Penyakit mental

 



Kemarin sore saya bertemu dengan relasi di Golf PI. Saya didampingi Jessica. Usai buka bersama dengan relasi, saya terus ke CC PIM3 bertemu dengan teman lama. Tapi saya datang, dia belum datang juga. Saya memang datang lebih awal dari janji yang ditentukan. Ada anak muda mendekati table saya. “ Babo ya.” Ah ini pasti nitizen. Dia melirik ke Jesica “ Ini pasti ibu Yuni.” Katanya Jessica tersenyum aja.


“ Ganggu engga ? boleh tanya ? Katanya


“ Ya tanya aja?


“ Apa yang membuat potensi kita tenggelam. Bantu saya memotivasi diri saya.” Katanya. Saya senyum. Saya perhatikan dia. Mungkin usianya belum 30 tahun.


“ Saya suka dengan pertanyaan kamu. Itu pertanyaan yang sangat cerdas. “


“ Ya babo. Bantu saya..” Katanya


“ Setiap orang punya potensi. Tidak ada manusia yang tidak berguna kecuali dirinya sendiri membuat dia tidak berguna. Setiap orang tidak ada yang tidak punya rezeki, kecuali dirinya menolak rezeki itu. Tidak ada manusia yang tidak hebat kecuali dirinya sendiri yang membuat dia payah. Artinya setiap manusia, apapun dia, dan siapapun dia punya potensi. Hanya masalahnya apakah dia menyadari potensi itu atau tidak.


Untuk menyadari itu, baik kita lihat proses slow motion manusia kehilangan potensi diri. Itu diawali oleh pikiran sempit. Baginya semua selalu ada alasan untuk disikapi negatif. Mau kerja, ah kalau engga ada koneksi, mana mungkin bisa dapat lowongan. Ah, mau usaha, emang ada modal. Siapa yang beri modal. Kalaupun ada modal, gimana pasarnya? panjang sekali deretan keraguan itu. orang yang berpikir sempit selalu kusut saja jalan  di depannya.


Akibat pikiran sempit itu, dia pasti mudah merasa sedih. Terlalu baper. Apapun disikapinya dengan nelangsa. Mengapa tidak ada keadilan bagi orang seperti saya?. Mengapa dia PHP saya?. Mengapa dia tidak pernah datang? . Mengapa dia tidak kunjung nikahi saya? mengapa dia pelit beri saya modal. Mengapa dia tidak beri saya pekerjaan. Orang yang mudah menyikapi semua hal dengan perasaan, pasti merasa jalan di depannya gelap.


Nah kalau sudah merasa sedih atau baper, maka datanglah inferior. Merasa tidak pantas untuk bisa lakukan apa saja. Ah saya engga level. Bukan bidang saya. Terlalu tinggi itu. China kejauhan. Banya orang ditipu di CHina, Banyak kafir disana. Mending sabar saja, biar Tuhan yang akan balas. Engga apa apa miskin dan menderita di dunia, asalkan sorga didapat di akhirat. Orang inferior selalu dihadapannya tembok tebal dan tinggi.


Berikutnya kalau di depannya sudah diangga tembok tebal dan tinggi, maka akan muncul sifat malas, tetapi angan angan tinggi sekali. Ikhtiar rendah tapi keinginan banyak. Ingin punya rumah mewah, kendaraan mewah, hidup serba mudah. Orang China mati karena uang. Orang india mati karena makan, kita mati karena angan angan.


Kalau sudah malas, maka pasti akan timbul sifat rakus. Rakus ini selalu mencari jalan mudah. Mau uang mikin effort. Hilang akal sehat. Mudah jadi korban penipuan MLM. Bahkan tidak sungkan melacurkan diri dengan cara bodoh. Kalau dia jadi pejabat mudah melacurkan jabatannya asalkan dapat uang mudah. Rendah kreatifitas, miskin effort dan tidak punya agenda  menjadi transformatif atas jabatannya.


Kemudian, kalau sudah malas, dia jelas tidak punya nyali menghadapi tidak kepastian. Apapun effort yang butuh kecerdasan dan kerja keras disikapi dengan”Ah terlalu maksakan diri. Reseki engga kamana. Ngapain bisnis, entar bangkrut. Mending kerja aja. Walau kecil tapi pasti. Ah ngapain kerja terlalu rumit, apalagi kerja dari bawah. Susah berkembang. Buang umur. “ Akan panjang deretan alasannya. Sehingga sampai mati dia tidak akan kemana mana dan tidak akan jadi apa apa. Dia bukan siapa siapa.


Terakhir, hilangnya kemerdekaan diri. Tidak ada lagi keberanian membebaskan diri dari perasaan dan pikiran kalah terkalahkan. Sulit bersosialisasi. Ragu bersikap dan lemah dalam berkompetisi. Bokek terus. Ya value manusia yang diberkahi Tuhan dengan pontesi diri, tenggelam sudah. Jadilah manusia yang tidak bersukur. Kebanyakan doa dalam keluhan. Padahal setiap dia berdoa, dia sedang mendustakan nikmat Allah.


Nah apa yang dapat disimpulkan? tenggelamnya pontesi itu adalah proses yang slow motion. Mudah diketahui awalnya dan akhirnya. Jadi kalau terasa pada diri salah satu sifat diatas, cepat sadari dan berubahlah. Selalu ada waktu untuk berubah dan tidak ada istilah terlambat” Kata saya. Anak muda terdiam lama. Seakan berpikir. Terimakasih babo. Bab0 sangat bijak“ Katanya menyalami saya.


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu