Ibadah Sosial.

 




Dalam Islam ada jenis berbagi. Zakat, Infak  dan sadakah. Kalau zakat jumlahnya diatur dalam Islam yaitu 2,5% dari penghasilan. Nah kalau infak besarannya tidak terbatas. Namun baik zakat maupun infak hanya bersifat materi atau harta atau uang saja. Sementara sadakah bisa apa saja, bukan hanya uang tetapi termasuk senyuman, nasehat, tulisan disosmed yang menginspirasi orang untuk berbuat baik, buku yang ditulis mencerahkan orang dan lain lain. Jadi zakat infak  dan sadakah adalah ibadah sosial yang sangat penting dalam ajaran Islam. Kekuatan Islam ada pada zakat infak dan sadakah itu. Sampai disini paham ya. 


Nah sekarang mari kita pahami esensi dari ibadah sosial itu. Dalam al Quran memang ada janji pahala berlipat dari Allah atas infak zakat dan sadakah itu. Tetapi imbalan itu jangan diartikan seperti MLM yang tanpa berbuat apapun dapat uang dari downline. Engga begitu. Allah engga punya bisnis MLM. Jadi apa? Ada tiga hal yang kita peroleh. Pertama, hubungan silahturahmi jadi berambah baik. Kedua, kita mengaktualkan agama dalam bentuk cinta bagi semua. Ketiga, ambil bagian untuk kemakmuran sosial. 


Kalau udah paham tiga manfaat dari infak zakat sadakah itu, maka sebaiknya itu menjadi obligasi dalam diri kita. Usahakan bukan hanya sekedar memberi sesuai syarat,  tetapi juga ada Effort memberi langsung kepada yang butuh. Artinya akan lebih baik tidak diberikan kepada perantara amal ( broker ), tetapi langsung serahkan kepada yang butuh. Itu akan anda rasakan sensasi dari tiga manfaat infak zakat dan sadakah itu. Wajah mereka yang menerima itu bagaikan cahaya indah membuat euforia tak terbilang. Memang cinta itu indah. Buktikan lah.


Makanya infak zakat sadaqah itu sebaiknya anda  berikan kepada orang terdekat anda dulu yang memang butuh uang karena kemiskinan. Mereka bisa saja sedara jauh, tetangga, orang miskin yang anda  termui di jalan. Nah kalau masih tersisa, anda bisa bagikan kepada panti sosial yang terorganisir dengan baik, yang selalu update laporan keuangannya dan transfaran. Sebaiknya ketika memberi materi  itu jaga kehormatan orang yang menerima. Kalau bisa orang lain tidak tahu. 


Zakat infak dan sadakah dalam Islam salah satu ibadah tauhid, hanya untuk Tuhan. Beda dengan sholat, zikir dan lainnya yang nilai ibadahnya  kembali untuk kita. Bukan untuk  Tuhan. Istilah mesranya kalau anda memberi infak zakat dan sadaqah, anda sedang becengkrama dengan Tuhan dalam bahasa cinta. Mengapa ? infak zakat dan sadaqah itu engga ada kaitannya dengan orang yang menerima.  Itu hanya antara anda dengan Tuhan saja. Artinya, kalau anda berharap laba materi dari memberi maka anda sedang merendahkan Tuhan. Paradox kan. Jangan bego beriman.  Nah kalau anda memberi karena alasan cinta Allah, hidup anda akan aman. Apakah ada cinta aman selain dengan Allah. Kalau anda orang beriman, camkan itu.


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Politisasi agama

Pria itu