekal saya bersikap. Bahwa hidup itu harus punya tujuan dan setiap tujuan harus ada rencana. Rencana tanpa pengetahuan itu sama saja melukis langit. Menggantang asap. Hidup sia sia. Kalau saya tidak punya tujuan dan rencana, engga mungkin setelah saya sukses sebagai Top sales Perusahaan Asing akhirnya memilih berhenti untuk berwirausaha yang serba tidak pasti. Kalau saya tidak punya tujuan dan rencana, engga mungkin saya bisa bertahan empat kali bangkrut, tidak mungkin saya hijrah ke China. Tidak mungkin bertahan dengan istri yang tempramental.


No comments:

Kaum Bigot.

Hubungan kita dengan seseorang itu pasti turun naik atau volatile. Semakin besar ekspektasi semakin besar volatile nya. Semakin intens ketem...